
Langsung aja ya gaes happy reading 🤗🤗
***
Malam yang damai ... Mansion Brian terlihat ramai dan bahagia. Sudah seminggu Elsa dan Julio tinggal di rumah Brian,juga ada Kevin.
Mereka terlihat sedang mengumpul di halaman samping dengan sedikit acara barbeque. Tiana dan Alend juga sudah pulang. Cukup melelahkan juga meluluhlantakan pasukan Anita di luar negeri. Kini tinggal menunggu kabar wanita ular itu, karena dari kabar mata-mata Anita belum juga muncul batang hidungnya setelah kejadian seminggu lalu.
" Tidak ada kabar sama sekali Nona " Suara dibalik telepon.
" Baiklah terus awasi dan lapor segera apapun pergerakannya !" Perintah Tiana pada Irsyad .
Kembali Ke Mansion Brian.
" Tiana ada yang ingin daddy sampaikan padamu, seperti yang kau ketahui sebelumnya bahwa Kevin memang benar saudara kembar mu, jadi jika ditanya siapa yang paling tua pasti jawabannya adalah Kevin karena dia yang lahir lebih dulu, sedangkan untuk urusan bisnis tetap kamu yang pegang kendali karena Kevin sendiri tidak mau berkecimpung di dunia bisnis. " Jelas Brian pada Tiana.
" Maaf Tuan Brian bukan saya tidak mau meneruskan bisnis keluarga tapi saya punya keinginan sendiri" Ucap Kevin agak gugup.
" Ya, karena sudah sejelas ini kenapa masih kaku, harusnya Kevin panggil daddy dong kok masih Tuan Brian sih, dan kalau memang dia paling tua harusnya dia yang menghandle segala urusan bukannya aku " Protes Tiana .
" Hei kenapa kamu banyak protes sekali " Ujar Kevin .
" Jangan membantah , patuhi semua kata-kata istriku , semua pernyataan nya adalah perintah " Ujar Alend kesal karena Kevin sebagai laki-laki tidak bisa mengayomi sang adik perempuan.
" Hei kau adik ipar, apa aku sudah memberi mu restu ??" Pertanyaan Kevin membuat Alend membelalakkan kedua matanya.
"Apa-apaan sih si Kevin ini mau bercanda dengan status barunya sebagai saudara yang baik apa?? heih sok sok an dia" Pikir Alend kesal.
" Hahaha sudah-sudah jangan bercanda terus ayo kita makan ,malam ini kita bertiga bisa kumpul seperti ini sungguh sangat bahagia, besok kita sambangi makam mommy kalian " Ujar Brian semangat.
" Ya Kevin kamu belum pernah melihat makam ibumu , besok pergilah bersama ayah dan adikmu " Usul Elsa.
" Benar yang di ucapkan Tante Elsa , besok kita bertiga bisa berkunjung ke makam mommy. Dia pasti senang karena melihat kedua anaknya mengunjunginya."
" Baiklah besok kita pergi " Jawab Kevin senang.
" Hanya kalian bertiga ?? bukannya di dalam rahimmu sekarang ada Alend junior ?? " Pernyataan Alend membuat yang lain terkejut pasalnya kehamilan Tiana hanya di ketahui orang dalam saja.
" Oh apakah aku akan menjadi seorang uncle ??" Tanya Kevin senang .
__ADS_1
" Benarkah kau hamil Ana ?? " Kini Elsa yang bertanya.
" Iya " Jawaban Tiana kepada Kevin dan Elsa sekaligus di barengi dengan anggukan kepala .
" Alhamdulillah... Selain aku bertemu dengan ayah dan adikku aku juga mendapatkan bonus keponakan " Ujar Kevin antusias.
Kevin lalu memeluk Tiana karena sangat senang melihat sang saudara akan segera menjadi ibu.
" Hei jangan lama-lama dia istriku " Keluh Alend pada Kevin.
" Hei tapi dia juga adikku " Protes Kevin .
" Hei hei hei ... Sudah kalian ini yang satu cemburuan akut yang satu juga suka usil !" Ujar Brian menengahi.
Sedangkan Tiana hanya diam melihat daddy , kakak dan suaminya berinteraksi. Rasanya seperti mimpi. Baru kemaren mereka merasakan peperangan dan sekarang mereka bahagia merasakan kemenangan.
Elsa dan Julio juga ikut senang dengan kabar gembira dari keluarga Ankara. Kini mereka yang bukan siapa-siapa merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah kebahagiaan keluarga Brian.
" Bu ... Kapan kita bilang ke Kevin kita akan pulang ke Kenya ?? Tanya Julio pada sang ibu.
" Kata Kevin dia sudah membeli sebuah mansion tidak jauh dari sini , kita tidak bisa pulang ke negara asal karena Anita belum juga tertangkap. Untuk sementara waktu kita bisa tinggal di negara ini sambil menunggu kabar Anita tertangkap. kamu yang sabar yaa ." Jelas Elsa pada sang putra.
" Usaha kita sudah di hancurkan oleh Anita , wanita itu sungguh kejam. Sementara waktu hanya usaha Kevin yang disini yang masih tersisa"
" Oke aku paham ini semua karena si Kevin ini kan kita jadi kehilangan harta peninggalan dari Papa, harusnya dia yang bertanggung jawab Bu !" Protes Julio kesal.
" Julio apa maksud kamu?? Disini Kevin tidak bersalah , ini semua salah Mama dan juga Tante Anita, sudah untung Kevin mau memberikan sahamnya 50% untuk kamu dengan semua tindakan Mama di masa lampau apa pantas jika Kevin masih menganggap mama sebagai orang baik ??" Suara Elsa meninggi membuat Tiana , Brian , Alend dan juga Kevin menoleh ke sumber suara.
Seakan semua orang menatapnya kini mereka tahu perdebatan ini telah menarik perhatian keluarga Ankara .
" Bu ada apa ??" Tanya Kevin heran .
" Ti-tidak Vin, ibu hanya merasa kurang enak badan , ibu mau istirahat dulu kalian lanjutkan lah " Elsa berlalu pergi meninggalkan yang lainnya.
" Ini semua karena kamu !!" Kesal Julio lalu beranjak pergi juga.
Tiana yang tahu apa permasalahan ibu dan anak itu hanya tersenyum saja.
" Sayang kita juga istirahat yuk sudah malam " Ajak Tiana pada sang suami.
__ADS_1
Lalu berhenti " Kak , dad kalian juga istirahatlah biarkan Tante Elsa menenangkan diri , mungkin besok sudah bisa cerita " Kata-kata Tiana membuat mereka hanya mengangguk kan kepala.
***
Di Sebuah Desa Terpencil Barat Kota .
" Buka ... Cepat buka !!!" Teriak seorang wanita .
Tidak ada rumah selain bangunan tua itu kanan kiri semua adalah hutan belantara , jarang sekali orang bahkan hewan yang melintas di daerah situ. Karena memang sudah jauh dari kota dan penduduk pula.
" Sial kenapa aku bisa bangun di tempat seperti ini " Kesal Anita.
Ya wanita itu adalah Anita. Sudah hampir 5 hari ia disekap di sini dengan tangan di rantai dan kaki di pasung.
Tanpa ada orang yang memberi makan dan minum. Entah siapa yang berani menyekap wanita paling kejam ini.
" Aku sudah tidak tahan lagi ... Ini sangat menyiksa ,, air,, air ,,tolong !" Suara yang tadinya terdengar kini hanya seperti suara bisikan saja.
" Rasanya sangat haus dan sakit sekali..." (Tes) Air mata menetes ke pipi Anita.
Rasanya baru kemaren dia masih tidur di kasur yang empuk, makan makanan enak minum juga tidak kekurangan. Namun sekarang ia seperti hidup segan mati tak bisa .
"Ada apa dengan kehidupan ini?! "Gumamnya lirih.
***
Sebuah Bar Summer.
" Huh lega sekali tanpa teriakan dan juga makian wanita sinting itu " Ujar Mark.
Mark adalah laki-laki yang menyekap Anita. Sudah lebih dari 10 tahun ia bekerja untuk Anita jangankan pujian dan naik honor bahkan ia selalu di hina dan di maki habis-habisan karena masalah kecil yang membuat Anita tidak puas dengan kinerjanya.
" Bos ini berkasnya " Suara seseorang dari balik pintu.
" Bawa kemari !"
*****
HAI GAES PARA READERS KU TERCINTA MAAF LAMA UP KARENA MASIH DQLAM TAHAP REVISI , SEMOGA CEPAT KELAR DAN MOHON DUKUNGANNYA LIKE , VOTE DAN JUGA KLIK FAVORIT.. JANGAN LUPA KOMEN JUGA .
__ADS_1
LOVE YOU ALL 🥰🥰