
Langsung aja ya gaes happy reading 🤗
***
Di sebuah pabrik terbengkalai
" Nona .. ! " Panggil seorang yang duduk di depan jendela.
" Apa pun hasilnya kita harus maju " Kata seorang wanita yang di panggil Nona tadi.
" Tapi ... , " Seorang pria yang duduk mulai ragu.
" Ingat semua keluargamu nasibnya ada di tanganku !!! Aku tidak butuh penolakan " Tekan wanita itu.
" (...) " Berpikir keras.
" Baiklah , namun jangan sakiti keluargaku berjanjilah !" Pasrah pria itu.
" Anita tidak pernah mengingkari janjinya " Jawabnya sombong .
" Kalau begitu saya permisi " Dia memberi hormat lalu keluar dari pabrik tua itu.
" Brian tunggu tanggal mainnya ( Wkwk )" Tertawa ngeri bagi yang mendengarnya.
***
Rumah Mewah Brian
Apa yang terjadi puluhan tahun lalu membuat Brian sangat kesal. Dia berupaya membongkar semua kejahatan Anita , dari awal semuanya sudah di rencanakan dengan sangat matang oleh wanita licik itu. Kalau tidak, bagaimana mungkin Brian bisa kecolongan.
" Apa pergerakan wanita ular itu sudah kau ketahui ?" Tanya Brian kepada Lion kaki tangannya selama ini.
" Sudah Tuan " Jawab Lion santai didepan layar monitor.
Baru saja mata-mata nya di luar negeri memberinya kabar jika Anita melakukan pergerakan halus.
" Dia menyandera keluarga paman Elmo Eltoni " Kata Lion memberi tahu Brian .
" Sudah ku duga pasti ada yang tidak beres dengan Elmo , karena tidak biasanya dia mengirimiku pesan " Curiga Brian terjawab.
" Lusa paman Elmo sudah sampai di negara kita " Beritahu Lion kepada Brian.
" Jalankan sesuai rencana, jangan ada kebocoran informasi !" Kata Brian tegas.
" Baik Tuan " Mengangguk dan lanjut mengotak atik mesin ketiknya.
***
Di Rumah Mewah Tiana
Tiana dan Septi sedang duduk di taman yang luasnya seperti lapangan golf . Di sana ada berbagai macam tanaman bunga semua kesukaan mendiang mommy nya. Al sudah pergi ke rumah sakit Pradipta di kawal Irsyad sebagai asisten juga sopir . Sedangkan Azka dan Diwan sedang mensinkronkan semua informasi dan juga tugas masing-masing.
" Apa sangat susah di hadapi orang ini ?" Tanya Septi pada sahabatnya.
" Bukan susah tapi dia seperti potongan pazel yang tidak bisa di selesaikan dengan mudah " Jawab Tiana menatap langit cerah.
" Aku jadi penasaran dengan wanita itu, apa dia yang membuat hidupmu jadi keras seperti ini ?" Tanya Septi tanpa basa basi.
" Jika iya apa yang akan kau lakukan padanya ?" Tanya Tiana balik .
" Jika memang benar maka dia hanya akan berakhir di tanganku " Jawabnya mantap.
" Nice " Puji Tiana senang.
" Namun dia hanya boleh mati di tanganku" Ucap Tiana dengan sorot mata kebencian.
***
Di Ruang Kendali.
" Wah baru kali ini aku melihat ruangan yang penuh alat canggih " Diwan terkagum-kagum melihat ruangan yang penuh peralatan yang sedikitnya masih asing di penglihatannya.
" Ini belum seberapa kau akan ternganga melihat ruangan milik Tuan besar Brian " Kata Azka memberi tahu.
__ADS_1
" Oh benarkah ?? Ini masih belum seberapa ?? Wah bagaimana Tuan Alend bisa mendapatkan istri sekaya Nona Tiana ?!" Diwan benar-benar banyak bicara kali ini. 😂😂
" Yah karena aku pernah melihatnya beberapa kali waktu Nona Tiana masih di rumah Tuan Brian " Jawab Azka bangga.
" Apa aku juga akan melihatnya suatu saat nanti ?" Tanya Diwan antusias.
" Mungkin jika kerjamu bagus Nona akan mengajakmu ke markas Besar " Jawab Azka lagi.
" Apa itu markas besar ??" Tanya Diwan penasaran.
" Belum saatnya kau tahu, tapi yang jelas tidak lama lagi kau akan mengunjungi nya bersama Tuan Alend " Kata Azka sambil duduk di depan layar monitor .
Semua penampakan CCTV dari dalam rumah Tiana sampai luar rumah dan juga sepanjang jalan menuju tempat kerja , perusahaan dan juga ada beberapa spot memang di ambil dari kepemerintahan.
" Wah sepertinya aku sudah tidak sabar ingin mengunjunginya " Antusias Diwan .
***
Rumah Sakit Pradipta Hospital.
Alend tidak sibuk sama sekali, dari tadi dia hanya membaca dokumen dan mengontrol pasien . Tidak ada operasi sama sekali. Semua sudah ditangani oleh Dokter Rian.
" Apa yang Tiana bilang dengan markas besar ?? Apa itu sebuah perkumpulan orang-orang jahat atau seperti di film-film Hollywood yang terdiri dari para mata-mata negara ??" Al memikirkan ini sepanjang perjalan ke rumah sakit, ia juga tidak bisa berpikir jernih. Makanya semua operasi di limpahkan ke Dokter Rian.
Sepertinya dia harus mengunjungi markas besar secepatnya agar tidak penasaran. Lebih tepatnya itu akan menjawab siapa Tiana sebenarnya, dan rahasia apa yang ada di dalam keluarga Ankara.
***
Jam 5 Sore.
Semua pelayan sibuk menyiapkan makan malam untuk sang majikan, termasuk bik Ijah. Dia paling sibuk memeriksa semua bahan makanan yang akan di masak. Semua harus melalui uji kelayakan sang ahli gizi.
Sekarang tidak ada rahasia di rumah Tiana yang baru. Semua orang tahu jika mereka bekerja dengan orang terkaya di negara ini, mungkin terkaya di dunia karena mendengar banyak pejabat luar negeri yang memberikan perhatian saat Tuan majikannya terkena musibah di rumah sakit beberapa hari lalu.
" Jangan letakkan daun seledri di sup Tuan Muda, dia tidak menyukai baunya !" Perintah bik Ijah kepada pelayan lain.
" Baik mbok " Jawab Ani gemetar.
" Maaf jika mbok terlalu keras pada kalian tapi ini demi kenyamanan kita semua , jangan ada yang teledor ya, karena Nona sudah mempercayakan makanannya kepada kita " Tegas bik Ijah.
" Sejam lagi Tuan Muda pulang , tolong siapkan air hangat siapapun yang tidak sibuk " Perintah Moli dari balik pintu kepada pelayan.
Mereka hanya saling pandang melirik satu sama lain . Moli yang melihat keheningan itu langsung menunjuk Mira dan Ani untuk menyiapkan air hangat.
" Kau dan kau cepat siapkan air hangat !! Jangan pernah membuat aku berkata dua kali mengerti !!!" Teriak Moli kesal karena para pelayan hanya ongak ongok gak jelas.
"Huffff sangat sulit dihadapi " Keluh Moli sambil berjalan keluar dari dapur.
Semua mata terbelalak melihat Moli yang biasanya lemah lembut bisa marah juga . Sungguh hati yang menegangkan .
Mira dan Ani langsung keluar dari dapur menuju kamar sang majikan tepat di depan pintu ada dua pengawal yang langsung menanyai keperluan Mira dan Ani .
" Mau apa ?" Tanya dua pengawal
" Maaf saya ingin menyiapkan air hangat untuk Tuan Alend " Jawab Mira gugup.
" Siapa yang memerintah kan ?" Tanya pengawal lagi.
" Nona Moli yang menyuruh kami Tuan " Jawab Mira gemetar.
Salah satu pengawal mengonfirmasikan kepada Moli dan jawabannya iya.
" Baiklah masuk tapi jangan lama-lama karena Nona Muda tidak suka jika orang lain masuk ke kamar pribadinya " Peringat pengawal kepada dua pelayan .
" Ba-baik Tuan " Jawab Mira dan Ani terbata-bata.
Lalu salah satu pengawal membukakan pintu dan menutupnya kembali.
Di Dalam Kamar.
" Wah ... Mewah sekali kamar Nona Muda " Tanpa sengaja kata itu terlontar dari mulut Ani yang notabene nya memang dari desa.
" Hus jangan meleng tuh mata nanti kena tegur, cepat selesaikan pekerjaan dan keluar dari sini, saya ngeri dengan kedua pengawal tadi " Bisik Mira takut.
__ADS_1
" Iya kak " Jawab Ani langsung menyiapkan keperluan majikannya untuk bersih-bersih. Setelah itu mereka langsung keluar dari kamar menakutkan itu.
***
Di Ruang Kontrol.
" Astaga apa yang mereka bisikkan di dalam sana " Kata Diwan penasaran.
" Kenapa memangnya ?" Tanya Azka juga penasaran.
" Itu pelayan Tuan Muda kenapa malah bisik-bisik di suruh kerja juga " Kesal Diwan kepada rekan kerjanya.
" Sudahlah kan juga sudah kelar tuh kerjaan mereka jangan terlalu tegas, Nona tidak masalah " Ledek Azka
" Benarkah ?? Tapi kemaren ... Ah sudahlah " Pasrah Diwan kemudian duduk kembali mengerjakan tugasnya.
***
Al sudah selesai dengan dokumennya. Dia langsung pamit kepada suster jaga bermaksud pulang, Namun hal tak terduga terjadi.
" Dokter anda di cari oleh seseorang beliau menunggu di ruangan Dokter Moa " Kata suster Zia.
" Siapa ??" Penasaran.
" Saya lupa menanyakan namanya katanya dia teman lama dokter " Jawab si suster.
" Baiklah " Al bergegas ke ruangan dokter Moa, dia terlalu penasaran dengan siapa tamunya itu, namun Irsyad menghalangi langkahnya.
" Ada apa ?" Tanya Al mengerutkan keningnya.
" Maaf Tuan , Nona sudah memberi perintah agar anda tidak menemui siapapun hari ini" Peringat Irsyad kepada tuannya.
" Tapi ada seseorang yang ingin menemuiku dia sudah menungguku " Ngeyel Al .
" Apa anda akan mengulangi kejadian beberapa hari lalu ?? Kemudian mengganti asisten lagi dan membuat Nona muda kecewa ??" Perkataan Irsyad sangat menohok di hati Alend. Dan benar saja dia lupa akan hal yang terjadi beberapa hari lalu.
" Maaf Irsyad ... Lagi-lagi aku mengandalkan emosiku, kau benar jika hal beberapa hari lalu terjadi lagi , aku akan merasa sangat bersalah kepada istriku " Keluh Al menyesal.
" Mari kita pulang Tuan , Nona Muda sudah berada di dalam mobil menunggu anda " Kata-kata Irsyad langsung membuyarkan penyesalan Al lalu,,
" Apa ... Tiana ada di luar ??" Tanya Alend kaget.
" Iya Tuan apa tadi saya belum bilang ya " Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Dasar bodoh... Kenapa tidak bilang jika Tiana ada di luar menunggu , malah bahas hal lain !" Keluh Al lalu berjalan menuju parkiran ke luar rumah sakit.
***
Di Parkiran
" Siapa yang datang ?" Tanya Tiana kepada Septi.
" Itu menjadi urusanku , kau terima beres..Semua sudah dalam kendaliku " Jawab Septi tidak mau buang-buang waktu.
" Pergilah .. Selamat bekerja " Ujar Tiana duduk santai di jok mobil.
Lalu Septi keluar dari mobil dan menuju ruangan dimana seseorang harus dia urus.
Di lorong resepsionis, " Bukankah itu asisten Nona Muda ?" Kata Irsyad setengah bergumam. Dan Al mendengarnya.
" Siapa ??" Tanya Al penasaran.
" Aa , kupikir aku melihat Nona Septi di lorong tadi " Kata Irsyad sedikit celingak-celinguk.
" Benarkah,, Mungkin dia ada urusan di sini " Kata Al memberi jawaban atas pertanyaan Irsyad.
" Bisa jadi ... Mari Tuan, Nona sudah menunggu dari tadi " Mempersilahkan majikannya agar cepat menemui Nona Mudanya.
***
HAI GAES MAAF YAA KARENA TELAT UPDATE, SOALNYA BEBERAPA HARI HARUS ISOLASI MANDIRI GEGARA OMYCRON 😁😁.
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU YAH GAES ..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN JUGA KOMEN , KLIK FAVORIT BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN UPDATE TERBARU 🤗🤗
THANKIYUUU GAES LOVE ALL 🥰🥰🥰