Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
PERTEMUAN


__ADS_3

Tiana sudah beranjak keluar dan berjalan ke parkiran .. Dia memang lebih suka mengendarai mobil sendiri walau di belakang banyak pengawal mengikutinya.


Tapi itu tidak begitu kentara karna pengawal itu dalam bayangan. Selain Umar tentunya yang ngintilin terus kemana saja Tiana pergi .


Di sebuah rumah sakit Pradipta . Mata semua tertuju pada satu pria yang sangat tampan dan berwibawa.


Dia adalah dokter spesialis jantung dokter Alend Swan Pradipta. keluarga Pradipta memiliki 2 putra dan satu putri. putra pertama bernama Alex Swan Pradipta ( Ia sudah menikah dengan salah satu putri kolega ayahnya) .Putra kedua Alend Swan Pradipta ( Bekerja sebagai direktur rumah sakit milik keluarga) dan putri bungsu Afilya Swan Pradipta.


Mereka terbilang orang terpandang di kota Yengchuan . Kekayaan mereka tidak kalah dari keluarga Ankara. Dari kecil Alend bahkan tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Alend tinggal di luar negeri bersama kakeknya Bima.


Alend bahkan tidak suka bercanda dan sangat irit bicara semenjak kecil Alend suka menyendiri dan bisa dibilang jutek abis. Tapi Alend sangat cerdas dan dia sudah menjadi direktur di rumah sakit Pradipta.


Sedangkan kakaknya Alex lebih suka mengelola bisnisnya sendiri bersama istri yaitu resto dan hotel. Alex sama sekali tidak berminat dengan bisnis keluarganya .


Sebenarnya Alex juga seorang dokter tapi dia lebih memilih ikut istri mengelola bisnis nya sendiri.


" Hallo daddy... "


" Iya sayang kamu sudah sampai ?" Brian sudah sampai di rumah sakit Pradipta milik sahabatnya Erik Pradipta.


" Tiana masih dijalan sebentar lagi sampai wait me daddy .. "


Tiana sampai di parkiran rumah sakit. Dia langsung menuju lobi dan bertemu dengan asisten Lion yang langsing membawa nya menuju tempat daddy di periksa.


" Mari nona Tiana ..." Lion membawa Tiana keruang an khusus terapi jantung.


" Daddy ... Sudah belum ?? Gimana keadaan Daddy hmm " Tiana duduk di samping Brian setelah sampai dan langsung memborong pertanyaan.


" Hahaha... kamu ini datang datang langsung nyerocos saja. dadd baik sayang .. " Sambil memeluk putri kesayangannya.


" Diakah putrimu yang kau banggakan itu Bri ??" Tanya dokter Erik sahabat daddy Brian sambil duduk berhadapan dengan mereka.


" Iya rik.. Dia Tiana. Kenalkan nak dia dokter spesialis jantung dokter Erik."


" Hallo om Erik .. Saya Tiana anak kesayangan nya daddy Brian one only hehe " Sambil melihatkan senyum termanisnya.


" Wah wah.. Anak gadismu memang sangat mirip dengan ibunya ... Cantik dan ramah. Tidak seperti mu dingin dan keras kepala.." Ucap dokter Erik


" Jangan mulai lagi Erik .. "


" Kau... hahaha lihatlah Tiana , daddy mu memang susah diajak bercanda"


" Om Erik gak tau sih daddy memang orangnya kaku gak asik " Tanpa rem Tiana ngoceh ngejelekin daddy nya sendiri.


" Jangan suka buka aib daddy Tiana ... "


" Hahaha.. Iyaa daddy.. Sorry " Sambil tersenyum manis.


" Sudah.. Kalau senyum seperti pepsodent daddy sudah kalah " Kata Brian sambil memeluk Tiana .


" Tunggu... Bri aku ingat satu hal.. Bagaimana dengan ucapan mu waktu itu, masih berlaku ?"


" Yang mana ?"


" Itu yang kalau kamu dan Lily punya anak perempuan mau kamu jodohkan dengan anakku" Sahut dokter Erik.


Dulu waktu Erik dan Brian masih muda dan Erik baru mempunyai satu anak.. Brian pernah berjanji akan menjodohkan anak nya dengan anak Erik jika yang lahir perempuan dan Erik menyetujui ide itu .


" Apa maksud om dan daddy ? Tiana mau dijodohin " Tiana kaget dan langsung berdiri


" Iya itu dulu sayang dan daddy sudah lupa" Brian tidak mau anaknya menderita dengan perjanjian masa lalu.


" Heiiii.. Apa maksudmu lupa Bri no aku ingat dan akan aku tagih janji itu kebetulan aku masih punya satu anak laki-laki.


Dia yang akan menjadi penerus ku karna dia yang paling aku andalkan saat ini"


" Om ,dadd ini sudah jaman modern.. Bukan lagi jaman Siti Nurbaya,yang suka jodoh jodohin anak-anak nya " Tiana cemberut dan dia gak suka diatur atur.


" Sayang daddy tidak akan memaksa kamu sungguh " Sambil memeluk Tiana Brian beranjak dari duduknya.


" Terimakasih Erik .. Kami pamit dulu " Keluar sambil menggandeng tangan Tiana.


" Brian aku tunggu menantu masuk ke keluarga Pradipta " Sambil senyum Erik masuk dan menutup pintu.


Bahkan Brian dan Tiana tidak menoleh sama sekali. Brian tahu benar bahwa Tiana punya tanggung jawab besar pada markas dan juga beberapa kafe milik Lily. Brian yakin Tiana tidak akan mau menikah di usia semuda .


_____________________

__ADS_1


Di rumah Pradipta.


Jam menunjukkan pukul 19.15 dimeja makan semua sedang menunggu Alend dan Erik pulang dari hospital. Ada mama Ratih dan juga Lya.


" Assalamualaikum... Ma " Dokter Erik berjalan di susul Alend yang langsung naik ke atas menuju kamarnya.


" Kenapa anak itu pa ?" Tanya mama Ratih heran tidak biasanya Alend pulang tanpa menyapa mama dan adiknya, walau terlihat jutek tapi Alend masih punya sopan santun pada kedua orangtuanya.


Flashback on


" Alend keruangan papa sekarang! " Suara dibalik benda pipih itu adalah papa Erik .


Langsung saja Alend pergi menemui papanya.


Di ruangan dokter Erik


" Ada apa pa ?" Masuk setelah mengetuk pintu ruangan papa Erik.


Lalu papa Erik menyuruh anak nya untuk duduk.


" Alend ada yang ingin papa sampaikan "


Dokter Erik bermaksud untuk memberi tahu Alend bahwa dia akan menjodohkan nya dengan anak sahabatnya itu. Papa Erik sudah yakin akan menikahkan Alend dengan Tiana .


" Alend papa bermaksud mengenalkan kamu dengan putri teman papa. Dia cantik dan pintar. Dia juga sangat mandiri jadi papa yakin kamu tidak akan menolak lagi pula kamu sampai sekarang masih sendiri umur sudah cukup untuk berkeluarga Al "


" Maksud papa mau jodohin aku gitu ?" kening Alend mengerut. Dia paling tidak suka dengan yang namanya perjodohan.


Alend sebenarnya bukannya tidak laku, tapi sikap juteknya yang kebangetan itu bikin penggemar wanita harus merasa kecewa dan patah hati setelah mendekati dokter yang tampannya kelewatan. Hehehe...


" Alend papa ngerti kamu belum pernah dekat dengan wanita manapun. Tapi apa salahnya kamu menghargai papa dan om Brian.


" Papa banyak berhutang dengan om Brian , tanpa dia papa tidak akan dititik kejayaan seperti sekarang Al." Lanjut papa Erik.


" Walaupun Al menolak papa pasti akan kekeh menjodohkan Al dengan putri temen papa .. Jadi untuk apa papa minta persetujuan dari Al " Alend bangkit dan keluar dari ruangan dokter Erik dengan kesal.


Flashback off.


" Ma.. Masih ingat dengan Brian dan Lily ? itu temen papa yang pernah bantu kita waktu d kota Duan " Sekarang mereka sedang makan bersama kecuali Alend


" Mama tau tadi waktu di rumah sakit papa ketemu sama Brian dan putrinya . ternyata sudah gede loh ma anak Brian " Ujar papa Erik sambil mengunyah makanan nya .


" Oh ya ?.. Terus pa apa mas Brian bahas tentang perjodohan itu. " Mama Ratih sangat gembira karna setau Ratih jika anak mereka sudah besar akan dinikahkan.


Untung saja Alend anak keduanya masih jomblo. Ratih jadi semangat.


" Wahh jadi kak Alend bakal punya jodoh dong ya pa, ma " Sambil cengengesan Lya melirik orangtuanya


" Papa sih pengennya Al kenalan dulu sama Tiana, tapi sepertinya anak itu tidak mau. " Ucap papa Erik melirik anak bungsunya.


"Kak Alend memang gitu pa.. Banyak temen Lya yang suka sama kak Al , tapi kak Al jutek bener jadi temen-temen Lya takut. " kesel Lya cerita.


" Gimana kalau kita buru buru aja nikahin Alend sama Tiana pa. Mama gak mau Alend jadi jomblo tua , mama sudah pengen gendong cucu pa." Mama Ratih Suka bener deh ( hihihi .. author jadi pengen jahil juga ).


" Gampang ma... bisa diatur "


Mereka makan sambil sesekali ngebahas Al dan juga Tiana. Bagaimana cara nya supaya Al mau menerima perjodohan itu.


_____________


Pagi yang cerah Al berjalan keluar kamar, Ia sudah rapi dengan setelan jas dinesnya. Karna pagi ini Al akan ikut menjadi relawan di sebuah desa.


Dia dan beberapa dokter akan berangkat bersama dan memulai tugasnya di sana untuk 1 minggu ke depan.


Ditempat lain ( markas besar ) BLUE SKY


" Ada berapa senjata ilegal yang akan mereka kitim ? " Azka adalah penanggung jawab markas selama Tiana tidak ada di sana. Seperti sekarang Azka sedang ada rapat dengan beberapa orang kepercayaan nya.


Terkadang Azka juga akan melaporkan hasil kerjanya kepada Tiana.


" Ada 3 peti dan itu sudah sampai di pelabuhan Teluk Alas Barat " Jawab anak orang kepercayaan Azka.


" Bagus.. Jangan sampai ada yang salah mengerti.. !"


" Mengerti tuan..


" Halo nona Ana ... Siap nona ... Baik akan saya laksanakan" Menutup telepon genggam nya, lalu Azka kembali bekerja seperti biasa.

__ADS_1


Ia memang sangat teliti dalam bekerja , karena takut ada yang salah seperti kejadian beberapa tahun lalu.


Di rumah Ankara .


" Hais... Aku harus melihat sendiri barang bagus dari negara Qi tersebut." Dia tidak pernah sekalipun melupakan kewajiban nya sebagai penerus BLUE SKY.


Biasanya Tiana akan mengontrol dan mengawasi dari dekat karna Tiana tidak mau ada kesalahan sedikitpun.


" Daddy... Tiana akan pergi ke desa Alas beberapa hari transaksi kali ini di pelabuhan Teluk Alas Barat kota. Tiana akan sangat rindu daddy..." Sebenarnya Tiana bisa saja menyuruh Azka dan Umar yang mengurus transaksi.. Tapi karna Tiana juga bosan di rumah, kafe balik lagi ke markas.


Jadi Tiana juga ingin seperti para gadis muda lainnya yang punya hari dimana bisa refreshing .


" Baiklah daddy izinkan kamu.. Jangan terlalu capek daddy akan utus paman Rendy untuk membantumu di sana" Sambil mengecup pucuk Kepala Tiana.


Di desa Alas .


Dokter Alend dan beberapa dokter relawan lainnya sudah memeriksa para pasien nya yang terkena wabah dan gangguan jantung.


Begitu pula dengan Tiana yang sudah tiba di desa Alas. Memilih untuk langsung ke daerah transaksi agar cepat selesai dan pulang pikirnya. Namun hal yang tidak terduga terjadi... Rupanya rival transaksi mereka berkhianat, setelah menerima uang mereka langsung menembaki anak buah Tiana yang berada di dekat pelabuhan .


Karna tidak akan menduga hasilnya jadi seperti ini, mereka langsung menghabisi musuh tanpa disadari saat menghindar dari tembakan musuh, Tiana terkena satu peluru yang bersarang di bahu sebelah kirinya,untung Tiana bisa bela diri jadi luka seperti itu bukan apa-apa baginya.


Namun Azka dan Umar cepat cepat melindungi Tiana .


"Nona Tiana ayo kita pergi dari sini. Semua musuh sudah dibantai " Tiana dan Umar masuk kedalam mobil disusul Azka.


Rendy yang baru saja tiba tapi sudah disuguhkan dengan baku tembak antara BLUE SKY dan KOBRA .


Betapa paniknya dia melihat Tiana yang tertembak.


"Nona apa sebaiknya kita pulang ke kota mencari dokter yang profesional." Saran Rendy.


" Tidak perlu paman.. Umar cari dokter dekat sini aku dengar ada banyak relawan yang bekerja di Teluk Alas."


" Baiklah nona .. " Umar pun berlalu mencari dokter secepat mungkin.


" Jangan hubungi daddy aku tidak mau dia khawatir tentang luka yang tidak seberapa ini" larang Tiana saat Rendy akan menelpon.


" Baik nona " Azka dan Rendy mengangguk .


"Paman bereskan sisa nya biar Azka yang membawaku ke penginapan terdekat" titah Tiana .


"Siap nona " Lalu Rendy pamit , ia harus tinggal di pelabuhan guna membereskan sisa dari kekacauan tersebut.


Di penginapan.


Setelah sampai di penginapan terdekat Tiana dan Azka mencari satu ruangan yang besar dan nyaman. Mereka lalu memesan 1 ruangan.


Setelah mendapatkan akses mereka lalu masuk keruangan tersebut.


Beberapa saat setelah Tiana duduk, masuklah Umar dengan seorang dokter yang terlihat muda dan tampan. " Cepat keluarkan peluru di bahu nona " Kata Umar . Lalu membungkuk memberi hormat pada sang bos.


Flashback on.


Umar mengendarai mobil menuju posko relawan yang menangani wabah dan untungnya ada 1 dokter yang sedang istirahat.


" Permisi dok tolong saya " Panik Umar sambil berjalan.


" Ada yang bisa saya bantu ?" Karna melihat raut wajah Umar yang panik dokter Alend pun diam saja saat di tarik oleh Umar.


" Tolong dokter saya butuh bantuan.. Bos saya terkena tembakan dan sekarang ada di penginapan dekat sini."


" Haaaaa ... tertembak ? " Walau bingung tapi Alend segera membawa peralatan medis dan segera masuk kedalam mobil Umar.


Flashback off.


" Silahkan tunggu diluar biar saya memeriksanya " Tanpa basa basi Alend langsung merobek baju Tiana dan segera mengeluarkan timah panas itu dari bahu sang pasien.


Tiana yang sudah setengah sadar karena memang entah mengapa rasanya seperti ada sesuatu di peluru musuh pun dibuat terpesona oleh ketampanan dokter yang sedang merawatnya " Siapa malaikat tampan itu... apa aku sedang bermimpi ?? " Gumam Tiana.


Tapi rasa kantuknya sudah tak tertahankan .. Dan akhirnya ia pingsan karena memang dia terkena obat bius dari peluru musuh.


* Mohon maaf yah kalau masih banyak kata yang kurang pas, jujur author baru pertama bikin novel semoga kalian suka dan mohon dukungan dan saran *


Jangan lupa like , komen, dan klik favorit ❤️.


Happy reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2