Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
PERTENGKARAN KECIL


__ADS_3

Lanjut lagi ya gaes.. happy reading.


***


Mata Al perlahan terbuka. Dia mengedipkan mata beberapa kali. Kaget melihat di samping dia tidur sudah ada sosok wanita yang terbaring memeluk tubuh kekarnya.


Dia bingung kapan Tiana pulang. Kenapa tidak memberi kabar. Eh tapi untuk apa dia memberi kabar? Nanti dikira sok peduli lagi. Ah sudahlah dia meletakkan tangan Tiana yang memeluk tubuhnya. Di letakkan perlahan dan dia bangun menuju kamar mandi.


Bohong dong kalau dia tidak merasakan sesuatu di hatinya yang super dingin itu. Sebongkah batu aja bisa terkikis jika terkena air setiap hari. Apalagi ini daging hidup, yah pasti ada sedikit getaran kan yang pasti.


Ntahlah author juga bingung 😂.


Setelah selesai dengan ritual mandi. Dokter Al langsung berpakaian. Siap-siap mau ke rumah sakit. Hari ini ada pasien darurat rujukan dari kota kecil.


Tiana yang merasa terusik dengan suara aktivitas si dokter pun terbangun, lalu duduk di ranjang sambil menyenderkan kepalanya.


" Ekhemm.." Tiana berdehem.


Al menoleh saat dia sedang memakai dasi.


" Biar ku bantu dokter.." Pinta Tiana.


" Tidak perlu .. Aku bisa sendiri " Jawab Al dengan ketus.


Kemudian Al beranjak keluar kamar menenteng tas dan jas dokternya.


" Huff.. Mau di bantuin gak mau. Susah banget sih nyairin suasana hatinya itu.. bener-bener jutek, dingin kek es di kutub Utara.." Keluh Tiana lalu dia berjalan menuju kamar mandi.


DIMEJA MAKAN.


" Selamat pagi tuan " Sapa para pelayan


" Pagi..." Dia menoleh ke beberapa orang yang berpakaian hitam lengkap dengan jas dan juga walkie talkie.


" Siapa mereka bik.." Tanya Al dia baru lihat karena semalam dia tak menemukan sosok mereka.


" Oh mereka orang yang disewa tuan Umar untuk berjaga mansion tuan." Jawab bi Ijah.


" Kenapa tidak ada yang memberi tahuku " Dengan alis yang terpaut.


" Saya tidak tahu tuan. Karena saya tadi cuma mendengar tuan Umar berbicara di telepon kalau dia akan menempatkan beberapa pengawal di mansion untuk keamanan Nyonya muda." Jelas bik Ijah


" Astaga kepalaku bisa pusing lama-lama di rumah.." Al tidak habis pikir kenapa merepotkan sekali menikah dengan gadis cilik itu.


Al menyuruh bik Ijah memanggil Tiana .


" Bik buruan panggil Nyonya. Saya harus berangkat pagi. Suruh dia cepat " Perintah Al.


" Baik Tuan muda " Lalu berjalan menuju kamar majikannya.


Di kamar Tiana sudah siap. Dia memakai dress lengan panjang yang terbuka di bagian bahunya. Lalu mengepang rambut menjadi satu keatas. Tidak lupa memoles riasan tipis tapi terlihat sangat mempesona.


Tiana Ankara



Tok.. tok... tok..


Bik Ijah mengetuk pintu sebelum memanggil majikannya.


" Nyonya.. Makanan sudah siap. Anda di tunggu Tuan muda di bawah " Panggil bik Ijah.


" Iya bik aku segera turun .. " Jawab Tiana di balik pintu.


Lalu bik Ijah turun kembali ke dapur.


Tiana bergegas keluar kamar dan menuju meja makan. Umar yang menunggu di bawah tangga pun langsung memberi hormat pada majikannya.


" Selamat pagi nona muda" Sapa Umar.


" Pagi Umar.. Apa jadwalku hari ini ? " Tanya Tiana sambil menuju meja makan.


" Anda ada pertemuan dengan pihak distributor biji kopi pukul 9 pagi. Di lanjut bla.. bla.. bla.." Umar berjalan sambil membacakan agenda Tiana .


Al yang melihat Tiana datang langsung buka suara


" Kenapa lama sekali.. Aku ada operasi hari ini. Harus berangkat pagi. Dan mungkin malam baru pulang "


Tiana harus sabar menanggapi suami juteknya ini. Sekarang selain jutek juga ngeselin pikir Tiana.


" Iya maaf oh ya sayang.. Hari ini aku ada meeting di luar kota. Jadi mungkin terlambat makan malam" Tiana memberi alasan.


" Terserah ... Yang penting jaga dirimu. Jangan pulang larut." Jawab Al asal.


" Oh ya apa maksudnya itu.. ?" Sambil menunjuk beberapa pengawal.


" Oh itu.. Daddy khawatir akan keselamatan ku di mansion. Jadi dia mengirim beberapa pengawal untuk berjaga di mansion. Kita tidak tahu kan hal apa yang bisa terjadi kepadaku. ?" Imbuh Tiana.


" Tapi kenapa tidak membicarakan nya dahulu denganku kan yang punya rumah ini aku.. Asal saja menambahkan orang." Sambil mendengus kesal


" Sekarang sudah tahu kan. Lagian juga bukan kau yang menggaji mereka dokter.. " Kesal sudah hati Tiana pagi-pagi kena ceramah sama suami.


" Iya tapi mereka kan berjaga di mansion ku. Harusnya minta persetujuan dariku.." Kata Al makin meninggi kan suaranya.


Tiana yang sudah tidak mood untuk sarapan lalu beranjak dari tempat dia duduk dan mengambil tangan dokter Al mencium punggung tangannya dan pergi..


" Aku pamit suami.. Selera makanku hilang mendengar nada protesmu itu. Nanti kusampaikan kepada daddy Brian.. Jika kau keberatan dengan para penjaga itu."


Suara Tiana sudah Menghilang. Sungguh Al dibuat bungkam kali ini. Dia tetap memakan sarapannya sampai habis. Para pelayan yang melihat kejadian itu cuma bisa menggelengkan kepala.

__ADS_1


Itu kejadian baru selama mereka bekerja di mansion ini. Sungguh masih ada kejadian-kejadian lainnya lagi yang akan terjadi.


Tinggal menunggu waktu pikir mereka.


***


DI MOBIL.


Tiana sudah duduk tenang di kursi penumpang. dia kesal akan protes suaminya tadi. Cuma masalah sepele mereka jadi bertengkar. Mana dia tidak sempat sarapan lagi.


" Umar mampir ke kafe.. Aku lapar oh ya minta Diana menemuiku nanti setelah makan " Perintah Tiana


" Baik Nona muda" Umar melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


Di Kafe Rose Gold


Tiana langsung turun dari mobil dia berjalan ke ruangannya.


Ternyata di kursi paling ujung ada sepasang mata yang diam-diam mengamati kedatangan Tiana.


lalu dia melaporkan ke seseorang yang berada di balik panggilan teleponnya.


" Dia sudah berada di kafe bos siap bos


laksanakan."


Tiana sekarang berada di ruang kerjanya sambil menikmati sarapannya.


Tok .. tok ... tok...


Terdengar suara ketukan di luar pintu. " Nona.. Saya Diana " Ucap suara dibalik pintu.


" Masuk ..." Perintah Tiana


Lalu masuklah seorang wanita muda yang umurnya tidak beda jauh dari Tiana. Dia membungkuk memberi hormat.


" Duduk lah.." Seru Tiana.


" Terimakasih.." Lalu duduk di seberang Tiana.


" Diana ... Mulai sekarang kafe menjadi tanggung jawab mu." Seru Tiana.


" Saya nona ?? " Beo Diana kaget.


" Iya.. Sekarang kamu bertugas menjalankan kafe ini tanpaku. Kalau ada masalah yang tidak kamu mengerti bisa hubungi Umar . Karena aku akan sibuk dengan perusahaan mulai besok." Jelas Tiana pada bawahnnya itu.


" Baik nona saya akan bekerja dengan baik" Ucap Diana.


" Bagus.. Sekarang kau bisa menempati ruangan di samping ku. Untuk posisimu yang kosong. Cepat cari pengganti .. Buka iklan lowongan. Untuk sementara biar di isi oleh pelayan lain." Perintah Tiana.


" Baik nona .. Saya permisi " Sambil berdiri memberi hormat .


***


Di Rumah Sakit Pradipta Hospital.


Alend tengah memeriksa beberapa pasien di ikuti beberapa dokter dan perawat.


" Dokter..." Panggil Moana seraya memperlihatkan sosoknya dibalik kemeja yang dia pakai.


Semua orang yang berada disitu pun pamit kepada Al undur diri. Mereka tidak mau mencampuri urusan pemilik rumah sakit ini.


" Ada apa dokter Moa " Mengerutkan sebelah alisnya


" Tidak.. Saya hanya ingin mengajak dokter makan siang di kantin.. Bisa kan dok " Pinta Moana dengan nada manja.


" Maaf tapi saya ada operasi siang ini.. Kemungkinan tidak ada waktu luang untuk ke kantin.." Ngeles aja pikir Al.


" Kalau begitu saya pesankan go food ya dok.. Kita makan bersama di ruangan dokter.." Bujuk Moana tidak kalah pintar. Lalu dia melenggang pergi tanpa mendengar jawaban dari Al dulu.


"Haduh gimana ini.. Kalau aku ngeles lagi kan ketahuan kalau aku operasinya masih sore nanti karena di undur. Tapi kalau makan bersama.. Ogah banget sih makan berdua sama ulet nangka ini " Pikir Al dia harus mencari ide.


" AHA... " Buru-buru dia mencari no istrinya. Tapi eh tapi.. Dia melupakan sesuatu.


Kan dia gak punya no istrinya 😂😂.


Gimana coba.. Aduh kok bisa lupa sih.


Gak kehabisan akal Al lalu menghubungi mama Ratih.. Ya sekarang cuma mama satu-satunya bala bantuan yang dimiliki Al.


Tuutt... tuutt... " Hallo Al ada apa mama lagi sibuk nih..?" Suara dibalik panggilan.


" Ma.. Tolong Al dong. Minta no Tiana.. Al lupa menyimpan no nya kemaren." Pinta Al dengan nada memelas.


" Ya ampun Al.. Kamu ini ada-ada saja. Masak no istri sendiri lupa nyimpen sih ?? bikin malu " Jawab mama Ratih.


" Maaf ma namanya juga lupa gak inget lah " 🤭🤭 Aduh Abang Al ada aja deh.


" Ya udah mama send ke Wa ya " Tut .. Sambungan terputus.


Ya elah mama .. Sok sibuk. Udah di putus aja panggilan nya. Batin Al.


****Ting****..


Pesan masuk dari mama Ratih.


Ini no Tiana. Simpen ya jangan sampai lupa lagi.


Seperti itu lah isi pesannya. Lalu Al mensave no Tiana.

__ADS_1


Tuutt... Sekali panggilan tidak di jawab. Coba lagi.. Kedua kali masih sama.


" Aduh kemana sih nih orang kok gak Diangkat apa dia gak denger kalau ponselnya bunyi.." Kesal Al.


Ah aku chat aja dia...


Dia ingat makanan yang disukai Tiana pas makan bareng waktu itu.


ting...


Ana ini aku suamimu. Kutunggu nanti makan siang di kantor. Aku sudah memesan makanan kesukaanmu .


Astaga no yang tadi menelpon terus adalah no suaminya. Karena Tiana juga lupa menyimpan jadi dia tidak mengangkatnya. 🤣🤣


***


Tiana sudah berada di lobi rumah sakit Walau kesal tapi dia tetap datang memenuhi panggilan suaminya. Dia sengaja minta di jemput sama dokter Al.


Banyak pasang mata yang memandang kagum pada Tiana. Ada juga yang diam-diam mengambil fotonya lalu di upload di group WhatsApp rumah sakit.


ting..


ting..


ting..


ting..


"Astaga apa sih rame banget di grup chat " Moana yang sedang memeriksa berkas pasien lalu membuka ponselnya.


Betapa kagetnya dia.. Melihat banyak chat dari grup sedang membicarakan gadis yang katanya dekat dengan dokter Alend.


" Ah.. Sial perempuan itu lagi rupanya.." Dia bergegas keluar ruangan.


Di Dalam Ruangan Dirut


Al dengan santai membaca chat dari grup Wa nya. Tanpa ia sadari seulas senyum muncul di sudut bibir miliknya. Tapi hanya sedikit ya gaes 😁.


***


Moana yang sudah sampai lobi lalu langsung menarik tangan Tiana dan mulai mengeluarkan kata-kata kasar .


" Hei.. Dasar wanita jal*ng. Mau apa kau kesini? Jangan sok kecentilan yah. Ingat dokter Al itu pria idamanku mengerti dia milikku titik. Pergi dari sini sebelum aku menyuruh scurity mengusirmu !! " Bentak Moana.


Tiana mengerutkan sebelah alisnya. Astaga wanita silikon itu lagi.


Tiana mempunyai julukan sendiri untuk Moana. Dia paling tidak suka dengan wanita yang merubah bentuk tubuhnya hanya demi memikat para pria.


Semua orang yang melihat itu lalu berhenti . Ada yang mengabadikan lewat foto ada juga lewat video. Malah ada yang live Ig.


" Maaf siapa yang nona maksud ??" Tanya Tiana jengah.


" Whaaaat " Dia tuli apa bego sih batin Moana.


" Maaf nona anda dokter disini.. Bisa lebih sopan bicara dengan orang lain.. Anda akan menjadi contoh yang buruk. Itu berpengaruh kepada reputasi rumah sakit ini ! " Sindir Tiana dengan senyuman devil nya.


Kini semua orang mulai berbisik.


Tak.. tak ..tak..


Bunyi langkah sepatu, membuat semua mata tertuju ke arah suara itu berasal.


" Sayang ... Kamu sudah sampai..? " Berjalan mendekat lalu menarik pinggang Tiana memeluk dengan mesra.


Yang di dipeluk tampak biasa saja. Dia sudah kesal karena di permalukan di depan umum oleh wanita silikon itu.


" Sayang ??? " Beo Moana kesal, karena pria nya itu malah mendekati gadis muda didepannya ketimbang membelanya.


" Oh ya Moana.. Perkenalkan dia istriku.. Sayang dia dokter bedah Moana. " Sambil memperkenalkan mereka dengan istri kecilnya itu.


Tanpa mengulurkan tangan Tiana tersenyum memperkenalkan dirinya didepan semua orang termasuk dokter silikon itu 🤭🤭.


" Tiana Pradipta.. Istri dari dokter Alend Swan Pradipta " Lalu bergelanyut manja di atangan suaminya .


" Ayo sayang .. Aku udah laper " Rengek Tiana manja. Kapan lagi dia bisa manja-manja an dengan suaminya.


" Ya ampun sayang kamu sudah lapar ya.. Maaf . Ayo keruangan ku, aku sudah memesan banyak makanan kesukaanmu " Ajak Al pada istrinya.


" Ayok .. "


Mereka pun melenggang pergi.


Sedangkan Moana masih terpaku di tempatnya. Kaget ?? itu sudah pasti. Karena terakhir kali mereka bertemu yaitu saat moana akan mendekati dokter Alend. Dan tiba-tiba Tiana muncul entah dari mana membuat Moana kalah start.


" Sialan sejak kapan mereka menikah... Kurang ajar lihat saja nanti. Aku akan merebut mu dari istri mudamu itu. Aku tidak rela kau bahagia dengan wanita lain. Tidak ada yang boleh menjadi nyonya Swan Pradipta selain aku.. Cuma aku titik ". Sambil berjalan dia harus merencanakan sesuatu agar pasangan itu berpisah.


***


Hai.. hai.. gaes para reader ku tersayang...


Jangan lupa like dan votenya ya..


tinggal kan jejak kalian di komentar.


Penasaran gak nih dengan kelanjutan kisah Tiana dan Alend..


Yang penasaran bisa klik favorit ya.. biar gak keringan update nya.


Terimakasih

__ADS_1


Love you all ..


__ADS_2