Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
KEJAHILAN TIANA


__ADS_3

HAPPY READING GAES 🤗🥰.


***


Mansion Brian.


Suasana di luar mansion terasa amat bising karena ulah beberapa pengawal yang sedang latihan. Suara mereka se akan memenuhi pendengaran Tiana yang sedang asyik menikmati indahnya mentari pagi. Sudah seminggu Tiana dan Alend menginap di rumah daddy Brian. Akhir-akhir ini Tiana merasa rindu dengan rumah masa kecilnya itu.


Al yang sedang sibuk-sibuknya di rumah sakit di buat geleng-geleng kepala karena harus berangkat lebih pagi dan pulang lebih larut di karenakan jarak dari mansion ke rumah sakit miliknya cukup jauh.


' Untung sayang ' batin Al bermonolog.


" Mas, berisik banget sih ? turun yuk , aku mau lihat yang mereka kerjakan setiap pagi itu apa berguna " ajaknya Tiana namun terdengar ambigu di pendengaran Al .


Lalu Tiana keluar dari kamar dan menuju taman belakang mansion.


Al hanya membuntuti dari belakang hari ini ia berangkat siang karena ini permintaan sang istri, ngidam katanya Dede yang di dalam perut pengen di tungguin sama ayah Al.


" Pelan-pelan sayang " Ujar Al menggandeng pinggang sang istri.


'Dasar wanita ini sangat susah di bilangin' Gumam Al dalam hati.


" Iya aku pelan kok sayang, cuma telingaku sudah tidak bisa di ajak kompromi , sakit denger yang berisik-berisik gini " Ujar Tiana yang masih mempercepat langkah kaki nya menuju taman mansion.


" Biar nanti aku yang bilang ke mereka , pindah saja latihannya di antariksa biar gak bikin kamu terganggu dengan teriakan mereka." Usul Al yang langsung di sambut dengan tawa sang istri .


" Kamu mampu mindahin mereka ke antariksa ?" Tanya Tiana terkekeh gemas.


" Apapun akan ku lakukan demi kamu sayang, aku gak mau debay dan juga istriku terganggu dan itu bisa merusak mood kalian " Tegas Al yang tidak main-main dengan usulannya.


" Oh baiklah kita lihat apa kamu mampu " Tiana masih terkekeh berjalan menuju taman, dan langsung bisa melihat beberapa pengawal yang sedang berlatih dengan serius.


Mereka adalah pasukan khusus yang memang Brian siapkan untuk menjaga keamanan keluarga Ankara. Rata-rata mereka adalah mantan tentara dari devisi perang yang sudah bebas tugas. Alasan mereka mau mengikuti keluarga Ankara adalah koneksi yang tidak terbatas dan juga pasti gaji yang super tinggi.


Selama menguntungkan mana mungkin mereka tidak tinggal. Namun bagi mereka mengikuti keluarga Ankara sama saja mengabdikan diri mereka pada rakyat, yang harus mereka lindungi.


Mereka senang bisa membantu dan juga memberi. Keluarga Ankara tidak pernah sekalipun menindas yang lemah , malahan mereka membantu dan memberi contoh yang bagus sebagai keluarga konglomerat yang berkuasa.


' Rasanya menyenangkan mengikuti keluarga ini.' Pikir Meraka dengan bangga.

__ADS_1


***


Setelah sampai di taman Tiana langsung pura-pura batuk untuk mengalihkan perhatian mereka.


" Uhuk uhuk ... " Sesaat semua pengawal menoleh ke sumber suara. Mereka lalu berbaris dan menyapa Tiana dengan tertib dan sopan.


" Ketua ... " Sapa Lion yang melatih mereka.


" Ketua ... " Serempak para pengawal pun menyapa.


" Hm... " Sambil melirik satu persatu anak buah yang konon jebolan militer itu.


" Hem ... Kalian berisik tau gak !" Lontar Tiana begitu saja dengan tampang kesalnya dia berjalan menuju kursi taman dan duduk dengan santai.


" Kalian harus tanggung jawab , istriku terganggu dengan suara latihan kalian, mulai sekarang kalian pindah saja latihannya ! " Perintah Al dengan tegas.


Semua pengawal sampai terbengong dengan pernyataan kedua tuannya. Bagaimana tidak biasanya juga mereka latihan dan berisik setiap hari tapi tuannya tidak pernah mempermasalahkan nya, namun sekarang mereka di buat heran dengan penuturan sang tuan.


" Maksud Nona muda bagaimana ? Maaf Lion tidak mengerti " Ucap pria paruh baya itu dengan linglung.


" Kalian pindah saja latihannya ... Mas Al mau mindahin kalian ke antariksa katanya " Dengan polos dan mimik wajah yang santai Tiana mengkambing hitamkan sang suami yang sekarang malah terlihat cengoh di mata semua pengawal.


" Antariksa ?? Kenapa " Tanya Lion masih bingung belum paham, jika suami istri ini hanya mengerjainya.


Lion pun menatap tuannya sambil meminta penjelasan .


" Jangan tanya padaku !" jawab Al kesal.


" Lalu ??..." Lion di buat melongo dengan apa yang kedua tuannya lakukan .


" Mas, tadi kamu bilang kalau mereka akan kamu pindah ke antariksa , kapan ? Jadi tidak pindahnya " Tanya Tiana menatap sang suami dengan wajah di buat penasaran.


" Kok jadi mas sih sayang. Bukannya kamu bilang mereka berisik ,makanya mas inisiatif mau mereka pindah biar kamu gak terganggu " Ujar Al meminta jawaban sang istri.


" Masa ?? Kok aku lupa , gak ingat kalau pernah ngomong gitu " Ucapnya cuek.


" Hah ??" Mati Kutu sudah deh . Semua orang termasuk Al hanya bisa mengelus dada dengan tingkah putri dari sang penguasa .


' Ini namanya lempar batu sembunyi tangan ... Huh nyesel aku punya niat nyenengin dia hari ini ' batin Al bermonolog.

__ADS_1


***


Brian yang baru pulang dari jogging 0un di buat penasaran dengan suasana pagi ini.


" Ada apa lagi ini ?" Tanya nya pada Umar yang hanya di balas dengan gelengan kepala.


' Huh ... ' desahnya lalu ia menuju taman dimana kedua anak dan menantunya yang sedang mengerjai para pengawalnya. Ralat !! Bukan anak dan menantunya tapi lebih tepatnya putri tercintanya yang buat ulah.


" Ehem , kalian sedang apa ?? " tanya Brian pada pasangan suami istri itu.


" Daddy ... " Sapa Al pada ayah mertuanya.


" Hm ... Kamu kena lagi pagi ini ??" tanya Brian pada Al .


Tanpa menjawab Al hanya mengangguk sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal ditambah ekspresi cengengesan.


" Tiana , apa kamu ada ingin memakan sesuatu atau mau berkunjung kemana , daddy hari ini akan menuruti semua permintaanmu !" Ucap Brian bermaksud untuk menyelamatkan anak buahnya dari kejahilan sang putri.


" Tiana tidak mau apa-apa dad, hati ini Tiana hanya ingin bersantai dengan suamiku saja.. Tapi boleh juga Tiana ingin sarapan bubur ayam tumis ati ampela dan juga gulai kambing, emmm kayaknya enak dad, buruan masakin yaa Tiana sudah tidak sabar untuk memakannya " Ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


Al yang mendengar permintaan sang istri yang seperti sangat menginginkan nya langsung menawarkan dirinya sendiri untuk menyiapkan semua makanan itu.


" Sayang biar aku saja yang buat, ak....." belum sempat selesai bicara bibir Al langsung di bungkam dengan jari telunjuk Tiana yang menempel seperti memberi isyarat ( Stttt, jangan ikut campur ).


Al yang tahu niat dari sang istri terus diam dan hanya mengikuti saja.


" Lebih baik aku mengecek beberapa makalah dari beberapa dokter, iya ah aku lupa jika belum selesai !"


Lalu " Daddy Al ada yang harus di urus dulu , kalian santai saja . Masak perlahan , bersenang-senang lah dengan putri mu tercinta !" setelah melanjutkan ucapannya Al langsung kabur ngacir dari taman.


Semua pengawal termasuk Brian dan Lion juga ternganga tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.


Ternyata gunung es ini sudah mencair lebih awal dan menemukan pelabuhannya. Sungguh batin mereka .


" Daddy ayo cepat masak Tiana sudah tidak sabar untuk mencicipi nya !" Ajak Tiana .


" Kalian teruskan latihan tapi jangan berisik, nanti kalian beneran di pindahin ke antariksa loh sama mas Alend atau bisa jadi dia berubah pikiran dan mindahin kalian ke Antartika mungkin " Ucapnya sambil berlalu tanpa dosa.


Sedangkan para pengawal dan juga Lion hanya tersenyum kecut. Kalua Brian ?? Jangan di tanya lagi dia hanya bisa mengelus dada sambil beristighfar.

__ADS_1


'Astaghfirullah'🤣🤣🤣


***


__ADS_2