
Happy reading gaes 🤗🥰.
***
Suasana menjadi hening...
Para tetua yang hadir di aula pertandingan saling diam dan menatap ke depan panggung arena .
Tidak bisa dipungkiri jika mereka semua cemas dan juga penuh keterkejutan.
Bagaimana tidak, gadis kecil yang berada di atas panggung itu bisa mengalahkan kelompok Baron yang terkenal kuat setelah Abah Dahlan tentunya.
Baron menatap tajam ke arah Tiana yang dengan santainya menuruni panggung arena.
Ada kilatan benci dan juga dendam atas kekalahannya .
Hanya gadis kecil yang terlihat lemah , namun bisa mengalahkan nya hanya dengan 3 kali jurus saja, betapa malunya Baron.
Cipto yang melihat bahwa pertandingan sudah selesai langsung buru-buru mengumumkan , jika Tiana adalah satu-satunya Ketua yang terpilih dari segi kekuatan maupun keberuntungan semua sudah jelas . Jadi tidak ada yang harus diributkan lagi.
" Ketua...!!!" ucap Cipto yang langsung berlutut satu kaki dan kedua tangan membentuk tanda penghormatan .
Diikuti seluruh tetua yang lain dan para anggota klan ZARA. " Ketua !!"
" Hm.. bangunlah !!" Tiana memandang para anggota klan ZARA dengan rasa puas dan kagum.
" Mulai sekarang... Tugas Abah Dahlan sudah resmi menjadi tugas dan ke wajiban ku , lalu aku juga harus membentuk ulang para tetua yang baru . Siapa diantara kalian yang minat silahkan berbicara dengan Renata... setelah itu kita baru putuskan bersama, siapa yang masih layak menjadi tetua dan yang memberontak!"
Dari kata-kata Tiana sudah sangat jelas jika dia ingin mengganti setiap anggota tetua dari setiap sekte yang tidak mau mendukungnya.
Baron yang mendengar itu hanya diam dan mulai berdiri meninggalkan arena bersama Tono dan beberapa anggota klan yang setia padanya .
" Ketua... Bagaimana dengan mereka?" tanya Yosep hati-hati.
" Untuk sementara waktu biarkan saja, jika ada pergerakan yang mencurigakan aku 0ercayakan tugas itu pada Paman Yosep dan yang lain"
" Baik Ketua, saya akan menjalankan tugas dengan senang hati " jawab Yosep antuasias.
" Dan anda paman Cipto terimakasih telah bekerja keras untuk Abah dan klan AZURA "
" Ini sudah menjadi tanggung jawab kami nak.. Sekarang pergilah temui kak Dahlan, dia sudah sangat menantikan kehadiranmu !" ucap Cipto sedih.
" Hm kami pamit !" Septi dan Tiana lalu pergi naik gunung. Sedangkan Renata harus tinggal untuk mengurus sekte bersama Mondi.
***
" Hais... Ku kira kita akan tertahan lama di gunung ini.. tapi kelihatannya juniorku memang sangat bisa diandalkan !!" puji Septi .
" Ini semua harus dilakukan dengan cepat karena aku tidak punya banyak waktu untuk mengurus klan.. Renata akan pusing kepala karena tugas ini ku berikan padanya " ucap Tiana dengan senyum khas devil nya.
" Kau sungguh gadis yang kejam!" ujar Septi bergidik ngeri.
__ADS_1
Jangan sampai dia yang ditinggal untuk mengurus klan ZARA bisa jadi dia pusing dan mati berdiri .
***
" Bagaimana kesehatan Abah ?" tanya Tiana pada guru sekaligus ayah yang sangat ia segani.
" Abah baik-baik saja nak.. Bagaimana dengan sekte ?" tanya Abah Dahlan .
" Semua baik-baik saja!"
Abah Dahlan membuka laci di samping tempatnya duduk dan mengambil sebuah token yang berbentuk kotak dengan ukiran naga di sekeliling nya di atas ada kepala naga yang terlihat sedang menggunakan mahkota berbentuk bunga .
" Ku serahkan token klan Zara padamu... ini adalah bentuk lain dari kuasa pemimpin selain diakui oleh liontin Zauri kamu juga harus punya token ini untuk mengesahkan semua ucapan mu atau perintahmu tidak akan sah tanpa token ini , terimalah !" ujar Abah dengan suara yang sangat pelan.
" apakah Abah sudah mau pergi ?" tanya Tiana sedih. Matanya memerah dan ia membendung bola air mata.
Septi dan beberapa orang kepercayaan Abah Dahlan juga melihat kesedihan di wajah ketua baru mereka.
" Umur Abah sudah tidak lama lagi... Abah bisa tenang menyerahkan klan padamu! Dan kamu harus menjaga klan ini seperti kamu menjaga Blue Sky , Abah yakin semua usahamu pasti tidak akan sia-sia. Kamu adalah reinkarnasi dari Dewi semesta yang akan mendamaikan dunia"
"Uhuk...Uhuk.. waktuku sudah tidak banyak lagi, titip kan salam ku pada suamimu . Dia adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Walau aku belum pernah bertemu dengannya dari yang kulihat dari janin yang kamu kandung dia adalah sosok yang sudah ditakdirkan untuk berjuang bersamamu di kehidupan kini maupun masa lampau. Selamat atas anak kembar 3 mu !"
" Abah !" Tiana sudah tidak kuasa membendung air matanya. seperti baru beberapa tahun yang lalu ia bertemu Abah dengan wajah segar dan juga energik. Tapi sekarang beliau terlihat pucat dan tanpa jiwa.
" Uhuk uhuk ... Terimakasih dan ... Maaf !"
Tak selang lama Abah pun sudah menyenderkan tubuhnya di kursi dengan raut wajah yang damai seperti pergi dengan tenang tanpa beban.
Tiana dan Septi juga menangis. mereka sudah menganggap Abah seperti orang tua kedua . Kebaikannya juga tidak pernah pandang bulu.
" Kremasi guru dan kabarkan kabar duka ini ke setiap anggota " perintah Tiana .
" Baik Ketua !" beberapa murid langsung keluar untuk membunyikan lonceng agung.
Lonceng ini hanya akan dibunyikan jika , ada murid baru, ada murid yang keluar klan atau ada yang meninggal. Namun hanya satu kali bunyi. Jika lonceng dibunyikan selama 5 menit itu berati yang meninggal pasti ketua atau tetua klan.
Dibawah gunung.
" Dia telah tiada !" ucap Cipto pada tetua lain.
" Ya ".
***
Setelah acara kremasi . Tiana dan Septi pun pamit untuk pulang.
Renata dan Mondi diberi tugas menjaga klan selagi Tiana mengandung .
" Jaga diri kalian. dan titip klan jangan sampai ada masalah !"
" Baik Ketua, hati-hati dijalan." ucap Renata .
__ADS_1
" Hm "
Lalu mereka juga pamit pada para anggota dan panatua klan.
***
Setelah pulang dari gunung Tiana kembali ke rumah mewahnya. Sedangkan Septi kembali ke markas .
" Hah.. Lelahnya " ujar Tiana sesampainya di kamar king size nya.
Kebetulan Al yang baru selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di bagian bawah saja.
" Sudah pulang sayang ?" tanya Al senang. Sembari melangkah ke ranjang dimana sang istri sedang duduk .
" Hm.. kau tidak kerja ??" tanya Tiana karena jam baru menunjukkan pukul 3 sore.
" Tidak hari ini ayah dan ibu akan berkunjung jadi aku mengerjakan tugas dari rumah sembari mengintrupsi dapur untuk memasak lebih "
" Aku lelah !" ujar Tiana manja.
" Akan ku siapkan air untuk kamu mandi lalu istirahat!"
"Hm makasih suamiku !"
" Sama-sama istriku sayang. Geh mandi nanti keburu ayah dan ibu datang malah tidak jadi istirahat "
" Iya .." Tiana lalu menuju kamar mandi.
20 menit kemudian.
Tiana keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang wangi dan wajah segar.
" Sudah ?" tanya Al dari atas ranjang sudah dengan pakaian santainya.
" Hm... aku pakai baju dulu" lalu menuju ruang ganti.
Lima menit Tiana sudah keluar dari ruang ganti dan menuju ranjang.
" Berikan aku pelukan !" pinta Tiana manja.
" Sini apapun untuk istriku "
*****
Hai gaes 🤗 maaf sekali karena author sangat-sangat sibuk di real life jadi baru ke update sekarang. semoga kalian gak kecewa karena cuma satu bab doank.
Terimakasih pada kalian yang masih setia dukung karya receh aku.
Doakan biar Maslah cepat selesai dan bisa up setiap hari.
love you all 🤗🥰.
__ADS_1
jangan lupa like dan klik ❤️ biar kalian gak ketinggalan update terbaru.