Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
KESEPAKATAN


__ADS_3

Lanjut lagi yah gaes.. selamat membaca 🤗


*******************


Alend dibuat diam tanpa kata..


Semenjak pulang dari makan siang dengan Tiana, pikirannya kini tak bisa melanjutkan pekerjaan.


Dia bingung..


Bagaimana dia bisa menerima permintaan gadis itu.. Sangat konyol.


Flashback on.


" Aku juga butuh seseorang yang bisa melindungi ku "


" *A*pa maksudnya ..." Batin Alend


" Dokter jika anda tidak mau menerima diriku.. Bisakah anda menerima perjodohan ini ? Setidaknya setujui perjodohan ini kalaupun dokter tidak mencintai ku." Dengan sangat meyakinkan Tiana menunjukkan raut wajah yang memelas.


" Dokter aku tahu dokter tidak mencintaiku.. Tapi tolong jangan tolak perjodohan ini.. Aku anak perempuan satu-satunya dari keluarga Ankara. Dan kakek bahkan tidak mempunyai cucu lain selain aku. Apa dokter tidak kasihan kepadaku ?? Kakek dan daddy hanya punya aku .. Kakek sekarang sedang sakit sakit an. Dan daddy sudah pensiun semua perusahaan menjadi atas namaku.


Tentunya para pemegang saham tidak begitu setuju jika pemimpin mereka wanita.. Apalagi gadis muda seperti ku kurang pengalaman.


Banyak diantara mereka akan menggulingkan ku Minggu depan adalah hari rapat pemegang saham .. Aku memohon bantuan mu untuk segera membuat keputusan. Jika dokter menginginkan kontrak yang membuat dokter merasa tenang silahkan ajukan dengan Umar. Aku akan menerimanya apapun itu."


Dengan muka yang memelas seperti itu.. Alend merasa sedikit tersentuh. Walaupun dia terkenal jutek. Tapi dia sebenarnya sangatlah lembut hatinya.


" Aku tidak bisa menjawab nya sekarang.. Aku perlu memahami situasi ini. Berikan waktu 24 jam untuk jawabannya aku akan menghubungi mu "


Tampak ragu Alend menelan makanannya..


Dia juga perlu memantapkan pilihannya tidak akan salah. Atau memberi kan efek pada masa depannya.


Tidak tahu saja sekarang Tiana sangat senang.. Walau raut wajahnya begitu memprihatinkan.. Namun hatinya sangat sangat puas dengan acting nya. Dia memang membutuhkan pendamping untuk meyakinkan para pemegang saham. Tapi tanpa pendamping , Tiana bisa mengatasi nya secara Tiana adalah orang yang berkuasa di dunia mafia. Siapa yang berani melawan akan kehilangan nyawa. Tapi demi melancarkan aksinya .. Tiana harus pura-pura lemah di depan calon suaminya itu.


Flashback off.


Dan sekarang Alend berada diruang kerjanya. Sambil duduk menyenderkan kepalanya di kursi kebesaran nya. Sesekali memejamkan mata.


Di rumah Ankara.


"Daddy... Aku sudah pulang.." Tiana masuk melangkahkan kakinya keruang tamu.. namun Daddy nya tidak ada.. Lalu dia menuju kamar daddy nya.


*To*k tok tok..


"Daddy .. Apa daddy di dalam ?"


" Masuk sayang.. " Suara dibalik pintu kamar.


" Apa daddy sakit ?? Hm.. Kenapa daddy dikamar ?" Tanya Tiana


" Tuan tadi sedikit pusing nona .. Jadi saya membawanya ke kamar agar istirahat." Kini Lion yang menyahut.


" Apa yang daddy pikirkan?.." Tiana mengelus punggung tangan Brian.


Gadis itu menjadi sedih karena selama ini dia lebih sibuk dengan kafe dan juga markas. Belum lagi perusahaan kakeknya .. Sebentar lagi adalah rapat pembagian saham dan pemegang saham utama.


Sebenarnya Tiana sudah menyuruh Umar untuk mengurus para tikus yang ingin memberontak. Tapi demi melancarkan aksinya pada dokter Alend dia mengendurkan sedikit kewaspadaan nya. Selama masih di dalam kendalinya.


" Daddy tidak apa-apa sayang. Mungkin hanya kurang olahraga saja. Selama ini daddy hanya dirumah,makan dan tidur, jadi cacing-cacing yang ada di tubuh daddy semakin gemuk dan malas haha" Sambil tertawa memeluk Tiana dan mencium puncak kepalanya.


" Jaga kesehatan daddy.. Apa daddy tidak ingin melihat putrimu satu-satunya ini menikah Hm..?"


Sumpah demi apa coba.. Orang tua mana yang gak bahagia jika anaknya mau berumah tangga. Dengan sangat antusias Brian bertanya pada putri nya ...


" Siapa yang berani menikahi putri daddy yang cantik ini Hm ?? Ayo beritahu daddy biar daddy ucapkan terima kasih " Tertawa renyah..


" Daddy... " Tiana sangat senang karna daddy nya memberi lampu hijau.


" Dokter Alend .. " Tampak malu namun menyiratkan kepuasan tersendiri dibalik senyuman nya.


" Wah.. Benarkah itu.. ? Daddy harus menanyakan kebenarannya pada dokter Erik.." Membawa Tiana dalam pelukannya lagi.


 Sudah saatnya Al memberikan jawabannya.. Sebenarnya Tiana sudah tahu jawaban apa yang akan diterima nya. Namun dia masih harus mendengar dengan jelas menggunakan telinganya sendiri.


Di mansion mewah milik dokter Alend.


Alend terlihat mantap untuk menghubungi no yang tertera di layar ponsel genggam nya.


Tutt.. tutt.. " Hallo ... " Suara dibalik benda pipih itu.


" Bawakan berkas nya ke kafe X Pro Koffi 30 menit kita berjumpa disana" Alend menutup panggilannya dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Dia menatap dirinya di dalam cermin.. Sedetik kemudian dia melepaskan pakaiannya, lalu membasahi tubuhnya di bawah guyuran shower..


Setelah beberapa menit mandi dan memakai pakaian Alend pun keluar dengan setelan jeans dan kaos pendek warna hitam.


ALEND SWAN PRADIPTA



Walaupun terlihat jutek tapi dokter Alend sangat memerhatikan penampilan..


" Perfect .."


Tak lupa mengambil kunci mobil Porsche miliknya



Dia melajukan mobilnya menuju kafe X Pro Koffi tempat mereka membuat janji.


 


Tiana sedang mematutkan dirinya di cermin..


Dia bingung pakaian mana yang akan digunakan untuk bertemu dokter Alend.


Akhirnya pilihannya jatuh pada rok jeans biru dipadukan dengan kaos putih dan jaket senada dengan warna roknya. Tak lupa memakai tas yang warna senada dengan pakaian nya.


TIANA ROSA ANKARA



Setelah selesai Tiana pun keluar dari kamarnya..


Fia turun menggunakan lift di susul Umar dibelakangnya.


Setelah mendapat kabar dari Umar , bahwa dokter Alend mengajaknya bertemu untuk membahas kontrak. Tiana sangat senang.. Setidaknya rencana nya berhasil, tinggal menunggu langkah selanjutnya.


" Umar... Cepatlah.. Aku tidak mau terlambat." Ujar Tiana sambil keluar rumah..


Rumah mewah milik Brian memang selalu dijaga ketat oleh beberapa pengawal. Ada sekitar 20 orang yang menjaga di setiap waktu, dan ada sekitar 15 orang yang selalu mengikuti kemanapun Tiana pergi. Namun dalam jarak yang sangat aman, tanpa pengetahuan orang lain.


Mobil Tiana melaju kencang meninggalkan rumah mewah itu.. menuju kafe.


__________________


"Perhatikan keamanan di seluruh tempat. Nona Tiana akan segera tiba." Perintah Roy kepada pekerja nya.


Roy pemilik kafe X Pro Koffi adalah salah satu anak buah Brian dulu. Kini Roy mengelola kafe yang masih dibawah naungan ROSE GOLD, dengan adanya bantuan dari Brian dan Tiana , kafe X Pro Koffi sangat berkembang.


Alend sampai lebih dulu. . .


" Sudah reservasi tuan ?" Tanya pelayan.


" Sudah atas nama Tiana ." Jawab Alend dengan jutek.


(Maklum orang jutek mau gimana ya jutek yah )


" Baik tuan silahkan ikuti saya..." Pelayan membawa Alend keatas ruangannya sangat luas dan nyaman.


Alend sangat peka.. Dari dia masuk kafe sampai dia naik sepanjang lorong banyak pengawal.. Namun Alend mengira ada pejabat mungkin yang makan disana ..


Lalu dia duduk di kursi yang sudah disediakan...


" Apa nona Tiana belum sampai ? " Tanya dokter Al.


" Belum tuan.. Mungkin sebentar lagi.." Pelayan membungkuk dan memberi hormat lalu undur diri.


" Aneh sekali ..." Batin Alend .. Walaupun dia termasuk orang kaya di kota Yengchuan. Tapi selain dirumah sakit tidak ada yang memberi hormat seperti itu padanya.


Tapi keanehan keanehan tadi tidak terlalu diambil pusing. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya meyakinkan Tiana bahwa tidak akan ada hal yang merugikan baginya didalam masa kontrak .


Tiana yang sudah sampai pun mengeluh pada Umar karna melajukan mobil seperti keong itu menurut Tiana .. Padahal kalau bagi Umar itu sudah yang paling cepat saat dia mengendarai mobil.


" Huh... Umar lain kali kau harus belajar mengendarai mobil lebih cepat.. Sudah berapa kali ku bilang, caramu mengemudi itu terlalu buruk. Apa perlu aku menggantimu dengan Azka ??"


Umar langsung meminta maaf. " Maaf nona lain kali tidak lagi.."


" Jangan ada lain kali Umar.. Kau membuatku terlambat 15 menit." Tidak lupa Umar membukakan pintu mobil untuk majikannya sebelum nona nya itu benar-benar marah.


" Saya akan usahakan nona " Membungkuk kan badan dan mengikuti Tiana .


" Aku tidak suka ada gangguan.. Suruh mereka jaga dengan benar." Sambil menaiki anak tangga..


" Selamat datang bos.. "

__ADS_1


" Sore bos .. "


" Bos.."


Seperti itulah sapaan para pengawal kepada Tiana.


Mereka sangat menghormati dan sangat mengagumi bos besarnya itu.


Tangan Tiana hanya melambai dan mereka pun mengerti dengan kode itu lalu kembali bertugas.


Masuk kedalam ruangan di temani Umar.


" Maaf terlambat.. " Jalan dan duduk diseberang Alend.


" Apa kamu mengendarai sepeda kesini.. Kenapa lama sekali. Aku bilang 30 menit setelah panggilanku. Kenapa kau terlambat 15 menit." Gerutu Al ..


Maklum dia kan dokter, malam nanti akan ada operasi. Jika Tiana belum juga sampai mungkin tidak akan ada yang namanya kerjasama.


" Iya aku mengendarai keong berbentuk mobil.." Tiana juga sebal dengan cara Umar mengemudi sangat lamban.


" Apaa...?" Kening Al mengerut .. Apa apaan gadis itu mana ada keong berbentuk mobil. Kalaupun ada dia pasti tau .. Secara dokter Al kan modis tidak akan ketinggalan berita.


" Maaf aku benar-benar minta maaf.. Umar terlalu lamban hari ini.. Kalau tahu akan terlambat.. Aku pasti mengemudi sendiri. Tapi kau tahukan saat ini nyawaku dalam bahaya.. "


(Mulai deh dramanya ... haduh.. Tiana .. Tiana..)


" Huhh .. Kau tahu malam nanti aku ada operasi dan jarak antara kafe dengan rumah sakit lumayan jauh. Belum aku yang harus bersiap siap." protes Al.


" Astaga dokter kau bisa cerewet juga yah.." Tertawa tapi tetap elegan.


" Makanya kita segera urus pernikahan .. Supaya aku bisa membantu dalam menyiapkan keperluan mu." Ujar Tiana sambil mengedipkan matanya bergantian .


" *A*staga ternyata nona Tiana bisa juga bersikap manja dan kekanak-kanakan seperti ini " Batin Umar..


" Ekheemmm... pelayan tolong ambilkan minum.. Aku haus." Wajah Alend sudah memerah karna kelakuan Tiana .. Ada rasa malu atau apa entahlah..


Tiana yang tahu gelagat dokter pujaannya pun langsung memanggil pelayan..


" Tuk... " ( bunyi tangan Tiana )


Tak lama pintu terbuka dan pelayan pun masuk membawa minuman.


" Silahkan dokter Alend.. Jangan sampai kau mati sebelum menikahi ku..Aku tidak mau jadi janda sebelum ijab qobul."


Kata-kata Tiana semakin membuat dokter Al merasa tidak nyaman.


" *K*alau sudah gila ya begini.. kumat" Batin dokter Al


" Mari kita langsung saja dokter.. Aku tidak suka basa-basi" Mengeluarkan map berisi kontrak nikah antara dokter Alend Dengan Tiana .


Dokter Alend pun langsung membaca semua isi sampai selesai. menurut nya tidak ada hal yang mengganjal atau merugikan dirinya .. Aman.


" Bagaimana dokter ?? Setelah 1 tahun pernikahan kau boleh mengajukan gugatan cerai padaku.." Tambah Tiana ..Karna memang tidak ada dalam kontrak.


Alend sedikit memicingkan matanya.. Dia tidak melihat kata itu dalam kontrak yang dibacanya..


Lalu apa itu tadi.. kata-kata nya terasa menyakitkan telinga bagi Alend.


" Aah itu bisa dibicarakan lagi setelah 1 tahun. Aku tidak keberatan kalau kau mengajukan cerai padaku." Sambil tersenyum manis.


Alend tau Tiana memaksakan senyumnya. Tapi dia tidak mau terlihat aneh. Dia mengontrol emosi nya lalu menandatangani surat kontrak itu tanpa pikir lama lagi.


masing-masing membawa 1 map.


Lalu mereka berjabat tangan ..


Alend juga tidak menambahi persyaratan apapun. Bagi Alend pernikahan bukanlah main-main..Dia akan membicarakan nya nanti dengan Tiana kalau waktunya sudah tiba untuk sekarang biarlah berjalan seperti sesuai kontrak.


Setelah mereka selesai dengan kontrak.. Mereka melanjutkan obrolan .. Bagaimana cara mengatasi para pemegang saham.


Alend sempat mencuri pandang pada Tiana ..


" Cantik " Batin Alend


Tapi Alend tidak mau memperlihatkan itu..


" Baiklah dokter Alend.. Saya permisi masih ada urusan lain " Tiana beranjak dari kursi nya..Lalu pergi keluar disusul Umar.


Dokter Alend pun bergegas pergi setelah beberapa menit Tiana keluar dari ruangan itu.


Dia harus kembali ke rumah dan bersiap-siap ke rumah sakit untuk operasi. Pasiennya ada 2 yang harus dia tangani. Mungkin pagi baru akan selesai.


****

__ADS_1


Hai gaes para READERS ku tercinta. Jangan lupa like dan komen , klik favorit ❤️


__ADS_2