
Hai gaes langsung aja yah happy reading 🤗
***
Flashbacks on.
19 tahun yang silam.
Lily yang sedang hamil tua berada dikamarnya sambil membaca sebuah buku panduan Tata Cara Menjadi Orang Tua Siaga.
Tapi tiba-tiba ia merasa kontraksi . Sudah waktunya mau melahirkan, dia teriak memanggil para pelayan tapi tidak ada yang menyahut.
Karena tidak ada yang datang Lily pun beranjak keluar kamar .
Siapa tahu suaranya memang tidak terdengar oleh pelayan. Dengan langkah berat Lily berjalan menuju ruang tamu tapi tidak ada orang sama sekali. Padahal dirumah Brian banyak sekali penjaga.
Kenapa sepi batin Lily. Karena sudah tidak tahan lagi ia keluar rumah niatnya mencari bantuan. Tapi betapa terkejutnya Lily mendapati semua pengawalnya tergeletak di lantai. Ada deru langkah kaki mendekati Lily . Dia muncul dari teras rumah.
" Wah wah wah rupanya kau sudah mau melahirkan ya adik ipar hm ..." Ledek Anita sambil menghampiri Lily di temani beberapa orang mungkin itu orang suruhannya.
" Apa yang kau inginkan Brian sebentar lagi akan pulang dari perjalanan bisnisnya kau jangan macam-macam !!" Lily yang sudah pecah ketuban pun merasakan sakit yang luar biasa.
Dia ingin berdiri tapi tidak mampu.
Anita yang mengetahui bahwa Lily akan segera melahirkan menyuruh anak buah nya membawa Lily ke dalam rumah .
" Bawa wanita ini ke kamar dan panggil dokter sekarang " Perintah Anita kepada anak buahnya dan langsung di angguki oleh mereka.
Lily yang sudah tidak tahan hanya bisa pasrah mau melawan juga percuma dia tidak punya kekuatan dan tenaga yang terpenting sekarang anaknya lahir dulu.
Setelah beberapa menit dokter pun tiba dan segera memberikan pertolongan pertama kepada pasiennya.
" Tolong ibu dengar kan saya.. Tarik nafas pelan keluarkan iya terus begitu ya bu " Seraya memberikan pengarahan.
" Akhhhhh sakit dok.. " Teriak Lily.
" Iya Bu sabar ya... Tarik nafas lagi.. Ayo Bu terus kepalanya sudah kelihatan.. Ambil nafas dan keluarkan lagi ayo Bu semangat Bu .." Begitu arahan dari dokter.
Beberapa saat kemudian ..
" Oeeekkkk... " Suara tangisan bayi.
" Alhamdulillah.. Bayi nya sudah keluar Bu.. Jenis kelaminnya laki-laki. sehat lihatlah tampan sekali" Ujar dokter itu kepada Lily.
" Terima kasih dok " Ucap Lily sambil melihat wajah putra pertama nya.
" Iya Bu sama-sama biar saya bersihkan dulu ya Bu " Lalu membawa bayi keluar kamar.
Anita yang sudah berada diluar langsung merebut bayi itu dan memerintahkan beberapa orang untuk menghabisi dokter itu segera .
Lalu dia membawa bayi mungil itu kedalam kamar Lily.
Lily yang masih merasakan sakit diperutnya pun mencoba meminta tolong kepada Anita.
" Tolong Anita.. Perutku masih sakit " Pinta Lily dengan nada hampir tak terdengar.
Anita yang merasa aneh lalu cepat memanggil anak buahnya untuk membawa Lily kerumah sakit.
Sebentar lagi Moko pulang dari kerja. Bisa berantakan rencananya jika ketahuan.
" Cepat bawa wanita ini kerumah sakit terdekat dan jangan ada yang bilang kepada Moko bahwa Lily telah melahirkan anak laki-laki . Kurasa bayi ini kembar dan wanita bodoh ini maupun Brian tidak tahu." Ujar Anita.
Lalu anak buah Anita membawa Lily ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Anita membawa bayi mungil itu pergi. Saatnya pembalasan dendam baru dimulai.
Anita berniat membawa kabur bayi Brian namun tidak disangka karena bayinya kembar jadi Anita membawa salah satu bayi itu dan memberikannya kepada Elsa untuk di bawa pergi jauh dari negara ini. Sedangkan Anita kembali ke rumah sakit untuk melancarkan rencana selanjutnya.
Moko yang tidak tahu kalau bayi adiknya kembar cepat-cepat datang kerumah sakit dan mengabari Brian. Namun sayangnya Brian belum bisa pulang karena tertunda badai salju .
__ADS_1
" Anita bagaimana keadaan Lily sekarang?" Tanya Moko resah.
" Lily kritis dia sedang di tangani dokter sekarang. Aku akan melihat bayi nya dulu kau jaga disini saja kalau-kalau dokter keluar nanti tidak ada keluarga yang mendampingi" Bujuk Anita kepada Moko. Dan sekali lagi berhasil.
Semua rencana nya mulus. Berjalan sangat lancar.
" Baiklah.. Aku akan menunggu disini " Ucap Moko patuh.
Lalu Anita melenggang menuju ruang dimana bayi Lily berada. Tanpa sepengetahuan Moko , Anita membawa pergi bayi itu. Dan meninggalkan kota Yengchuan.
Karena kondisi Lily yang kritis akibat telat penanganan akhirnya meninggal dunia. Brian yang mendapat kabar dari kakak iparnya itu begitu syok . Sedangkan Moko sudah bingung mau bilang apa pada adik iparnya itu. Lily tidak bisa diselamatkan dan bayinya kini hilang bersama Anita istri nya sendiri.
Flashback end.
" Cepat kau buka kasus Anita kembali. Dapatkan informasi tentang kejadian 19 tahun yang lalu . Aku mau hasil yang lengkap dan akurat " Perintah Brian kepada Lion.
" Baik Tuan besar .. Kami permisi " Dengan cepat Lion pergi mencari informasi.
Tiana hanya diam setelah mendapat kabar ini sangat mengejutkan batinnya. Siapa yang menduga kalau dirinya masih ada saudara kandung bahkan mereka kembar. Antara bahagia dan sedih . Sedih karna kisahnya sangat tragis.. Tapi juga bahagia karena dia akan bertemu dengan saudara kembarnya.
Makanya Tiana selama ini kadang merasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dan ntah kenapa perasaan nya selalu berubah-ubah.
Setelah kabar mengejutkan itu Tiana lebih sering di markas. Dia dengan teliti memeriksa semua bukti yang di temukan paman Lion. Dia juga meminta ijin kepada suaminya jika tidak bisa pulang karena ada urusan penting keluar kota beberapa hari .
***
Alend yang ditinggal Tiana merasa kesepian. Biasanya setiap bangun tidur akan ada suara Tiana yang menawarkan bantuan untuk memakai dasi atau suara rengekan karena selalu kalah debat dengannya. Tapi ini sangat sepi dan kosong.
Rupanya kini nama Tiana sudah mendapat tempat tersendiri di hati Alend. Walau mungkin itu belum cinta tapi ada sedikit rasa kepemilikan.
Tok tok tok ...
" Tuan ... Makan malam sudah siap " Itu suara bik Ijah dari luar kamar.
Dengan lesu Al menjawab " Iya bik nanti saya turun"
" Selamat malam Tuan Muda " Sapa pengawal itu dia tahu jika majikannya akan menanyakan sesuatu .
" Ya.." Sambil mengangguk kan kepalanya
" Apa kalian tahu Tiana kapan pulang dari luar kota ?" Tanya Al.
" Maaf Tuan kami tidak tahu , itu bukan ranah kami" Jawab pengawal itu.
" Huh ya sudahlah.. Percuma juga ngomong sama kamu " Berjalan masuk kembali.
Konyol gak sih kalau Al malah tanya ke pengawal bukan nya ke Tiana langsung.
gengsi di gedein sih 😂😂.
***
Setelah mencari informasi kemana-mana barang bukti lain pun terkuak. Ada satu CCTV yang tidak rusak pada saat kejadian 19 tahun lalu. Yaitu CCTV yang berada di belakang tangga. Brian memang sengaja memasang CCTV kecil non suara. Guna nya jika ada masalah tak terduga. Karena panik Brian sampai melupakan titik itu.
Saat di putar rekamannya terlihat Lily yang keluar kamar dan kembali masuk tapi di gotong oleh beberapa pria dan di ikuti wanita yang tak lain itu adalah Anita . Setelah beberapa menit datang dokter . Namun tidak selang lama dokter itupun diseret keluar dengan mungkin tak bernyawa.
Setelah beberapa saat orang-orang tadi membawa Lily keluar namun yang aneh disini Anita keluar dengan menggendong bayi. Sudah dipastikan sebelum ke rumah sakit Lily telah melahirkan anak pertama nya dan semua ini sudah dalam rencana wanita licik itu. Jadi selama ini Anita menipu nya mentah-mentah.
Betapa bodohnya Brian tidak mengetahui jika anaknya kembar. Selama ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan jarang menemani Lily untuk pemeriksaan kandungan. Lily juga tidak pernah bilang kalau dia mengandung anak kembar apa Lily juga tidak mengetahuinya.
Ya Tuhan.. Semua sudah terjadi. Kini sekarang yang terpenting adalah bertemu langsung dengan anak yang bernama Kevin itu. Dia bisa melakukan penyelidikan ulang jika semua terorganisir.
" Jadi benar dia Anak kandung daddy dan dia saudara kembar ku.. ??" Kata Tiana dengan suara parau karna banyak begadang.
" Mungkin memang dia anak daddy saudara kembarmu. Tapi kita tidak tahu apakah dia musuh atau lawan. Mengingat dia dibesarkan di lingkungan musuh. Daddy takut dia sudah disiapkan oleh seseorang untuk menghancurkan daddy. " Jawab Brian menelisik.
" Daddy " Panggil Tiana lirih.
__ADS_1
Dia sedih sekali .. Teganya orang bernama Anita itu memperalat seorang anak untuk menghancurkan ayahnya sendiri keluarga macam apa itu.
Tiana bersumpah akan mengurus wanita licik itu sendiri dia akan membalaskan dendam mommy dan daddy nya. Jika benar saudara kembarnya nanti di jadikan senjata oleh musuh. maka Tiana akan menghabisi seluruh keluarga wanita licik itu.
***
1 Minggu Kemudian
Al sedang sibuk di ruang Dirut. Dia memeriksa beberapa berkas pasien. Sudah 1 Minggu dia tidak bertemu dengan istri kecilnya itu.
Rindu ??? sudah pasti lah. Tapi karena gengsi yang sangat besar Al tidak pernah menghubungi Tiana. Tiana juga sibuk tidak sempat menghubungi suami juteknya . Berharap dengan menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat bisa segera bertemu dengan sang suami.
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sudah sangat dirindukan.
" Surprise " Ujar Tiana dengan sumringah.
Al yang sudah kangen di tahan gaes dia tetap di tempat duduknya tanpa bergerak sama sekali aslinya aja yang bertaut. Padahal aslinya ia sangat ingin berlari lalu memeluk istri kecilnya .
*Namun apalah daya gengsi yang lebih besar dari pada rindu wkwkwk.
" Oh ... Apa kau tidak merindukan istri cantikmu ini dokter ?" Tanya Tiana sambil berjalan ke arah suaminya duduk.
Lalu dengan manja duduk di pangkuan Al . Dia menyender kan kepalanya di dada bidang milik sang suami.
* Rasanya sudah seperti seabad tidak bertemu ya elah baru juga seminggu hehe.
Al yang mendapat perlakuan manja sang istri hanya diam dia menerima semua sentuhan termasuk pelukan mesra dari sang istri, jelas dia juga rindu tapi tidak mau ketahuan.
" Kenapa apa kau sangat merindukan ku pelukanmu erat sekali " Ujar Al.
Tiana tidak menngendahkan pertanyaan suaminya. Dia tetap memeluk sambil membahui dirinya dengan aroma sang suami yang sangat menggoda menurut nya. Dia butuh vitamin sekarang ini.
" Iya aku sangat rindu " Jawab Tiana jujur.
" Oh kau sudah mengakuinya " Ujar Al dengan nada meledek.
" Aku memang mengakui sangat merindukan suami kontrakku, itu sah saja tidak ada pelanggaran sama sekali. " Ujar Tiana.
Al yang mendengar pengakuan sang istri dalam hati berkata " YES " Kena dia.
" Apa yang kau rindukan ?" Tanya Al sambil perlahan menekan pinggang sang istri agar lebih dekat dengannya.
Tiana mengangkat alisnya sebelah seraya bertanya maksudnya dengan apa yang ku rindukan apa batinnya .
" Jangan menatapku seperti itu " Ujar Al telinganya sudah memerah.
" Dokter apa kau tidak merindukanku .. Seminggu tidak bertemu denganmu terasa sesak nafasku " Gombal Tiana wkwkw.
Al tidak menjawab pertanyaan Tiana dia malah menarik pinggang sang istri dan... " CUP "
Menempelkan bibirnya tanpa melepaskan. Tiana cepat merespon tanpa menolak lalu menutup mata dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami.
Al yang seperti mendapat lampu hijau lalu memperdalam tautannya. Mereka larut dalam buaian satu sama lain. Sampai dirasa pasukan oksigennya sudah habis mereka baru melepaskan tautannya.
" Hos hos hos .. " Mereka benar-benar kehabisan pasokan udara dalam paru-parunya.
Tiana yang malu lalu menyembunyikan wajahnya yang sudah sepeti tomat siap petik ke dada bidang sang suami.
Al hanya tersenyum menanggapi istri kecilnya.
***
Hai gaes reader ku tercinta... Jangan lupa kasih like nya dong.. Vote dan juga tinggalkan jejak di komentar.
Klik favorit biar gak ketinggalan update terbaru dari gadis mafia dan dokter jutek.
Terima kritik dan saran 🤗 terimakasih
__ADS_1
love you all 🥰🥰