Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
TENTANG PAMAN LILO


__ADS_3

Happy reading gaes 🤗🥰.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Al yang sudah bangun lebih dulu , langsung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, lalu mencuci muka.


Setelah selesai Al lalu keluar dari kamar menuju ruang kontrol .


Pintu dibuka dari luar ' krek'


" Tuan muda !" sapa para pekerja.


" Hm " jawab singkat Al lalu ia menuju ke ruangan Diwan .


" Tuan muda " sapa Diwan yang langsung berdiri dan memberikan kursinya untuk sang majikan.


" Sibuk ?" tanya Al yang langsung menerima kursi dari Diwan.


Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Diwan menjawab " Lumayan Tuan, baru bisa sedikit istirahat "


" Kamu tugas sendirian dimana Umar ?" tanya Al penasaran.


" Umar sedang tugas lapangan dengan kak Juan, Tuan " jawab Diwan sambil duduk di sofa.


" Kenapa kamu tidak ikut ? Hitung-hitung cari ilmu "


" Nyonya Tiana memberikan saya dan Moli tugas lain Tuan "


" Tugas apa ?"


" Menyusun draf perusahaan Tuan" jawab Diwan mantap.


" Hm " sambil manggut-manggut Al cuma bedehem.


" Akhir-akhir ini Tiana sering keluar dan pulang-pulang terlihat letih, menurutmu aku sebagai suami harus bagaimana ? " tanya Al tiba-tiba pada Diwan.


" Maksudnya Tuan?!"


" Hanya kita yang tahu jika kita juga punya kekuatan di lingkaran hitam. Tapi kamu tahu sendiri selama ini aku selalu menutupi nya dari istriku, menurutmu apa aku harus jujur ?"


" Melihat dia yang sangat peka dan cerdas, aku takut dia malah tahu dari orang lain. Itu akan membuat hatinya terluka !" ujar Al panjang lebar.


Ini baru pertama kali Al meluapkan isi hatinya pada Diwan. Sebelumnya ia bahkan tidak pernah terbuka dengan asisten sekaligus teman satu-satunya yang ia percaya.


" Menurut saya Nyonya pasti akan sedih jika tahu Tuan menyembunyikan sesuatu dari nya, apalagi koneksi Nyonya muda begitu luas. Bisa jadi Nyonya sudah tahu tapi hanya menunggu Tuan muda mengatakannya sendiri !?"


" Ya ... menurutku itu masuk akal, dengan adanya koneksi yang tanpa batas dan juga kepintarannya bisa jadi ia hanya tidak ingin membuatku malu"


" Tuan bisa bicarakan ini dengan Nyonya pelan-pelan"


saran Diwan pada sang majikan.


" Hm kamu benar... kalau begitu lanjutkan tugasmu, ayah dan ibu akan datang kalau kamu sudah selesai bisa ikut bergabung dengan kami !"


" Baik Tuan terimakasih"


***

__ADS_1


Di mansion Pradipta.


" Sayang ... menurutmu kita harus bawa apa ke rumah Al dan Ana ?" tanya sang istri.


" Menurut Mama apa yang baik untuk kesehatan ibu dan juga janin. Ingat Tiana hamil anak kembar, dia pasti suka makan atau ngemil !"


" Bener juga kata mu Pa, nanti kita mampir ke supermarket bentar ya , Mama mau beliin Tiana susu hamil sama buah-buahan kesukaan nya "


" Iya nanti Papa juga mau beli suplemen buat para pekerja di rumah Al dan Ana, kasian mereka kerja setiap hari pasti lelah !"


" Kamu masih saja ingat sama mereka Pa !"


" Mereka yang membantu anak dan menantu kita menjaga rumah dan juga keselamatan penghuni mansion. Jadi wajar kalau Papa juga mau memberikan mereka hadiah kecil !"


" Ya ya ya terserah Papa deh. Mama ikut aja, yang penting kita jadi ke rumah anak-anak".


***


" Sayang..."


" Bangun geh sudah jam setengah enam loh, mandi dan siap-siap menyambut Ayah dan Ibu"


" Ugh.. " Sambil Mergangsan otot tangannya Tiana membuka kedua matanya.


" Capek ?" tanya Al dengan lembut.


" He em.. perjalanan kali ini sungguh menguras energi ku " keluh Tiana bermanja-manja an dengan sang suami.


" Bagaimana hasilnya ?"


" Lalu ?"


" Tapi ... Abah sudah berpulang " raut wajah Tiana kembali sendu, mengingat sang guru.


" Sabar ya sayang, ini semua sudah jalan dari yang maha kuasa, kita sebagai manusia harus bisa menerima takdir"


" Dia seperti ayah keduaku , tidak pernah sekalipun membedakan dari mana asal kami "


" Kamu sangat beruntung punya guru yang baik "


" Ya "


" Sayang ... sebelum guru pergi, dia menitipkan salam untukmu. Dia bilang kamu adalah sosok yang tanggung jawab dan bisa dipercaya, ... oh ya satu lagi aku baru ingat, dia juga bilang kalau anak kita kembar tiga sayang "


" Oh ya ?? " kata Al dengan kaget.


" Iya... aku bahkan melupakan kata-katanya kalau kamu tidak bertanya soal guru"


" Ini kabar menggembirakan sayang,, tapi bukannya Ibu Lily hanya punya satu saudara kembar ya sayang, kenapa kamu bisa punya bibit tiga saudara kembar ??" tanya Al bingung .


" Apa aku belum memberitahumu ?" tanya Tiana sedikit ragu.


" Soal apa ?"


" Sebenarnya Ibu Lily punya dua saudara kembar laki-laki. Dan dia bernama Paman Lilo. Sekarang Paman Lilo sedang berada di Kota Zenggu . Awalnya berita kematian Paman sudah beredar luas ,bahkan Tante Sandra juga sudah menyandang status janda selama 15 tahun. Paman punya dua anak yang pertama bernama Rei Gara Baskara dan anak kedua bernama Ginara Baskara. Mereka tinggal bersama kakek dari mendiang Ibuku Kakek Saelendra. Akhir-akhir ini keuangan mereka merosot, kakek yang jatuh sakit karena tidak bisa menerima kepergian dua anak tersayangnya ."


" Dan ... kamu juga tahu, Paman Moko memilih pergi dengan Tante Anita bahkan mereka memalsukan identitas kematian, bertujuan kakek Endra tidak akan mencarinya."

__ADS_1


" Lalu apa rencanamu selanjutnya ?" tanya Al sambil membelai rambut sang istri.


" Entahlah... , aku masih bingung dengan situasi yang tiba-tiba tidak terkontrol"


" Aku takut ini hanya jebakan dari musuh, masalah ini tiba-tiba saja muncul dan menjadi rumit"


" Kalau kamu butuh bantuan, kapanpun kamu mau, Aku sebagai suamimu akan siap siaga membantu istri tersayangnya "


" Apapun itu ?"


" Apapun itu sayang "


" Dimana pun dan kapanpun ?"


" Iya !" Jawab Al gemas dengan tingkah lucu sang istri.


" Baiklah akan aku catat dulu, nanti kalau aku sudah tidak bisa berpikir kamu yang harus membantuku tentang apapun itu dimana pun dan kapanpun aku membutuhkan mu !" tegas Tiana sambil mengangkat jari kelingkingnya.


" Apa ini ?"


" Janji jari kelingking "


" Baiklah janji jari kelingking" Sambil Al menautkan jari kelingking nya dengan jari milik sang istri.


" Tidak boleh di langgar !"


" Iya " jawab Al sayang.


" Sekarang kita mandi dulu sebelum keburu Maghrib "


ajak Al sambil menoel hidung mancung sang istri.


" Siap Pak Dokter " Jawab Tiana sambil bercanda memberi hormat pada sang suami.


" Kamu ..." Al lalu membopong sang istri ala bridal style menuju kamar mandi.


" He he he "


***


" Mama udah gak sabar pengen ketemu mantu, Pa" ujar Mama Ratih antusias.


" Bentar lagi kita sampai Ma"


***


Setelah selesai mandi Al dan Tiana siap-siap dengan pakaian senada gaun biru muda di padu dengan rambut sedikit diurai kesamping. Dengan Al memakai kemeja biru muda dan celana jeans senada. tidak lupa rambutnya di pakai gel rambut sedikit.


" Sudah siap ?" tanya Al pada sang istri.


" Hm , sudah "


" Kita turun ke bawah untuk menyambut Ayah dan Ibu "


" Ayo !"


*****

__ADS_1


__ADS_2