Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
KENYATAAN YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Happy reading gaes 🤗🤗


***


Malam ini Kevin sudah rapi, ia akan pergi ke mansion Brian. Tinggal menunggu jemputan saja.


Drttttt Drttttt Drttttt...


Ponselnya bergetar, dilihatnya no sang ibu.


" Hallo Bu, " Jawab Kevin senang.


" Sayang ibu rindu ... Kapan kamu selesai dengan bisnismu ?" Tanya sang ibu.


" Ibu lupa ya kalau Kevin disini membangun anak perusahaan Merry Fox, kerjasama dengan Ankara Group juga sukses Bu, jadi sebelum stabil betul Kevin tidak bisa meninggalkan perusahaan, lagipula anak dari Ankara Group masih pergi keluar negeri jadi belum bisa diskusi untuk mencari pemegang sementara " Jelas Kevin lembut pada sang ibu.


" Baiklah jika sudah selesai kabari ibu secepatnya , kakakmu sudah jarang pulang dan hampir tidak mengunjungi ibu, jadi disini ibu sangat kesepian sayang " Ucap sang ibu memelas.


" Ibu baik-baik ya di sana Kevin pasti akan mengabari ibu jika luang. Oh ya Tiana putri dari pemilik Ankara Group ia sangat menjagaku disini Bu, dia juga menitip salam untuk ibu dia sangat senang saat aku mau menjadi saudara lelakinya, dia sangat manis " Cerita Kevin pada sang ibu. Ia harus menyampaikan keadaan dirinya di negara orang.


" Oh syukurlah, dia pasti sangat cantik..."


(jeda) "seperti mendiang Lily" Sambungnya dalam hati.


Bukannya Elsa tidak tahu jika sang anak akan menjalin kerjasama dengan perusahaan Ankara Group milik Brian. Tapi Elsa memang sengaja diam agar kedua keluarga yang terpisah bisa bertemu tanpa Anita curiga sedikitpun.


Elsa memiliki riwayat penyakit jantung, dia takut jika suatu saat dirinya tiada dan kebenaran belum juga terbongkar akan membuatnya merasa bersalah seumur hidupnya. Dia tidak mau membawa dosa ini sampai ke neraka.


***


Tiana dan Alend ditemani oleh Azka dan juga Irsyad terbang ke negara Kenya. Beberapa pengawal bayangan juga ikut namun tetap di jarak aman.


***


Lion sudah sampai di apartemen milik Tiana. Ia segera naik ke lantai 12 untuk menjemput Kevin. Sesampainya di gedung lantai 12 Lion mengetuk pintu kamar dan ....


Tok tok tok ...


Kevin langsung menuju pintu dan melihat siapa yang datang . Lalu membuka nya. " Oh Paman Lion " Sapa Kevin ramah.


" Bisa kita berangkat sekarang Tuan Kevin " Ajak Lion sopan.


" Oh tentu Paman.. Mari " Kevin lalu menutup pintu dan berjalan mengekor i sang asisten Tuan Brian.


***


Alika sudah memutuskan untuk tidak membantu sang Tante. Dia berniat akan memberitahukan semuanya kepada sang Paman yaitu Moko Baskara. Lalu ia siap-siap berkemas akan terbang ke negara Kenya dimana sang Paman berada.


" Aku harus cepat sebelum orang suruhan Tante Anita menemukanku " Gumamnya bermonolog.


Tok tok tok ( Suara ketukan pintu dari luar)

__ADS_1


" Siapa gerangan yang datang malam-malam begini ?" Tanyanya dalam hati. Jangan-jangan gumamnya takut.


Alika mengintip dari lubang pintu, penasaran siapa yang datang . Dilihat nya seorang wanita namun menurutnya tidak asing siapa dia gumamnya pelan. Sambil mengingat-ingat siapa wanita itu, Alika membuka pintu sambil gemetar, takut kalau-kalau orang itu adalah suruhan sang Tante.


" Oh lama sekali kau membuka pintu Nona pelakor !" Sentak Septi kesal lalu merisak masuk ke dalam apartemen milik Alika.


" Hei siapa yang menyuruhmu masuk ??" Protes sang empunya kesal.


" Bukankah kau membuka pintu agar aku bisa masuk Nona ?" Takas Septi santai.


" Astaga apa yang kau mau ?" Tanya Alika kesal.


" Bukankah sudah ku bilang untuk cepat pergi dari negara ini kenapa masih saja disini apa kau tidak mendengarkan ucapan ku tempo hari, yaaak wanita pelakor !!" Bentak Septi tak kalah emosinya.


Alika langsung terdiam , dia masih bingung dengan kejadian tempo hari dimana dia dikerjai habis-habisan oleh wanita di depannya itu.


" Bukannya aku tidak pergi tapi belum pergi kau tidak lihat aku sedang mengemasi pakaian dan barang-barang ku haaaaa !!" Teriak Alika ikut tersulut emosi.


" Baguslah jika kau mengerti dengan ucapan ku, dan ingat jika kau mau terbebas dari kejaran orang-orang Anita kau harus ikut aku dan patuhi semua perintahku, jika tidak aku bisa saja membuang mu untuk santapan Soo ( buaya peliharaan Tiana) dia sangat senang pastinya mempunyai santapan malam yang lumayan bergizi seperti mu wkwkw " Ancam Septi pada Alika .


" Kau .... " Alika sudah pasrah dengan semua ancaman wanita gila didepannya itu. Daripada ia di siksa oleh orang suruhan Tante nya. Itu lebih menyakitkan.


" Baiklah aku ikuti semua kemauan mu, asal nyawaku selamat,," Pasrah Alika . Dia akan membuka mulut semua tentang sang Tante . Demi kenyamanan nya dan juga demi masa depannya yang pasti.


" Good girl "


***


Anita duduk termenung di sebuah ruangan besar, dia menatap pemandangan kota Yengchuan dari balik kaca.


Tak lama kemudian Anita menerima pesan dari anak buahnya jika Elmo dan keluarganya lolos.


Dan sampai sekarang mereka belum juga ketemu.


" Oh **** ... Kenapa bisa begini sih ?" Umpatnya kesal.


"Bagaimana bisa anak dan mertua Elmo bisa hilang dari pantauannya " Gumam Anita bermonolog.


Padahal sudah dijaga ketat dan semua melalui proses yang sangat ketat.


***


" Terimakasih atas undangan anda Tuan Brian " Ujar Kevin sopan .


" Wah harusnya saya yang berterimakasih karena anda sudah mau meluangkan waktu anda untuk mengunjungi orang tua seperti saya ini" Ujar Brian senang.


" Sama-sama Tuan Brian "


" Mari kita masuk ke ruang makan , saya sudah menyiapkan beberapa hidangan kesukaan anda Tuan Kevin " Ucap Brian sambil menyuruh Kevin duduk .


" Wah semua makanan kesukaan saya ?" Tanya Kevin tak habis pikir.

__ADS_1


" Semoga anda menyukainya Tuan Kevin " Ujar para koki lalu mereka pamit undur diri.


" Terimakasih banyak "


Mereka akhirnya menikmati makanan yang sudah di hidangkan.


***


Setelah mengemasi semua barangnya Alika pergi mengikuti Septi . Dia juga mengganti no hp agar tidak bisa di lacak oleh orang suruhan Anita.


" Kita mau kemana ??" Tanya Alika penasaran.


" Kau hanya perlu diam dan menurut jika banyak tanya akan ku jatuhkan kau ke laut Antartika mau ??" Gertak Septi kesal.


Alika hanya diam tak menyahut. Daripada dia di buang ke Antartika lebih baik menurut saja. Toh juga demi kebaikannya.


***


Setelah makan malam Brian dan Kevin duduk santai di taman . Brian sengaja membawa Kevin ke taman bunga milik Tiana yang isinya semua bunga kesukaan almarhumah istrinya .


" Bagaimana keadaan kantor nak Kevin ?" Tanya Brian , sekarang panggilannya berubah.


" Oh lumayan sibuk Tuan , karena Tiana tidak hadir beberapa kali rapat. Jadi kami mengundur beberapa agenda " Jawab Kevin menjelaskan situasi kantor cabang.


" Uruslah yang mampu kamu urus , sisanya biar ditangani oleh Asisten Tiana " Ujar Brian menambahkan.


" Iya Tuan saya juga bermaksud menangani masalah yang saya kuasai , karena bidang saya hanya fashion saja " Ujar Kevin patuh.


" Bagus... (jeda) Sebenarnya ada hal yang ingin kukatakan padamu nak Kevin namun saya masih ragu apa ini boleh apa tidak saya lakukan. Mengingat siapa saya , mungkin anda tidak percaya " Ucap Brian hati-hati, ia takut jika kata-katanya menyinggung sang anak.


" Katakan saja tuan saya akan mencoba memahaminya "


" Lion ... " Panggil Brian dan Lion hadir dengan semua berkas dan juga bukti-bukti autentik bahwa Kevin adalah anaknya. Namun Brian tidak memaksa jika Kevin tidak bisa menerima nya. "Semua pasti butuh proses" Pikirnya.


" Ini semua apa Tuan Brian ?" Tanya Kevin tidak mengerti.


" Maaf jika undangan ku sebenarnya mempunyai maksud tersendiri. Jujur saya bingung harus memulainya dari mana sedangkan saya saja tidak mendidik mu dari kecil " Suara Brian bergetar ia tak mampu menahan gejolak di hatinya.


" Apa yang anda maksud saya benar-benar tidak mengerti " Ucap Kevin bingung.


" Tuan Kevin coba baca dan lihat dengan seksama semua berkas yang anda pegang " Ujar Lion memberi saran.


Lalu Kevin membuka amplop coklat tua, isinya foto-fotonya masa kecil bersama sang ibu dan ayahnya. Ada juga foto Kevin saat remaja sampai sekarang. Kevin lalu membaca kertas hasil tes DNA yang menyatakan jika ia bukan anak biologis dari pasangan Elsa Safira dan Leo Durant Merchan.


Ia juga membuka amplop merah yang berisi tentang identitas aslinya. Sebelum Kevin melanjutkan membaca isi amplop itu, ia melihat ke arah Brian sambil membendung air mata, antara percaya dan tidak percaya .


" Apakah benar ?? Apa yang tertulis disini benar adanya ?? Siapa aku sebenarnya kenapa orang tuaku sekarang bukan lah orang tuaku kandung ??" Pertanyaan-pertanyaan itu muncul seketika dalam benaknya


***


Hai games para readersku tercinta 🥰 jangan lupa vote dan juga like yaah..

__ADS_1


klik favorit biar kalian gak ketinggalan update terbaru nya


terimakasih 🤗🤗


__ADS_2