Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
MENARIK PERHATIAN


__ADS_3

Lanjut yaa gaes...


***


 Di rumah Pradipta.


Alend sedang mengemasi barang-barang nya. Hari ini Alend akan pulang ke mansion pribadinya. setelah beberapa waktu menginap di rumah orang tuanya.


Alend selalu menuruti keinginan mamanya. Karna selama ini Alend jauh dari mama.


Alend tinggal diluar negeri bersama kakek Bima .


Sedangkan Alex dan Afilya mereka ikut dengan orang tuanya. Namun setelah Alex menikah, dia lebih memilih tinggal di keluarga istrinya.


*T*ok tok tok ...


Terdengar suara ketukan dibalik pintu kamar Alend.


"Boleh mama masuk nak ..."


" Masuk ma tidak dikunci .." Alend sedang merapikan bajunya di koper.


" Alend kamu mau pulang ?? padahal mama masih kangen " Duduk di sofa dekat ranjang Alend.


" Ma , kan mulai besok Al sudah resmi jadi direktur rumah sakit. Kalau mama kangen mama bisa main ke mansion Al. lagian mulai besok Al sibuk ma."


"Maka dari itu Al .. Mama mau kamu secepatnya menikah. Mama pengen secepatnya punya cucu" Bujuk mama Ratih.


"Lagian dari sini juga bisa berangkat kerja Al mama kesepian " Bujuk mama Ratih


Mama Ratih harus GERCEP kalau nggak bisa-bisa anaknya ini jadi perjaka tua.


" Ahh mama .. Al masih sibuk ngurus rumah sakit. lagipula Al belum memikirkan wanita, ma kalau berangkat dari sini agak jauh dekat juga dari rumah Al" Jawabnya sambil duduk disebelah mama Ratih.


"Sampai kapan kamu sibuk .. Kalau kamu gak segera nikah, mama kapan bisa punya cucu. Kamu tau kan kakak kamu Alex dan istrinya juga belum punya anak mama kesepian Al " Dengan muka yang dibuat sesedih mungkin.


" Kan ada Lya di rumah bisa nemenin mama "


" Lya kan bandel Al jarang pulang ke rumah, dia lebih suka tinggal di apartemen nya. Lagian kalau kamu menikah kan mama jadi punya temen curhat, "


" Astaga banyak maunya mama ahh.. Mau punya menantu, apa teman nih jadinya?? "


" Ya udah Al pamit dulu ma, besok Al akan mampir buat makan malam love you mom "


Sedikit terpaksa mama mengalah .. Ya mau bagaimana lagi kalau sudah jadi keputusan anak itu sulit untuk dirubah kecuali....


*************


Tiana sedang berada di ruangan kafe miliknya..Duduk dengan posisi kepala menyender di kursi kerjanya.


" Ah aku sudah tidak sabar... " Seulas senyum yang sangat manis .


Dia harus memikirkan cara bagaimana secepatnya menikah dengan dokter jutek itu.. Ah pasti sulit tanpa bantuan daddy nya.


" Apa aku harus ngomong ke daddy, kalau aku setuju dengan perjodohan itu."


" Ah tidak- tidak ... Nanti dikira aku yang genit lalu bagaimana ya..."


Bukan Tiana namanya kalau tidak memiliki banyak ide,dengan satu kata dari nya saja sudah bisa menggemparkan jagat raya.


" Umar.. Siapkan mobil " Berlalu keluar ruangan dan menuju lantai bawah dimana kafe berada ..


Hari ini kafe ramai seperti biasanya .. Tiana berjalan menuju pantry.


" Diana .. Bagaimana pemasukan hari ini ?"


"Seperti biasa nona stabil karena sangat ramai tapi hari ini ada yang mencari nona Tiana "


" Oh ya siapa ?"


" Saya lupa menanyakan namanya nona tapi beliau berpesan jika Nona datang, nona disuruh keruang VIP no 6".


"Baiklah.." Berjalan menuju ruangan tersebut.


Dengan sangat anggun dan elegan Tiana memasuki ruangan tersebut. Lalu duduk berhadapan dengan sosok yang sudah dikenalnya.


" Katakan ada keperluan apa " Tetap anggun mengibaskan rambut nya.


" Aku hanya memiliki waktu 30 menit" Lalu menghadap ke jendela menikmati pemandangan kota Yengchuan yang ramai padat kendaraan.


" Nona .. Saya minta bantuannya, perusahaan saya berada dalam masalah. Rival kerja sama saya berkhianat dan sekarang dalam proses akuisisi.


Mohon bantu saya nona" Tanpa basa basi lagi Anton berlutut memohon bantuan kepada Tiana.


" Apa yang akan kudapatkan ?.. Harga nya sangatlah mahal. " Tiana tidak pernah membantu tanpa adanya keuntungan untuk dirinya.


" Apapun yang nona mau, asalkan perusahaan bisa normal lagi seperti sedia kala, saya akan memberikan apapun itu .." Anton tahu betul apa bayarannya jika meminta bantuan kepada orang yang berkuasa di negeri ini.


" Umar.. Datang keruangan VIP 6 bawa berkas kerjasama dengan perusahaan Anton sekarang." Mengembalikan


ponsel genggam nya kedalam tas .


"Ingat tuan Anton Wijaya .. Saya paling tidak suka yang namanya merugi. Setelah mendapat bantuan dariku , aku mau 50% saham. Harus diurus secepatnya jangan lebih dari 24 jam".


Dengan senyum yang dipaksakan Anton pun mengiyakan permintaan dari Tiana .. Dia tahu harus membayar mahal atas bantuan itu.

__ADS_1


" Baiklah nona Ana.. Saya akan mengurusnya. Asalkan perusahaan saya kembali dan rival saya mendapat hukumannya."


" Aku tidak pernah gagal." Ucap Tiana.


Umar yang baru sampai pun mengerti lalu masuk dan menandatangani kesepakatan dengan Anton Wijaya .


Didalam mobil Tiana sudah menunggu Umar . Dia akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Sebenarnya itu cuma alasannya saja, tujuan sebenarnya adalah untuk menemui dokter jutek incarannya.


Setelah keluar dari kafe,Umar langsung masuk ke mobil.


" Maaf nona menunggu lama." Sambil melajukan mobilnya.


" Rumah sakit Pradipta "


"Baik nona " Tanpa menunggu lagi mobil pun melaju memecah jalan raya menuju rumah sakit.


Di rumah sakit Al sedang duduk diruang kerjanya. Dia sedang memeriksa beberapa daftar pasien yang akan dia tangani dalam Minggu ini.


Semenjak papanya dokter Erik melimpahkan tanggung jawab nya kepada Alend, dia tidak pernah istirahat dengan baik. Banyak tugas dan juga operasi yang dia tangani.


Karena sudah sewajarnya dia memikul tanggung jawab ini. Kalau bukan dia siapa lagi.. Alex tidak akan mau meneruskan usaha keluarga nya. Apalagi si bungsu Lya .. Ia lebih suka dengan dunia mode dan tidak jarang berdebat dengan papa mamanya .


mau tidak mau Alend lah yang harus mewarisi usaha keluarga.


Sudah turun temurun dari kakek Bima bahwasannya keluarga Pradipta akan menuruni bakat menjadi seorang dokter. Hanya saja di keluarga swan lah yang memiliki 3 anak tapi juga memiliki 3 sifat yang berbeda.


Sesampainya di parkiran, Tiana turun dengan dibukakan pintu mobil oleh Umar . Dengan sangat anggun dan juga elegan Tiana berjalan santai menuju lobi, dia bertanya kepada resepsionis dimana ruangan dokter Alend berada.


" Siapa wanita cantik itu.." Tanya suster kepada teman resepsionis nya.


" Entahlah dia hanya bilang sudah ada janji dengan dokter Alend." Menggindikan kedua bahunya


"Pembawaan yang elegan dan juga mempesona"


*T*ok tok tok ...


Terdengar ketukan pintu di luar ruangannya .


Dokter Al pun meminta nya masuk.


" Masuk.."


"Selamat siang dok ..."


Flashback on.


Dengan rasa kesal Alend pun mengiyakan permintaan di balik telepon. Bagaimana tidak, mama nya meminta Al untuk menerima pasien yang tak lain dan tak bukan adalah wanita yang ingin dijodohkan dengan dirinya. Alasannya simple..


"Masih menganggap aku mama mu apa tidak ha... ? Ingat ya.. Dia adalah menantu mama masa depan. Kamu tidak boleh menyakitinya titik ."


Jadi dia menyetujui dan membiarkan wanita itu datang ke ruangannya.


Dan sekarang dia berada di sini ..


Didepannya.


Flashback off


" Terima kasih atas waktunya dokter ..." Perkataan Tiana menggantung.


" Panggil saja Alend." Dia sedikit teringat dengan wanita ini. Yah dia adalah gadis yang terkena tembakan beberapa Minggu lalu dan sempat dia rawat beberapa kali.


"Baiklah dokter Alend .. Saya kesini atas rujukan nyonya Ratih.. "


" Saya tahu.. " Walau kesal tapi Al tetap memeriksa wanita itu.


" Takdir mempertemukan kita kembali dokter " Seulas senyum manis muncul di sudut bibir wanita cantik itu.


Tiana sudah mendekati calon mama mertuanya, setelah mengetahui kelemahan Alend. Tiana langsung mencoba berbagai macam cara konyol untuk meluluhkan hati daddy nya dan itu berhasil.


" Maaf nona tugas saya hanya memeriksa pasien. Jika anda sudah selesai silahkan keluar dari ruangan saya " Setelah memeriksa dan melepas perban di bahu Tiana dia memberikan resep kepada Tiana untuk menebusnya.


" Silahkan tebus obatnya di bawah " Kembali duduk di kursi kebesaran nya.


" Maaf dokter.. Nyonya Ratih meminta saya untuk memastikan makan siang anda. Beliau berpesan agar saya menemani anda "


" Saya masih banyak pekerjaan.. Dan saya tidak suka makan dengan orang asing"


" Kalau begitu resmikan saja hubungan kita jadi antara dokter dan aku bukan lagi orang asing " Sambil tersenyum dan berdiri menuju pintu.


" Umar..." panggil Tiana


" Iya nona.. ada apa ?" Umar yang sudah standby diluar pun membuka pintu untuk majikannya..


" Aku akan makan siang dengan dokter Alend. Kamu lihatlah restoran dekat sini dan pesankan meja untukku " Perintah Tiana pada Umar selaku asisten pribadi nya.


" Baik nona .." Melangkah meninggalkan majikannya .


" Ayo dokter.. Apa aku harus memaksamu dengan kasar? " Ancam Tiana secara halus.


" Cih ..Aku bisa jalan sendiri.. " Kekesalan nya sudah mencapai ubun- ubun .


Apalagi sekarang..


Baru saja setelah dia selesai memeriksa Tiana .. Mamanya langsung memberi perintah lewat WhatsApp, agar mau makan siang bersama gadis perjodohan itu. Al tidak mau membuat mamanya sedih sama sekali, akhirnya dia memutuskan untuk pergi bersama gadis itu.

__ADS_1


Di lorong rumah sakit banyak yang memerhatikan langkah mereka tak terkecuali Moana ..


Dia sangat penasaran pada wanita muda yang berjalan di samping pria pujaannya itu. Satu kata untuk wanita itu "sempurna .." Gumam Moana .


Para perawat pun banyak yang berbisik memuji kecantikan Tiana .. Ada juga yang bilang mereka serasi cantik dan tampan. Ada juga yang bilang siapa gadis muda didekat Presdir mereka, karena sangat langka sang Presdir dekat dengan seorang wanita.


Karena banyak pasang mata yang melihat mereka , akhirnya Tiana pun menarik lengan kanan dokter Al, dan berkata..


" Sayang ... Kita akan makan didekat sini saja yaa.. Biar nanti kamu tidak capek bolak balik dari restoran ke rumah sakit" Senyum devil pun muncul di sudut bibir Tiana.


Dokter Alend berniat melepaskan pegangan Tiana tapi matanya menangkap satu orang yang sudah terlihat marah ..


Iya siapa lagi kalau bukan Moana si dokter genit yang suka mengusik Al jika di rumah sakit.


" *I*ni kesempatan ku untuk membuat wanita genit itu menjauhiku.." Begitu pikir dokter Al


Tiana yang mengetahui dia akan dimanfaatkan pun malah lebih mengeratkan lagi pegangannya, dia beralih memeluk lengan dokter Al dengan manja.


" *M*anfaat kan lah aku sesuka mu.. tapi setelah itu kamu harus bertanggung jawab " Batin Tiana.


" Baiklah ... Aku akan menuruti semua permintaan mu " Dengan menautkan kedua tangan, mereka berjalan melewati banyak pasang mata yang sedang terkejut .


"*Ye*s masuk kamu " Batin Tiana


Sedangkan Alend bergumam " Selamat huff "


Mereka berjalan sampai diparkiran .. Umar sudah menunggu di samping mobil . Alend pun melepaskan tautan tangan mereka. Tiana tidak rela melepaskan tautan tangan nya, tapi dia mengerti bahwa dokter Alend hanya memanfaatkan situasi saja. Dia terlihat kecewa..


Qku akan masuk ke mobilku sendiri kalian memimpin jalannya aku akan mengikuti dari belakang..


Tiana hendak protes tapi mau bagaimana lagi.. Ini saja sudah termasuk kemajuan yang pesat dalam PDKT mereka.


" Pelan-pelan saja.. Masih banyak waktu" Lalu masuk kedalam mobilnya.


Alend juga sudah masuk ke mobilnya sendiri .


Dia sama sekali tidak peduli dengan Tiana yang merasa kecewa.. Toh dia belum mengenal gadis itu.


Sesampainya di restoran Tiana pun keluar dari mobil menuju meja yang sudah dipesan oleh Umar, tempatnya tidak private, malah sangat strategis dan ramai..


Dokter Al yang baru sampai pun langsung melangkah menuju meja yang sudah ditempati oleh Tiana.


Mereka duduk berhadapan dan tanpa obrolan.


" Mau pesan apa nona ..tuan..? " tanya pelayan.


" Sebentar..."


" Sayang kamu mau pesan apa ? " Tiana lagi lagi memanggil Alend dengan sebutan mesra.. Membuat si empunya jadi melotot..


" Jangan menatapku begitu .. Apa kamu akan mengeluarkan kedua bola matamu itu? " Tiana tersenyum kepada pelayan dan berkata..


" Apapun yang kalian punya di sini keluarkan.."


" Baik nona .. Minumannya apa nona ?"


" Saya lemon tea .." Sekarang dokter Alend yang menjawab.


" Kalau nona ?" Tanya pelayan lagi.


" Saya jus jeruk susu .." Jawab Tiana dengan senyuman.


" Baiklah nona silahkan tunggu , pesanan anda segera kami siapkan." Pelayan sedikit membungkuk memberi hormat dan melangkah pergi.


Kemanapun Tiana pergi.. semua orang akan membungkuk dan memberi hormat. Karena saham milik Tiana berada di mana-mana .


" Ku beri tahu.. Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi.. Aku tidak suka" Ujar dokter Alend.


" Kenapa... Apa aku hanya boleh memanggilmu sayang didepan wanita tadi ..?" Kini giliran Al yang dibuat kaget. Bagaimana gadis itu tahu kalau Al hanya memanfaatkan nya saja..


" Dokter Alend.. Jangan samakan aku dengan wanita di luaran sana.. Aku tidak suka... Aku bukan wanita bodoh yang bisa kau permainkan sesukamu.."


Makanan pun datang .. Tiana makan dengan sangat elegan. Dia bahkan tidak menatap pria didepannya. Sejenak Al pun memperhatikan Tiana.


Dia sedikit menduga bahwa Tiana adalah wanita karir yang sangat pintar. Dari cara dia mengetahui akal licik Al dan dari dia berbicara. Sungguh wanita yang menarik pikirnya.


" Jangan memandangku terus.. Apa kau tidak lapar ?" Sambil menyendok kan makanan ke mulutnya.


" Ehm... Apa kau setuju dengan perjodohan keluarga kita ?" Sedikit basa basi.. Karna Al tidak mau kedapatan sedang menahan malu.


" Aku awalnya memang menantang perjodohan ini"


Al sedikit kaget.. Dia pikir wanita ini sangat tergila-gila dengan nya.. Dilihat dari cara dia mencari perhatian Al tadi.


" Tapi aku tidak mau menyia-nyiakan hal bagus di hidupku.. Ku lihat dokter mapan .. sukses, tampan dan baik . Jadi tidak ada alasanku untuk menolak." Jelas Tiana sambil me ngelap mulutnya dengan tisue.


" Aku juga butuh seseorang yang bisa melindungi ku "


" *A*pa maksudnya ..." Batin Alend


" Dokter jika anda tidak mau menerima diriku.. Bisakah anda menerima perjodohan ini ?"


*****


jangan lupa like , komen dan klik favorit ❤️

__ADS_1


__ADS_2