Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
TERBONGKAR


__ADS_3

HAI GAES LANGSUNG AJA YA HAPPY READING 🤗😍


***


Brian bersama Lion terpaku di depan layar monitor. Mata Brian sudah tak bisa membendung lagi air matanya, mengetahui kejadian yang sebenarnya 19 tahun silam. Flashdisk yang Elmo berikan kepada Rendy sebelum pergi tadi,berisi semua tentang kebenaran yang terjadi di masa silam. Dimana Kevin mungil baru lahir sudah di pisahkan dengan sang ibu, teganya lagi Lily mendapatkan perlakuan buruk dari Anita sesaat setelah melahirkan Kevin kecil.


Anita juga membentak Kevin kecil yang baru lahir , sungguh hati Anita sudah seperti iblis saja.


" Tuan Brian ... Apa langkah selanjutnya ?" Tanya Lion pada sang majikan.


Yang di tanya hanya diam tanpa merespon , ia sangat tersayat hatinya melihat istri dan anaknya diperlakukan kasar oleh wanita yang dulu pernah menjadi teman baiknya itu.


" Seperti rencana awal , kita jalankan saja sesuai instruksi Tiana , biar dia yang memberi perintah. Aku hanya akan menangani Anita saja , sisanya kalian menunggu perintah dari Tiana " Ujar Brian mantap.


" Baik Tuan " Jawab lion patuh. Kini ia harus mendiskusikan masalah ini dengan nona mudanya. Lalu ia bergegas mendatangi rumah sang Nona .


***


" Sayang apa kamu sudah memikirkan nya matang-matang ?" Tanya Mama Ratih pada sang anak dan menantunya. Pasalnya masalah yang akan di hadapi oleh mereka sangat berbahaya, apalagi kini Tiana sedang berbadan dua.


" Ma, mama tenang saja aku akan menjaga Tiana dan juga calon anak kami dengan baik.." Jawab Al meyakinkan.


" Mama khawatir ada apa-apa dengan kalian sayang, mama takut " Isaknya memeluk sang menantu.


" Mama jangan sedih ya, Ana dan mas Al akan baik-baik saja, debay di dalam perut juga akan baik-baik saja, mama gak perlu khawatir kan ada Azka juga Umar masih banyak orang lain yang siap menjaga kami dengan segenap nyawa mereka. Kami akan hati-hati " Ucap Tiana menghibur sang mama mertuanya.


" Baiklah jika kalian memang sudah memutuskan. Kembalilah dengan selamat sayang, Alend jaga anak dan istrimu baik-baik, jangan biarkan hal buruk menimpa kalian mengerti !" Pesan Mama Ratih sambil sesenggukan.


***


Dikediaman Ankara


" Bagaimana apa mereka sudah aman ?" Tanya Brian kepada Rendy sang kaki tangan.


" Sudah Tuan semua sudah beres " Jawab Rendy mantap.


" Bagus ... Selanjutnya atur agar orang-orang suruhan Anita di kota ini tidak bisa bergerak leluasa, aku ingin mereka mati langkah " Ujar Brian pada Rendy.


" Baik Tuan laksanakan " Lalu pamit undur diri dan pergi menjalankan perintah .


***


Lion sudah sampai di kediaman Tiana , ia memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah .


" Semoga Nona Muda ada di rumah " Gumamnya .


Ia langsung masuk kedalam bertemu dengan beberapa pengawal . " Maaf Nona baru saja keluar bersama Tuan Al di temani Azka dan Diwan" Ujar pengawal pada Lion .


" Kemana ?? Kenapa tidak papasan " Keluh Lion kesal. Tapi juga salahnya jika mereka tidak bertemu karena Lion biasanya mengabari Umar dahulu jika akan bertemu dengan nona muda.


"Gara-gara Umar cuti jadi susah kan" Gumamnya lalu ia berbalik pergi tanpa bertemu dengan penghuni lainnya.

__ADS_1


Dia mengeluarkan benda pipih dari saku jasnya dan mendial no seseorang. Tut Tut Tut ...


Sambungan terputus " Ada apa dengan anak ini giliran di butuhin malah ngilang kek jailangkung " Geramnya saat panggilannya malah terhubung dengan kotak suara.


Lion memacu kendaraan nya menuju markas besar, kemungkinan besar Nona Muda berada di sana mengingat rencana A sudah di jalankan tinggal menunggu instruksi darinya saja.


***


Iring-iringan mobil Tiana tiba di sebuah Villa besar yang berada di puncak yang sangat jauh dari rumahnya. Suasana yang asri dan sejuk membuat Al semakin ingin tahu hal di balik kenyamanan ini.


" Kita sudah sampai ayo keluar " Ujar Tiana melenggang keluar dari mobil tanpa menunggu sang suami.


Azka juga sudah keluar dan menunggu sang majikan .


" Ajak tamu kita berkeliling Azka !" Perintah Tiana pada sang asisten. " Baik Nona Muda , ayo Tuan Muda silahkan ikuti saya " Ajak Azka pada sang Tuan.


" Kenapa dia tidak mengajakku bersamanya ?" Tanya Al pada Azka.


" Maaf Tuan , Nona Muda akan rapat sebentar dengan para tetua , nanti kalau sudah selesai saya akan antar Tuan menyusul Nona Muda " Jelas Azka pada sang majikan. Diwan juga hanya mengekor di belakang Al dan Azka. Ia sangat kagum dengan semua peralatan dan juga kecanggihan teknologi milik BLUE SKY.


" Silahkan Tuan tunggu di sini , saya akan mengajak Diwan mengenal teman-teman nya yang baru " Pamit Azka pada sang majikan.


" Hmm " Jawab Al lalu duduk di sofa berwarna abu-abu.


Dari yang di lihat Al, interiornya sangat mewah bergaya Eropa namun sedikit ke Asia.


Dia juga melihat hamparan danau yang luas di seberang tempatnya duduk. Kaca yang membentang di dinding seolah memang di buat khusus untuk menikmati pemandangan dari balik gedung mewah ini.


***


" Waw sangat menakjubkan apakah kalian mafia ?? Kenapa kalian mempunyai akses ke seluruh CCTV yang berada di Kota?? " Tanya Diwan pongah melihat ruang kontrol yang ramai di isi oleh orang-orang yang berpakaian hitam .


Mereka juga fokus ke layar monitornya masing-masing tanpa memperdulikan kepolosan Diwan.


" Kau akan mempelajari beberapa trik peretasan , musuh yang akan kita hadapi dia sangat licin tapi bukan berarti kita tidak bisa mengatasinya. Kau harus ku latih agar bisa berguna kapanpun Nona dan Tuan Muda membutuhkannya. " Ucap Azka memberitahu.


" Ground ajari Tuan Diwan cara dasarnya dulu jika otaknya mampu untuk menampung banyak pelajaran, coba ajari dia dengan cepat dalam 3 hari aku mau hasil yang memuaskan " Perintah Azka pada Ground ahli retas.


" Kita lihat seberapa encer otaknya Tuan " Ungkap Ground senang.


" Jangan membuat Nona Muda kecewa Diwan " Lalu melangkah keluar dari ruangan retas.


***


Tiana bersama Rendy dan juga istrinya Margareta sedang membahas langkah selanjutnya. Azka yang baru sampai langsung ikut bergabung di meja bundar itu.


" Paman ,Bibi maaf merepotkan kalian lagi.. Harusnya kalian sudah bisa mengambil hari pensiun. " Ucap Tiana merasa tidak enak .


" Apa yang kau katakan sayang, bibi sama sekali tidak keberatan ... Kami akan membantumu sebisa kami. dan untuk sisanya serahkan pada yang baru datang. " Ucap Margareta sambil melirik sang putra yang baru bergabung dengan mereka.


" Apa ibu berniat membuang anak ibu ?" Tanya Azka kesal karena ibunya selalu menggoda nya.

__ADS_1


" Ho ho ho ... Apa kau merasa terbuang Tuan Azka ?" Ledek sang ibu lagi.


" Bu ..." Protes Azka hendak merajuk namun Tiana langsung membuka suara.


" Kali ini daddy sudah mendapatkan bukti autentik. Setelah itu kita akan bergerak mengecoh musuh dengan umpan aku sendiri !" Kata Tiana tanpa rasa takut.


" Nona ... " Cegah Azka ingin protes.


" Kita bongkar dulu kebenaran jika Kevin adalah saudaraku, lalu pelan tapi pasti Septi akan mendekati Alika dan mencari informasi darinya. Setelah itu aku akan pergi menemui paman Moko di negara Kenya sisanya kalian bergerak mengikuti instruksi dari Paman Rendy " Jelas Tiana pada yang hadir di rapat.


" Baik Nona laksanakan" Jawab mereka serentak.


Walau mereka tahu Tiana cerdik dan bisa di andalkan namun bagaimana pun Tiana sedang berbadan dua, bagaimana kalau Brian tahu rencana ini bisa gawat. Pikir para tetua disana.


***


Di Sebuah Apartemen.


Kevin duduk dengan santai sambil menyesap kopi. Hari ini weekend wajar saja jika ia bersantai tanpa berkutat dengan berkas yang menumpuk di meja kerjanya . Karena kerjasama dengan perusahaan Ankara Group berhasil dan brand mereka meledak di pasaran Kevin akhir-akhir ini jarang istirahat walau sebentar saja.


Padahal Tiana sudah memberikan beberapa bantuan berupa asisten dan juga penambahan karyawan. Namun tetap saja masih kewalahan. Maklum kolaborasi nya membuahkan hasil yang diluar ekspektasi mereka.


Drttttt Drttttt Drttttt ...


Panggilan dari " Tuan Ankara ".


Langsung tombol hijau digesernya.


" Hallo Tuan sebuah kehormatan besar karena anda menghubungi saya lebih dulu, ada yang bisa saya bantu ??" Tanya Kevin ramah.


" Oh anda berlebihan Tuan Kevin, tadinya saya ingin mengundang anda makan malam lewat putri kecilku, namun dia mendadak pergi ke luar negeri jadi saya bermaksud mengundang anda langsung jika anda berkenan ke mansion malam ini , apa anda bisa ??" Tanpa basa-basi Brian mengutarakan maksudnya.


" Wah Tuan Brian sebuah kehormatan jika anda menghubungi saya langsung, baiklah nanti saya akan datang " Jawab Kevin senang, karena bisa bertemu dengan orang no 1 di dunia bisnis.


" Nanti asisten saya Lion akan menjemput anda " Balas Brian.


" Baik Tuan terimakasih "


" Sampai berjumpa nanti malam Tuan Kevin , saya harap bisa berbincang-bincang dengan anda " Ujar Brian senang.


" Iya Tuan Brian , sampai berjumpa nanti malam"


Sambungan telepon pun terputus .


***


Tiana dan Alend pulang ke rumah mereka. Sore ini mereka akan terbang ke negara Kenya dimana Anita dan markasnya tersembunyi.


" Sayang apakah kita harus menemuinya ?" Tanya Al cemas.


" Cepat atau lambat kita akan bertemu dengan nya sayang, jadi lebih cepat lebih baik bukan. Biar cepat selesai juga masalahnya. Ini hanya kesalahpahaman dari pihak Anita saja. Jika di luruskan pasti akan menemui titik tengahnya. " Jelas Tiana sedih.

__ADS_1


***


__ADS_2