Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
CALON PEMBINOR


__ADS_3

Langsung aja ya gaes happy reading 🤗


***


Jam menunjukkan pukul 7 pagi . Sinar mentari menerobos masuk lewat celah gorden jendela kamar mereka. Hari ini weekend jelas Tiana tidak berangkat ke kantor, mata Tiana mulai terganggu oleh cahaya yang masuk ke dalam kamar. Perlahan-lahan ia membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah sosok sang suami yang duduk di samping ranjang .


" Good morning baby ..." Sapa Alend pada sang istri.


" Morning sayang " Jawab Tiana sambil membenarkan posisi duduknya dan menyenderkan kepala di ranjang.


" Kamu sudah rapi , apa mau ke rumah sakit ?" Tanya Tiana sambil menguap.


" Yes baby tadi pagi staf di rumah sakit menelpon, katanya ada operasi mendadak yang membutuhkan bantuan ku " Jawab Alend sambil membenarkan anak rambut sang istri.


" Em padahal hari ini weekend " Ujar Tiana


" Ya mau gimana lagi baby kan kamu tau sendiri tugas aku menolong orang,, Aku janji setelah selesai operasi langsung pulang " Hibur Al .


" Kemaren daddy meminta aku berkunjung ke rumah tapi harus mengajak mu , mungkin beliau ingin kita menginap dirumahnya " Ujar Tiana bangkit dari duduknya.


" Em baiklah nanti kalau aku selesai lebih cepat kita langsung ke rumah daddy " Putus Al.


" Oke nanti hubungi saja Umar. Oh ya aku minta ijin ingin mengunjungi kafe, sudah lama aku tidak mengeceknya" Ujar Tiana meminta ijin pada sang suami.


" Baiklah jaga dirimu jangan terlalu capek baby " Pesan Al kepada sang istri cantiknya.


"CUP" Al memberikan kecupan mesra di kening Tiana.


" I love you baby " Ujar Al.


" love you too " Balas Tiana dengan senyuman manisnya.


" Aku berangkat dulu ya, jangan lupa sarapan dulu sebelum ke kafe " Ingat Al kepada Tiana .


" Iya sayang ... Bawel deh " Keluh Tiana sambil menyebik kan bibirnya.


" Baby .... " Al seakan tidak rela meninggalkan sang istri karena gemas melihat Tiana ber manja-manja dengannya .


" Sudah sana nanti terlambat , kasian pasien kamu" Ujar Tiana mengingatkan suami nya.


" Oke bye bye "


" Bye "


Dengan berat hati Al berangkat ke rumah sakit. Ia harus segera sampai karena tidak mau membuat sang pasiennya lama menunggu.


***


" Brengsek (menggebrak meja sambil mengumpat kesal) ... Rupanya gadis kecil itu sedang memperingatkan ku supaya tidak bermain-main dengan kelompoknya . Ternyata ia sangat teliti. Mobil yang kita ubah rutenya bisa ia temukan dengan mudah. Kurasa sudah saatnya kita bertindak, jangan biarkan kerugian kita bertambah. Aku tidak mau ada penolakan !" Ujar Olivia berlalu meninggalkan anak buahnya .


Mobil pengangkut barang semuanya telah rusak tak berbentuk semuanya hangus terbakar karena masuk kedalam jurang, mungkin ini ulah kelompok BLUE SKY. Hanya itu yang bisa Olivia simpulkan karena terakhir kali mereka bertemu tidak ada kesepakatan yang berarti.


***


Al tiba di rumah sakit langsung menuju ruang IGD.


" Bagaimana keadaan pasien ?" Tanya Al kepada rekan dokternya Rian.


" Untung kamu cepat tiba, pasien sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, kita harus segera memberi tindakan !" Peringat Rian


" Baiklah siapkan ruang operasi , cepat ...!!" Perintah Al kepada staf perawat.


***


DI MANSION.


Tiana sudah selesai mandi ia berdandan ala kadarnya saja memakai riasan tipis tapi terlihat sangat cantik.



Ia mengenakan blush panjang dipadu dengan rok rimple selutut . Rambut yang digerai indah di padu dengan topi hitam. Sangat pas dan cantik.


" Em perfect " Ucap Tiana dan langsung melenggang keluar kamar menuju meja makan.


" Selamat pagi nona muda sapa para pelayan termasuk Umar yang sedari tadi menunggu sang majikan.


" Pagi semua ... " Balas Tiana sambil tersenyum manis. Ia langsung duduk untuk menikmati sarapannya.


" Nona kita langsung ke kafe ROSE GOLD atau ke kafe X Pro Koffi dulu ?" Tanya Umar.


" Memangnya kenapa harus ke kafe X Pro Koffi apa ada kendala di sana ?" Tanya Tiana heran, pasalnya pagi ini tidak ada pesan atau informasi apapun jika ia harus berkunjung ke kafe X Pro Koffi dulu namun di lihat dari sikap Umar yang tampak berpikir dia jadi tahu apa masalahnya.


" Maaf Nona , Tuan Muda dari keluarga Han ingin bertemu baru saja beliau memberitahu lewat saya " Ujar Umar menjelaskan.


" Oh .. Ada hal seperti itu??" Tanya Tiana santai sambil menyantap sandwich nya. Ia tahu bakalan ada calon pembinor.


" Iya Nona " Jawab Umar singkat.

__ADS_1


Setelah selesai makan Tiana beranjak dari duduknya dan tidak lupa meminum segelas susu hangat.


" Let's go !" Ujar Tiana dan diikuti Umar dari belakang.


" Wah nona muda cantik sekali " Puji para pelayan .


" Iya Nona Muda sangat ramah lagi " Ujar yang lain menyahut.


Bik Ijah yang mendengar itu hanya tersenyum melihat para junior nya memuji sang menantu keluarga Pradipta.


***


Umar dan Tiana baru tiba di kafe milik Roy , mereka langsung menuju ruangan VIP di mana Tuan Han menunggu.


" Silahkan masuk Nona " Sapa pelayan kepada Ana dan Umar akan menunggu di luar.


" Kenapa kau tidak ikut masuk ?" Tanya Tiana.


" Maaf Nona Tuan Han hanya ingin berbicara kepada anda empat mata " Jawab Umar sopan.


Tiana mengerutkan kedua alisnya tanda tidak mengerti, " Apa maksud Tuan Han ingin bertemu hanya denganku ,, Apa ia ingin menyatakan perasaan nya ?" Batin Tiana was-was .


Tiana langsung masuk meninggalkan Umar yang tetap siaga menunggu nya di luar ruangan.


" Hallo Miss Rosa " Sapa Han Soo Hyun .


Tiana hanya memberi hormat sedikit membungkuk dan langsung duduk diseberang Tuan Han.


" Oh haha " ( Tertawa renyah ) Han mengerti bagaimana sikap Rosa dari dulu kepadanya, jika tidak terlalu akrab maka ia akan menunjukkan raut wajah yang cuek. Tapi justru itu yang membuat Han sangat penasaran . Dari awal mereka berjumpa dan masuk ke Universitas yang sama, Han sangat mengidolakan gadis cantik didepannya itu. Sayang sekali setiap Han mendekatinya, Rosa selalu saja seperti memberikan batas seperti dinding besar dan tinggi yang kokoh .


" Apa kabarmu Rosa ?" Tanya Han mencairkan suasana.


" Baik , sangat baik " Jawab Tiana sekenanya.


" Ku dengar kau sudah menikah dengan seorang Dokter " Ujar Han .


" Seperti yang kau dengar " Jawab Tiana singkat


" Hiss bisakah kau ramah sedikit padaku ?" Mohon Han


" Seperti inilah sikapku kepada orang yang tidak terlalu dekat " Balas Tiana lebih cuek dari tadi.


" Rosa kita kan dekat dari dulu, apa kau sudah lupa ? Kita teman sekelas bahkan kita sering mengerjakan tugas kelompok bersama" Ujar Han kecewa.


" Oh ya maaf aku sudah lupa " 😅😅


" Maaf Tuan Han apa ada yang ingin anda katakan lagi ? Aku harus mengecek beberapa kafe hari ini. Sangat sibuk " Tambah Tiana.


" Oh ... Tidak ada, Rosa bisakah kita bertemu lain waktu jika kau tidak sibuk " Ujar Han.


" Mungkin tidak bisa, hari-hari ku selalu sibuk, tidak ada waktu untuk orang yang tidak penting" Jawab Tiana pedas dan itu membuat Han tersulut emosi.


" Apa harus sebegitu nya kau membenciku Rosa ? Aku hanya ingin dekat denganmu more than please !!" Mohon Han dengan wajah menahan amarah.


" Maaf Tuan Han anda bisa dekat dengan siapapun tapi bukan denganku, aku tidak pandai dalam bergaul dan juga sudah bersuami, maka tolong pahamilah itu !" Ujar Tiana beranjak dari duduknya menuju pintu keluar. Namun Han dengan cepat menahan pergelangan tangan Tiana.


" Rosa beri aku sedikit saja ruang di hatimu !" Mohon Han lagi kini dengan nada memelas.


" I'm so sorry Han , jauh sebelum ada Alend hadir di hidupku , sedikit pun tidak ada ruang untuk mu di hatiku " Jelas Tiana tegas. Ia tidak mau memberikan harapan palsu untuk Han walau sedikit saja.


" Baiklah ,, Mungkin kita memang tidak berjodoh tapi bisakah kita berteman ?" Tanya Han.


" Silahkan aku tidak membatasi siapapun yang ingin menjadi temanku !" Jawab Tiana.


" Kalau begitu bisakah aku memelukmu , just friend" Ujar Han memohon.


" Hanya 3 detik " Peringat Tiana tegas.


" Its oke right " Han langsung memeluk Tiana erat.


" Sudah " Ujar Tiana langsung melepas pelukannya.


" Thanks Rosa " Ucap Han sambil membenarkan pakaian Tiana yang tidak berantakan.


" Stop apa yang kamu lakukan, jangan macem-macem denganku " Tegas Tiana langsung bergegas keluar dari ruangan tersebut.


" Sebentar lagi kau akan menjadi milikku Rosa ,, " Batin Han dengan senyuman penuh arti.


Setelah keluar Tiana langsung pergi tanpa menunggu Umar lagi. Ia kesal dengan sikap Han yang gak jelas. Minta bertemu tapi tidak ada obrolan yang berarti. Membuang waktu nya saja.


Umar langsung berlari menyusul sang majikan. Ia mensejajarkan langkahnya.


" Lain kali kalau bukan urusan bisnis atau keadaan genting aku tidak mau bertemu siapapun kecuali daddy dan suamiku " Peringat nya kepada Umar.


" Baiklah Nona Muda " Jawab Umar paham.


***

__ADS_1


Ting ...


Ting ...


Ting ...


Ting ...


Ada banyak pesan foto yang masuk ke surel Alend.


" Apa sih ?" Alend penasaran karena pesan masuk yang berentet.


Saat Alend melihat siapa pengirimnya ia mengerutkan sebelah alisnya , ia tidak mengenali siapa si pengirim, namun foto yang terpampang di sana yang membuat Al sedikit mengerutkan dahinya. Ia seperti mengerti apa maksud dari si pengirim.


Lalu ia mengirimkan ulang ke no Tiana. Dan menghapus pesan dari surelnya. Tanpa ia sadari ternyata surelnya sudah di sadap oleh seseorang. Yang mana membuat semua foto tadi terkirim ke grup chat rumah sakit .


Banyak yang bertanya-tanya siapa yang sedang berpelukan dengan istri CEO nya.


Grup chat sangat ramai karena respon kepo mereka. Al yang tidak sadar jika sang istri diperbincangkan hanya berlalu keluar dari rumah sakit. Ia tadi sudah memberi tahu dokter Rian agar mengganti kan sif malamnya berjaga. Karena Al akan berkunjung ke rumah mertua bersama sang istri.


***


Tiana mendapat pesan dari sang suami. Ia melihat foto-foto yang diambil dengan sangat bagus.


" Wah ... Dia pandai mengambil angel yang cantik, tidak-tidak tentu saja bagus itu karena aku yang berada di foto " Ujar Tiana tanpa marah melihat foto yang di kirim sang suami.


Umar dan Diana yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala. Hanya majikan mereka yang santai dengan adanya terror dari musuh.


" Nona , apa anda tidak panik jika suami anda cemburu ?" Tanya Diana penasaran.


" Biarlah aku malah ingin melihat dia datang dengan raut wajah yang cemburuan " Jawab Tiana asal.


Diana kembali menghela nafas. Ia lalu kembali keruangan nya .


" Nona apa kita harus memberi pelajaran kepada Tuan Han ?" Tanya Umar sudah geram, melihat majikannya mendapat masalah.


" Tidak perlu.. Kita ikuti saja permainan nya, dari pengalamanku dia pasti punya partner yang pandai " Puji Tiana.


" Baiklah Nona " Jawab Umar tenang.


Ia santai setelah mendengar penuturan dari sang majikan. Umar sama sekali tidak mengkhawatirkan Tiana tapi yang Umar khawatir kan adalah beberapa camat ( calon mayat )yang berani mengusik singa betina ini.


Ada saja tiap hari nya yang membuat masalah pikir Umar heran.


***


" Sayang kamu ada di rumah ?? " Tanya Al kepada sang istri.


" Aku masih di kafe " Jawab Tiana.


" Tunggu aku akan menjemputmu "


" Baiklah " Sambungan terputus. Tut Tut ....


Al sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tiana. Hari ini ia akan menghabiskan waktu di rumah Ankara.


Al melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jam makan siang begini pasti macet . Alhasil dia terjebak macet.


" Hais sial ... Kapan aku sampainya jika macet begini " Keluh Al.


***


Tiana sedang menunggu informasi dari Azka,


" Bagaimana sudah dapat ?" Tanya Tiana kepada Umar .


" Belum Nona , seperti nya Azka kesusahan mencari informasi tentang tuan Han " Ledek Umar, karena tidak biasanya Azka lambat menjalankan tugasnya.


Sekarang mereka sedang video call dengan Azka yang berada di markas.


Sedang Azka tidak menyahut sama sekali.


" Kurasa dia sudah bosan dengan jabatan nya" Imbuh Tiana yang berhasil membuat si empunya nama langsung menyahut.


" Maaf Nona saya harus fokus, karena Tuan Han seperti nya bukan orang sembarangan " Tebak Azka karena semua informasi nya penuh dengan kode , sangat sulit untuk meretasnya.


" Berapapun lamanya akan kutunggu , asal hasilnya memuaskan " Ujar Tiana memberi semangat kepada sang asisten.


" Saya akan berusaha keras Nona " Jawab Azka penuh yakin. Ia tidak boleh membuat majikannya kecewa walau sekali saja.


Beberapa menit kemudian ... " Ketemu "


***


Hai gaes maaf ya lama gak up karena othor lagi gak enak badan. doakan semoga othor cepat sembuh biar bisa up rutin tiap hari kayak sebelumnya.


Jangan lupa like dan vote klik favorit biar kalian nggak ketinggalan up terbaru nya

__ADS_1


Terimakasih love you all 🥰🥰.


__ADS_2