Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
BABY TWINS


__ADS_3

HAPPY READING GAES 🥰


***


Setelah selesai siap-siap, Tiana dan Alend langsung pergi menuju rumah sakit Pradipta, sambil di antar oleh Umar.


Hari ini Umar sudah mendapat panggilan dari sang majikan bahwa waktu istirahat sudah usai. Dengan raut wajah yang senang Umar mengantar kedua sejoli itu .


Sementara Tiana dan Alend sedang menuju ke rumah sakit, ditempat lain sedang ada kegaduhan.


***


FAKULTAS SENI


" Aaaaak ... Akhirnya gua lulus juga " . Raut wajah senang dan lega terpampang jelas di wajah cantik Afilya . Pasalnya sudah 2 kali ia mengulang mata pelajaran ini.


Di samping nya juga ada sahabat Lya.


" Uluh-uluh yang sudah lulus ujian seneng bener neng wkwkw "


" Ya elah jelas gua seneng lah, coba bayangin mata pelajaran biologi paling gua benci. Dan yang parah lagi syarat dari bonyok ( bokap nyokap ) gua kalau nilai biologi gua harus setidaknya di atas rata-rata, kalau kagak di coret gua dari daftar warisan." Omel Lya pada sahabatnya.


" Hahaha ... Itulah gua aneh juga sama elo, masa kedua Kakak elo pinter-pinter giliran elo otaknya cuma seperempat doang, jangan-jangan pas jatah pembagian IQ pinter, elo masih tidur lagi " Dengan nada sok yes nya dia meledek sang sahabat.


" Wah ... Daebak !! elo kek cenayang banget ! ... Sok tau elo !!" dengan kencang Lya meneriaki sahabatnya itu.


" Sialan elo bisa-bisa kuping gua sakit denger Lo teriak-teriak " Umpat Tiwi kesal . Mereka sedang berada di kantin sedang menikmati bakso kesukaan mereka.


Tak jauh dari mereka berdua duduk, di meja lain sedang duduk seorang pria tampan dengan baju kemeja biru muda yang menampilkan sosok kegagahan serta ketampanan yang maksimal.


" Wah liat tuh, itu kan Asdos Dimas .. " Seru seorang wanita di meja samping Lya dan Tiwi duduk.

__ADS_1


" Omo .. Omo .. Omo, ganteng banget ...." Seru wanita lain yang duduk di samping wanita tadi.


Rupanya banyak mahasiswi yang menggosipkan Asdos mereka yang tampan maksimal.


" Elo denger gak tuh para cewek-cewek gatel itu semuanya sedang gosipin kak Dimas, secara kak Dimas gantengnya kelewatan gitu... Kalau gua jadi pacarnya sekalipun jadi selir gua mau banget " Ujar Tiwi sambil berandai-andai. Gadis seperti Tiwi sadar diri, selain gak begitu cantik juga gak pinter-pinter amat, mana bisa nge gaet Asdos tampan kek kakak Dimas, yang ada sekalipun cuma di jadikan selir juga terima dengan senang hati.


" Gila elo, ngapain susah-susah jadi selir kalau bisa jadi ratu " Ucap Lya dengan nada mengejek Tiwi.


" Ah kalau elo gua percaya jadi ratu atau permaisuri. Pasalnya tampang elo cantik paripurna, nah kalau gua ?? Sudah untung di kasih wajah baby face kalau kagak udah dikira tua gua, secara cantik juga kagak " Tiwi sadar apa yang ia ucapkan menurut ia sendiri selain wajahnya yang baby face, dia tidak punya wajah yang bisa dibanggakan. Beda dengan Lya yang selain cantik juga sosoknya yang sempurna di tambah keluarga yang tajir melintir 9 turunan gak habis .


Beda banget kayak langit dan bumi.


" Apaan sih elo ini, elo itu Dimata gua, sahabat yang baik , pengertian , elo juga imut dan body goal loh itu udah pasti diimpikan oleh semua cewek di kampus tau. Gak boleh insecure gitu, kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi tetep sama kok di mata Tuhan, jadi jangan suka banding-bandingin gitu. Gua gak suka ah " Jelas Lya panjang kali lebar .


" Ah iya deh, emang elo sahabat gua yang terbaik deh Lya,, " Mereka lalu melupakan kejadian tadi dan menyelesaikan makan nya.


Tak di sangka meja yang di duduki pria tampan tadi mendengarkan percakapan kedua gadis dari fakultas tempatnya mengajar.


Entah dari mana mulainya tapi setelah kejadian tak di duga dulu, membuat Dimas penasaran dengan gadis tomboy nan cantik itu.


Selain kabar bahwa lya adalah dari keluarga kaya di kota ini, ia juga mendapatkan informasi yang akurat bahwa ia adalah gadis yang ulet dan gigih. Sangat cocok dengan seleranya dalam menentukan kriteria seorang istri.


' Apa istri ? dari kapan Dimas memasukkan Lya dalam daftar buku besar dalam kehidupannya' Batinnya gundah.


" Eh Lya balik yuk, kelas terakhir kan kosong nih, kita ke mall yuk, cuci mata " Ajak Tiwi penuh antusias pada sahabat nya itu.


Berpikir beberapa detik dan akhirnya " Boleh deh, kelas kosong juga sekali-kali kita kabur dari kampus asyik juga kayaknya " Yang langsung di setujui oleh Lya dengan senang hati.


" Let's go " Teriak Tiwi beranjak dari kursi dan merangkul sahabatnya itu hendak berjalan keluar kantin , namun sebelum mereka sampai keluar kantin langkahnya terhenti sebelum tiba-tiba terdengar suara serak nan seksi dari seorang pria .


" Kalian mau kemana ?? Jam terakhir di isi oleh pelajaran saya, kalian bisa masuk dan jangan absen" Ujar suara pria itu tegas dan mendominasi.

__ADS_1


' Kak Dimas ' batin Lya kaget.


' Ngapain dia ?? sok kenal banget , otoriter nih Asdos ' Batin Lya menatap kesal ke arah kak Dimas.


" Ah maaf kak Dimas , maksudnya apa ya ??" Tanya Tiwi pura-pura tidak tau dengan ucapan sang Asdos. padahal alasan dia cukup jelas mau nge hukum Lya dan dirinya karena kedapatan mau bolos kelas.


' Dasar Asdos songong ' keluh Tiwi kesal maksimal.


" Kenapa kalian bengong ? gak suka dengan ucapan saya kah ?" Tanya Dimas penuh seringainya yang menakutkan jika ada yang melihat, pasti tidak akan tahan .


Sedang Lya masih ngomel-ngomel kesal penuh nada protes yang di tujukan nya pada Dimas .


Di tempat lain rumah sakit Pradipta.


" Bayinya sehat Bu, dan berat nya juga normal " Ujar Dokter Maurin dari tempat duduknya.


" Lihatlah titik sebesar kacang ini adalah bentuk dari calon bayi kalian " Jelas Maurin pada Tiana dan Alend.


" Kenapa kacangnya ada dua dok, em... maksud saya kenapa disini ada titik lebih dari satu ?" Tanya Alend dengan wajah polosnya.


" Itu jelas jika bayi kalian ada sepasang dok " Ujar Maurin pada atasannya itu.


" Maksud kamu sepasang itu... Kembar ?" tanya Al lagi dengan wajah yang sulit di artikan.


" Ya " Jawab dokter Maurin kembali tersenyum.


" Ah sayang kita akan punya 2 bayi sekaligus !" Ujar Alend kegirangan .


" Iya mas aku juga dengar tadi " Ucap Tiana menggeleng kan kepalanya tersenyum karena heran dengan sikap suaminya yang bisa dibilang umum bagi seorang calon ayah.


" Alhamdulillah ya Allah engkau telah memberikan kami kepercayaan untuk memiliki dua anak sekaligus " Ucap Alend bersyukur tiada henti mengecup punggung tangan sang istri berkali-kali dengan senang .

__ADS_1


***


__ADS_2