
Happy reading gaes 🤗🥰.
***
Mansion Brian.
Setelah selesai bersih-bersih diri Kevin langsung menuju ruang makan keluarga dimana sang Daddy sudah menunggu.
" Maaf Dad, tadi meeting di Mundurin jadi aku pulang telat , gak sempet juga mau ngabarin soalnya baterai HP lowbat" sambil menarik kursi di seberang sang ayah.
" Tidak apa-apa, Daddy ngerti " jawab Daddy Brian merasa bersalah karena memberi anaknya banyak tanggung jawab.
" Proyek yang baru Tiana Menangkan beberapa bulan lalu mulai dibangun . Dan Alhamdulillah nya banyak perusahaan yang berminat untuk menjadi investor. Semua adalah kenalan lama Tiana . Mereka sempat terkejut karena Ankara Group sudah ganti pengelola " terang Kevin.
" Mereka juga baru tahu kalau Tiana sudah menikah dan resign dari perusahaan sampai waktu yang belum ditentukan"
" Selain keluarga dan para eksekutif general, memang pernikahan Tiana belum begitu diketahui. Hanya banyak rumor yang tersebar . Tidak banyak juga yang mau mempercayai , karena Tiana juga tidak mau mendatangkan musuh yang tidak perlu diundang bukan ?" jelas Brian.
" Maksud Daddy Tiana memang sengaja merahasiakan pernikahannya karena takut terendus oleh musuh yang tidak penting ?" tanya Kevin sambil memicingkan sebelah matanya.
" Karena Tiana juga terkenal di lingkaran beladiri , untuk menghindari para musuh selain dari dunia gelap juga dari para pesilat dan juga ilmu mistis. Daddy harap kamu juga harus selalu hati-hati dalam bertindak."
" Tiana sudah membesarkan Blue Sky begitu juga Ankara Group dengan tangan dan usahanya sendiri. Kamu tahu? Dia juga sedang membangun kekuatannya sendiri tanpa bantuan Daddy dari ia berumur 15 tahun. Kabar yang Daddy dapat baru-baru ini, dia sudah berhasil menduduki posisi Pemimpin di sekte tersembunyi. Dia juga membangun bisnisnya sendiri dengan meneruskan usaha dari almarhumah Mommy kalian Rose Gold"
" Terkadang Daddy berpikir ... Seperti apa Tiana jika masih ada Mommy kalian" ujar Brian sedih sekaligus bangga dengan pencapaian sang anak gadisnya.
" Wow... Dad, sehebat itu saudariku ?? Pantas saja para CEO dari berbagai perusahaan ternama berlomba-lomba untuk menandatangani proyek yang Tiana menangkan. Ternyata memang sebesar itu pengaruh adikku. Aku sungguh bangga bisa menjadi saudaranya !" ujar Kevin dengan mata berbinar.
" Dari kecil Tiana tidak pernah manja, namun dia sangat pemberani. Pernah sekali waktu Daddy sangat marah saat dia baru berusia 8 tahun , ada pemberontakan di bagian wilayah barat. Daddy sendiri hampir terjebak dan susah menemui negosiasi alhasil Daddy berperang melawan salah satu mafia terkuat di wilayah barat. Daddy kehabisan amunisi dan juga prajurit. Saking kritisnya Daddy berpikir untuk menyerah dan diskusi ulang. Namun kamu tahu apa yang terjadi disaat kritis itu ?" tanya Brian pada Kevin sok misterius.
" Apa yang terjadi ?" tanya Kevin antusias.
" Markas mereka disabotase !"
" What ?"
__ADS_1
" Tanpa ampun orang misterius itu menghancurkan semua pabrik dan juga perusahaan yang berjalan di dunia ilegal maupun bisnis legal. Mata pencarian dan mesin uang utama mereka hancur. Banyak kelompok kecil yang bernaung dibawah Dark Evil musnah tanpa jejak!!"
" Siapa si hebat itu Daddy ?" tanya nya antusias kembali.
" Kamu akan sangat terkejut seperti pertama kali aku mengetahuinya!"
Setelah mendengar penuturan sang ayah Kevin mulai berasumsi bahwa orang yang sedang daddy-nya bicarakan ....
" Maksud Daddy ... ??"
" Ya kamu benar! " Menghela nafas " Dia yang baru berusia 8 tahun mampu menghancurkan serentet kode yang bahkan Dark Evil mencari pelindung data dari hacker terkenal dunia. Tapi bagi Tiana itu sangat mudah 'katanya. Maka karena situasi yang tidak memungkinkan untuk lanjut berperang, Dark Evil memutuskan untuk sama-sama mengakhiri konflik kami !" ujar Brian menyelesaikan makan malamnya dan juga ceritanya.
" What the hill ??" saking fokusnya mendengar cerita sang ayah , Kevin bahkan baru makan sesuap saja.
" Kevin ... sebenarnya Daddy bukannya ingin membanggakan adikmu, tapi Daddy minta kamu harus menjaga dan melindunginya ! Dia sangat misterius , cerdas, kuat dan juga satu-satunya putri Daddy"
" Mengapa aku mengartikan jika ada rahasia lain yang Daddy sembunyikan dariku dan Tiana ?" ujar Kevin .
" Sebenarnya ... "
****
" Sayang... kamu harus bereskan pekerjaanmu sekarang! Ini sudah larut tidak baik bagi kondisi ibu hamil " tegur Al yang sudah tidak bisa mentolerir alasan sang istri.
" Sebentar lagi selesai !" jawab Tiana santai masih dengan laptopnya.
" Tiana Ankara .. bisakah anda mendengarkanku ?!" suara panggilan Al sudah berubah.
" Ah ...?" Tiana terkejut.Kalau Al sudah mengganti panggilan dengan nama lengkap sang istri, alih-alih panggilan manja atau mesra. Itu sudah pasti jika Al sedang tidak mau dibantah sama sekali.
" Baiklah !" Tiana melenyimpan pekerjaannya dan segela menutup laptopnya .
Ia beranjak dari sofa menuju ke ranjang king size mereka.
" Maaf ... " ucap Tiana tulus.
__ADS_1
Sang suami hanya diam dan menatap dengan penuh peringatan.
" Sudah berapa kali harus aku tekankan jika kamu harus menjaga kondisi tubuh dan juga si jabang bayi yang berada didalam perut ini !" sambil mengelus perut sang istri yang mulai membesar.
" Aku mengerti !" jawab Tiana sambil menghambur ke pelukan sang suami. Mencari kenyamanan dan kehangatan dari sang suami tiana terus bergerak di pangkuan sang suami.
" Tiana jangan bergerak " Dengan suara serak yang memikat, mendengarnya Tiana langsung berhenti bergerak.
" Aku hanya ingin mencari kehangatan dari pelukan suamiku" jawab Tiana pelan dan manja.
" Kamu tahu... dia bangun !" ujar Al dengan mata yang sudah berbinar .
" Aku tahu ..." jawab Tiana malu . Wajahnya yang putih halus bak salju langsung merona seperti buah persik matang.
" Lalu ... apa kamu akan bertanggungjawab ?" Al sudah bernafas dengan memburu.
" ... Ya aku akan " jawab Tiana malu.
Tanpa menunggu lama Al langsung menyambar bibir merah sang istri. Keduanya saling membelit dan beradu lama menikmati setiap belaian dan juga tautan bibir mereka.
Niat hati Al ingin marah ,namun dengan menggodanya sang istri ia lupa untuk marah. Dan akhirnya mereka memadu kasih di bawah terang lampu malam.
Entah sudah berapa kali Al menggauli sang istri. Namun sampai jam 2 pagi mereka belum juga berhenti.
Tiana yang sudah lelah memang karena vaktor kehamilan dan juga pekerjaan yang menumpuk, Ia terlelap duluan. Meninggalkan Al yang masih bekerja keras berpeluh walau sang istri sudah lelap tertidur. tepat pukul 3 pagi, Al menyudahi aktivitas nya dan membantu sang istri membersihkan sisa-sisa cinta mereka. Lalu menutupi tubuh sang istri yang polos dengan selimut. Ia sendiri pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu setelah selesai ia juga menyusul sang istri untuk tidur .
****
Kevin sedang berada di kamar mansion sang Daddy. Dengan wajah datar namun terlihat tampan, ia menatap malam yang damai. Namun hati dan juga pikirannya sedang tidak damai sama sekali.
' Sepertinya aku harus memberitahu Tiana secepatnya '
*****
Bersambung....
__ADS_1