Gadis Kaki Palsu

Gadis Kaki Palsu
GKP 69


__ADS_3

"Kamu sudah siap, Lea?" Sean menghampiri Lea yang sejak tadi duduk termenung di samping tempat tidur Gail dengan mata membengkak.


"Ya," jawab Lea. Masih terdengar dengan jelas suara sesenggukan wanita itu.


"Sebaiknya kita menunggu di luar. Biar para tim medis mempersiapkan semuanya," ucap Sean kemudian.


"Kamu sudah mengurus semuanya?"


Sean mengangguk pelan. "Ya. Semuanya sudah beres. Tinggal menunggu mereka memasukkan Gail ke ambulance."


Perlahan Lea bangkit dari posisinya. Dengan dituntun oleh Sean, ia pun melangkah menuju pintu ruangan tersebut. Namun, tiba-tiba Lea menghentikan langkahnya. Entah kenapa ia merasa sangat berat meninggalkan tubuh Gail sendirian di ruangan itu.


"Kamu duluan saja, Sean. Biar aku di sini saja, hingga mereka mengeluarkan Gail dari ruangan ini," ucap Lea dengan ragu-ragu.


Sean menautkan kedua alisnya. "Jangan, Lea. Sebaiknya kamu ikut bersamaku, menunggu di depan."


Lea menggelengkan kepala dan ia bersikeras tetap ingin tinggal di ruangan itu hingga para tim medis tiba lalu membawa tubuh Gail yang sudah tak bernyawa tersebut. Sean tidak dapat memaksa. Ia pun memutuskan untuk menunggu di halaman depan rumah sakit.


Sepeninggal Sean.


Lea kembali menghampiri tempat tidur Gail kemudian duduk di posisinya semula. Ia merebahkan kepalanya di samping tangan Gail sembari memejamkan mata.


"Kenapa kamu pergi meninggalkan aku secepat ini, Gail? Apa kamu sudah lupa akan janjimu padaku? Bukankah kamu sudah berjanji bahwa kamu akan selalu menemaniku hingga di hari tua nanti," gumam Lea yang kemudian mencium punggung tangan Gail.


Untuk beberapa saat Lea terdiam dengan mata yang masih terpejam. Hingga sesuatu membuat Lea membuka matanya. Ia merasakan ada sebuah pergerakan kecil yang mengenai bagian pipinya.


Lea memeriksa jari jemari Gail. Ia yakin sekali bahwa pergerakan kecil itu berasal dari jari jemari lelaki itu. Ia terus menatapnya hingga beberapa menit. Namun, jari jemari lelaki itu sama sekali tidak ada pergerakan.


Lea tersenyum kecut kemudian menggenggam jemari itu kembali. "Aku rasa, aku terlalu berharap sesuatu yang mustahil. Hingga aku merasa bahwa kamu masih hidup, Gail."

__ADS_1


"L-Lea ...."


Lea tersentak kaget ketika mendengar suara lirih yang berasal dari lelaki tak bernyawa itu. Ia refleks bangkit dari posisinya. Matanya membelalak dan tubuhnya bergetar hebat.


"G-Gail?!"


Bukannya takut, Lea malah semakin penasaran. Ia membuka kain putih yang menutupi seluruh tubuh Gail lalu menatapnya dengan lekat.


"G-Gail? Panggil namaku sekali lagi, Gail! Aku yakin kamu baru saja memanggil namaku," ucap Lea dengan menggebu-gebu.


Ia menggoyang-goyangkan tubuh Gail karena ia yakin bahwa lelaki itu baru saja memanggil namanya. Keributan yang dilakukan oleh Lea, terdengar hingga ke telinga para tim medis yang memang kebetulan ingin memasuki ruangan itu. Mereka berlarian menghampiri Lea dan memintanya untuk berhenti mengganggu tubuh yang sudah terbujur kaku tersebut.


"Berhentilah, Nona. Kami mohon," ucap salah satu dari mereka sambil memegangi tubuh Lea.


"Tidak, Sus! Serius, demi Tuhan! Aku baru saja mendengar bahwa ia memanggil namaku. Jari jemarinya pun bergerak. Periksalah jika kalian tidak percaya," sahut Lea dengan histeris.


Namun, mereka menganggap apa yang dikatakan oleh Lea hanyalah bualan belaka. Mereka menganggap Lea cuma menghayal karena sangat mendambakan kehadiran sosok lelaki itu.


"Dokter, aku mohon periksa kondisi suamiku sekali lagi! Barusan aku dengar dia memanggil namaku. Dan bukan hanya itu, dia juga mampu menggerakkan jari jemarinya, Dok! Please," ucap Lea dengan mata menghiba hingga akhirnya hati kecil dokter itu pun tersentuh.


"Baiklah, Nona."


Walaupun ia tidak yakin dengan ucapan Lea barusan, sang Dokter tetap melaksanakan tugasnya. Ia pun mulai memeriksa kondisi lelaki itu. Pada awalnya, Dokter tersebut tampak biasa-biasa saja, hingga akhirnya sesuatu mengejutkan lelaki bersetelan jas putih itu.


"Sus, aku butuh bantuan!" pekiknya setelah mendengar suara detak jantung Gail melalui stetoskop yang melingkar di lehernya.


Para tim medis pun kelabakan. Mereka kembali memasang beberapa peralatan medis ke tubuh Gail karena apa yang dikatakan oleh Lea barusan adalah benar. Lelaki itu ternyata masih hidup walaupun kondisinya benar-benar lemah.


Berita itu terdengar hingga ke telinga Sean yang menunggu di halaman rumah sakit. Lelaki itu segera berlari menuju ruangan di mana Gail dirawat.

__ADS_1


"Lea, apakah berita itu benar?" tanya Sean dengan mata membulat menatap Lea.


Lea menganggukkan kepalanya pelan. "Ya, Sean. Itu benar! Barusan Gail memanggil namaku," sahut Lea dengan begitu antusias.


"Oh Tuhan, terima kasih banyak!" Sean tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, begitu pun Lea.


"Sean, jika Gail benar-benar masih hidup, aku berjanji, Sean. Aku berjanji akan mencabut tuntunanku terhadap Gail," ucap Lea dengan serius kepada Sean.


Sean begitu terharu mendengarnya. Ia mengangguk pelan dan menatap Lea dengan mata berkaca-kaca. "Semoga itu benar, Lea. Semoga Tuhan masih memberikan kesempatan untuk Gail memperbaiki semua kesalahannya kepadamu. Berbahagialah kalian karena kalian pantas untuk mendapatkan kebahagiaan," ucapnya dengan bibir bergetar.


Beberapa jam kemudian.


Dokter akhirnya dapat memastikan bahwa Gail benar-benar masih hidup dan upacara pemakaman yang sudah dipersiapkan oleh pihak keluarga besar Gail pun dibatalkan. Mereka begitu bersuka cita menyambut berita baik itu.


"Selamat ya, Lea. Semoga ini adalah awal dari kebahagiaan kalian," ucap Nyonya Helena yang juga dengan sangat antusias mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi keponakannya itu.


"Terima kasih, Tante."


...***...


Hai ... hai ... Readers tersayang. Alhamdulillah, cerita Gadis Kaki Palsu akhirnya selesai juga.


Eits ... tapi jangan kesel dulu karena endingnya yang gantung 😂🙏 sebab cerita kehidupan Gail dan Lea selanjutnya masih berlanjut ke cerita selanjutnya, loh!


Judulnya;


...Istri Terabai Tuan Sean...


__ADS_1


Di mana kehidupan Lea dan Gail masih bisa dinikmati di lapak sana. Namun, kali ini Author lebih fokus pada hubungan baru Sean Abraham dengan istri yang terpaksa harus ia nikahi.


Hayooo, penasaran 'kan siapa yang menjadi istri terabai-nya Sean? Yukk, kepoin ke lapak selanjutnya, ya ...! 😘😘😘


__ADS_2