Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
PERTANDA YANG MERESAHKAN


__ADS_3

Langsung aja yah gaes happy reading 🤗🤗


***


" Hai sayang ... Sudah lama nunggunya ??" Al masuk kedalam mobil .


" Em lumayan ... Kenapa ??" Tanya Tiana.


" Kenapa gak bilang sih kalau datang ke rumah sakit , kan bisa nunggu di ruangan ku " Kata Al sambil membelai rambut sang istri.


" Tadi sekalian aku nganterin Septi dia mau Cek Up " Alasan Tiana Wkwk.


" Hm ya sudah lain kali kabari dulu kalau mau ke sini biar aku jemput "😂😂


" Ada ada aja kamu ini " Ujar Tiana malu.


Kemudian mereka langsung pulang ke rumah dengan Irsyad sebagai sopir .


*Wkwkwk.


***


" Mana orangnya belum juga datang ?? Apa kamu sudah bilang ke Dokter Alend kalau saya menunggu di ruangan Dokter Moa ??" Tanya Alika kesal.


Rupanya seseorang yang sedang menunggu Dokter Alend adalah wanita pelakor, siapa lagi kalau bukan Alika 😂.


" Maaf Nona tadi saya sudah menyampaikan pesan anda dan Dokter Alend juga sudah menuju keruangan Dokter Moa " Jawab suster Zia.


" Iya .... Tapi mana haaa ???!" Teriak Alika kesal.


" Hei kau ...!!" Panggil Septi lembut namun sangat tajam.


" Siapa yang kau panggil??" Tanya Alika sedikit kesal karena ada yang memotong pembicaraan nya.


" Kau " Jawab Septi sambil melangkah kearah wanita pelakor.


" Siapa kau ??" Tanya Alika balik


" Aku ?? Hahaha... Kau tidak perlu tahu siapa aku.. Yang jelas aku kemari hanya untukmu !!" Kata Septi lalu duduk di sofa.


Suster Zia langsung keluar dari ruangan Dokter Moa , dia tidak mau ikut campur urusan orang lain apalagi ia baru di sini.


" Apa mau mu ??" Tanya Alika mulai menormalisasi keadaan.


" Gampang ... Tugasku hanya membereskan mu !" Jawab Septi gamblang.


" What ??" Terkejut juga syok dengan jawaban wanita didepannya. Bagaimana bisa dia dengan mudah mengatakan jika kedatangan nya adalah untuk membereskannya. Sungguh wanita yang kejam batin Alika nyiut nyalinya.


" Apa kau terbiasa bicara begitu blak-blakkan ?" Tanya Alika mulai takut.


" Tentu saja dan..." Balas Septi kemudian.


" Kau hanya punya satu pilihan ... Menjauh dari rumah sakit ini dari kota ini, negara ini dan pulang ke negara asal mu jika tidak maka kau akan usai menikmati udara dengan bebas hari ini !!" Ancam Septi tak tanggung-tanggung.


" Apa maksudmu ?? Aku tidak mengerti !!" Sergah Alika tergagap.


" Aku yakin kau wanita cerdas Nona,, Jangan sia-sia kan kecantikan dan tenaga mu hanya untuk melawan ku ! Itu hanya akan menggiring mu ke jurang yang paling dalam " Gertak Septi sambil memainkan kukunya.


" Siapa yang menyuruhmu ??" Pertanyaan Alika jadi menjurus.


" Kau tidak perlu tahu, yang akan terjadi jika kau tidak mengindahkan kata-kata ku bisa jadi kau dan seluruh keluargamu termasuk tantemu yang girang itu akan habis di tanganku !!" Balas Septi sudah tidak bisa santai.


" Apa kau ada hubungannya dengan Tante Anita ??" Tanya Alika panik.


" Oh kau wanita yang cerdas ,, Jika kau masih saja menggunakan otakmu untuk mengikuti perintah nya maka jangan lagi ada kata ampun untukmu !" Gertak Septi sudah kesal.


Lalu ia beranjak dari duduknya dan mendekat kearah Alika dan berkata " Ingat ya keluar dari sini kau akan masuk ke dunia baru jika mengabaikan perkataan ku " Kemudian Septi menjauh dari Alika dan beranjak keluar ruangan.


Dia harus memastikan targetnya mengenai sasaran.


***


Alika terduduk diam di dalam mobil. Ia terus memikirkan perkataan wanita tadi. Antara bimbang dan dilema ...


" Kenapa Tante Anita memiliki banyak musuh ? Apa yang ia lakukan di masa lalu sehingga mempunyai musuh kuat seperti tuan Ankara " Gumam Alika gugup.

__ADS_1


Antara ia menelpon Tante untuk mengadukan kejadian yang baru saja terjadi atau ia menuruti perkataan wanita barusan.


Dan akhirnya ...


***


Tiana dan Alend baru sampai di rumah mereka , dan para pelayan sudah berbaris menunggu di depan pintu masuk sesuai instruksi Moli .


" Silahkan Nona dan Tuan Muda !" Irsyad membukakan pintu untuk kedua majikannya.


" Terimakasih Irsyad ..." Ujar Tiana kepada Irsyad dan turun dari mobil dengan anggun.


" Selamat sore Tuan dan Nyonya selamat datang kembali " Sapa para pelayan.


" Sore ... Em Moli lain kali jangan lakukan ini ya,, Aku gak suka di sambut kayak gini !" Ujar Tiana agak kesal. Entah akhir-akhir ini Tiana bawaannya marah mulu.


" Maafkan saya, Nona Muda " Angguk Moli seraya melambaikan tangan tanda agar para pelayan bubar.


" Kenapa sih sayang kok marah gitu kan biasanya juga seperti ini di rumah sebelumnya " Heran Alend.


" Em gak tau kali ini gak mau aja di sambut kayak gitu mas " Balas Tiana menggandeng tangan suami dan menuju ke kamar mereka.


Alend mengikuti langkah sang istri menuju kamar.


***


" Besok kalian gak usah menyambut Nona dan Tuan Muda lagi ,, " Pesan Moli kepada para pelayan.


" Baik Nona " Jawab para pelayan serempak.


" Sekarang siapkan makan malam dengan baik dan jangan sampai ada kesalahan satupun mengerti !!"


" Mengerti " Lalu para pelayan kembali ke tugas masing-masing.


***


Irsyad juga kembali ke kamar dan bersih-bersih. Dia harus segera menemui Azka untuk membahas tugas selanjutnya.


Moli dan Diwan duduk di ruang kontrol mereka mengawasi semua kegiatan pelayan lewat layar monitor.


" Aku juga tidak tahu ... Mungkin lagi PMS " jawab Moli sekenanya .


Azka yang punya pendapat lain ikut buka suara.


" Beberapa minggu yang lalu Nona Muda minta buah mangga yang masih mangkal dan harus dipetik dari pohonnya plus harus Umar yang metik sendiri , menurutmu kenapa dengan Nona Muda ?"


Pertanyaan Azka membuat Moli dan Diwan berpikir saling pandang dan ... " Apa mungkin Nona Muda sedang .."


Tok tok tok ...


Pintu ruang kontrol terbuka setelah suara ketukan dari luar.


" Wah kalian lagi pada ngumpul yah ?" Sapaan Irsyad membuat Azka , Moli dan Diwan terdiam dengan kepala menoleh ke pintu.


Antara kesal dan jengkel karena pembicaraan mereka jadi terpotong karena kedatangan Irsyad.


" Apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Azka dingin.


" Aa aku hanya ingin menanyakan tugasku besok karena Tuan Muda besok tidak ada jadwal ke rumah sakit " Jawab Irsyad cengengesan.


" Kenapa tidak ke rumah sakit ??" Pertanyaan muncul dari Moli dan Diwan bersamaan.


" Wah kalian kompak sekali " Puji Irsyad entahlah mungkin ledekan bagi keduanya.


Azka hanya diam memandangi layar monitor.


" Jawab !!" Bentak Diwan kesal dan malu.


Sedangkan wajah Moli sudah memerah seperti kepiting rebus 😂.


" Oh mana aku tahu,, Hanya saja Nona Muda menginginkan Tuan Muda berada di rumah besok " Jawab Irsyad mengingat kata-kata Nona nya sewaktu di dalam perjalanan pulang.


" Mungkin Nona sedang ingin berduaan dengan Tuan Muda " Jawaban Azka membuat ketiga rekannya menoleh tak percaya. Bisa juga si mulut empedu punya pemikiran seperti itu Wkwkwk.


" Bisa jadi " Balas Moli lalu keluar ruangan . Dia tidak bisa berlama-lama di dalam ruangan bersama dengan ketiga orang gila itu .

__ADS_1


" Mau kemana? Tanya Diwan pada Moli.


" Bukan urusanmu !!" Jawabnya lalu menghilang dari balik pintu.


" Ada apa dengan nya ?" Tanya Irsyad heran dan duduk di kursi samping Azka duduk menatap layar monitor.


" Mungkin dia malu " Jawab Azka santai.


" Malu pada siapa ?" Tanya Diwan ikut duduk di samping Azka.


" Kau !" Ujar Irsyad asal namun Azka malah manggut-manggut tanda setuju.


" Aku ?? Mana mungkin ! Dia cuma wanita robot yang memikirkan pekerjaan" Elak Diwan menetralisir keadaan.


" Terserah kalau kau tidak percaya " Ujar Irsyad tersenyum meledek.


" Ah sudah .. Kita fokus kerja lagi " Sergah Diwan mengalihkan pembicaraan.


" Ya ya ya " Jawab Irsyad cengengesan.


" Awas kamu ya " Ancam Diwan kesal.


" Wkwkwk " Azka tertawa melihat wajah Diwan sudah merah semerah tomat busuk.


Mereka tertawa bersama .


***


Di Dalam Kamar.


Tiana sedang menyiapkan baju ganti untuk sang suami. Sedangkan Al dia sudah selesai dengan acara mandinya. Hari ini tumben Tiana tidak menyiapkan air hangat untuk suaminya malah menyuruh pelayan untuk menyiapkan segala kebutuhan bersih-bersih.


" Sayang ... Ini pakaian nya sudah aku siapin ya di kasur " Teriak Tiana dari kamar.


" Astaga sayang ... Kenapa teriak teriak sih ?? Kita kan masih satu ruangan " Tegur Al pada istrinya.


" Kenapa sih kan cuma bilang lebih keras dikit kok,, Gitu aja dimarahin " Jawaban Tiana yang tak terduga membuat Al merasa bersalah.


" Maaf sayang bukan maksud aku marahin kamu,, bener deh, " Hibur Al pada sang istri yang sudah hampir menangis .


Sontak Al gelisah melihat respon sang istri yang malah melo setelah di tegur dikit saja.


" Astaga ... Sayang jangan nangis dong kan aku gak marahin kamu " Melas Al kepada Tiana.


" Kamu kok gitu sih Mas, sekarang suka banget marahin aku,, dikit-dikit negur dikit-dikit nasehatin kayak aku banyak ngelakuin salah aja !" Kata Tiana sambil terisak.


" Cengeng "


Itu yang ada dalam pikiran Alend saat ini.


" Maaf sayang " Al sudah pasrah , ia harus mengalah dan mengaku salah jika sudah begini kejadiannya.


Tiana malah menangis tersedu-sedu sambil memegang perutnya dan berkata


" Kenapa menangis membuat perutku lapar yah sayang " 😂😂


Kirain mau ngomong apa yah gaes .


" Kamu lapar sayang ya udah kamu mandi dulu aku ambilkan makan ya kita makan di dalam kamar saja " Usul Al namun malah di jawab sang istri " Bukannya kamu bilang makan di dalam kamar pamali yaa kalau bukan orang sakit " (...) Apa yang terjadi ...???


***


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL OTHOR YANG RECEH INI 🤗🤗.


JANGAN LUPA


LIKE...


VOTE


DAN KLIK FAVORIT


KOMEN YA BIAR KITA SALING KENAL 😂


LOVE YOU ALL 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2