
Langsung aja ya gaes...
-------
Semua mata tertuju pada Tiana.. Seolah-olah menanti sebuah jawaban yang memuaskan.
" Aku.." Tiana tidak melanjutkan kata-katanya. Malahan dia diam dan menunduk.
Semua orang heran akan tingkah laku Tiana. Apalagi dokter Alend. Dia tahu jelas apa jawaban Tiana .. Tapi mengapa dia malah menggantung nya. Apa maksud gadis ini .
Mama Ratih sedikit khawatir .. Takut kalau-kalau Tiana tidak mau menerima anaknya yang sudah tua itu .
" Kenapa sayang.. " Tanya daddy Brian.
" Tidak apa dad.. Aku hanya takut kalau dokter Alend mempunyai wanita lain di luar sana, aku dengar dari beberapa suster di rumah sakit, dokter Alend sering dekat dengan wanita bernama Moana. Kupikir mereka cocok sama-sama berprofesi sebagai dokter"
" boom " Jawaban Tiana sontak membuat semua mata tertuju pada Alend seolah mengintimidasi nya .. Alend pun buka suara.
" Dia bukan siapa-siapa ... Aku bahkan tidak menganggap nya ada di rumah sakit" Jelas Al.
Mama Ratih dan papa Erik lega mendengar jawaban Alend. Namun daddy Brian malah lebih khawatir lagi.
" Nah belum juga menikah tapi sudah ada pengganggu.. Lalu bagaimana cara kamu menyikapinya nanti dokter Alend.." Pertanyaan dari daddy Brian membuat Alend semakin bingung.
" Aku tidak mau kau menyakitinya dokter Alend. Dia satu-satunya putriku,aku bahkan tidak pernah membuatnya sedih " Imbuh Brian.
Terlihat berpikir lalu berkata " Aku tidak banyak janji Om, tapi jika Om mengizinkan dan Tiana mau dipersunting, akan ku jaga dia , dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, termasuk aku sendiri " Ujar Alend dengan mantap.
Brian sudah menduga hal itu.. Jadi dia tidak keberatan sama sekali. Itu tadi hanya untuk mengetes seberapa siap dokter Alend menjaga putrinya.
Dia juga sudah bersekongkol dengan Tiana untuk mengetahui seberapa jauh keseriusan Alend.
" Baiklah.. Terserah Tiana saja kalau begitu.." Tukas Brian .
" Bagaimana Tiana sayang.." Mama Ratih menunggu jawaban dari Tiana .
" Aku mau Tante, tapi aku tidak mau ada pertunangan .. Langsung saja ijab qobul. Lebih cepat lebih bagus. Aku banyak bepergian keluar negeri akhir-akhir ini. Jadi sebelum aku kembali sibuk bukankah lebih baik menentukan tanggal pernikahan di hari dekat ini" Usul Tiana ..
Alend yang tahu maksud dari Tiana pun langsung buka suara.
" Aku tidak keberatan.. Lebih cepat lebih baik"
Papa Erik dan Mama Ratih juga setuju. Alangkah baiknya jika dipercepat. Sekarang pun mereka akan menyanggupi nya.
" Bagaimana menurut daddy .. " Tanya Tiana
" Kalau kamu maunya begitu.. Daddy akan menyiapkan segalanya sayang.. kapan kamu berangkat ke luar negeri ?" Kini ganti Brian yang bertanya.
" Setelah rapat pemegang saham Tiana berencana segera check in dad," Jawab Tiana .. Karna memang dia harus mengurus sesuatu hal yang sudah sangat mendesak di negeri tirai bambu.
Banyak masalah yang harus dia sendiri turun tangan.
" Baiklah.. Bagaimana kalau 3 hari lagi kita adakan acara pernikahannya. Untuk resepsi nya kita adakan setelah Tiana pulang dari luar negeri." Usul Brian pada calon besan.
" Kalau aku sih setuju bri .. Gimana dengan Alend ?.." Kini giliran papa Erik yang bertanya pada dokter Alend.
" Tidak masalah... Aku ikut saja,toh tidak ada yang keberatan kan .." Jawab Alend.
" Baiklah kalau begitu semua sudah setuju.. Lion kamu urus tempat dan juga persiapan lainnya .. Jangan sampai ada yang tertinggal satupun." Perintah Brian pada asistennya.
" Baik tuan .. Akan saya laksanakan " Membungkuk memberi hormat dan melangkah pergi.
" Umar.. Tolong bantu paman Lion ,, Kalau ada yang kamu tidak mengerti, bisa hubungi aku secepatnya" Perintah Tiana .
Langsung diangguki oleh Umar .. Dia pamit undur diri setelah memberi hormat pada majikannya.
" Alhamdulillah.. Syukurlah.. Kita akan punya mantu pa.. " Ucap mama Ratih kepada papa Erik.
" Iya ma jangan lupa kita kabari Alex dan juga besan supaya ikut menyaksikan akad nikah Alend.." Minta papa Erik.
" Undang lah siapa saja yang ingin kamu undang.. Tapi aku sarankan untuk akad khusus keluarga dekat saja." Usul Brian.
dan di angguk i oleh papa dan mama nya Alend.
Meraka sangat senang .. Karena Alend akan segera menikah. Untung ada yang mau..
Dan bersyukur bahwa calon menantunya adalah Tiana .. Anak dari orang yang telah menyelamatkan hidup keluarga nya. Mereka jadi sedikit meringankan beban pikiran,karna selama ini mereka bingung bagaimana cara untuk membalas budi pada keluarga sahabatnya itu.
__ADS_1
Acara pun ditutup dengan ngobrol dan juga sedikit gurauan. Kini mereka tinggal menunggu hari H nya saja.
(Skiip ya gaes...)
----------------------
3 hari kemudian.
Ini adalah hari dimana Alend dan Tiana akan melangsungkan akad nikah.
Di mansion Alend.
Dia sudah bersiap-siap untuk menuju gedung Chelsea Art. Papa Erik dan mama Ratih sudah berangkat lebih dulu, ditemani Lya.
Alex dan istri juga sudah berada di sana.
" Diwan apa sudah bagus ?.." Alend masih saja merasa ada yang kurang.. Tapi apa.
" Sudah tuan.. Anda sangat tampan.." Puji Diwan.
" Aku memang tampan dari lahir " Jawab Alend..
Dia selain jutek ternyata narsis ya gaes 😁
Diwan hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar celetukan tuannya itu " *H*ah ternyata tuan bisa melawak juga yah.. " Batin Diwan.
" Ya sudah ayo berangkat.. " Alend keluar kamar menuruni tangga dan menuju mobilnya yang berada di depan rumah.
Diwan pun mengikuti Alend dari belakang. Lalu membukakan pintu mobil untuk tuannya. Dia langsung bergegas masuk ke kemudi.
Mobil pun melenggang keluar mansion menuju gedung Chelsea Art.
Di gedung Chelsea Art.
Tiana tadi sudah berangkat.. Dan sekarang dia sedang didandani oleh beberapa MUA terkenal.
Mereka takjub dengan makhluk tuhan yang satu ini.. Dipahat dengan sempurna ...
Andai Tiana punya saudara..
Tamu yang diundang pun sudah hadir semua. Bahkan Alend pun tiba, dengan gaya juteknya dia berjalan ke arah meja yang sudah ada penghulu nya.
Dia memberi salam pada papa dan mama juga calon ayah mertua. Dia juga sempat mengacak-acak rambut adek nya Lya. sungguh orang yang usil..
Tiana keluar dari ruangannya dan menuju meja dimana semua sudah menunggunya. Dia lalu duduk disamping Alend.
" Apakah sudah bisa saya mulai pak acaranya.." Tanya pak penghulu pada Brian.
" Ya silahkan .." jawab Brian.
Entah apa yang dipikirkan Tiana sehingga dia melamun.. Tiba-tiba saja terdengar suara "SAH .."
Dia lalu tersadar dan menengok ke Alend. Dia tersenyum dan mencium punggung tangan orang yang kini sudah resmi menyandang gelar sebagai suami ..
Lalu Alend meraih tubuh Tiana dan mendaratkan kecupan mesra di kening nya , semua sangat bahagia..
Acara pun selesai,semua orang kembali ke rumah masing-masing kecuali Tiana ...
--------------------
Di mansion Alend.
Tiana dan Alend sampai di sebuah mansion . Lumayan besar dan mewah. Corak nya sedikit ke Eropa tapi masih bernuansa Bali.
Diwan membukakan pintu untuk Alend sedangkan Umar cepat keluar dari mobil yang dikendarai nya lalu bergegas membukakan pintu untuk majikannya. Tadi waktu akan pulang kemansion. Alend meminta Tiana satu mobil dengannya, biar tidak ada yang curiga katanya. Jadi Umar hanya mengikuti mobil majikannya dari belakang.
" Selamat datang kembali tuan Swan dan selamat datang nona Tiana.." Sapa bik Ijah.
Dia adalah pembantu utama yang bertugas memasak di dapur. Ada beberapa pelayan lain tapi tidak banyak.
" Dia bik Ijah yang bertugas di dapur, dan mereka Ani, Rika dan juga Mira. Dan dia Parjo tukang kebun , kalau satpam tadi Marko. Mereka pelayan dirumah ini.." Alend mengenalkan satu persatu pelayan yang ada dirumahnya.
" Dia Diwan..Asistenku.. Aku jarang membawanya jika dinas ke rumah sakit. Dia lebih sering dirumah memantau di balik layar.. " Tambah Alend..
Tiana manggut-manggut tanda mengerti.
__ADS_1
" Ayo ku tunjukkan kamar kita.. " Sambil meraih koper yang dibawa Tiana .. Tidak berat, karna Tiana memang tidak banyak membawa pakaian . Dia bisa belanja atau menyuruh Umar untuk mengambilkan pakaiannya.
" Untuk Umar ... Kau bisa mengikuti Diwan,..
Diwan tunjukkan kamar Umar .." Menaiki tangga menuju kamar yang berada di lantai 3.
" Cukup jauh kamarmu dokter.. Apa tidak capek kau meniti tangga setiap hari.. ?" Maklum rumah Tiana menggunakan lift jadi tidak capek dan lama
" Aku tidak manja sepeti mu..!" Dengan ketus menjawab keluhan istrinya itu.
" Baiklah.." Jawab Tiana pasrah. Membuntuti suaminya menuju kamar .
Tiba di kamar Alend.
Alend membuka pintu kamar nya dan meletakkan koper Tiana di samping lemari.
" Ini lemari bajumu.. Disebelah kanan.. Yang sebelah kiri milik ku" Lalu berjalan ke meja rias..
" Dan kau bisa meletakkan peralatan makeup mu disini.. Untuk sementara pakai yang ada dulu nanti bisa ku ganti setelah kita sama-sama tidak sibuk" Jelas Al kepada Tiana.
" Oke.. Apapun katamu aku ikut saja.. Lalu sekarang apa aku boleh mandi.. Badanku lengket dan juga gerah.. " Kata Tiana sambil menata baju yang tidak seberapa itu di lemari milik nya.
Dengan sedikit grogi Al menjawab " Ekhemm ya silahkan kau tahu letak kamar mandi nya dimana bukan ?" Sambil melonggarkan dasinya dia melepas jas nya duduk di sofa dekat ranjang dan menggulung lengan kemejanya. Tampaknya wajah dokter jutek ini sudah merah seperti kepiting rebus.
Dengan senyum nakal Tiana menghampiri suaminya,lalu ... Mendekatkan wajahnya sampai ke wajah suaminya,tinggal beberapa inci lagi mereka hampir berciuman.
" Ap-apa yang kau lakukan ..?" Al sudah di buat kalang kabut dengan tingkah Tiana, jantungnya sekarang sedang dibuat maraton .
" Ahh.. Kukira tadi ada yang menempel di keningmu dokter .. Yapi ternyata aku salah.. Itu memang sudah bawaan dari sananya kau selalu mengerutkan kening sehingga banyak kerutan halus di sana.." Sambil menunjuk kening dokter Alend.
" *Apa ..... Dia berani menggodaku disaat seperti ini* ?? " Alend kesal karna dikerjai istri kontraknya itu..
Hah ngomong- ngomong tentang kontrak.. Mereka akan menjalaninya apabila sedang berdua saja. Jika ada orang lain mereka harus seperti suami istri sungguhan. Sebenarnya memang sudah sah di mata hukum dan agama, tapi bagaimanapun itu permintaan Tiana .. Jadi mau tidak mau dia harus menghormati keputusan Tiana.
Tiana yang tadi sudah berhasil mengerjai suaminya lalu masuk ke kamar mandi , dia akan membuka resleting gaunnya .. Tapi tidak sampai. Kan tadi di pakai kan.. Sekarang mau lepasin juga butuh bantuan .. Dia bingung mau minta bantuan pada siapa.. Umar .. Gak mungkin kan dia laki-laki. Mau minta bantuan pembantu jauh .. Sedangkan kamarnya ada di lantai paling atas. Sedikit ragu dia mengeluarkan kepalanya saja dari kamar mandi dan melebarkan pandangan nya mencari sosok suaminya.
" Dokter Alend.. Apakah kau masih di kamar ? " Teriak Tiana.
Alend yang mendengar bahwa Tiana mencarinya pun segera masuk ke kamar, tadi dia berada di balkon menikmati senja..
" Ada apa hah.. " Tanya Al.
" Dokter bisa bantu aku melepaskan gaun ini.. Aku tidak sampai " Ujar Tiana dengan malu-malu..
Tapi bagi dokter Alend itu seperti sedang menggodanya.
" Merepotkan saja.. Kenapa tidak kau lepas tadi sewaktu di gedung. Bikin susah saja " Tukas Alend
" Iiihhh mana bisa dokter.. Kita kan buru-buru katanya dari gedung ke mansion jauh.. Bisa terjebak macet kalau lama-lama " Mencari alasan.
Iya seperti itu tadi alasan Al pada keluarganya. Padahal dia sudah capek dan cuma pengen segera istirahat.
Eh malah di balikin tu kan kata-katanya.
anasib-nasib ...
Dokter Alend pun masuk ke kamar mandi dan meraih pengait dan melepas resleting gaun Tiana.
Setelah terlepas pengaitnya, terpampang lah punggung Tiana yang mulus, putih bersih .
Jakun Al sudah naik turun, dia juga lelaki normal, yang bisa terbakar birahi jika melihat hal yang seksi menurut nya.
" Dokter apa sudah puas melihat punggung ku ? " Pertanyaan Tiana memudarkan lamunan dokter Al.
Dengan tidak tahu malunya .. Dokter Al malah menjawab dengan seringai yang membuat Tiana mengerutkan kening.
Dokter Al tetap diam dan tidak bergeming.
" kalau kubilang belum puas .. Apa kau akan mengizinkan aku melihat semua nya..?"
*****
Hai hai ... happy reading gaes..
jangan lupa like dan vote ya gaes.
tinggalkan jejak di komentar biar kita bisa saling kenal..
__ADS_1