
Kota Yengchuan
Langit gelap di selimuti kabut, jam menunjukkan pukul 03.30 pagi. Angin malam yang sepoi-sepoi menyingkap jubah hitam milik seseorang yang berdiri di samping tebing,ada beberapa orang lagi yang berpakaian serba hitam yang juga berdiri tidak jauh dari tempat seseorang berjubah hitam.
"Kamu masih belum menjawab pertanyaan ku Tuan Moko Baskara !!" Kata pria berjubah hitam.
Tak jauh dari pria berjubah hitam itu nampak pria dengan setelan jas cokelat tua namun muka yang babak belur tengah berlutut menahan rasa sakit yang diderita nya. Dia bimbang bagaimana harus menjawab pertanyaan adik iparnya . Ya pria berjubah hitam itu adalah adik iparnya yang marah karna putri satu satunya di keluarga telah hilang diculik dan itu tidak luput dari kesalahan kakak ipar nya yang telah ceroboh menjaga sang ponakan. Bagaimana tidak ,seharusnya keluarga Baskara dan Ankara sekarang sedang berbahagia karena telah lahir bayi yang sudah lama di tunggu oleh keluarga besar mereka. Karna kecerobohan Moko,bahkan sekarang Brian tidak tahu dimana putrinya yang baru dilahirkan ke dunia itu. Bahkan istri tercinta meninggal setelah melahirkan putri mereka.
"Harus bagaimana Brian aku menjelaskannya.. Aku bahkan tidak tau kalau Anita membawa anakmu yang notabene nya adalah keponakan ku sendiri."
"Aku juga tidak menduga Anita berani melakukan itu .. " Jawab Moko berderai air mata.
" Aku bahkan sudah mencari Anita beserta keponakan tapi belum juga ditemukan,.." Moko sudah menyerah dia tahu benar tabiat adik iparnya,
Karna Brian adalah ketua mafia yang terkenal kejam tanpa ampun membunuh siapa saja yang mengusik dirinya dan keluarga. Apalagi sekarang putri satu satunya yang baru lahir telah diculik oleh istri dari kakak iparnya, entah apa maksud dari wanita itu, tapi Brian tahu betul bahwa wanita yang bernama Anita itu berbahaya dia licik dan sulit dipahami.
" Aku bahkan belum melihat wajah putriku " Ucap Brian.
" Aku akan mengarahkan kekuasaan ku di dunia mafia untuk mencari putriku dan.... " Brian tidak melanjutkan perkataannya.
Moko hampir saja terkejut dia bukannya tidak tahu bahwa Brian Ankara adalah bos mafia, tapi yang membuat nya terkejut adalah dia akan dilemparkannya kedalam tebing yang curam dan jelas saja dia jadi takut, takut kalau Brian sudah tidak bisa diajak bicara baik baik . Brian tidak pernah mengampuni siapapun yang berbuat salah kepadanya, walau itu adalah keluarga nya sendiri. Moko memohon agar Brian memberinya waktu untuk mencari Anita dan keponakan nya sekali lagi.
" Tunggu... Adik tolong beri aku kesempatan untuk mencari Anita dan keponakan sekali lagi. Aku akan berusaha lebih keras kali ini aku akan menemukannya " Mohon Moko pada Brian, Dia telah menghubungi beberapa kerabat yg tahu kelemahan istri nya.
" Kakak ... " Brian akan menarik tangan Moko tapi Moko lebih dulu memegang kaki Brian ..
"Aku mohon Brian ... Aku janji sebelum senja aku akan membawa Anita dan keponakan demi nyawaku aku bersumpah " Moko sudah kehabisan kata kata untuk meyakinkan Brian.
" Baiklah ... Tapi kalau sehabis maghrib kau belum juga membawa putriku.. Aku akan menghabisi mu dan seluruh keturunan mu .." Kata Brian sambil terus menatap langit berkabut tanpa menoleh.
Brian sudah menghubungi anak buah yang berada di kota Zenggu untuk mencari Anita yang kabur membawa sang putri, Brian memberi perintah kepada anak buahnya agar Anita tidak bisa kabur keluar kota atau keluar negeri lagi.
" Blokir seluruh Bandara, Pelabuhan bahkan Terminal dan Stasiun !! Aku tidak mau wanita itu kabur.. Dan beri sedikit celah agar Moko bisa menemukannya." Ucap Brian di benda pipih yang disebut handphone.
Sedangkan Moko sudah pergi melajukan mobilnya meninggalkan tebing , dia harus bergegas mencari Anita dan keponakan nya dia tidak mau Anita salah jalan dengan membawa keponakannya pergi dan membuat keributan. Itu sama saja sedang memancing di air keruh. Ia tahu bahwa Anita masih memendam rasa pada Brian , Itu juga sebabnya Anita masuk ke keluarga Baskara untuk mendekati Brian dengan cara menikah dengan Moko. Sebenarnya Moko tahu bahwa Anita tidak mencintai nya, tapi Moko bukannya buta, Moko hanya ingin mengubah Anita menjadi lebih baik dengan menerimanya sebagai istri, bahkan sudah 1 tahun lebih mereka menikah.
" Anita ku harap kau masih bisa mendengarkan ucapan ku " Gumam Moko sambil melajukan mobilnya kejalan raya memecah ke hening an kota Yengchuan.
Rumah Brian. ***
Saat ini Brian sudah berada di rumahnya. Ia dan asisten Lion tepatnya orang kepercayaan Brian .
" Bagaimana perkembangan nya ? " tanya Brian pada Lion.
" Tuan Moko sudah berangkat ke kota Zenggu dengan beberapa orang nya Tuan " Jawab Lion dengan suara baritonnya .
" Aku harap dia bisa mengatasi wanita licik itu, aku tidak mau putriku disakiti " Kata Brian sambil menyesap teh diruang kerja.
" Oh ya katakan pada Rendy untuk mengurus markas besar,aku akan mengurus pemakaman Lily sementara ini biarlah Rendy yang bertanggung jawab atas markas " Titah Brian menyuruh sambil memandangi foto Lily ,
Lily adalah istrinya yang sudah meninggal beberapa jam lalu, setelah melahirkan Tiana putri dari buah cinta mereka. Brian dan Lily sudah sepakat memberi nama pada putri mereka dengan nama Tiana Rosa Ankara . Bahkan mereka sudah menyiapkan kamar yang cantik untuk putri mereka. Namun siapa sangka bahkan Lily belum sempat melihat putrinya sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
*****************
Kota Zenggu.
Moko sudah sampai di rumah yang jauh dari penduduk , bahkan Moko menyuruh anak buahnya untuk mengepung sebuah rumah, tidak lebih tepatnya villa yang sudah tak terurus.
Kabarnya Anita membawa bayi Brian pergi ke villa ini . Mungkin pikir Anita tidak akan ada yang menemukan keberadaan mereka.
Di dalam villa " Aduh Gimana sih kok kamu malah bawa bayi ini kesini sih Anita ? " Kesal Elsa .
__ADS_1
Elsa adalah sahabat Anita satu-satunya di kota Zenggu.
" Aku bingung harus bawa kemana anak Brian. Aku takut kalau kalau anak buah Brian sudah memblokir seluruh akses keluar kota El."
" Kamu kan tahu sendiri Brian sudah kehilangan Lily .. aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Brian. Aku mau Brian menukar bayi ini dengan hatinya." Dengan senyum dan penuh percaya diri Anita merencanakan niatnya.
" Tapi Anita,,. Bagaimana kalau Brian tidak menyetujui permintaan gila mu itu ?"
" Bahkan, walau Lily sudah mati hati Brian masih akan tetap mencintai nya Anita ...." Elsa sudah tidak tahu dengan sikap sahabat nya ini. Anita dari dulu memang menyukai Brian dari kuliah. Bahkan Anita menggunakan metode yang ekstrim untuk mendekati Brian. Tapi bahkan Brian pun tidak melirik atau melihat Anita sama sekali.
" Aku tidak bisa membantumu Anita. Aku sungguh menyerah kali ini. Kau urus saja bayi itu. Aku akan ke supermarket untuk membeli keperluan kita selama di villa ." Meninggalkan Anita yang senyum mengerikan bagi Elsa .
Moko melihat wanita keluar dari villa , dia yakin itu adalah Elsa satu satunya sahabat dari sang istri.
Elsa melajukan mobil keluar pagar dan menuju supermarket yang jauh dari villa. Sedangkan Anita di dlam villa sedang menelpon nomor yang diyakini itu nomor milik Brian.
" Hallo ... "
" Hallo Brian... "
" Apa yang kau inginkan Anita ? "
" Ssttttttt... Sabar sayang, jangan terburu buru."
" Aku tidak suka bermain-main dengan candaan mu yang konyol itu, kembalikan Tiana . Aku akan memberi kau kesempatan untuk hidup " Brian bahkan akan menghabisi Anita setelah Tiana kembali ke pelukannya.
" Aku akan membawa Tiana ke depan mata mu ,jika 1 permintaan ku kau penuhi Brian."
" Tapi sayangnya aku tidak mau memenuhi persyaratan mu itu " kesal Brian.
" Jangan bodoh Brian ... Aku tidak akan segan-segan membunuh bayi ini." Kesal Anita karna persyaratan nya di tolak.
Sedangkan Moko dan orang-orang nya sudah masuk ke dalam villa. Mereka langsung melepaskan obat bius berupa gas, agar Anita pingsan dan lebih mudah membawa wanita itu pergi.
" Oh yaa... tapi aku tidak takut dengan..." Belum selesai bicara kata kata Anita sudah terpotong dan Brukkk Anita jatuh pingsan.
" Bawa bayi Brian, biar aku yang bawa wanita ini" Ujar Moko.
" Baik Tuan .." Para pengawal ini langsung membopong bayi mungil yang tidur terlelap.
Brian sudah tidak sabar menunggu putri kecilnya ,dia sangat ingin mencium dan memeluk Tiana.
" Bagaimana ?? " Tanya Brian pada Lion
" Sabar Bos, mereka sedang dalam perjalanan kemari." Lion melirik bos besarnya yang sudah tidak sabaran.
45 menit kemudian.
Mobil sedan hitam memasuki pekarangan rumah yang luas. Pintu mobil pun terbuka , keluarlah Moko yang menggendong keponakannya yang masih bayi masuk kedalam rumah yang sangat luas bergaya arsitektur Eropa kental dengan corak yang khas.
" Brian ..." Sambil menyerahkan Tiana pada Brian.
" Terimakasih ... " Hanya itu yang terucap dari mulut Brian tapi sudah membuat Moko senang. Karna Brian bukan tipikal orang yang suka berterimakasih.
" Maafkan Anita, Brian .." Sambil memohon bersimpuh di depan Brian duduk.
" Orang yang bersalah akan mendapatkan hukumannya kak ." Tanpa menoleh, Brian sudah menyewa pengasuh atau baby sitter untuk mengurus Tiana. Apalagi Tiana butuh asi dia masih lemah. Brian juga membawa dokter untuk memeriksa baby Tiana.
" Aku mohon Brian . Beri kesempatan lagi untuk Anita. Aku kan mendidik dan membawa Anita pergi jauh dari negara ini aku janji.
Brian diam sejenak dia sudah senang karena putrinya selamat " Baiklah.. aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu. Tapi aku akan meminta satu anggota tubuh Anita sebagai gantinya. " Tanpa menoleh lagi Brian berkata dengan santainya meminta satu anggota tubuh Anita ...
__ADS_1
" Ap_apa yang kau minta adik ? "
" Tenang... aku tidak akan menyulitkan nya kak..Aku hanya mau..." Dan Brian melihat para anak buahnya. Mereka mengerti dengan tatapan sang Bos lalu bergegas menuju Anita.
Bagai disambar petir tubuh Moko sudah bergetar,bagaimana tidak.. Brian meminta kedua mata Anita agar Anita tidak dapat melihat dan itu sudah jadi keputusan mutlak.
Di rumah Moko .
Anita terbangun .. Tapi , tapi apa yang terjadi ?Matanya tidak bisa melihat apapun semuanya gelap. Dia berpikir ini hanya mimpi.. Tapi setelah mengerjap kan matanya beberapa kali, tetap tidak bisa melihat apa apa.
" Sayang... " Moko yang sadar akan tangisan istrinya pun langsung memeluk Anita.
" Moko apa yang terjadi.. ? "
" Dimana anak Brian apa yang terjadi ? Apa yang terjadi padaku Moko hiks..hiks.."
" Tenanglah Anita.. Maafkan aku.. Maafkan aku.." Sesal Moko memeluk sang istri.
" Besok kita akan pergi dari Yengchuan pergi dari negara ini, sekarang istirahat lah biar aku yang membereskan keperluan kita."
" Anita ... " Moko menoleh dan berkata. " Sudah usai semuanya."
Anita menangis sejadi-jadinya.. Bagaimana tidak dia bahkan belum selesai negoisasi dengan Brian . Bahkan dia belum sempat memberi pelajaran pada Brian. Sudah usai ?? Dia tidak berdaya Sama sekali .
19 tahun kemudian
*************
" Daddy ... Tiana pamit yaaa " Sambil membawa sepotong sandwich dan melenggang keluar rumah.
" Dasar anak itu tidak berubah sama sekali.."
Di kota Yengchuan Tiana adalah gadis paling cantik yang sangat dipuja banyak kaum Adam. Bahkan banyak lelaki yang menyatakan cinta pada Tiana. Tapi seolah tidak mau menjalin hubungan, Tiana tidak pernah menanggapi satupun dari mereka.
Menggunakan mobil Porsche kesayangan nya, Tiana berangkat ke kafe yang dikelolanya. Dia mengelola sebuah kafe Rose Gold yang dulu di kelola oleh Lily almarhumah mommy nya. Dia menghandle kafe itu menjadi yang terbesar di kota Zenggu, bahkan Tiana menjadi satu satunya gadis termuda yang sudah berhasil menyandang gelar S2 lulusan manajemen terbaik.
Tapi Tiana tidak mau sombong dan dia tetap ramah.
" Pagi Diana ... " Sapa Tiana pada bawahannya,
Diana adalah asisten dan juga yang membantu Tiana mengelola kafe jika Tiana sedang dalam mode mafia.
Iya, Tiana sekarang terjun ke dunia mafia setelah Brian si daddy tua itu pensiun. Tiana bahkan sangat disegani oleh anak buah Brian. Mereka kagum dan juga segan atas prestasi dan juga keramahan Anak bosnya itu. Selain Lion dan Rendy ada juga Azka dan Umar yang membantu Tiana mengurus dan menghandle markas besar. Setiap pergi Tiana pasti diikuti oleh deretan mobil hitam yang tak lain adalah anak buahnya. Dan juga Umar, ada Azka yang mengurus dalam markas sedangkan Umar mengikuti kemana Tiana pergi bak bodyguard. Sudah dari kecil Umar dan Azka berteman dengan Tiana. Bahkan Tiana tidak pernah merasa canggung atas keberadaan Umar yang selalu mengikuti nya kemanapun dia menjejakkan kaki.
Seperti pagi ini Umar setia berdiri di dekat Tiana yang sedang duduk memeriksa berkas perkembangan kafe.
" Hufffff .... Akhirnya selesai juga." Sambil menghempaskan tubuh rampingnya ke kursi kerja.
" Umar ... Tolong bereskan berkas ini aku akan ke rumah sakit untuk menemani daddy."
" Baik nona saya akan menyusul "
*****
Hai para READERS selamat membaca 🤗
ini adalah karya pertama ku semoga kalian terhibur.
Jangan lupa like, Vote dan juga klik favorit ❤️.
__ADS_1
Dukung novel aku dengan Vote sebanyak mungkin terimakasih 🥰🥰.
terima kritik dan saran (komen yah ) 🤗