
Happy reading gaes...
***
Berita tentang Tiana mengambil alih perusahaan tekstil milik Elang pun tersebar sampai ke pelosok negeri . Termasuk negaranya sendiri.
Para tikus tanah di Group Ankara yang tadinya memandang remeh Tiana. Kini pada kalang kabut.
Mereka tidak menduga gadis kecil yang lugu itu bisa membalikkan keadaan.
Sekarang bagaimana mereka akan memperdaya nya ..
Belum lagi kabar yang didapat dari mata-mata terpercaya bahwa Tiana telah menikah dan menguatkan pijakannya.
***
Kini Tiana berada di sebuah ruang kerja. Duduk menyenderkan kepalanya di kursi kebesaran sambil memandang keluar kaca tebal.
Gedung-gedung pencakar langit berdiri kokoh di depan penglihatannya.
Umar yang sedari tadi berdiri di sampingnya tetap diam tak bergeming.
" Apa sudah beres semuanya Umar ?" Tanya Tiana
" Sudah nona, semua cabang Elang Tekstil sudah dibawah kendali Ankara Group. Sekarang semua mematuhi perintah nona muda " Jelas Umar
" Good boy.. " Puji Tiana
" Terimakasih nona muda " Sambil membungkuk memberi hormat.
" Kalau begitu apa sudah bisa kembali ke tanah air sekarang Umar??" Tanya Tiana lagi.
Dia tidak sabar ingin bertemu suami juteknya itu.
Seperti biasa Umar pun cuma mengangguk.
Tiana senang ..
Lalu dia beranjak dari duduknya dan melenggang keluar . Untuk sementara Tiana mempercayakan perusahaan itu kepada Juan dan bila ada hal mendesak bisa menghubungi Umar . Juga tidak lupa mengganti nama perusahaan menjadi Rose Gold Tekstil.
***
Kini Tiana berada di dalam jet pribadi nya. Sebentar lagi pesawat akan landing.
Beberapa saat kemudian.
Begitu sampai Tiana langsung turun dari pesawat dan melenggang menuju mobil . Dimana Azka menunggunya.
Umar berlari kecil untuk membukakan pintu mobil majikannya.
Kali ini Azka yang mengemudi, dia tahu saudaranya itu pasti lelah (Umar).
__ADS_1
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Azka melirik ke kursi penumpang melalui kaca spion. Dilihatnya nona muda itu sedang terlelap .
" Istirahatlah sebentar sebelum tiba di mansion dokter Al, kau pasti sangat lelah " Ujar Azka pada Umar yang sudah di anggap sebagai saudara kandungnya sendiri.
Jadi tuh yaa gaes.. Tugas Azka disini lebih ke urusan markas, tentang bisnis di dunia mafia. Pokoknya kalau urusan bisnis gelap itu sudah masuk keranah kuasa Azka juga beberapa saudara yang membantu dan yang pasti paman Rendy ikut andil disini.
Kalau Umar... Yah Umar mah tugasnya banyak gaes. Selain ditugaskan untuk menjaga Tiana .. Dia juga merangkap sebagai asisten Presdir di perusahaan milik Ankara Group.
Jadi tuh gini kronologis nya . Para pemegang saham tidak terima kalau kakek Satria mewariskan Ankara Group pada Tiana . Mereka selalu mencari masalah karena menurut mereka Tiana masih sangat muda dan belum berpengalaman mengurus bisnis besar.
Mereka mengancam akan menarik saham dari Ankara Group jika sampai Tiana yang memimpin. Karena menurut mereka Tiana masih muda dan belum berpengalaman dalam berbisnis. Yah walaupun Tiana sukses membangun kafe menjadi terbesar di kota Yengchuan,tapi beda dengan ini.. Karena ini adalah perusahaan kain terbesar di dunia.
Tapi beda kalau Tiana sudah menikah. Para pemegang saham baru akan mengakui Tiana menjadi pewaris yang sah dengan alasan ada yang membimbing. Dan menurut mereka salah satu anak atau cucu mereka akan lebih pantas bersanding dengan Tiana.
Dari sejak itu banyak anak dari keluarga kaya dan terpandang yang mendekati Tiana dengan maksud terselubung.
Tapi selalu gagal karena ada Umar yang menangkalnya 😂😂.
Karena Brian sudah memberikan perintah penuh kepada Umar agar menjaga dan melindungi Tiana. Dari jarak sedekat mungkin. Tidak boleh jauh-jauh dari Tiana berdiri.
Ada juga Moli yang mengasuh Tiana . Juna yang menjadi orang pilihan Tiana. Nanti akan ada kisah tentang mereka dikit.. Nyelip lah 🤣🤣.
***
Di Mansion Alend.
Sebuah mobil Porsche 911 GT 2 RS berjalan memasuki area mansion.
Tiin... tiin..
Pak Marco yang sedang menikmati secangkir kopi di malam hari pun segera beranjak dari duduknya.
" Selamat datang kembali tuan Umar " Menyapa Umar sambil celingukan mencari majikannya.
" Apa yang sedang kau cari.. Cepat buka pintunya" Sargas Umar pada pak Marko.
" Baik tuan Umar " Membukakan pintu gerbang lalu menutupnya kembali saat mobil sudah masuk.
Mobil kembali melaju menuju halaman mansion. Tepat di garasi mobil berhenti, bersanding dengan mobil-mobil mewah lainnya.
Umar bergegas keluar mobil dan membukakan pintu mobil untuk majikannya.
" Nona muda .. Kita sudah sampai " Itu suara Azka yang membangunkannya. Suara serak dan berat terasa menggelegar bagi Tiana.
Tiana mengerjabkan mata sebentar lalu memicingkan kedua matanya.
Azka yang mengetahui maksud dari bosnya pun langsung meminta maaf.
" Maaf nona ".
" Huuuaaaaam... " Sambil menguap dan turun dari mobil.
__ADS_1
" Azka .. Lain kali lembutkan suaramu jika kau membangun kan aku sekali lagi dengan suara mu yang jelek itu akan ku potong lidahmu.." Ancam Tiana sambil berlalu
Umar yang mendengar itu menahan tawa agar tidak kelepasan. Kasian saudara nya itu batin Umar.
Azka langsung mendengus kesal. Memang suaranya begitu, mau bagaimana lagi. Melihat Umar menahan tawa, sekali lagi emosi Azka meledak. Dengan tatapan mata yang tajam, mampu membungkam Umar. Hahaha
***
Tiana melenggang masuk langsung ke dapur. Dia membuka kulkas dan mengambil air dingin dari botol mineral, langsung meneguknya hingga habis. Rasanya sangat kering sekali tenggorokan ini.
Kek Padang pasir Sahara 🤣🤣.
" Ya ampun nona.. Haus apa doyan sih ..Kok sebotol di habiskan dalam satu tarikan nafas" Bik Ijah yang melihat majikannya minum kayak orang tidak minum satu hari.
" Eh.. Bik Ijah hehehe iya ini bik tadi setelah turun dari pesawat Tiana langsung pulang terus ketiduran di jalan belum makan siang .. Ini baru bangun setelah sampai mansion haus bik " Jawab Tiana pongah.
" Astaga .. Nona sudah makan malam ? " Tanya bik Ijah
" Belum bik.. " Sambil nyengir kuda
" Belum ???.." Beo bik Ijah.
" Iya bik belum sempat.." Imbuh Tiana
" Nona mau makan biar bibi siapkan tadi tuan Al juga tidak makan dirumah. Katanya sudah makan di luar dengan temannya " Jelas bik Ijah.
" Oh baiklah bik.. Tapi Tiana mandi dulu yaa.. Soalnya lengket semua nih badan " Ujar Tiana.
" Baik non nanti kalau sudah siap saya panggil " Jawab bik Ijah.
" Siap bik .. Maaf merepotkan kan." Melas Tiana lihat bik Ijah yang sudah mau siap-siap istirahat
" Tidak sama sekali non.." Jawab bik Ijah.
Tiana berlalu menuju kamar . Dia membuka pintu dengan pelan dan menutup kembali perlahan .
Dia menangkap sosok suaminya yang sudah terlelap di ranjang king size nya. Sepertinya suami jutek itu sudah lama berada di alam mimpi.
Dia lalu menuju kamar mandi . 20 menit kemudian Tiana sudah selesai mandi dan berpakaian. Kini dia duduk di meja makan. Dia juga mengajak Umar untuk mengisi perut karna tadi siang dia lupa makan dan langsung pulang saking kangennya dengan suami juteknya itu.
***
Segini dulu yah gaes..
Bener-bener ngantuk, kita lanjut besok lagi.
Gimana kelanjutan dari kisah Tiana dan juga Alend??
Biar gak penasaran yuk tekan favorit biar kamu gak ketinggalan update terbaru
Jangan lupa like dan vote . Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
__ADS_1
terimakasih 🙏🏻
love you all......