
Langsung aja ya gaes happy reading 🤗🤗
***
Alend terdiam seribu bahasa . Semua yang terjadi begitu cepat dalam pandangan nya. Pasien bukanlah pasien sungguhan melainkan seorang pengedar narkoba. Umar bukanlah Umar yang selama ini ia ketahui hanya sebagai asisten yang suka resek ketika ia dan sang istri bersama. Dan paling mengejutkan adalah sang istri ...
Al tidak pernah menduga jika ia akan menikah dengan seorang wanita yang memiliki kekuatan besar seperti BLUE SKY. Apa itu BLUE SKY dia tidak tahu, bahkan tidak pernah dengar kata itu sebelumnya. Setahu Al Tiana adalah seorang wanita karier yang sangat berkuasa sehingga bisa memiliki segalanya dan sangat di hormati. Siapa yang menduga jika istri yang ia nikahi kurang lebih 3 bulan itu adalah penguasa yang memiliki kekuasaan dan kekuatan di atas pemerintah . Bahkan walikota tadi sengaja berkunjung untuk mengetahui keadaan sang istri beserta keluarga.
" Wah sungguh diluar dugaan " Gumam Al sendirian.
Sejak kejadian semalam Tiana belum juga menemui nya , ada apa ?? . Entahlah ia sendiri juga tak tahu.
***
DI MARKAS BESAR.
" Sudah Ki bilang untuk tetap berada di sisinya apapun yang terjadi, kenapa kau biarkan pria keras kepala itu tidak dalam pengawasan mu ??" Teriak Tiana kesal.
Umar sudah habis babak belur wajah tampannya sudah tak berbentuk lagi . Kali ini ulah Azka , Tiana memerintahkan si mulut empedu untuk memberi pelajaran kepada Umar.
" Maafkan saya Nona Muda, saya telah gagal menjalankan misi dari anda " Sambil terbata dan meringis menahan sakit.
" Sudahlah ... Obati luka mu dan jangan muncul dihadapan ku untuk beberapa saat. Sampai aku sendiri yang memanggil mu , paham !!" Pesan Tiana.
Walaupun Tiana kesal tapi ia juga tidak tega melihat orang yang tumbuh besar bersamanya terluka. Namun jika tidak begini Umar pasti akan mengulanginya lagi.
Tiana berlalu keluar ruangan dan mencoba menghubungi seseorang.
" Sudah saatnya kau muncul !! Ingat jadilah tangan kiri ku yang penurut mengerti !!" Entah dengan siapa Tiana berbicara di telepon yang pasti dia akan menggantikan posisi Umar untuk sementara waktu.
" Aku mengerti " Jawab seseorang diseberang.
" Good luck " Lalu sambungan telepon pun terputus.
***
Untuk sementara waktu berita penyanderaan sang CEO rumah sakit Pradipta sudah menyebar . Kini beritanya sampai ke telinga papa Erik dan mama Ratih.
" Pa, kenapa kita tidak di beritahu besan kalau ada kejadian seperti ini ?" Tanya Ratih cemas.
" Papa yakin mereka sedang panik jadi tidak sempat memberi kabar kepada kita sayang " Erik memberi pengertian kepada sang istri.
" Semoga saja , sekarang kita tidak bisa kemana-mana karena berita ini. Kita harus menunggu kabar , karena ponsel Ana dan Alend juga tidak bisa dihubungi " Ratih mencoba untuk positif thinking.
" Semoga saja ma, yang sabar ya " Erik mencoba menenangkan sang istri kembali. Walaupun ia sendiri juga sangat cemas dengan situasi saat ini.
__ADS_1
***
Tiana bersama Azka pergi ke rumah daddy Brian.
" Azka bagaimana cara yang tepat untuk aku menjelaskan kepada Alend tentang kejadian semalam ?" Tanya Tiana cemas sambil meminta pendapat sang tangan kanan.
Ia takut jika sang suami tidak bisa menerima nya dan meminta cerai. Sungguh hanya itu yang Tiana pikirkan saat ini. Hatinya yang sudah berlabuh di dermaga cinta sang dokter pun tidak bisa membayangkan jika harus berpisah dan bagaimana dia bisa bertahan hidup .
Azka juga bingung bagaimana menanggapi pertanyaan sang bos besarnya.
" Azka apa kau mendengar nya ??" Tanya Tiana kesal saat tidak ada jawaban dari Azka sama sekali.
" Maaf Nona bos, saya juga bingung mau jawab bagaimana. Sedangkan saja saya belum pernah mengalami nya " Ujar Azka jujur.
" Sudahlah ... Biar kupikirkan sendiri saja nanti " Balas Tiana kalut.
Mobil mereka sampai di parkiran. Azka yang akan menjaga nona mudanya untuk malam ini. Karena besok pagi sudah ada seseorang yang akan menggantikan Umar sementara.
Seperti yang biasa Umar lakukan, pekerjaan membuka pintu kini menjadi tugas Azka.
" Silahkan Nona bos " Azka membukakan pintu mobil untuk Tiana.
" Terimakasih Azka " Balas Tiana .
Kini Alend sudah selesai dengan aktivitas mandi sorenya. Dia mencoba untuk bersikap biasa saat Tiana tiba.
" Sudah Ana.." Jawab Al kikuk.
" Oh baiklah aku akan mandi juga , kenapa jadi capek sekali ya " Ujar Tiana mencoba netral, namun tidak bisa.
" Apa kau mau ku pijit setelah mandi ??" Tawar Al kepada sang istri . Kini suasana nya menjadi sangat canggung.
" Em boleh juga itu ide yang bagus..." Ujar Tiana salting .
20 menit kemudian
Tiana sudah selesai dengan urusan kamar mandi nya. Sekarang ia duduk dan mulai berbicara dengan sang suami . Kini Al dan Tiana sedang duduk di balkon kamar mereka. Menikmati udara malam yang seperti nya tidak sejuk sama sekali.
" Sayang .. " Ucap mereka bersamaan.
" Kau duluan " Ujar Tiana kikuk
" Tidak, kau saja yang duluan " Ujar Al lebih kikuk
Mereka sama-sama larut dalam pikiran yang kacau. Al bingung bagaimana mengawali pembicaraan mereka saat ini. Ia sangat takut menyinggung perasaan sang istri, namun juga penasaran dengan identitas yang dimiliki oleh Tiana.
__ADS_1
Sedangkan Tiana sendiri sangat cemas jika apa yang ia pikirkan akan benar terjadi. Ia tidak mau jika harus berpisah dengan suami juteknya.
" Em baiklah.. Aku akan bicara lebih dulu. ( Jeda sejenak ) Sayang maaf , benar-benar maaf kan aku,karena telah menutupinya darimu. Tapi jujur bukan niatku untuk menyembunyikan darimu. Kau tahu, pernikahan kita karena perjodohan. Ya walaupun ada sedikit campur tangan dariku. Tapi kita tidak saling kenal sebelumnya . Aku bingung harus menjelaskannya dari mana , semuanya terjadi begitu saja dan aku tidak mau membohongi mu terlalu jauh lagi.. Benar-benar tolong maafkan aku !" Tiana sudah tidak bisa membendung air matanya. Ini terlalu menyakitkan tapi ia harus mengatakannya.
" Sayang tenanglah, aku tidak memaksamu untuk memberitahuku semua nya . Aku akan menunggu sampai kau benar-benar siap." Hibur Al ,dia merasa bersalah jika membuat Tiana sang istri tercintanya sedih sampai menagis seperti ini.
(Menangis) " Hiks.. hiks .. Aku takut kau akan meninggalkan ku jika tahu siapa aku sebenarnya " Ujar Tiana sesegukan menahan beban di hatinya.
" Tenanglah sayang, apapun yang terjadi aku akan tetap berada di sampingmu , selamanya ,, Aku janji " Ujar Al sambil mengusap lembut punggung sang istri.
" Apa kau bersungguh sungguh ??" Tanya Tiana sedikit tenang.
" Ya aku berjanji , tidak akan meninggalkan mu dalam keadaaan apapun " Janji Al pada sang istri.
Tiana langsung menghambur kepelukan sang suami. Ia benar-benar merasa tenang sekarang. Apa yang ia takutkan tidak benar terjadi, semua hanya pikiran negatif nya saja.
" Maafkan aku sayang ... " Tangis Tiana yang mulai reda.
" Aku yang minta maaf karena tidak mendengarkanmu sayang, maafkan suamimu yang keras kepala ini. Tadinya aku hanya ingin mengerjai Umar agar ia gagal mendapat bonus darimu. Tapi siapa yang tahu jika ada kejadian yang tak terduga . Maafkan aku sayang yang masih kekanak-kanakan " Al meminta maaf karena keisengan dia membuat dia dan Umar dalam masalah.
" Aku tahu itu , hah(mendesah)"
" Aa ??? Apa maksudmu dengan (Tahu) "
" Maafkan aku, sebenarnya aku memliki sebuah rahasia yang hanya aku dan beberapa orang yang tahu."
" Rahasia apa ? Kenapa wanita didepanku terlalu banyak rahasia .. Siapa sebenarnya istriku " Batin Al dalam hati.
" Sayang dengarkan ini dan jangan menyela sampai aku selesai berbicara , mengerti !" Pesan Tiana sebelum ia bercerita.
" Ya " Jawab Al singkat sambil mengangguk kan kepala .
Semua berawal dari ....
***
HAI READERS... JANGAN LUPA
LIKE.
VOTE.
KLIK FAVORIT.
BERI HADIAH.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🏻
LOVE YOU ALL 🥰🥰