
Happy reading all 🥰🤗.
***
Sesampainya di mansion, Tiana tanpa menunggu sang suami, ia langsung turun dari mobil menuju kamarnya. Sapaan beberapa maid yang sedang bertugas juga ia hiraukan . Entah kenapa sang nona besar seperti sedang tidak bahagia.
Moli yang baru keluar dari dapur juga sempat melihat Tiana yang sangat cuek dengan sapaan para maid pun sedikit bingung.
' Ada apa lagi dengan anak itu ?' batin Moli penasaran. Lalu ia hanya menatap pintu utama yang di sana terlihat dokter Alend yang masuk dan berjalan tergesa - gesa.
' Mungkinkah mereka bertengkar lagi ?' batin Moli sambil menghela nafas panjang.
" Huh... sangat kasian !!!" ucap Moli menggumam.
Ia juga tak memusingkan pertengkaran tiana dan Alend. Lalu ia berjalan menuju ruang kontrol guna mengawasi para maid yang bekerja.
***
Tiana yang lebih dulu sampai kamarnya ,lalu duduk termenung di pinggiran ranjang king size nya.
Sebenarnya Tiana tadi selain merajuk karena keinginannya tak kesampaian. Tanpa Al sadari Tiana mendapat sebuah pesan dari mata-matanya yang berada di Kenya .
' Pesan rahasia ' yang kalau sudah terbaca oleh si penerima otomatis akan ke dalate dengan sendirinya.
" Aku harus kesana guna menyelidiki nya sendiri " gumam Tiana sambil medial no Azka.
Tut..
Tut..
Sambungan terhubung dengan cepat.
" Selamat siang bos , ada yang bisa saya bantu ? " tanya Azka .
" Azka siapkan penerbangan kita ke Kenya malam ini !! " ujar Tiana memerintahkan.
" Apa kondisinya ? " tanya Azka siaga.
__ADS_1
Sudah dipastikan jika Tiana meminta penerbangan mendadak pasti ada hal yang sangat sangat genting yang harus ditangani atau di selidiki Tiana sendiri.
" Entahlah , ada yang mengganjal hatiku. Mata-mata gelap baru saja mengirim pesan rahasia, aku takut masalah nya tidak sesederhana yang mereka laporkan. Ingat jangan bilang paman atau bibi tentang penerbangan kita. kalau mereka bertanya , jawab saja aku sedang mengidam ingin jalan-jalan ke luar negeri. Bilang pada Juan untuk mengurus masalah disini selama kita pergi. Hm lagi kirim data yang aku kirimkan ke email mu, suruh ground mereset ulang kode sandi agar tidak terbaca oleh komputer selain milik Rose Gold. " Tiana sedikit demi sedikit paham apa yang menimpa Blue Sky sekarang akan sama halnya dengan mengulangi tragedi 19 tahun silam.
Ia tidak ingin ada penghianat di dalam kelompok Blue Sky. Apalagi lagi-lagi sang Daddy tidak tahu tentang kebocoran data ini.
'Aneh' batin Tiana.
Azka yang mendengar kata-kata Tiana penuh dengan kehati-hatian menjadi sedikit terkejut. Pasalnya mau seperti apa tindakan kecil atau besar mau dalam urusan kantor atau pribadi pasti melibatkan ayah dan ibunya ( orang tua Azka ). Tapi kenapa ini seperti merahasiakan nya dari mereka. Apa ada sesuatu yang ia sendiri tidak tahu tentang orangtuanya? pikir Azka rumit.
" Kamu mendengarkan ?" tanya Tiana mengernyitkan keningnya tidak suka dengan, diamnya Azka.
" Iya bos , saya dengar . Akan saya atur sekarang !" jawab Azka tanpa babibu.
" Ingat kita pergi hanya berdua saja !!" peringat Tiana pada Azka .
" Baik bos " sambungan terputus dari pihak Tiana.
***
Al yang baru sampai di kamarnya langsung menuju ranjang. Ia khawatir jika sang istri masih merajuk karena tidak bisa bertemu dengan mama Ratih.
" Hm ... " jawab Tiana sambil melihat wajah sang suami. Lalu tersenyum.
" Ada apa ?" tanya Tiana.
Al pikir sang istri masih marah , tapi... ' Ah mood ibu hamil cepat sekali berubah-ubah.' batinnya.
" Kita makan siang yuk, kamu mau makan apa ? biar aku ngomong ke dapur buat masakin !" kata Al sambil ikut duduk disisi sang istri.
" Mmm aku tidak ada permintaan khusus " jawab Tiana lembut penuh dengan senyum. Membuat Al tidak dapat berpaling dari wajah sang istri kecilnya.
Sungguh Al tidak pernah menyangka akan menikah secepat ini, awalnya Al menikah hanya menuruti kedua orang tuanya atas perjodohan. Namun jika dipikir-pikir kembali kenapa ia malah sangat menyukai dengan perjodohan yang kedua orangtuanya siapkan.
Mendapatkan istri yang sangat cantik, baik dan juga perhatian. Apa lagi yang Al sesalkan?? tidak ada !!.
Sudah cantik, kaya , berkuasa ! Kemana mau cari istri yang sempurna seperti ini. Dengan penuh sayang Al pun menarik sang istri ke pelukannya . Mencium puncak kepalanya dengan manja.
__ADS_1
" Aku sangat sangat mencintaimu !!" kata Al dengan lembut.
Tiana yang merasakan kasih sayang dan ketulusan dari sang suami juga menjawab dengan mengeratkan pelukannya.
" Aku juga sangat sangat sangatlah mencintaimu suamiku !!" .
" Jangan pernah tinggalin aku !" ujar Al . Ia takut jika kebahagiaan ini tidak bertahan lama. Dengan situasi saat ini, Al takut jika kebahagiaan yang baru ia rasakan akan cepat berlalu . Musuh- musuh Tiana saja sangat banyak, belum lagi musuhnya sendiri .
" Jangan khawatir semua akan baik-baik saja percaya sama aku !" ujar Tiana meyakinkan. Karena dia dapat mendengar suara hati seseorang maka ia tahu betul kekhawatiran sang suami tidak berlebihan. Jangankan suaminya dia sendiri saja juga takut jika semua kebahagiaan ini hanya sementara sebelum badai besar .
Tapi... musuhnya sendiri , ia tahu betul siapa saja . Kalau musuhnya suami ??? Siapa ...
Ia akan mencaritahu itu nanti setelah ia menyelesaikan masalah di Kenya .
" Oh iya tadi mama kirim pesan katanya beliau akan mampir ke rumah kita mereka sedang dijalan " kata Al memberitahukan akan kedatangan sang mama dan adiknya.
" Oh benarkah ??" Tiana melerai pelukannya. Ia sangat antusias dengan kehadiran sang mama mertua.
" Iya sayang, Lya juga katanya kangen sama kamu mau ngobrol , siang ini kamu gak kesepian karena mama sama adik ipar kamu nyamperin kesini !" ujar Al .
" Hm,, iya nanti boleh ya mama sama Lya nginep sini, bila perlu kamu bujuk mereka ! " pinta Tiana sambil menyenderkan kepalanya di dada sang suami .
" Hm udah deh kalau minta sesuatu dengan cara kayak gini, siapa yang bisa nolak ! " ujar Al gemas dengan tingkah manja sang istri kecilnya.
" Oke nanti biar aku bujuk mama buat nginep di sini tapi aku gak janji sama Lya , dia itu susah kalau gak kemauannya sendiri." jawab Al.
" Oke !" kata Tiana antusias.
" Ya udah sekarang kita makan siang dulu, mereka juga belum nyampai masih di jalan.. sekarang yang terpenting kasih asupan buat si kembar 3 dan sang ibu agar tidak lemas !" ujar Al lalu mengangkat sang istri ala bridal style menuju ruang makan.
" Ah... sayang jangan donk malu sama maid ." ujar Tiana menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah di dada bidang sang suami akibat ulah sang suami yang tanpa aba-aba menggendong nya.
" Kenapa harus malu kita kan majikan mereka, kalau mereka sadar diri harusnya mereka gak lihat majikannya yang sedang bermesraan!" jawab Al enteng sambil menyindir beberapa maid saat melihat beberapa dari mereka mencuri-curi pandang .
Karena di sindir dengan langsung oleh sang tuan besar, maka para maid yang tanpa sengaja melihat adegan mesra sang majikan hanya bisa menunduk . Antara patuh dan juga malu karena omongan sang tuan tadi.
Tiana tidak menghiraukan suara-suara dari pikiran para maid yang entah berselancar kemana-mana. Ia hanya fokus dengan keintiman yang suaminya berikan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
...****************...