Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
RINDU


__ADS_3

Langsung aja ya gaes happy reading 🤗..


***


Sudah 2 hari sejak kepergian Tiana. Tidak ada kabar sama sekali. Alend dibuat pusing tujuh keliling dengan situasi ini.


" Kemana sih Tiana pergi ... Apa dia ke hutan kok gak bisa dihubungi no ponselnya. Umar juga ponselnya ikutan non aktif. Sekarang aku harus gimana coba ?" Al benar-benar udah gak bisa nahan kangennya.


Drttt... drtttt


Terlihat layar ponsel Al tertera nama " Alika " .


Beberapa hari ini Alika memang terus menghubungi Alend, bahkan mengirimkan banyak pesan .


" Hah kirain Tiana ,gak taunya ... Mau apa lagi si tuh orang. Udah di cuekin juga masih aja ngehubungin aku. Apa aku blok aja no nya ya. Iya deh aku blok aja daripada bikin ulah nantinya bikin Tiana salah paham " Akhirnya Al memblokir no Alika.


" Nah kan gini aman " gumam Al lega.


***


Lya sudah siap untuk presentasi hari ini, semoga saja lancar pikir nya.


" Tuhan semoga saja Asdos nya gak nyusahin nanti. Kan gawat kalau Sampek gak lulus bisa-bisa gak dapet warisan nanti wkwkwk " gumam Lya was was.


" Santai aja dong BESTie kayak mau kawin aja deg-degan segala " Sambil tertawa cekikikan.


" Sialan .. Eh Lo emang gak panik apa lagian bisa di coret nama gua dari kartu keluarga kalau sampek dapet nilai C. LO kan tau sendiri semua keluarga gue ambil jurusan kedokteran. Cuma gue yang ambil jurusan desain " Omel Lya pada sahabatnya yang somplak itu.


" He-he-he kan Lo anak nakal ambil kedokteran juga otak Lo gak nyampe. Kasihan nyokap bokap Lo ngeluarin uang percuma " Nyengir kuda.


" Mulut Lo suka bener deh kalau ngomong. Eh tapi awas aja ya lo sampek kasih tau orang tua gue kalau gue suka main ke klub. Bisa di cincang gue ntar." Oceh Lya.


" Iya iyaaa mana berani gue ngadu. Bisa di suntik mati gue ntar "


" Selamat siang semua, ..." Sapa Dimas pada mahasiswa nya.


" Siang kak .." Jawab para mahasiswa .


Semua mata tertuju kepada sosok Dimas , mereka kagum pada makhluk Tuhan yang satu itu, tampan ,tinggi , postur tubuh yang sempura. WOW pokonya.


Semua mata cewek-cewek pada berbinar ngeliat Dimas. Yang dilihat biasa saja malah terkesan cuek.


Mata Lya membulat setelah mengetahui siapa Asdos ibu Sarah.


" Astaga ... apa mata gue gak salah liat ?? Bukannya itu orang yang ketabrak waktu itu kan. Jadi dia Asisten Dosen ya. OMG gimana ini, bisa-bisa nilai gue E ntar haduhhhh " Gumam Lya dalam hati.


Tiwi langsung tersenyum melihat respon sahabat dekatnya itu.


" Ya elah ati-ati tu mata nanti bisa lepas dari tempatnya " Ledek Tiwi.


" Hah apaan sih Lo. Orang gue cuma kaget doang kok, siapa sih dia ?" Tanya Lya penasaran.

__ADS_1


" Maksud Lo kak Dimas ? Ya elah.. Dia itu alumni kampus ini juga tau. Tapi setelah lulus dia kerja di luar negeri. Nah beberapa bulan yang lalu dia pulang katanya sih mau kerja yang deket sama ortunya. Itu anaknya madam Rachel tau kan Lo " Jelas Tiwi.


Lya hanya mengangguk tanda dia mengerti. Tapi dia masih bingung kenapa anak madam Rachel naik sepeda bukannya mobil, keluarga Thomson itu kan kaya raya , udah gitu mereka juga terkenal sangat menjunjung tinggi pendidikan.


Tapi yang dari Lya tangkep kemaren itu sikap Dimas sedikit ketus dan juga cuek. Malahan kayak anak orang gak punya. Gak punya sopan santun wkwkwkw.


" Mari kita fokus ya. Kalian sudah siap dengan presentasi hari ini ?" Tanya Dimas


" Siap kak .."


" Oke sekarang di mulai dari kelompok A." Ujar Dimas.


***


Setelah 2 hari di markas Tiana akhirnya pulang juga tapi dia pulang ke mansion mewah nya. Keki dong kalau pulang ke mansion suami. Masak marah belum di bujuk udah nyerah wkwkwkw.


Brian yang mengetahui Tiana akan datang sangat sumringah. Pasalnya semenjak Tiana menikah dia belum pulang menjenguk nya sama sekali.


" Lion apa Tiana bersama suami nya ?" Tanya Brian.


" Tidak Tuan ." Jawab Lion singkat.


" Hah ada apa lagi dengan anak itu. " Keluh Brian.


Selalu saja bikin ulah pikirnya dalam hati.


Suara klakson mobil terdengar dari luar rumah. Brian langsung bergegas menyambut sang putri tercinta..


" Umar apa kau sudah beritahu suamiku jika aku pulang ke rumah daddy ?" Tanya Tiana.


" Oh syukur lah " Lalu keluar dari mobilnya.


Saat baru akan menaiki tangga , mobil sang suami baru tiba tin tin ... Suara klakson.


" Sayang kamu baru sampai ?" Tanya Al langsung memeluk tubuh sang istri.


Yang dipeluk diam saja. Dia kaget karena sang suami bisa tiba berbarengan dengan nya.


Melirik Umar tanda meminta penjelasan.


yang dilihat pun mengerti dan " Maaf Nona tadi semalam dokter Al mengirim pesan, jadi saya bilang kalau pagi ini Nona Muda akan pulang" Jawab Umar ragu.


" Sayang apa kau tidak merindukan ku ?" Tanya Al lagi kali ini dia melepaskan pelukan nya.


" Hah ? Ap apa .. Aku aku sangat merindukanmu iya sangat rindu " Jawab Tiana gugup dan juga malu didepan banyak pengawal Alend bertingkah mesra. Bahkan daddy juga melihat nya.


" Kenapa pulang ke rumah daddy bukannya ke mansion , aku sengaja cuti untuk meluangkan waktu agar bisa berduaan dengan mu " Bisik Al di telinga sang istri. Membuat wajah Tiana langsung merah seperti kepiting rebus 😂.


" Maaf ada barang yang mau ku ambil jadi aku mampir ke rumah daddy, kau tahu kan aku tidak membawa banyak barang saat pindah ke mansionmu." Kelah Tiana bohong.


" Oh ya sudah kalau begitu nanti pulang bersama ku ya " Usul Al lalu merangkul tubuh Tiana berjalan memasuki rumah.

__ADS_1


Brian langsung menyambut sang anak juga menantu dia sangat senang melihat Al memperlakukan Tiana sangat baik. Tidak salah pilih ujarnya dalam hati.


" Daddy apa kabar ?" Sapa Al sopan sambil mencium punggung tangan Brian.


" Alhamdulillah daddy baik dan juga sehat Al. Kamu sendiri apa kabar di rumah sakit , lancar ?" Tanya Brian balik.


" Ya begitulah dad masih sibuk seperti biasa, " Jawab Al seadanya.


Brian langsung memeluk Tiana, dia sangat merindukan putrinya. Padahal baru beberapa hari mereka bertemu tapi sudah seperti berbulan-bulan lamanya.


" Sayang apa kau lapar kita makan sekarang ya " Ajak Brian seraya melepaskan pelukannya. Karena kayaknya si menantu sedikit tidak rela jika Brian memeluk Tiana terlalu lama.


" Iya daddy tapi aku mandi dulu ya.." Jawab Tiana yang langsung diangguki Brian.


" Ya sudah cepat ya jangan lama-lama daddy sudah lapar " Jawab Brian.


Tiana hendak memasuki lift tapi tangannya di tahan oleh Al. " Sayang apa kau akan meninggalkan ku ?" Tanya Al.


Tiana memandang ke arah daddy nya merasa tidak enak dengan sikap Al yang manja didepan orang tuanya.


" Kenapa melihatku , aku juga gini-gini pernah muda " Ledek Brian dan berlalu meninggalkan sepasang sejoli itu


" Huh .. Kau ini manja sekali. Kan kamu bisa menunggu ku sambil berbincang dengan daddy" Ujar Tiana malu.


" Ya ampun apa aku tidak boleh melihat kamar istriku sendiri. Kapan lagi kan bisa melihat nya. Kita jarang sekali pulang ke rumah daddy." Ucap Al memohon.


" Baiklah ayo ..." Ajak Tiana menyerah.


Kenapa rumah yang hanya 2 lantai ada lift nya gumam Alend penasaran.


Tiana tahu jika suaminya sedang mengamati rumah ini.


" Sayang ayo sudah sampai " Ajak Tiana.


" Oh iya sayang " Jawab Al kikuk.


Al dan Tiana masuk ke kamar .


" Sayang kamu tunggu disini ya , aku mau mandi dulu " Ujar Tiana berlalu masuk kekamar mandi.


Dia sudah sangat gerah , dan juga tubuhnya sangat lengket , perjalanan dari markas ke rumah Brian memang agak jauh dari pada markas ke mansion suaminya.


Tiana menghidupkan shower dan membasahi tubuhnya.


Al melihat sekeliling kamar itu, sangat luas untuk ukuran sebuah kamar. Ranjang yang besar, terdapat sofa di sudut jendela dan juga dekat pintu masuk. Ada rak buku besar dan juga meja kerja. Ada pintu di samping ranjang,. Al membuka dan dia sangat tercengang melihat deretan lemari baju dan juga tas, sepatu seperti ruangan wardrobe. Semua lengkap dan juga tertata rapi.


Siapa Tiana sebenarnya rumah yang mewah hanya memiliki 2 lantai tapi menggunakan lift. Banyak pelayan dan juga pengawal di sekitar mansion. Bahkan pengawal terlihat sejak memasuki pekarangan mansion. Ya walaupun Ankara Group mampu melakukan ini tapi apa tidak berlebihan jika menyewa banyak pelayan dan pengawal. pikir Al.


***


Novel Dalam Tahap Revisi .

__ADS_1


SILAHKAN BACA KARYA AUTHOR YANG LAIN " SENIOR VERSUS JUNIOR"


TERIMAKASIH 🥰🥰


__ADS_2