
Happy reading gaes 🤗🥰.
***
Tepat pada pukul 4 pagi. Alend sudah mendapat semua makanan yang Tiana minta semalam.
" Huff capek banget !" keluh Alend saat berada di mobil.
Irsyad yang mengantar Alend keliling kota juga merasakan ngeri di hatinya.
Nona mudanya sangat tidak berperasaan, masa tengah malam ngidam pengen makan makanan yang hanya di jual ketika pagi hari.
" Tuan, semua orang sudah kembali ke kediaman" kata Irsyad .
" Oh ya sudah . Nanti semua yang ikut membantu laporkan namanya, biar saya kasih bonus di akhir bulan"
" Terimakasih Tuan " .
***
Tiana yang asal buka mulut saat minta carikan makanan, sudah terlelap .
Kalau semalam suaminya tidak bangun, ia juga tidak usah bersusah payah untuk membuat kegaduhan di tengah malam.
Irsyad dan Alend sudah sampai rumah setelah 40 menit perjalanan.
Sekarang pukul 4.40 pagi.
Mereka langsung masuk ke rumah. Sepi..
" Astaga.., !" keluh Alend , karena pagi begini sudah dikerjain sama istri.
Tapi karena sayang Alend juga hanya bisa tersenyum saat melihat Tiana tidur dengan tenang.
Raut wajah yang damai terlukis di wajah cantik sang istri.
" Aku tahu kamu hanya membuat kami semua keluar ! Aku tidak akan pernah menyalahkan semua tindakanmu. Karena aku yakin kamu punya rencana lain. " lalu Alend meletakkan semua makanan dari pasar pagi di meja.
Lalu Alend pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Tiana juga menjadi terbiasa bangun pagi.
" Ugh.. Sudah subuh ternyata" mengucek kedua matanya.
__ADS_1
" Pagi sayang, bangun geh kita sholat subuh berjamaah!" titah Alend pada sang istri yang baru membuka mata.
" Em.. Tunggu bentar aku mandi dulu ya " Tiana lalu beranjak dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi.
15 menit kemudian Tiana keluar dari work in closed, dengan mukena lengkap.
Mereka kemudian sholat subuh berjamaah.
***
Beberapa hari setelah kejadian ngidam tengah malam pun berlalu.
Suasana kota Yengchuan masih seheboh biasanya.
Kabar tentang perusahaan asing yang secara gentar melakukan pembesaran kekuatan, di kota Yengchuan pun santer terdengar.
Tentu saja perusahaan itu adalah milik Tiana, Rose Gold.
Sekarang perusahaan sudah semakin besar dan memiliki fondasi yang kokoh. Tanpa adanya dukungan dari Ankara Group, Tiana bisa mengembangkan perusahaan nya sendiri.
Kini selain beberapa kafe, restoran dan KTV bar, nama Rose Gold sudah bisa ia cantumkan ke berbagai perusahaan hasil keringatnya sendiri.
" Tunggu sampai kita bisa membuat markas besar berada dalam titik diam. Baru umumkan pada publik siapa pemilik kota Yengchuan sebenarnya."
" Baik Nona" jawab Umar dan Azka serempak. Kini mereka berada di salah satu bar terkenal di kota Yengchuan.
" Saat kakek tahu jika aku membangun kekuatan ku sendiri , ia sangat mendukung. Bahkan memberikan banyak modal dan juga koneksi. Namun aku tidak memakai nya sama sekali. Kini sudah saatnya kartu As itu kita gunakan untuk menekan Daddy"
" Nona, kenapa Anda sampai melangkah sejauh ini ? Bukankah Tuan Brian adalah ayah Anda ?" tanya Azka bingung, namun ia juga tidak menampik jika ada dendam dibalik anak dan ayah ini.
" Sungai yang tenang tidak menggambarkan jika didalamnya tidak ada arus " ujar Tiana datar namun terlihat dingin.
Azka cukup tahu bahwa setelah Tiana mendapat berbagai informasi rahasia dari masa lalu. Ia seperti berubah menjadi orang yang berbeda.
" Dulu aku sangat berterimakasih karena Daddy merawatku tanpa lelah..., seorang suami yang kehilangan istri dan mendapati bahwa putri yang baru dilahirkan diculik. Bahkan aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya. Sekarang simpati itu tidak lagi ada " ujar Tiana dengan mata berkilat marah.
" Sudah cukup tahu dan hanya perlu tahu !! Lakukan saja apapun yang aku perintahkan , jangan banyak bertanya karena banyak tahu juga tidak membuat nyawa mu aman !?"
Lalu Tiana keluar dari ruangannya dan menuju ke ruangan privat . Disini ia menemui klayen nya.
Pintu terbuka dan menampakkan seorang pria paruh baya, namun masih terlihat tampan dan gagah . Seolah sedang menunggu Tiana , ia pun tersenyum saat melihat Tiana masuk dengan wajah cantik nya.
" Tiana ! Akhirnya kamu datang juga !" seperti telah menunggu momen ini sangat lama. Ia bangkit dan berjalan ke arah Tiana lalu memeluknya erat.
" Aku sangat merindukanmu !" ujarnya dengan suara tercekat.
__ADS_1
" Apa paman baik-baik saja ?" tanya Tiana pelan. Tubuhnya bergetar hebat. Orang yang tak pernah Tiana pikirkan selama ini. Orang yang nyaris tidak ia kenal ini, adalah kembaran sang ibu!.
***
Sudah larut malam , namun Tiana belum juga pulang. Alend yang tidak tahu kemana sang istri pergi, hanya bisa mengamuk pada Irsyad.
Ponsel nya tidak bisa dihubungi . Bahkan Umar juga tidak tahu kemana sang Nona. Tepatnya Umar tidak mau memberi tahu.
Dibar KTV.
" Nona , Tuan Alend terus mengamuk pada Irsyad " kata Umar pada Tiana.
" Biarkan saja, kali ini kita membuat gerakan besar. Kurasa Daddy akan curiga cepat atau lambat"
" Lalu apa langkah kita selanjutnya tetap berjalan Nona?"
" Teruskan ! Buat sampai pertahanan Blue Sky hancur!"
" Kita sekarang main cantik , tapi tidak setelah pertahanan mereka hancur. Aku lebih tahu dari siapa pun benteng pertahanan mereka. Karena kurang lebihnya aku yang membuat perangkat lunaknya." kata Tiana datar.
Dan pada saat itu ada seorang wanita muda menghampiri Tiana dan Umar .
" Ketua Melisa melapor !"
" Em ... Melisa bagaimana perkembangan di sekte ?"
" Semua sudah terkendali ketua. Mereka ingin bertemu dengan Anda langsung" kata Melisa penuh hormat.
" Baiklah! Sampaikan pada Renata ,2 hari lagi , aku akan datang. Selama aku belum memberi perintah, katakan padanya jangan bergerak terlalu mencolok . " kata Tiana dingin.
" Baik ketua !" Melisa undur diri .
" Nona , dengan bersatunya sekte tersembunyi dan Rose Gold. Apakah Nona akan menyatukan Blue Sky juga ?" pertanyaan Umar membuat Tiana terdiam sejenak.
Banyak dari orang kepercayaan nya tidak setuju dengan penyatuan kedua nama besar dunia hitam itu. Tapi menurutnya tidak ada Tiana yang sekarang tanpa nama besar Blue Sky.
" Jika memungkinkan akan aku satukan, Blue Sky sudah mendarah daging denganku! Tanpa nya aku bukan siapa-siapa. Gadis kecil yang tidak punya topangan hidup. " ujar Tiana sedih.
Dulu ia sangat lemah. Dengan beberapa bimbingan ketat dari Daddy nya Brian dan juga koneksi tanpa batas dari Blue Sky melahirkan Tiana Rosa Ankara yang sekarang. Jadi bagaimana mungkin ia melupakan dari mana asalnya ?.
" Yang setia akan selalu mendukung dan yang berkhianat akan mati !" kata Tiana dingin .
Dari kata-kata yang Tiana ucapkan sudah jelas, jika ingin hidup maka jangan banyak ikut campur ,jika tidak menuruti pemimpin maka bunuh!.
***
__ADS_1
Like dan Vote, thankiyuu 😘