
Happy reading gaes 🤗🥰.
***
Malam ini suasana nya terasa khidmat. Tiana dan keluarga sang suami sedang menikmati makan malam yang harmonis.
***
" Bagaimana situasi di Yengchuan ?" tanya seorang pria tampan dengan gaya yang tengil.
" Semuanya aman terkendali Bos " jawab sang bawahan.
" Lalu adik perempuan ku ?"
" Nona Muda sedang bersenang-senang dengan gigolo nya "
" Huh... dia tidak pernah berubah. Beruntung setiap kali Abang pertama bertanya aku selalu menutupi nya"
" Mungkin Bang Jansen sudah tahu tingkah adik bungsunya Tuan, tapi tidak ada tindakan."
" Dia punya cara memanjakan gadis tengik itu !"
" Lalu bagaimana dengan gadis yang ku suruh selidiki !"
" Maaf Tuan hanya ini yang kami dapatkan. Seolah ada kekuatan besar yang menutupi semua informasi nya "
" Hm letakkan dimeja dan keluarlah !"
" Saya pamit Tuan "
***
" Lihatlah kelakuan mu sayang , jangan menakuti menantuku !" ujar Papa Erik sedikit bercanda.
" Memangnya kenapa, toh juga Ana tidak keberatan kok" kesal di jahilin sang suami Mama Ratih pun mengadu pada sang anak.
" Al lihatlah Papamu selalu memarahi Mama"
" Eh ... jangan fitnah ya Mama " ujar Papa Erik .
" Al... Papamu keterlaluan !"
" Papa sudahlah , jarang-jarang Mama bisa kemari, menemani istriku. Papa jangan buat ulah !" ledek Al .
" Oh ... sekarang ada yang membantu ya "
" Papa tidak boleh menindas Mama " ujar Tiana lucu.
" Wah lihatlah sekarang aku diserang oleh anak dan menantuku ... bala bantuan mu lumayan Ma."
" Ha ha ha " Gelak tawa terdengar di ruang tengah. para Nani yang bertugas juga sangat senang karena keharmonisan keluarga Tuan nya.
***
Mansion Brian .
" Lion ... !"
" Ya Tuan ?"
" Apa Kevin sudah pulang ?"
" Jawab Tuan, Tuan Muda Kevin belum pulang. Mungkin terjebak macet"
" Huh... semenjak Tiana menyerahkan perusahaan ke Kevin , dia sangat sibuk. Bahkan untuk makan malam bersama saja tidak ada waktu. Padahal anak itu sudah berjanji akan makan malam bersama "
__ADS_1
" Apa perlu saya menghubungi Tuan muda , Tuan ?"
" Tidak perlu ... Biar_"
" Maaf Dad, aku terlambat " Ujar Kevin yang ngos-ngosan terlihat kalau ia juga memburu waktu agar bisa menepati janjinya untuk makan malam bersama sang ayah.
" Astaga kau berlari ?" tanya Brian kaget.
" Karena macet parah , terjadi kecelakaan dan sudah sangat telat untuk janji makan bersama Daddy jadi aku memutuskan untuk mengendarai Gojek !" ujar Kevin jujur.
" Bersihkan dirimu dahulu , aku akan menunggu " ujar Brian sangat terharu dengan usaha sang anak.
" Baik Dad, tunggu ya " lalu Kevin beranjak menuju kamarnya.
" Tuan Muda sangat sayang padamu Tuan " puji Lion .
" Ya... dia sangat bisa di andalkan "
***
" Ma besok ada waktu ?" tanya Tiana saat ia sedang bermanja-manja di pangkuan sang Ibu mertua.
" Hm... besok ada acara arisan di sore hari" jawab Mama Ratih.
" Pagi ?"
" Kalau pagi.. Mama free sayang"
" Temani Ana ke rumah sakit ya Ma mau cek up kandungan"
" Oh tentu sayang... Mama akan menemani kamu !"
" Mama gak usah pulang , nginep aja disini " pinta Tiana manja.
" Mas... "
" Iya sayang "
" Minta Papa izinin Mama buat nginep di rumah kita malam ini, besok biar mama gak bolak balik waktu nemenin aku cek up kandungan. "
" Oke , apapun buat istriku tersayang" sambil mencubit mesra pipi sang istri.
Mama Ratih hanya geleng-geleng kepala melihat keromantisan sang anak dan menantunya.
Sedangkan Papa Erik sedang membagikan suplemen dan juga angpao pada pekerja di rumah sang anak.
" Wah Tuan besar royal sekali " celetuk beberapa pengawal.
" Tuan Erik memang selalu melakukan ini setiap 3 bulan sekali dulu di rumah Tuan yang lama " jawab Pak Marko pelan.
Yang lain juga setuju dengan perkataan Marko .
" Pa,, Tiana minta izin buat Mama nginep , boleh ?" tanya Alend di depan pintu.
" Boleh... kenapa tidak?"
" Kalau Mama mu nginep. Otomatis Papa juga donk, masa sepaket di pisahkan" ujar Papa Erik bercanda.
" Terserah " ujar Al cuek.
" Lihatlah... anak ku selalu memasang wajah juteknya walau pada Papanya " keluh Papa Erik pada pekerja sang anak.
" Kecuali Pada Nyonya dan Nona Muda " ujar Bik Ijah .
" Kamu benar " Lalu Papa Erik keluar dari tempat kontrol.
__ADS_1
***
" Gimana boleh ?" tanya Tiana antusias.
" Aman sayang " jawab Al gemas dengan tingkah lucu sang istri.
" Kandungan kamu sudah memasuki bulan ke lima sayang. Harus ekstra hati-hati. Apalagi kembar loh , Mama jadi was-was "
" Mama tenang saja kan ada Mas Alend yang jagain aku, dan juga Kak Kevin yang selalu siaga , masih ada Umar yang paling bisa di andalkan " ujar Tiana .
" Baguslah kalau gitu sayang, Mama cuma khawatir kalau pas kamu butuh , Al pas lagi operasi atau Kevin lagi sibuk meeting. Mama benar-benar takut timingnya gak pas. Jadi Mama kemaren sempat rundingan sama Papa mu, gimana kalau kamu sewa bodyguard wanita buat jagain kamu"
" Mama tenang aja, kan udah ada Septi yang jagain aku, dia lebih dari seorang bodyguard wanita Ma,," terang Tiana pada sang mertua.
" Syukur deh kalau gitu. Mama jadi tenang."
" Dan Mama mau dengar kabar gembira gak ?" tanya Tiana antusias.
" Kabar apa sayang ?" tanya Mama Ratih penasaran.
" Hm kasih tau gak ya ??" goda Tiana pada sang mertua.
" Ih kamu nih ya sama kayak Lya suka bikin Mama penasaran !" ujar Mama Ratih kesal tapi juga antusias.
" Tiana bukan cuma mengandung anak kembar dua , tapi Tiana mengandung tiga bayi kembar " jawab Tiana senang.
Papa Erik yang baru muncul di ruang tamu langsung mendengar kabar gembira tersebut.
" Apa benar yang Papa dengar barusan nak ?" tanya Papa Erik semangat.
" Eh ..." Tiana kaget dengan kehadiran sang Papa mertua.
Al yang sudah duduk santai di sebelah sang istri juga seperti biasa saja respon nya.
" Kamu juga sudah tahu Al ?" tanya Papa Erik.
" Hm.. baru beberapa jam yang lalu" jawab Al cuek.
Sedangkan Mama Ratih masih bengong dengan kabar yang menggembirakan itu.
" Aaaakkk... sayang kita bakal punya cucu sekaligus tiga loh !!" seru Mama Ratih saking semangatnya.
" Jangan teriak- teriak di rumah sebesar ini ,, menggema suara nya !" tegur Papa Erik.
" Oh maaf... Mama saking senangnya jadi lupa kontrol wibawa" Jawab Mama Ratih polos.
" Beneran nak ?" tanya Papa Erik masih belum juga percaya.
" Iya Pa,, makanya buat mastiin jenis kelamin dan juga kebenaran yang dikatain sama guru Ana, besok Ana mau ajak Mama buat cek up kandungan"
" Oh syukurlah kalau begitu..."
" Mama jadi gak sabar buat lihat cucu-cucu Mama yang menggemaskan. Kira-kira apa jenis kelaminnya yah ?" tanya Mama Ratih kepada anak dan juga suaminya.
" Entahlah,, waktu itu baru beberapa Minggu jadi belum bisa di lihat. kalau sekarang sudah memasuki minggu ke 20 , pasti sudah bisa dilihat jenis kelamin nya" jawab Al .
" Kamu harus jaga kesehatan dan pola makan sayang... biar janin kamu juga sehat. Nanti pas waktu lahiran lancar dan semuanya selamat" ujar Mama Ratih memberi wejangan.
" Siap bos!" jawab Tiana dengan wajah imutnya.
*****
Sampai disini dulu ya gaes, besok kita sambung lagi...
love you all 🤗🥰🥰.
__ADS_1