Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 22


__ADS_3

Mungkin bagi musuh tak akan menyangka bahwa teori yang membingungkan pemerintahan dapat dipecahkan dengan mudah dan persembunyian mereka dapat diketahui. Hal itu tak lepas dari peran besar Siska yang berada di belakangnya. Aaron akan pergi ke penjara dan berkomunikasi dengan polisi agar mereka mau bekerja sama dengan pemerintahan untuk menangkap pembunuh itu. Maka dari itu ia mendapatkan akses yang lebih mudah untuk bertemu dengan Siska.


Aaron tinggal memberikan beberapa barang bukti dan hal-hal yang dicurigai lalu Siska akan menerjemahkannya dan mencari tahu maksud tersebut hingga mereka pun berhasil memecahkan masalah itu. Bahkan polisi yang bertugas untuk menjaga Siska sampai tak bisa berkata-kata kenapa Siska memiliki kemampuan yang sangat hebat.


"Dia benar-benar sangat beruntung." Itulah yang selalu dikaitkan oleh para penjaga. Bahkan saking respect nya dengan kekuatan yang dimiliki oleh Siska, mereka sampai sangat menghormati Siska dan memperlakukan Siska dengan baik. Oleh sebab itu pulalah Siska tak merasa jika dirinya diintimasi oleh para petugas tersebut.


Ia merasa senang berada di penjara dan penjara baginya bukanlah sesuatu hal yang buruk. Di sini ya mendapatkan kebahagiaan bersama orang-orang yang turut berada di dalam penjara tersebut. Mereka mulai diubah oleh Siska pola pikirnya untuk memandang dunia. Bawa kejahatan bukanlah sesuatu yang harus menjadi pilihan terakhir. Masih banyak pilihan yang harus kita lakukan agar kita mendapatkan kepuasan yang diinginkan.


Daripada alih-alih memilih kejahatan sebagai pilihan terakhir dan berakhir dengan tragis seperti ini itu bukanlah sesuatu yang sangat baik. Dan mereka menurut dengan Siska begitu saja. Seolah-olah Siska adalah orang yang paling berjasa dengan hidup mereka. Siska menjadi orang yang sangat ramah dan oleh karena itu ia banyak disenangi oleh orang-orang yang ada di penjara tersebut.


"Siska. Kenapa kamu tidak bisa tidur? Dari tadi aku hanya melihat mu terus melamun saja."


Siska terkejut mendengar suara itu dja menatap ke arah orang yang baru saja menegur dirinya. Wanita itu menyunggingkan senyum manis di wajahnya lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


"Tidak apa-apa. Hanya ada sedikit gangguan yang membuatku tidak bisa tidur malam ini. Kau tidurlah lebih dulu."


Siska tersenyum ke arah wanita itu. Ia tak tahu orang-orang di penjara tersebut seperti apa karena dirinya tak bisa melihat mereka semua. Andaikan ia bisa melihat dan tahu seperti apa kondisi penjara. Entahlah tiba-tiba ia merasakan sesak di dadanya antara sedih dan juga tidak dengan nasib yang ja terima tersebut.

__ADS_1


"Aku harap bisa memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang ada di sini." Setidaknya jika matanya tak berguna tapi dirinya bisa berguna bagi orang lain.


Itulah harapan Siska jauh di dalam lubuk hatinya. Padahal ia sudah memberikan yang terbaik pada negara dan sayangnya tak ada yang tahu selain Aaron dan juga polisi yang berada di kantor ini mengenai Siska yang sangat berperan terhadap keselamatan negara. Wanita itu menjadi pahlawan bayangan yang tak diketahui oleh orang-orang, padahal ia sangat banyak memberikan kontribusi.


Saat ini yang menjadi beban pikiran Siska adalah mengenai Aaron. Sudah beberapa hari ini Siska tak melihat Aaron datang. Biasanya pria itu akan datang seminggu sekali ataupun beberapa kali dalam seminggu untuk menjenguknya. Tapi sekarang ia tak tahu kemana pria itu pergi padahal ia sangat berharap jika pria itu dapat membantu dirinya atas rasa jenuh yang ia rasakan di dalam penjara ini.


"Aku sangat merindukanmu." Itulah yang ada di dalam hati Siska yang sangat ingin dikatakan oleh wanita tersebut.


Ia merindukan Aaron dan ia ingin melayani Aaron seperti hari-hari biasanya dan menyiapkan segala kebutuhan Aaron dengan cepat dan memberikan perhatian kepada pria itu sehingga mereka berakhir dengan canggung. Membayangkan hal tersebut membuat Siska malah tersenyum-senyum sendiri tidak jelas.


"Sepertinya aku sudah gila. Gawat jika mereka melihat ku seperti ini pasti mereka semua akan menganggap ku orang yang aneh," gumam Siska terhadap dirinya sendiri. Ia rasa tak ada salahnya dengan dirinya mengharapkan hal tersebut dan bersama Aaron.


Terutama Siska yang belum pernah merasakan jatuh cinta. Ia dulu hanya merasa begitu antusias saat salah satu dari aktivitas HAM yang datang ke desanya memberikannya pelajaran dan mengubah pola pikirnya dan mengajarkan banyak hal kepadanya lalu mengajaknya menikah. Ia begitu senang padahal waktu itu dirinya masih sangat kecil. Orang tersebutlah yang berperan besar dalam mengembangkan bakat seorang Siska. Itu sebelum ia kehilangan penglihatannya. Pada akhirnya orang tuanya tahu jika ia suka mencari tahu mengenai dunia modern dan suka membaca buku-buku dari dunia modern lalu ia dibutakan secara paksa oleh ayahnya.


Ia tak tahu siapakah aktivitas HAM tersebut. Dan Siska juga tak dapat melihat wajahnya bila ia pernah bertemu dengan pria itu lagi. Namun perasaan bahagianya terhadap orang yang mengubah pikirannya tersebut kini teralihkan dengan perasaannya terhadap Aaron.


Ia tak mengerti kenapa Tuhan mengirimkan pria yang sangat baik kepadanya. Tapi minusnya Aaron sama sekali tak peduli terhadapnya dan juga perasaannya. Bahkan ia mendengar jika Aaron memiliki seorang mantan yang belum bisa dilupakan olehnya.

__ADS_1


Saat Siska bertanya mengenai apa itu mantan barulah ia sadar jika Aaron tampaknya sangat mencintai wanita itu. Mendengarnya membuat harapan yang ada di hati Siska musnah begitu saja. Ia terlalu berlebihan karena berharap sesuatu yang tak mungkin dari Aaron.


"Jasmine, apakah salah aku menyimpan perasaan rindu terhadap pria? Padahal dia memiliki orang yang sangat dicintainya. Tapi aku tak mencintai aku hanya merindukannya?" tanya Siska kepada Jasmine yang hampir saja menutup matanya untuk melanjutkan tidur.


"Kau bertanya itu kepadaku? Sebenarnya aku pun tak tahu jawabannya. Tapi dilihat-lihat kau sangat menyedihkan karena merindukan pria itu. Sepertinya dialah yang mengganggu pikiranmu sehingga membuatmu tak bisa tidur seperti ini." Siska menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.


Wanita itu menutup matanya terlalu membayangkan wajah Aaron yang selalu terngiang-ngiang di benaknya. Entahlah Siska tak mengerti dengan perasaan yang saat ini menguasai dirinya.


"Ya itu masalahnya. Tapi aku adalah seorang kriminal dan dia adalah orang terhormat sungguh tidak mungkin."


"Diketahui sungguh tidak mungkin kenapa kau masih memikirkannya? Lebih baik kau tidur daripada memikirkan orang yang tidak pasti."


Siska tersenyum hambar lalu mengangguk. Benar yang dikatakan oleh Jasmine daripada ia berlarut-larut memikirkan Aaron lebih baik ia tidur saja.


_________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.



__ADS_2