Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
MERAJUK


__ADS_3

Happy reading gaes 🤗🥰.


***


Pagi sekali Tiana sudah bangun akibat rasa mual yang mendera.


" Sayang bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Alend pada sang istri dengan cemas.


" Tidak begitu buruk honey , nanti juga hilang rasa mualnya " ujar Tiana santai.


" Baiklah aku ambilkan air hangat dulu ya , tunggu sebentar " lalu Al pergi ke dapur mengambil air hangat .


Beberapa saat kemudian Al kembali dengan segelas air hangat.


" Sayang minumlah dahulu.." sambil menyodorkan segelas air.


" Terimakasih honey " sambil meminum airnya sedikit demi sedikit.


" Kamu pasti capek , sekarang mending istirahat dulu. Nanti kalau sudah agak siangan kita pergi ke rumah sakit , oke !" kata Al sambil membantu Tiana berbaring di ranjang.


" Baiklah .. kamu sebaiknya siap-siap untuk bekerja. Jangan risau kan keadaan ku dan baby kita !" kata Tiana sambil membenarkan posisi tidurnya.


" Tapi aku takut kamu kenapa-kenapa, biar nanti aku temani ke rumah sakit yaa . Ku mohon ! " pinta Al dengan muka memelas .


" Tapi bukannya kamu ada rapat akhir bulan ya sayang ?" tanya Tiana .


" Hm iya, tapi bisa aku undur jadwalnya setelah kita pulang dari poli kandungan " ujar Al datar.


" Terserah kamu aja deh ." lalu Tiana memejamkan mata.


Alend pun membelai rambut sang istri karena gemas , lalu ia pergi ke ruang kerja .


***


" Tolong kamu kabari yang lain rapat hari ini diundur sampai jam 2 siang !!" kata Al pada seseorang dibalik panggilan suara.


"...."


" Oke, makasih banyak . Nanti aku secepatnya nyusul !" tambah Al lagi.


Lalu panggilan di akhiri.


" Huh... aku harus kabari papa sebentar "


Tut.. Tut.. Tut...


" Ya Al ada apa ?" tanya papa Erik .


" Pa maaf aku nanti dan Tiana kayaknya gak bisa menginap dirumah papa, soalnya Tiana lagi gak enak badan. " ujar Al.


" Kamu gak perlu minta maaf Al, lalu gimana sudah kamu bawa ke rumah sakit ?? takutnya ada apa-apa lebih baik kamu jaga menantu dan calon cucu papa aja yang bener. Masalah nginap disini bisa lain kali, biar papa yang bilang ke mama nanti " jelas papa Erik.


" Hem... papa tenang aja Al pasti jaga istri dan anak Al dengan baik " ujar Al.


" Syukurlah... salam ya buat Tiana dan cucu-cucu papa.. haha "


" Hem ..."

__ADS_1


'Tut'


Lalu Al mengakhiri panggilan secara sepihak.


...****************...


Dengan mengendarai mobil sport nya Lya melaju dengan kecepatan sedang.


Hari ini dia dan sang mama akan bertemu di restoran.


'Drrtttt '


' Siapa lagi ah !' Lya menepikan mobilnya guna menjawab teleponnya yang berdering.


' Tiwi ngapain dia nelpon pagi-pagi gini ?' gumam Lya penasaran.


" Halo gaes kenapa tumben , udah bangun biasanya masih ngorok lu kalo libur ??" tanya Lya .


" Lya .... help me please!" ujar Tiwi sedih dengan suara serak seperti habis menangis.


" Why ??"


" Mami and bokap gua mau pisah !!" kata Tiwi .


" Gua mau kabur ini kagak ada tempat buat tidur !" ujar Tiwi melas.


" Omegat kok bisa sih... ya udah Lo ke apartemen gua aja . Lo harus cerita semuanya dengan jelas ya gimana ceritanya. Gua gak bisa nemenin Lo sekarang karena gua ada janji sama nyokap , Lo tau kan sandi apartemen gua . Lo istirahat aja disana buat sementara!" ujar Lya simpati.


" Iya gua tau,, Lo santai aja jalan sama Tante . Biar gua ke apartemen sendiri gua masih ingat sandinya kok. thanks ya sobat gua yang paling baik !" ucap Tiwi.


" Iya sama-sama... ya udah gua tutup dulu yah . bye !"


Sambungan pun terputus.


' Ada- ada aja sih masalahnya '.


Lalu Lya kembali melakukan mobilnya menuju restoran.


'Mama im coming!!!' teriak Lya girang.


***


Alend dan Tiana sudah sampai di poli kandungan. Mereka sedang menunggu kabar dari dokter yang biasa menangani Tiana.


" Gimana dok keadaan istri saya ?" tanya Alend khawatir.


" Anda tenang saja dokter Alend.. ibu dan bayinya sehat, istri anda hanya mengalami mual biasa itu terjadi pada ibu hamil di awal kehamilannya !" ujar sang dokter.


" Oh syukur kalau begitu, saya takut kenapa-kenapa karena wajahnya pucat sekali " ujar Al lega .


" Saya akan menuliskan resep vitamin untuk istri anda konsumsi " lalu menyodorkan kertas untuk Alend.


" Terimakasih dok " ucap Tiana bangkit dan keluar dari ruangan bersama Al.


***


" Kan aku sudah bilang, kalau aku gak kenapa-kenapa sayang !" kata Tiana lembut.

__ADS_1


" Iya aku tau. Tapi tetep saja aku khawatir, maafkan aku yang terlalu posesif ya !?" ujar Al merasa bersalah.


" Kenapa minta maaf , aku gak keberatan jika kamu berlaku seperti ini. Itu tandanya kamu perduli dengan aku dan ketiga anak kita !" kata Tiana .


" Makasih sayang ,, sudah hadir dalam hidupku !" sambil mengelus perut sang istri lembut.


" Iya papa " kata Tiana sambil menirukan suara anak kecil.


Al pun turut tersenyum bahagia dengan ucapan sang istri. Membuat dirinya kembali mendapatkan semangat untuk menghadiri rapat bulanan.


" Ya udah kita pulang yuk,, aku mau mampir ke rumah mama soalnya kangen sama masakan mama !" u jar Tiana antusias .


" Oke kita langsung menuju ke rumah mama !" kata Al menyetujui keinginan sang istri.


Mereka langsung pergi tanpa mengabari sang mama. Niat hati mau kasih kejutan ... eh malah ??😅.


***


Lya dan mama Ratih sedang bergandengan kelingking mall. Setelah makan mereka langsung menuju mall yang ada di dekat restoran tersebut.


" Ma kita udah belanja banyak ini.. pulang yuk ah. Lya gak enak sama Tiwi . Kasian dia orang tuanya mau pisah dan gak perduli sama Tiwi." kata Lya sedih.


" Yah begitulah hidup sayang.. tidak semua yang kita inginkan bisa kita gapai. Yang awalnya bahagia bisa berduka dan sebaliknya. Setiap manusia hanya bisa berencana sedangkan hasil akhir tetap kembali pada sang Esa !" ujar mama Ratih.


" Eh mama mau beliin baju hamil buat kakakmu ipar. karena hari ini dia gak jadi nginep di rumah , kita kunjungi dia dirumahnya. Papamu sibuk akhir-akhir ini dengan teman lamanya. hobinya itu loh kalau gak mancing ya main golf, mama kesepian." ujar mama Ratih galau.


" Kalau gitu kita beli baju buat kak Tiana yang banyak, kan setiap hari perutnya membesar, aduh aku udah gak sabar pengen gendong dedek bayinya kak Al !!" jerit Lya antusias..


" kalau gitu ayo kita beli yang banyak !!" ajak mama Ratih semangat 45.


***


Alend dan Tiana baru saja sampai dikediaman papa Erik.


" Pagi pak, papa sama mama ada ?" tanya Al pada satpam.


" Aduh tuan Al ,pagi tuan ?" ucap satpam girang, karena sudah lama anak majikannya ini tidak berkunjung.


" Pagi pak " jawab Al ramah.


" Maaf tuan , tuan besar pergi pagi tadi sama temennya katanya sih mau kemah gitu di dekat sungai sambil mancing, kalau nyonya beliau juga sudah pergi katanya mau belanja sama non Lya " jelas satpam pada Al.


" Yah... kamu sih mas, gak nelpon dulu !" ujar Tiana menyalahkan sang suami .


" Ya maaf, aku kira biasa nya mereka gak kemana-mana. Siapa yang tau pada ngelayap !!" kata Al kesal.


" Kamu ini!!" kata Tiana memperingatkan kata-katanya agar lebih enak didengar. Ngomongin orang tua kok kayak ngomongin anak kecil. batin Tiana aneh.


" Ya sudah pak kita pulang aja kalau gitu, soalnya masih mau rapat juga. Niatnya sih mau nganter istri saya ketemu mama ,tapi ya sudahlah nanti kalau mereka pulang sampaikan salam kami !" kata Al berpesan.


" Baik Tuan muda, hati-hati dijalan !" kata satpam.


Mereka pun pergi dengan kecewa.


Disepanjang jalan pulang Tiana hanya memejamkan mata. Yah namanya juga ibu hamil kalau keinginannya gak tercapai itu gimana gitu yah.. kesel dan sedih .


BERSAMBUNG...

__ADS_1


***


__ADS_2