Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
SERANGAN BALIK


__ADS_3

Langsung ya gaes.. happy reading.


***


" Apa dokter yakin .. Hem.. ?" Tanya Tiana dengan melangkah maju mendekati dokter Alend.


Dia berhenti tepat satu langkah dari dokter Alend berdiri.


" Dokter aku tidak suka orang yang munafik.. " Dia memeluk dokter Alend.


Dokter Alend yang dipeluk pun diam terpaku ,antara dia takut, malu atau malah suka..


" Aku pria normal.. Jadi wajar jika hasrat ku muncul saat melihat mu dengan baju terbuka" Kilah dokter Al pada Tiana.


" Apa dokter ingin melakukannya ??Tunggulah aku akan bersih-bersih dulu.. Badanku lengket semua..Tidak nyaman untuk melakukan itu.." Menatap dokter Alend dengan senyuman nakal.


" Jangan mengada-ada.. Aku tidak tertarik. Lagi pula kita sedang menjalani kontrak. Aku tidak mau melanggar nya" Kilah Al


Lalu dia melepaskan pelukan Tiana.. Terasa gerah.. Apa AC nya mati pikir dokter Alend. Buru-buru keluar dari kamar mandi.


" Huh .. Ya sudah kalau tidak mau melakukannya.. Jangan bilang tidak tertarik.. Memangnya aku se buruk itu apa..?" Sambil mematutkan dirinya di cermin.


" Aku cantik.. Sosokku juga bagus.. Kenapa dia tidak tertarik.. Masalah kontrak itu bisa dia ubah.. Tapi dia tidak melakukan nya, sudah diberi kesempatan malah tidak digunakan"


Tiana lalu mengisi bath tub dengan air hangat dan memberi sedikit sabun aromaterapi . Dia harus berendam agar pikirannya rileks.


Tiana yang sudah selesai ritual mandinya pun langsung memakai jubah mandi. Dia memang sengaja tidak membawa baju ganti ke kamar mandi.


Alend yang sedang melihat ponsel pun menoleh ke arah suara pintu kamar mandi yang terbuka. Tiana keluar dengan rambut basah dan hanya menggunakan jubah mandi.


" Dokter giliran mu untuk mandi. Aku sudah lapar.." Rengek Tiana


Sambil menghela nafas kasar dokter Al beranjak dan masuk kamar mandi. Kalau lama-lama ntar dia bisa benar-benar minta jatah.


" Hiiiis... Di cuekin mulu.."


Lalu berjalan menuju lemari dan mengambil baju tidur lengan pendek. Setelah memakainya Tiana mengeringkan rambut dan sedikit memoles lipstik tidak lupa memakai krim malam dan serum.


" Sudah deh.. " Kata Tiana sambil merapikan skincare nya.


" Dokter .. Ayo cepetan .." Teriak Tiana tidak sabar.


Tiana ke luar menuju balkon,memencet no Azka dan menghubungi nya.


" Hallo bos.." Suara di balik telepon


" Azka atur rencana ... Saat rapat pemegang saham nanti. Aku mau semua tunduk dan patuh. Aku tidak suka perlawanan.." Perintah Tiana


" *B*aik bos.. Sesuai permintaan anda "


Lalu sambungan terputus.


Tiana masuk lagi dan duduk di tepi tempat tidur. Masih dengan ponsel ditangannya.


Alend keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk sebatas pinggang. Memperlihatkan roti sobeknya yang sangat maskulin.


" Dokter apa kau berendam dulu.. Kenapa lama sekali Hem ..?" Protes Tiana.


Dia sudah sangat lapar. Karena tadi siang dia cuma makan sate .


Alend hanya diam sambil berlalu ke lemari pakaiannya. Dia menoleh ke Tiana " Apa kau akan melihatku berpakaian ?"


Tanya Al .


" Hiiss.. Siapa juga yang nolak hehehe" Sambil cengengesan.


" Kau bisa keluar menunggu di meja makan.." Usir Al.


" Yah.. Gagal deh.. " Dengan langkah gontai Tiana keluar dari kamar dan menuju meja makan.


Sampai di lantai bawah ponsel Tiana berdering..


D**rtttt... drttttt**...


Melihat layar tertera nama Azka.


" Ada apa lagi ??" Tanya Tiana


Kalau Azka nelpon pasti ada hal yang tidak beres.


" *A*da masalah nona.. Geng KOBRA membuat ulah, beberapa markas kita diserang banyak saudara saya yang meninggal " Jelas Azka di seberang.


" Sudah kuduga si rubah tua itu memang licik. Baiklah aku akan segera ke markas. Tolong siapkan pesawat pribadi ku. Aku akan tiba di markas dalam waktu 30 menit. Semua sudah harus siap.." Perintah Tiana.


Sambungan teleponnya terputus.


Dia lalu memanggil Umar.


" Umar.. Persiapkan semuanya " Pinta Tiana


" Umar bisakah kau memasang lift di mansion ini. Kakiku bisa bengkak lama-lama " Ujar Tiana.


" Baik nona tapi saya harus minta ijin dulu pada tuan Alend. " Jawab Umar


" Apa kau mencoba memberontak Umar ..?" Sambil melirik Umar.


Melihat Tiana yang kembali keatas . Alend bertanya " Kenapa tidak menunggu di meja makan ..?"


" Suami.. Maaf aku harus pergi , ada meeting mendadak. Aku meminta izin " Sambil bergelanyut manja di tangan Al.


Tidak mungkin kan dia menjawab akan menghabisi nyawa musuhnya. Bisa berabe nanti...


Umar masih setia berdiri di bawah tangga.


Tanpa menolak pegangan Tiana, Al malah bertanya " Apa harus malam ini juga ? "

__ADS_1


" Iya sayang.. Ini sangat penting. Maafkan aku .. Boleh ya.. Waktuku tidak banyak." Melas Tiana.


" Baiklah.. Biar ku antar.. Ini sudah malam." Dia berbalik


" Oh.. Tidak perlu suami .. Aku berangkat ditemani Umar dan Azka. Aku akan ke China, mungkin hanya 2 hari di sana" Elak Tiana.


Sedikit berpikir dan...


" Baiklah jika perlu sesuatu hubungi aku." Saran Al.


" Okeeee... Terimakasih.." Cup.


Mencium pipi Al, lalu kembali menaiki tangga menuju kamar.


Al mematung sejenak.


Umar langsung menundukkan kepalanya.


" *A*pa yang dia lakukan..? " Gumam Al.


Tiana yang sudah sampai di kamar pun langsung berganti pakaian kasual. Lalu turun ke lantai satu


" Umar siapkan mobil.." Perintah Tiana


Umar lalu berjalan keluar untuk menyiapkan mobil kemudian.


" Silahkan nona .." Umar membukakan pintu mobil untuk Tiana .


" Terimakasih Umar langsung ke markas " Duduk dan memasang sabuk pengaman.


" Siap nona.." Masuk ke kursi kemudi.


Mobil pun melaju memecah jalan raya. Dengan sangat baik Umar kali ini mengemudi dengan cepat. Takut kalau-kalau nona muda nya marah.


***


Setelah tiba di markas. Tiana langsung menyuruh Azka dan Umar menyusun strategi yang matang untuk mengambil langkah tepat . Kali ini Elang harus tamat.


Dia juga akan mengambil alih seluruh saham perusahaan Elang agar Tiana memiliki banyak topangan di dunia bisnis.


Skiip.


***


Di Shanghai China.


Setelah tiba Tiana langsung menuju hotel DengZe. Di sana sudah ada beberapa anak buah yang selama ini memantau perusahaan Elang dan geng KOBRA.


Mereka memberi hormat pada Tiana.


" Selamat datang nona muda... " Sapa mereka.


" Bagaimana situasinya..?" Tanya Tiana.


" Seperti waktu terakhir kali kami melapor bos, mereka sudah membuat gebrakan besar " Jawab Juan salah satu orang pilihan Tiana.


Dan lebih mengejutkannya lagi perusahaan mereka menjalin kerjasama.


Entah apa yang terjadi.. Tapi seperti mendapat durian runtuh. Tiana sekali dayung 2, 3 ,4 pulau terlampaui. Hehehe


" Azka bawa beberapa orang. Kepung markas KOBRA.. " Perintah Tiana.


" Baik bos muda .. " Membungkuk memberi hormat dan melangkah pergi dengan beberapa orang mengikuti nya .


" Umar .. Bersiaplah kita akan pesta besar"


Sambil tersenyum dan melangkah pergi.


Umar yang sudah terbiasa pun langsung mengerti.


***


Elang Pratama.. Asli orang Indonesia. Dia adalah pemilik pabrik tekstil terbesar di negara Kazakhstan. Dia juga mewarisi perusahaan kain di China,setelah menjadi orang sukses dia malah menggeluti dunia mafia. Menjual berbagai barang ilegal. Seperti senjata, organ tubuh manusia dan juga narkotika.


Dia lah dalang di balik baku tembak yang terjadi di desa alas beberapa waktu lalu. Dia menyuruh anak buahnya untuk menjual beberapa senjata ilegal .


Kelompok mafia geng KOBRA memang terkenal licik.


Mereka sengaja menjual barang lalu setelah mendapatkan uang dari pembeli mereka menghabisi nya tanpa sisa.


Itu sangat menguntungkan . Kedok mereka selama ini selalu berhasil.


Tapi apesnya saat mereka transaksi terakhir kali, mereka tidak mendapatkan keduanya. Barang hilang uang tak dapat, anak buah pun habis terbunuh.


Karena sialnya mereka bertransaksi dengan kelompok Tiana geng BLUE SKY.


Elang sangat marah dan mulai menyerang beberapa markas BLUE SKY yang berada di negara Kazakhstan,Kenya dan beberapa negara lainnya termasuk China.


Secara membabi buta tanpa ampun menghabisi anak buah Tiana.


***


berapa orang kepercayaan Tiana sudah mengepung markas musuh. Mereka tinggal menunggu aba-aba dari bos besar.


Beberapa tempat sudah di lumpuhkan oleh Azka dan anak buahnya. Kini mereka sedang menuju markas besar dimana Elang berada.


Di markas besar geng KOBRA.


" Hari ini kita menang banyak.. " Kata Elang pada anak buahnya.


" Iya bos.. Kita bisa mengelabui orang-orang kaya yang bodoh itu." Sombong mereka.


" Lalu bagaimana dengan aksi pembantaimu ? " Tanya Elang lagi.


" Kami juga sudah meratakan markas BLUE SKY di beberapa titik bos" Jawab Niko dengan bangga

__ADS_1


" Sialnya barang kita yang berhasil di bawa BLUE SKY adalah barang bagus dari Mesir " Kata Elang.


" Iya bos... Bagaimana kalau kita serang markas utama mereka." Usul Niko


" Untuk sementara ini cukup di beberapa tempat kecil dulu, kita lihat saja hasilnya" Ujar Elang


" Kudengar ketua mereka wanita yang sangat kejam. Tapi juga sangat cantik " Tawa Elang menggelegar.


" Benar bos informasi yang kami dapatkan BLUE SKY dulunya di pimpin oleh Brian Ankara. Dan sekarang di wariskan ke anak perempuan nya yaitu Tiana Ankara.


Selain menjadi mafia dia juga memimpin perusahaan tekstil terbesar di dunia. karena dia di gadang-gadang akan menjadi pewaris tunggal Tuan Satria Ankara. Kakek dari nona Tiana sendiri." Jelas Niko


" Apa tuan Satria tidak memiliki anak lain ? Atau cucu lain ?" Tanya elang


" Tidak tuan menurut informasi, tuan Brian adalah putra satu-satunya dari tuan satria. Lalu menikah dengan keluarga Baskara dan di karunia satu putri sayangnya setelah melahirkan Nyonya Lily istri dari tuan Brian meninggal ." jelas Niko lagi.


Elang manggut-manggut tanda mengerti.


" Kalau begitu kita telah membangunkan singa yang sedang tidur hahaha... " Tertawa pahit.


***


Tiana , Umar dan beberapa pengawal telah sampai di perusahaan Elang .


Beberapa pengawal langsung mengamankan tiap sudut yang ada di lantai perusahaan .


Mereka ada hampir 20 orang , berjaga di sana.


Tiana langsung melenggang memasuki ruangan yang di pintunya tergantung papan nama presiden direksi Elang Pratama.


Umar lalu mencopot papan nama itu dan membuangnya ke tempat sampah.


***


Azka yang sudah mendapat lampu hijau dari bos mudanya itu langsung menyerbu markas KOBRA.


Dia menendang pintu depan setelah melumpuhkan beberapa pengawal di area luar.


" *B**raakkk* .... "


Dengan satu tendangan pintu pun ambruk. Elang yang sedang mengadakan pesta atas pencapaian nya pun kaget.


Bagaimana tidak, mereka baru saja menghabisi beberapa markas BLUE SKY. Dan sekarang malah mereka datang dengan lebih banyak anggota.


"Shiitt.." Umpat Elang pada anak buahnya.


Tanpa basa-basi Azka dan anak buahnya langsung melepaskan pelatuk dan menghabisi seluruh musuh , tanpa perlawanan yang berarti. Karena mereka dalam kondisi mabuk.


Elang juga tewas dalam pembantaian itu.


" Bakar semua mayat jangan sampai ada yang tersisa." Perintah Azka.


" Baik tuan .. " Jawab mereka


Lalu mengumpulkan semua mayat yang tewas dan membakar tempat itu tanpa sisa. Mereka melakukan nya seolah-olah itu adalah murni kecelakaan.


***


Kabar tentang hancurnya perusahaan Elang pun cepat tersebar. Banyak yang menduga bahwa itu adalah ulah lawan bisnis mereka . Tapi tidak sedikit yang menerka-nerka.


Umar telah mengumpulkan beberapa dewan direksi . Tiana akan mengadakan rapat darurat.


Setelah semua dewan direksi berkumpul. Tiana langsung masuk ke ruangan rapat. Dia melangkah dengan anggun dan elegan bak seorang penguasa.


Semua mata tertuju padanya. Tidak sedikit dari mereka yang baru melihat wajah itu.


" Siapa dia ?" Bisik si tua botak .


" Aku juga baru pertama kali melihat nya" Jawab si gendut .


" Apa yang ingin dilakukan nya " Tanya wanita berambut pendek. Terlihat masih muda.


Bisikan-bisikan itu terdengar di telinga Tiana .. Tapi dia enggan untuk membuka suara.


" Ekhemm... " Umar ber deham .


Dan itu sukses membuat para dewan direksi diam.


hanya saling pandang saja .


" Selamat pagi Tuan dan Nyonya dewan direksi.. Maaf sudah meminta kalian datang ke kantor sepagi ini " Jelas Umar.


" Siapa kamu ? " Tanya si tua botak.


" Saya bukan siapa-siapa. Tapi saya akan memperkenalkan kepada kalian Presdir baru perusahaan ini.." Jawab Umar .


"Apa maksud ucapanmu..? " Tanya si gendut.


" Seperti yang saya katakan barusan. Wanita yang duduk di depan kalian ini adalah Tiana Ankara. Dia presiden direksi yang baru. Juga pewaris perusahaan tekstil Ankara Group. Cucu satu-satunya Tuan Satria Ankara." Jelas Umar.


"Sekarang perusahaan Elang telah beralih tangan. Mohon kerjasama nya. Jika ada diantara kalian yang tidak setuju silahkan angkat kaki dari perusahaan. Dan yang berani memberontak, maka siapkan nyawa kalian" Imbuh Umar dengan nada mengancam.


Semua orang yang berada di sana terkejut. Pewaris Ankara sudah bertindak...


***


Hai ... gaes, maaf telat update. sudah 2 kali ngajuin di tolak terus .. jadi bikin ulang deh.


Tapi tetep semangat donk yaa.


Jangan lupa like dan vote . tinggalkan jejak kalian di komentar.


Bisa kasih saran juga ya buat kelanjutan hubungan si gadis mafia (Tiana)dan dokter jutek (Alend).


terimakasih.

__ADS_1


love you all...


__ADS_2