
Langsung ya gaes.. happy reading 🤗
***
Hari ini kakek Satria mengundang cucu dan cucu menantunya kerumahnya. Beliau sudah tidak sabar untuk bertemu dengan suami dari cucu tersayang nya itu.
Sewaktu mereka menikah keadaan kakek Satria tidak memungkinkan untuk bepergian. Terpaksa hanya bisa melihat melalui video call saja.
" Jangan sampai ada yang terlewatkan.. Dan hidangkan makanan yang sehat. Cucu menantu ku seorang dokter spesialis jantung aku tidak mau mengecewakan nya dengan menghidangkan makanan yang ber kalori tinggi,mengerti !!" Pinta kakek Satria seraya memperhatikan hidangan yang tersaji di meja makan.
" Baik Tuan besar " Jawab para koki dan pelayan serempak.
Kakek Satria orang yang tegas dan sangat menghargai keluarga. Dia sangat senang saat mendengar Tiana cucu kesayangan nya akan menikah dengan seorang dokter apalagi dari keluarga Pradipta.
Sekarang kakek Satria lebih tenang jika perusahaan keluarga jatuh ke tangan cucunya, selain dia bisa diandalkan juga sangat cerdas. Ditambah ada seorang suami yang nanti akan membimbing dan melindungi setiap gerak dan langkah cucunya.
Kakek Satria tidak mempermasalahkan keterlibatan Tiana dalam urusan dunia gelap mafia. Namun yang membuatnya khawatir adalah bagaimana jika suatu saat dirinya sudah tidak ada, Brian sudah tua.. Dan tidak ada yang bisa melindungi nya makanya dia mendukung perjodohan Tiana .
Kakek Satria berlalu menuju kamar . Dia harus bersiap-siap untuk menyambut sang cucu dan cucu menantu.
***
Di Mansion Alend
Tiana tampak sedang memoles sedikit riasan agar terlihat sedikit dewasa .
wkwkw..
Tepatnya setengah jam yang lalu.
Flashback on.
" Ayo bangun gadis kecil acara kakek dimulai pukul 7 malam dan sekarang pukul 5 sore , apa kau tidak akan bersiap-siap lebih awal. ?" Al membangunkan istri kecilnya itu dengan menarik selimut yang membungkus tubuh sang istri.
Al tidak mau terlambat untuk bertemu dengan Kakek Satria. Pasalnya ini adalah pertemuan pertama mereka jadi tidak mau ada kesan buruk tentangnya.
Mengingat mansion sang Kakek berada di puncak, jadi harus bersiap lebih awal. Perjalanan akan memakan waktu 1 jam lamanya.
" Aaauam ... Ya iya aku bangun. Ya ampun aku tidak perlu mempersiapkan apapun . " Dengan nada kesal bangun dan duduk di pinggir ranjang.
" Kau kan belum mandi. Belum milih gaun di tambah wanita sepertimu pasti lama kalau berias. Dasar gadis kecil " Ledek Al sambil mengomel kebiasaan wanita kan gitu pikir nya.
" Apa gadis kecil ??" Beo Tiana ..
" Lama berdandan ?? Tanpa riasan dia sudah tampil cantik hello... Dasar suami cerewet " Gumam Tiana kesal.
Dia kesal sekali setiap suaminya itu memanggil dengan sebutan gadis kecil itu seolah-olah Tiana anak di bawah umur .. Ya ampun menyebalkan gumam Tiana.
Lalu beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi. Ia mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun aromaterapi dia butuh berendam sebentar menghilangkan penat pikirnya.
Eh gak taunya ketiduran . Sudah lebih dari 40 menit Tiana di kamar mandi.
"tidak terdengar suara air sedang apa dia di dalam sana?" pikir Al lalu dia mengetuk pintu memanggil sang istri.
Tok tok tok ...
" Hei Tiana apa kau sudah selesai?" Tanya Al masih dengan posisi tegap didepan pintu kamar mandi.
Hening ... Tidak ada jawaban dari dalam.
Astaga apa dia pingsan ?? atau bisa jadi dia tidur di dalam sana pikir Al gregetan.
Tok tok tok ...
__ADS_1
" Tiana apa kau dengar aku ... Sampai kapan kau akan mandi hah ?? " Kini Al sudah tidak sabar.. Karena tidak ada jawaban sama sekali akhirnya dia mencoba membuka pintu.
Hah ?? tidak di kunci pikir Al.
Lalu masuk dicarinya Tiana tapi tidak mendengar tanda-tanda kehidupan disini .
Betapa kagetnya dia saat melihat Tiana yang berada di dalam bathtub tapi tidak bergerak sama sekali.
Apa dia pingsan beneran ?? Gumam Al dalam hati.
Lalu dia mencoba memanggil Tiana tapi tidak ada sahutan. Akhirnya dia menarik Tiana dari dalam bathtub dan memeriksa denyut nadinya. Takut kalau-kalau benar adanya gadis itu pingsan.
Tapi saat Al ingin memegang tangan sang istri. Tiba-tiba Tiana terbangun.
* mungkin karna sudah ketiduran lumayan lama gaes 😁.
" Aaaaa .... Apa yang kau lakukan disini dokter dasar mesum sudah tahu kalau aku mandi masih juga masuk apa kau ingin mengintip ku mandi ??"
Tiana sangat syok dengan apa yang di alaminya. Walaupun dia suka dengan dokter jutek yang tidak lain adalah suaminya tapi dia juga malu kalau tiba-tiba sang suami minta jatah kan dia belum siap. Kontrak juga belum di ubah sama sekali pikirnya.
Al yang sudah kesal makin dibuat dongkol dengan sikap Tiana yang nerocos tanpa jeda menuduh nya yang tidak-tidak.
Dengan kasar dia menyugar rambutnya lalu berkata " apa menurutmu lucu ? Menarik ? Wah kau bisa bisanya ya tidur di dalam bathtub. Kau tahu aku menunggumu hampir 1 jam ... Tapi kau tidak juga keluar dari kamar mandi kupikir kau kenapa-kenapa jadi aku masuk untuk memeriksa tapi siapa sangka kau itu selain gadis kecil otakmu juga kecil "
Berlalu keluar dengan menutup pintu dengan kasar " Braaaakk " .
" Astaga apa dia barusan mengataiku ber otak kecil ??" Gumam Tiana melongo.
" Yaaaaa dokter Alend !!!" Teriak Tiana dia kesal dengan suami juteknya itu selain jutek nyebelin juga penindas. Awas saja nanti pikir Tiana.
Al yang sudah keluar dari kamar mandi , memaki dirinya sendiri..
Astaga kenapa aku bodoh sekali, seharusnya aku tidak masuk, seharusnya aku menunggu, kenapa malah bertindak bodoh sih ?? Batin Al memikirkan hal konyol yang baru saja terjadi.
***
Umar yang merasa telah terjadi sesuatu diantara kedua majikannya itu pun hanya bisa membatin" Apa lagi sekarang ?? Apa mereka sedang berlomba siapa yang paling lama diam, kenapa tidak ada obrolan sama sekali..."
Tiana yang mengerti jika Umar pasti sedang bertanya-tanya ada apa dengan situasi saat ini, hanya bisa memberikan tatapan membunuhnya kepada si asisten.
Umar yang mendapat peringatan langsung segera menetralkan suana .
" Nona , Tuan sebentar lagi kita akan sampai " Ujar Umar kepada majikannya.
Dan hanya hening tidak ada jawaban.
Ya ampun cepatlah sampai agar aku terbebas dari situasi mencekam ini pikir Umar dalam hati .
Mobil mereka pun sampai didepan sebuah bangunan yang bernuansa Tionghoa klasik.
Para pelayan dan juga pengawal menunduk kan kepala dan memberi hormat kepada cucu sang penguasa .
" Selamat datang Nona Muda dan Tuan Muda. Silahkan ikuti kami Tuan Besar sudah menunggu kalian di ruang keluarga.
" Ujar kepala pelayan Adnan kepada cucu majikannya.
" Baiklah.. Terimakasih paman Adnan " Ujar Tiana tersenyum sopan.
Kakek Satria yang mendengar derap langkah mendekat pun langsung berdiri menyambut sang cucu kesayangan nya.
" Hallo Kakek apa kabarmu ?" Tanya Tiana lalu memeluk sang Kakek.
" Kakek baik sayang " Lalu melihat kearah cucu menantu nya sambil berkata
__ADS_1
" Lihatlah kakek sudah sehat sekarang. Kakek akan hidup lebih lama lagi untuk menunggu cicit Kakek lahir " Goda Kakek Satria kepada cucu menantunya itu.
Al dan Tiana saling pandang .. Wajah mereka sudah memerah karena malu.
jangankan membuat cicit memikirkannya saja ah.. tidak untuk saat ini, bahkan mereka saja menikah karena kontrak. Bagaimana kalau Kakek dan keluarga tahu ?? pikir Al.
Tapi berbeda dengan keluarga Tiana mereka sudah mengetahui nya dari awal. Dan mereka yakin Tiana bisa memainkan perannya dengan baik.
***
Sekarang mereka sedang di meja makan.
" Kakek ... Apa Kakek akan pergi ke perusahaan besok??" Tanya Tiana.
" Ya.. Seperti nya lebih cepat lebih baik. Kakek tidak bisa membiarkan para Tikus Tanah itu lebih banyak lagi menggerogoti uang perusaan dengan dalih menunggumu berumah tangga, konyol sekali mereka. " Jawab Kakek Satria tersenyum sinis.
"Kau harus membantu cucuku untuk mendapatkan hak suara penuh dari pemegang saham. Tagih janji para Tikus Tanah itu. " Pinta Kakek Satria kepada cucu menantu nya.
" Baik Kakek. Saya akan membantunya sebisa dan semampu saya" Sambil melirik ke arah sang istri.
Al sudah bertekad akan membantu sang istri agar mendapatkan haknya 100%.
Tiana sangat senang mendengar penuturan suaminya. Dia yakin sang suami bisa di andalkan.
Makan malam pun di penuhi dengan obrolan yang ringan namun hangat. Dan berakhir dengan pulangnya Tiana dan Alend.
Padahal Kakek Satria meminta mereka menginap namun, dengan alasan besok banyak kerjaan jadi mereka pulang kemansion.
***
Sesampainya di mansion, Tiana langsung berganti pakaian dengan gaun tidur. Al juga berganti pakaian dengan piyama. Mereka berbaring di ranjang dan bersiap untuk tidur . 10 menit kemudian
Drrrtttt ...
Suara ponsel Alend bergetar.
Namun si empunya sepertinya sudah terlelap. Tiana yang masih terjaga merasa terusik dengan getaran ponsel si suami. Dia tidak berniat mengangkat panggilan itu, tapi ...
Nama di layar ponsel bikin Tiana mengerutkan kedua alisnya.
" Siapa dia... kenapa menelpon malam-malam begini ada keperluan apa ??" Batin Tiana penasaran. Karena jelas wanita yang menelpon tertera nama Alika dilayar ponsel.
Pikiran Tiana sudah kemana-mana. Maklum naluri mafia nya selalu sigap menangkap situasi ganjal seperti saat ini.
Tidak mau ketahuan suami Tiana lalu meletakkan kembali ponsel itu namun ..
Thing ...
Pesan masuk.
Apa kabarmu Al ?? Apa kau masih mengingatku , aku sangat merindukanmu .. Bisakah kita bertemu ?? Aku akan kembali ke tanah air beberapa hari lagi. Sampai tiba waktunya mari kita bertemu di tempat biasa...
Pesan yang tergantung di notif.
Tiana tidak menduga bahwa sang suami memiliki wanita masa lalu. Bahkan mereka masih saling menyimpan no ponsel.
Sakit ?? Cemburu ?? ... Entahlah tapi hati rasanya tidak sanggup jika nanti akan berpisah dengan sang suami.
***
Makasih buat para readers ku tercinta, jangan lupa klik favorit ya biar kalian tidak ketinggalan update dari si gadis mafia dan dokter jutek.
Minta like dan votenya dong gaes biar othor lebih semangat ...
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar yaa biar kita bisa saling kenal 🥰
terimakasih .. love you all