Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
MENJELANG KE KENYA 1


__ADS_3

happy reading all 🥰🤗


...----------------...


Setelah makan siang, Al pamit pada sang istri akan pergi rapat bulanan ke Pradipta Hospital. Jam sudah menunjukkan pukul 13.45 WIB.


Tiana yang mendapat pesan dari Septi sang sahabat lalu menghubunginya setelah selesai membaca pesan.


Tut...


Sambungan langsung terhubung.


" Hallo !? " jawab suara di seberang telepon.


" Situasi ? " tanya Tiana .


" Lumayan menguras energi , tapi ... aku suka !" jawab Septi dengan wajah penuh dengan kepuasan.


" Huh... lagi-lagi kamu suka mengulur waktu dengan bermain. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri !! " ujar Tiana santai sambil duduk menyeruput jus alpukat kesukaan nya.


" ?? " Septi pikir kata- kata Tiana akan ' jangan keras padanya aku kasian !'


' Ini malah sebaliknya ??'


" Memang hanya singa galak seperti mu yang akan bicara diluar nalar !! " jawaban sekaligus sindiran yang dilontarkan oleh Septi membuat Tiana tersenyum devil .


' Kasihan ?? padanya ?? huh jangan mimpi di siang bolong!! '.


Walaupun sesama wanita tapi Tiana tidak akan memberikan toleransi walau sekecil biji sawi pada musuhnya , apalagi pada orang yang jelas ingin mengambil suami gantengnya dari dirinya. Jelas dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


" Jangan pernah mengetuk batas toleransi ku, walaupun itu kamu. Juga tidak akan lolos jika ingin mengambil suamiku dari genggaman ku!!" jawab Tiana acu tak acuh.


" Huh iya, kamu sungguh mengerikan wanita Ter kejam yang pernah aku temui. Apalagi selain sahabat juga bosku ,mana berani aku mengambil milikmu ? aku masih sayang nyawaku !!" ujar Septi mendelik kesal dengan ancaman sang sahabat.


' Apa-apaan ini ? siapa juga yang berani dengan singa betina yang kejam sepertinya? huh sudah tidak ingin nyawanya !!' Batin Septi bergumam sambil melirik wanita yang kini telah dirantai kaki dan tangannya.


" Good girl !" puji Tiana dengan acuh.


" Bos karena semua informasi sudah di tangan kita bagaimana dengan wanita tua ini ? " tanya Septi kesal melihat muka yang tiap saat memelas padanya .


" Untuk apa buru-buru?? Biarkan dia mengalami ini lebih lama lagi. Siapa suruh membuat hatiku tidak bahagia ??!" ujar Tiana dengan steatmennya .


" Oh baiklah.. kalau begitu aku tidak sungkan " jawab Septi senang.

__ADS_1


" Hm " lalu sambungan diputus sepihak dari Tiana.


...****************...


Di sebuah gudang tersembunyi dalam hutan.


" ??? " Septi kesal dengan kelakuan sang bos. Seenaknya saja dia memutuskan sambungan telepon !!


" Huh untung bos , kalau bukan udah gua samperin gua bijek-bijek tuh orang."


' Belum juga selesai laporannya sudah di tutup aja teleponnya ' batin Septi geram. Tapi mau gimana namanya juga Tiana , kalau gak ngeselin bukan Tiana si singa kejam itu.


Melihat targetnya sudah mulai bangun dia pun keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya dengan amor yang rumit.


nb: Amor biasa dipergunakan pada zaman dahulu di dinasti kuno untuk perlindungan dari luar . Agar tidak ada yang bisa keluar dari dalam maupun keluar selain orang yang membuat amor itu sendiri atau orang yang ilmunya lebih tinggi tentang amor .


Sekarang tugas Septi hanya mengawasi target saja , karena semua informasi yang di utuhkan sudah dikantonginya.


Ternyata tidak sulit mengorek dari si wanita tua itu. Huh dengan wajah dan perilaku jelek begitu mau menghancurkan rumah tangga Tiana ?? mimpi yang tinggi !!.


Lalu Septi pun masuk keruang yang lebih besar seperti aula . Di sana dia bertemu dengan beberapa anak buahnya yang sedang berlatih.


Hutan yang ditempati Septi saat ini adalah hutan gelap yang terdalam di sekte tersembunyi. Tiana membuat rumah yang sederhana dari luar namun megah di dalamnya. Juga ada ruang rahasia yang hanya diketahui oleh Tiana,Septi dan juga Renata . Selain mereka belum ada yang tahu bangunan lusuh ini. Walaupun lusuh seperti tidak ditinggali, namun bangunan ini lumayan besar untuk menampung 1000 orang.


Entah takut atau belum kepikiran.


...****************...


Kembali ke mansion Tiana.


Pintu diketuk dari luar .


Tok.. tok .. tok..


" Nona besar !! Nyonya Ratih dan adik anda sudah tiba mereka menunggu di ruang tengah " ujar maid pada Tiana dengan suara lembut. Takut sang majikan marah.


Didalam terdengar suara majikannya menyahut.


" Ya.. tunggu sebentar aku akan turun setelah siap-siap" jawab Tiana dengan suara tak kalah lembut.


' Suara nona Tiana sungguh halus dan lembut bak Dewi khayangan, sungguh beruntung tuan Alend ' Batin maid dan segera undur diri dari pintu kamar sang majikan.


Lalu maid tersebut pergi ke ruang tengah untuk memberi kabar pada nyonya Ratih.

__ADS_1


" Nyonya !! nona Tiana meminta anda menunggu sebentar sedang nona Tiana sedang bersiap-siap" ujar maid pada mama Ratih.


" Hm tidak masalah saya akan menunggu , kamu bisa lanjutkan dengan tugasmu !" jawab mama Ratih dengan senyum terpampang diwajah yang walaupun murnya sudah berkepala 4 namun masih sangat cantik dan awet muda.


" Baik Nyonya saya permisi " pamit maid tersebut yang tak lain adalah Ani , si pembantu yang dibawa oleh Alend dari mansion lamanya.


Tak berselang lama Tiana pun keluar dari lift dan menuju ruang tengah ( ruang keluarga) yang memang didesain khusus untuk berkumpul / bersantai dengan keluarga diwaktu senggang atau penting.


Menghampiri sang mertua dan adik ipar. " Ma.. Sudah lama menunggu ?" tanya Tiana dan langsung menghambur memeluk sang mertua.


" Sayangggg mama kangen " ujar mama Ratih sambil memeluk sang menantu dan mencium puncak kepala sang anak.


Mama Ratih sudah lama sekali tidak bertemu dengan menantunya . Terakhir kali mereka bertemu juga pas Tiana diketahui berbadan 4 wkwkw . Karena anak yang dikandung Tiana 3 kan ?!.


" Iya ma, Tiana juga kangen. Tadi sepulang dari poli kandungan Tiana mampir kerumah mama, tapi kata satpam mama jalan-jalan sama Lya " adu Tiana dengan wajah sendu pada sang mama.


" Ah ?? " sambil mengurai pelukannya sang mama menuntun Tiana duduk di sebelahnya dan Lya.


" Oh ya ? kamu ke rumah , maaf mama pergi sarapan dengan Lya karena sudah lama anak ini tidak pulang kerumah " jawab mama Ratih dengan raut wajah penuh sesal dan tidak lupa mencubit tangan kanan Lya seraya menyalahkan semua nya padanya.


" Aw... mama sakit !" kata Lya dengan suara centilnya yang kesal dengan cubitan sang mama yang tiba-tiba.


'Enak aja aku yang disalahin , bukannya mama yang ngajak buat jalan ke mall , huh .' batin Lya kesal mendelik tak percaya .


Tiana yang mendengar pikiran adiknya hanya tersenyum manis. Ah mamanya memang seperti ini. Suka nyalahin orang lain.


" Maaf sayang ya , lain kali kalau kamu mau mampir telpon dulu mama. Dirumah apa gaknya. Soalnya semenjak papa kamu itu punya hobi baru sama temennya mama itu kesepian dirumah " kata mama dengan raut wajah sedih. Tak menghiraukan keluhan sang anak (Lya ) yang kesakitan akibat cubitannya .


" Iya ma, Tiana juga yang salah karena gak hubungi mama terlebih dulu " jawab Tiana bijak.


" Ma udah donk Lya juga kangen sama kakak ipar, mau peluk !!" ujar Lya tak mau kalah dengan sang mama berebut siapa yang ngajak ngobrol.


Mama Ratih " ??? "


Tiana " Sini kakak peluk, uh ternyata adik kakak masih kecil ya suka banget berebut dengan mama . "


Kini gantian Lya yang linglung " ??? " .


' Kakaknya memang out of the box ' .


BERSAMBUNG...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2