
Siska pun kembali berisitirahat ketika Aaron memaksanya untuk rebahan saja dari pada melakukan aktivitas yang nanti malah akan membuat dirinya makin kerepotan mengurus orang sakit seperti Siska. Siska yang merasa telah diremehkan pada akhirnya wanita itu juga menyerah dan melihatkan apa yang dilakukan Aaron. Apakah pria itu bisa mengurus keperluannya tanpa dibantu oleh dirinya. Ya walaupun sebelumnya Aaron bisa melakukannya sendiri hanya saja Siska yang terlalu berlebihan.
Mungkin ia menganggap jika Aaron tak bisa melakukan apapun tanpa bantuannya. Padahal Aaron pandai melakukan semua itu dan ia adalah anak yang mandiri. Semua yang ia lakukan kepada Siska dan menjadikannya pelayan itu hanyalah alibinya saja. Begitulah caranya ia menyelamatkan Siska dan melatih Siska menjadi orang yang kuat. Terbukti apa yang ia duga benar-benar kenyataan jika Siska memang memiliki potensi yang sangat kuat untuk menjadi orang yang hebat.
Saat ini Aaron tengah menyiapkan keperluan makannya. Biasanya ada Siska yang akan membantu dirinya. Namun wanita itu tengah terbaring di ranjang tak bisa melakukan apapun. Kembali menjadi anak yang sangat mandiri. Inilah kebiasaan lamanya.
Laki-laki tersebut menarik nafas panjang dan memakan makanan yang sudah disiapkan oleh beberapa koki dan pelayan di sini. Anggota yang lainnya juga sudah makan siang di ruangan sebelah. Ia memiliki ruangan khusus karena tujuannya untuk bisa makan dengan tenang tanpa harus takut di hantu-hantui oleh pekerjaannya.
Saat sedang menyantap makanan yang ada di meja makan tiba-tiba Felix masuk. Aaron menghentikan makannya dan menatap ke arah Felix dengan tanda tanya.
"Ada apa kau datang kemari? Bahkan aku masih sedang makan."
"Iya aku tahu kau sudah makan Tuan. Tapi ini ada berita yang sangat mendesak. Beberapa sumber air di negara ini mengalami ketidakstabilan. Padahal musim kemarau sebentar lagi akan datang. Tampaknya ada yang salah dari semua ini. Kerajaan meminta agar kau menyelidikinya."
Aaron berhenti mengunyah makanan tersebut. Dia pikir ini juga sangat aneh dan sepertinya ada yang merencanakan semua ini. Namun ia belum ingin berpikir banyak dan menghabiskan makanannya lebih dulu baru lah ia akan mendiskusikan masalah tersebut.
Setelah selesai makan Aaron harusnya ke ruangan rapat dan Ia melakukan rapat mendadak. Selain itu masih banyak masalah negara yang belum selesai dan harus ia temukan jawabannya secepatnya. Dan tidak kalah banyak pula beberapa kasus yang telah dipecahkan dan pelakunya telah ditangkap.
"Apakah semua orang di sini telah berkumpul? Tampaknya ada satu orang yang belum datang," ucap Aaron sambil menatap para bangku yang kosong. "Ke mana Tuan Petter? Kenapa ia tidak ada di sini?" tanya Aaron dengan suara dinginnya karena ia tak menemukan Petter.
"Sepertinya hari ini dia tidak bisa datang. Karena ada masalah di rumahnya."
__ADS_1
"Apakah masalah di rumah lebih penting daripada masalah negara?"
"Tampaknya seperti itu Tuan."
Aaron pun menarik nafas panjang dan ia tak bisa berbuat banyak. Ia tahu apa yang dirasakan oleh Peter tentunya. Masalah keluarga bisa mempengaruhi psikologis dan contohnya seperti Aaron saat ini.
"Baiklah karena dia tidak bisa datang maka aku akan memberikan sanksi." Sebagai ketua tentunya Aaron harus tegas kepada setiap anggotanya yang melanggar peraturan. Dan memberikan sanksi adalah pilihan yang baik untuk menegaskan keadilan di antara para bawahannya.
Diskusi pun berlangsung tanpa kelengkapan orang. Mereka membicarakan banyak hal mengenai keamanan negara. Tentunya mereka akan menyelidiki secara diam-diam dan transparan.
___________
Penemuan mayat di pinggir sungai yang tak jauh dari markas badan intelijen negara tersebut menghebohkan rakyat sekitar. Aaron beserta anggota yang lainnya bergegas menghampiri tempat penemuan mayat tersebut. Mereka harus mengetahui apa penyebab kematian itu. Tampaknya pembunuhan tersebut dilakukan oleh orang yang terampil.
"Bukankah itu Petter?" tanya Aaron yang didengar oleh beberapa orang. Wajar orang tak bisa mengenali wajah Peter karena wajah tersebut tak berbentuk lagi dan ciri-cirinya pun hampir rusak.
Dari penciumannya mayat ini baru saja dibunuh beberapa hari yang lalu. Dan Ia baru sadar jika Peter tak ada di sini selama 3 hari. Aaron terkejut dan kemudian menatap para anggota yang ternyata mereka juga menduga bahwa itu adalah Petter. Sontak saja pihak kepolisian dan badan intelijen negara itu bekerja sama. Mereka berusaha untuk memecahkan masalah tersebut dan mayat segera dibawa ke rumah sakit agar bisa mendapatkan otopsi.
"Sepertinya ada orang yang ingin menebarkan teror kepada kita? Mereka telah mengetahui markas kita dan memang ini bukanlah suatu rahasia umum."
"Maka dari itu aku merasa jika kita harus bergerak secepatnya dan tak kalah dengan mereka."
__ADS_1
Anjing pelacak menggonggong dan menemukan sebuah barang bukti pisau dan juga telapak kaki seseorang. Mereka segera bekerja dan mencari penyebab kematian dan juga siapa pembunuhnya. Yang pasti hal tersebut akan menjadi beban bagi BIN.
Anjing pelacak tersebut terus berjalan dan menemukan barang bukti lainnya. Tapi, tampaknya Aaron merasa tidak puas. Ia seperti tahu bahwa barang bukti di sini merupakan rekayasa.
"Dia benar-benar ingin bermain-main denganku. Baiklah maka aku akan meladeninya dengan baik."
Aaron tersenyum miring lalu menarik nafas panjang. Ia menatap ke arah banyaknya barang bukti yang ditemukan namun tak memberikan petunjuk sama sekali. Seolah mereka semua ingin membingungkan anggota polisi.
"Di saat-saat seperti ini aku sangat membutuhkan peran dari Siska."
Aaron pun kembali ke markas secepatnya. Ia merasa seperti tak tenang dan ini hanyalah sebuah pancingan agar ia bisa keluar dari markas. Segera dirinya kembali ke sana.
Aaron melihat jika pekarangan ini kosong. Ia segera mengecek ke kamar ibunya lebih dulu. Dia sangat bersyukur jika sang ibu baik-baik saja di dalam.
Dan saatnya ia melihat keadaan Siska. Saat menuju ke kamar wanita itu ia merasakan heran karena ada sesuatu yang aneh. Aaron pun melihat ke arah ruangan yang ia rasa seperti ada terjadi sesuatu di sana. Aaron pun menghampiri dan melihat begitu banyak darah yang membuat tubuhnya menegang.
Aaron terus mengikuti tetesan darah tersebut dan ia melihat di depan sana Siska tengah mengacungkan pistol serta di bawahnya ada dua mayat yang tergeletak di lantai. Ia terkejut saat mengetahui bahwa mayat itu menggunakan seragam bin.
"Siska."
________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.