Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Happy reading gaes 🤗🥰.


***


Malam ini suasana nya terasa khidmat. Tiana dan keluarga sang suami sedang menikmati makan malam yang harmonis.


***


" Bagaimana situasi di Yengchuan ?" tanya seorang pria tampan dengan gaya yang tengil.


" Semuanya aman terkendali Bos " jawab sang bawahan.


" Lalu adik perempuan ku ?"


" Nona Muda sedang bersenang-senang dengan gigolo nya "


" Huh... dia tidak pernah berubah. Beruntung setiap kali Abang pertama bertanya aku selalu menutupi nya"


" Mungkin Bang Jansen sudah tahu tingkah adik bungsunya Tuan, tapi tidak ada tindakan."


" Dia punya cara memanjakan gadis tengik itu !"


" Lalu bagaimana dengan gadis yang ku suruh selidiki !"


" Maaf Tuan hanya ini yang kami dapatkan. Seolah ada kekuatan besar yang menutupi semua informasi nya "


" Hm letakkan dimeja dan keluarlah !"


" Saya pamit Tuan "


***


" Lihatlah kelakuan mu sayang , jangan menakuti menantuku !" ujar Papa Erik sedikit bercanda.


" Memangnya kenapa, toh juga Ana tidak keberatan kok" kesal di jahilin sang suami Mama Ratih pun mengadu pada sang anak.


" Al lihatlah Papamu selalu memarahi Mama"


" Eh ... jangan fitnah ya Mama " ujar Papa Erik .


" Al... Papamu keterlaluan !"


" Papa sudahlah , jarang-jarang Mama bisa kemari, menemani istriku. Papa jangan buat ulah !" ledek Al .


" Oh ... sekarang ada yang membantu ya "


" Papa tidak boleh menindas Mama " ujar Tiana lucu.


" Wah lihatlah sekarang aku diserang oleh anak dan menantuku ... bala bantuan mu lumayan Ma."


" Ha ha ha " Gelak tawa terdengar di ruang tengah. para Nani yang bertugas juga sangat senang karena keharmonisan keluarga Tuan nya.


***


Mansion Brian .


" Lion ... !"


" Ya Tuan ?"


" Apa Kevin sudah pulang ?"


" Jawab Tuan, Tuan Muda Kevin belum pulang. Mungkin terjebak macet"


" Huh... semenjak Tiana menyerahkan perusahaan ke Kevin , dia sangat sibuk. Bahkan untuk makan malam bersama saja tidak ada waktu. Padahal anak itu sudah berjanji akan makan malam bersama "

__ADS_1


" Apa perlu saya menghubungi Tuan muda , Tuan ?"


" Tidak perlu ... Biar_"


" Maaf Dad, aku terlambat " Ujar Kevin yang ngos-ngosan terlihat kalau ia juga memburu waktu agar bisa menepati janjinya untuk makan malam bersama sang ayah.


" Astaga kau berlari ?" tanya Brian kaget.


" Karena macet parah , terjadi kecelakaan dan sudah sangat telat untuk janji makan bersama Daddy jadi aku memutuskan untuk mengendarai Gojek !" ujar Kevin jujur.


" Bersihkan dirimu dahulu , aku akan menunggu " ujar Brian sangat terharu dengan usaha sang anak.


" Baik Dad, tunggu ya " lalu Kevin beranjak menuju kamarnya.


" Tuan Muda sangat sayang padamu Tuan " puji Lion .


" Ya... dia sangat bisa di andalkan "


***


" Ma besok ada waktu ?" tanya Tiana saat ia sedang bermanja-manja di pangkuan sang Ibu mertua.


" Hm... besok ada acara arisan di sore hari" jawab Mama Ratih.


" Pagi ?"


" Kalau pagi.. Mama free sayang"


" Temani Ana ke rumah sakit ya Ma mau cek up kandungan"


" Oh tentu sayang... Mama akan menemani kamu !"


" Mama gak usah pulang , nginep aja disini " pinta Tiana manja.


" Mas... "


" Iya sayang "


" Minta Papa izinin Mama buat nginep di rumah kita malam ini, besok biar mama gak bolak balik waktu nemenin aku cek up kandungan. "


" Oke , apapun buat istriku tersayang" sambil mencubit mesra pipi sang istri.


Mama Ratih hanya geleng-geleng kepala melihat keromantisan sang anak dan menantunya.


Sedangkan Papa Erik sedang membagikan suplemen dan juga angpao pada pekerja di rumah sang anak.


" Wah Tuan besar royal sekali " celetuk beberapa pengawal.


" Tuan Erik memang selalu melakukan ini setiap 3 bulan sekali dulu di rumah Tuan yang lama " jawab Pak Marko pelan.


Yang lain juga setuju dengan perkataan Marko .


" Pa,, Tiana minta izin buat Mama nginep , boleh ?" tanya Alend di depan pintu.


" Boleh... kenapa tidak?"


" Kalau Mama mu nginep. Otomatis Papa juga donk, masa sepaket di pisahkan" ujar Papa Erik bercanda.


" Terserah " ujar Al cuek.


" Lihatlah... anak ku selalu memasang wajah juteknya walau pada Papanya " keluh Papa Erik pada pekerja sang anak.


" Kecuali Pada Nyonya dan Nona Muda " ujar Bik Ijah .


" Kamu benar " Lalu Papa Erik keluar dari tempat kontrol.

__ADS_1


***


" Gimana boleh ?" tanya Tiana antusias.


" Aman sayang " jawab Al gemas dengan tingkah lucu sang istri.


" Kandungan kamu sudah memasuki bulan ke lima sayang. Harus ekstra hati-hati. Apalagi kembar loh , Mama jadi was-was "


" Mama tenang saja kan ada Mas Alend yang jagain aku, dan juga Kak Kevin yang selalu siaga , masih ada Umar yang paling bisa di andalkan " ujar Tiana .


" Baguslah kalau gitu sayang, Mama cuma khawatir kalau pas kamu butuh , Al pas lagi operasi atau Kevin lagi sibuk meeting. Mama benar-benar takut timingnya gak pas. Jadi Mama kemaren sempat rundingan sama Papa mu, gimana kalau kamu sewa bodyguard wanita buat jagain kamu"


" Mama tenang aja, kan udah ada Septi yang jagain aku, dia lebih dari seorang bodyguard wanita Ma,," terang Tiana pada sang mertua.


" Syukur deh kalau gitu. Mama jadi tenang."


" Dan Mama mau dengar kabar gembira gak ?" tanya Tiana antusias.


" Kabar apa sayang ?" tanya Mama Ratih penasaran.


" Hm kasih tau gak ya ??" goda Tiana pada sang mertua.


" Ih kamu nih ya sama kayak Lya suka bikin Mama penasaran !" ujar Mama Ratih kesal tapi juga antusias.


" Tiana bukan cuma mengandung anak kembar dua , tapi Tiana mengandung tiga bayi kembar " jawab Tiana senang.


Papa Erik yang baru muncul di ruang tamu langsung mendengar kabar gembira tersebut.


" Apa benar yang Papa dengar barusan nak ?" tanya Papa Erik semangat.


" Eh ..." Tiana kaget dengan kehadiran sang Papa mertua.


Al yang sudah duduk santai di sebelah sang istri juga seperti biasa saja respon nya.


" Kamu juga sudah tahu Al ?" tanya Papa Erik.


" Hm.. baru beberapa jam yang lalu" jawab Al cuek.


Sedangkan Mama Ratih masih bengong dengan kabar yang menggembirakan itu.


" Aaaakkk... sayang kita bakal punya cucu sekaligus tiga loh !!" seru Mama Ratih saking semangatnya.


" Jangan teriak- teriak di rumah sebesar ini ,, menggema suara nya !" tegur Papa Erik.


" Oh maaf... Mama saking senangnya jadi lupa kontrol wibawa" Jawab Mama Ratih polos.


" Beneran nak ?" tanya Papa Erik masih belum juga percaya.


" Iya Pa,, makanya buat mastiin jenis kelamin dan juga kebenaran yang dikatain sama guru Ana, besok Ana mau ajak Mama buat cek up kandungan"


" Oh syukurlah kalau begitu..."


" Mama jadi gak sabar buat lihat cucu-cucu Mama yang menggemaskan. Kira-kira apa jenis kelaminnya yah ?" tanya Mama Ratih kepada anak dan juga suaminya.


" Entahlah,, waktu itu baru beberapa Minggu jadi belum bisa di lihat. kalau sekarang sudah memasuki minggu ke 20 , pasti sudah bisa dilihat jenis kelamin nya" jawab Al .


" Kamu harus jaga kesehatan dan pola makan sayang... biar janin kamu juga sehat. Nanti pas waktu lahiran lancar dan semuanya selamat" ujar Mama Ratih memberi wejangan.


" Siap bos!" jawab Tiana dengan wajah imutnya.


*****


Sampai disini dulu ya gaes, besok kita sambung lagi...


love you all 🤗🥰🥰.

__ADS_1


__ADS_2