Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
SERANGAN DARI MUSUH


__ADS_3

Langsung aja ya gaes happy reading 🤗🤗


***


Malam ini Kevin sedang berada di kantor cabang. Ia sedikit sibuk akhir-akhir ini. Apalagi setelah penggabungan antara dua merk yang cukup terkenal, itu sudah pasti membuat gebrakan baru di dunia bisnis.


Kring...


Bunyi handphone menyadarkan Kelvin dari kesibukannya yang padat.


" Hallo "


" Hallo bisa kita bertemu ?" Tanya Alika pada Kelvin.


" Oh maaf Lika , hari ini aku sangat sibuk. Aku sungguh tidak bisa ,bagaimana jika besok saat makan siang , akan ku luangkan waktu " Ujar Kevin sambil melihat beberapa berkas di mejanya yang menumpuk.


" Hanya sebentar saja masak iya tidak bisa, sambil makan malam " Bujuk Alika.


" Em aku benar-benar minta maaf Alika, hari ini sangat sibuk " Kevin merasa tidak enak karena menolak permintaan Alika.


" Oh baiklah jika memang tidak bisa, kalau begitu besok saat makan siang saja " ujar Alika mengalah.


Sambungan teleponnya langsung terputus. Seperti nya Alika kesal dengan jawaban Kevin. Buktinya belum juga Kevin selesai bicara, Alika sudah memutuskan panggilan secara sepihak.


" Hari yang melelahkan ... " Gumam Kevin menyenderkan tubuhnya ke kursi kerja nya.


***


Umar selalu mengikuti Alend kemana sang majikan pergi seperti hal yang sering Umar lakukan jika mengikuti Tiana.


Banyak pasang mata yang melihat Al seperti orang penting kemana-mana harus di kawal oleh pria berbaju hitam lengkap dengan setelan jas.


" Aaa bisakah kau sedikit menjauh dariku ?? Aku sedikit kurang nyaman. Tidak terbiasa dengan keberadaan orang lain yang mengikuti ku seperti mu ini " Kata Al merasa risih saat di ikuti kemana ia pergi seperti ke kamar mandi saja Umar tetap ikut.


" Maaf Tuan Muda, ini adalah perintah dan perintah Nona Tiana mutlak tidak bisa di bantah. Sedikit saja ada kesalahan maka nyawa kami taruhannya. " Jawab Umar tanpa basa-basi dan itu malah membuat Al semakin yakin jika istrinya bukan hanya orang kaya biasa. Tapi ada sesuatu yang Tiana sembunyikan dari nya. Entah apa itu biarlah waktu yang menjawab . Karena Al juga tidak pernah mau bertanya pada sang istri. Biar Tiana memberitahu dengan sendirinya. Tanpa ada paksaan dari Al.


" Ekmm aku akan memulai operasi kamu bisa menungguku di luar ruangan " Ujar Al memperingatkan Umar agar menunggu di luar ruang operasi.


" Maaf Tuan, saya akan berada dekat di tempat anda berdiri . Ini perintah " Ujar Umar tegas tapi tetap masih sopan.


" Ap_apa maksudmu ?? Ini ruang operasi bukan tempat bermain . Tidak sembarang orang bisa masuk termasuk pemiliknya sekalipun " Al dibuat syok jantung dengan jawaban Umar yang tidak mendasar.


" Maaf Tuan Muda sebelumnya harus saya tegaskan sekali lagi, saya diperintahkan oleh Nona Muda Tiana untuk menjaga anda dan selalu mengikuti kemanapun anda pergi, dan jika ada hal yang terjadi maka itu sudah tanggung jawab saya" Jelas Umar pada sang majikan.


" Anda tidak mau kan membuat Nona merasa sedih jika terjadi apa-apa saat saya tidak menjaga Tuan. Bisa terjadi dua kemungkinan. Yang pertama Nona marah dan dia tidak mau bicara atau bertemu dengan anda, yang kedua nyawa anda dan saya berada dalam bahaya " Tegas Umar.


" Dan Nona tidak pernah memaafkan siapapun yang membangkang dari tugasnya " Imbuh Umar menjelaskan.


Al yang tidak paham dengan situasi tetap saja menolak Umar mengikutinya sampai ruang operasi. Ia tetap kekeh pada pendiriannya.


" Umar aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tapi satu hal yang harus kamu tahu walau ini rumah sakit milik Pradipta, namun tetap ada peraturan tertulis dan tidak tertulis yang harus di patuhi. Ku harap kau bisa mengerti !" Jelas Al tanpa jeda membuat Umar tidak bisa menyela.


" Sebaiknya kau tunggu aku diluar operasi. Hanya sebentar aku pasti akan baik-baik saja percayalah " Lalu masuk keruang operasi meninggalkan Umar yang masih diam di tempat.


Sepertinya memang tugas dari bos mudanya terlalu Ia remehkan . Buktinya ia kalah dalam pertarungan yang yah ... sangat mudah menurutnya namun sulit di lakukan.


***

__ADS_1


DI DALAM RUANG OPERASI.


Semula tidak terjadi hal yang mencurigakan sama sekali , namun saat dokter Al yang mengambil alih. Kekacauan terjadi di ruang operasi. Pasien yang harusnya di tangani malah bangun dan mulai menyandera seorang perawat wanita.


"Aaaaakkk ...." Teriak seorang perawat. Ia panik akan hal yang menimpa padanya secara mendadak.


" Ada apa ini ?" Seru salah seorang dokter panik.


" Al sepertinya kita di jebak " Kata dokter Rian .


Al hanya mematung dengan semua kejadian yang terlalu cepat menurut penglihatan nya. Ia bahkan tadi sempat berdebat dengan Umar agar tidak ikut memasuki ruang operasi karena tidak akan ada bahaya apapun. Tapi sepertinya sekarang memang waktu mudah membalikkan keadaan.


Sementara di dalam terjadi kekacauan. Umar di luar hanya duduk sambil memejamkan kedua matanya. Ia pasrah jika sang majikan akan menghukumnya atau memasukkan nya ke kandang Soo untuk santap malam.


* Benar-benar pemikiran yang sempit 😂.


KEMBALI KE RUANG OPERASI.


" Jangan ada yang melapor keluar !!! Jika tidak aku akan membunuh wanita ini " Ancam pasien kepada semua anggota dewan yang menyaksikan operasi di ruangan pemantau.


" Apa yang anda lakukan ?" Tanya dokter Rian mencoba mendekati pasien.


" Siapa di antara kalian yang bernama dokter Alend Swan Pradipta ?" Tanya pasien kepada semua orang.


Al langsung tersadar dari lamunannya . Kini ia tahu kenapa sang istri meminta Umar untuk mengikutinya kemanapun ia pergi. Ini salahnya.. Andai saja tadi ia menurut dan tidak banyak protes pasti kejadian sekarang tidak akan terjadi.


" Saya dokter Alend " Jawab Al lantang membuat pasien langsung melihat ke arahnya.


" Kau yang bernama Dokter Alend ?? Benarkah ?" Tanya pasien mendekat ke posisi Al berada. Namun masih dengan sandera di tangannya.


" Aku tidak perduli dengan perawat ini. Yang aku mau kau harus ikut denganku sekarang !!" Teriak pasien .


" Baik baiklah saya akan ikut denganmu tapi tolong lepaskan perawat itu !" Perintah dokter lain.


" Kau pikir aku bodoh ?? Begitu ku lepaskan wanita ini kalian akan mengambil kesempatan untuk menangkap ku " Ujar pasien ngotot dengan suara lantangnya.


Akibat ruangan yang kedap suara membuat kegaduhan di dalam ruang operasi tidak terdengar keluar . Namun ...


Kringggg ... ( Bunyi ponsel Umar ).


" Iya nona muda " Jawab Umar .


" Apa yang kau lakukan kenapa hanya diam saat suamiku sedang berada dalam bahaya haaaa?? "


Teriakan sang majikan membuat Umar mengerutkan sebelah alisnya. Kejadian bahaya macam apa kenapa tidak terdengar dari luar ?? Pikir Umar keras . Lalu ia tersadar saat pintu operasi terbuka namun menampakkan Tuan Mudanya sedang di sandera oleh seorang pasien .


" Apa yang terjadi ?? " Tanya Umar refleks .


" Jangan mendekat !!!" Teriak pasien kepada Umar dan perawat yang lain.


" Hallo Umar apa yang terjadi ??" Tanya Tiana di balik telepon.


" Maaf nona akan segera saya selesaikan mohon beri saya waktu " Ujar Umar mulai beraksi.


" Jika terjadi sesuatu hal . Ku pastikan nyawamu menjadi milik Soo malam ini !!" Tegas Tiana dari seberang . Dia geram dengan cara kerja Umar yang mulai teledor .


" Baik " Hanya itu jawaban Umar .Lalu memutuskan panggilan secara sepihak.

__ADS_1


Umar langsung memasukkan ponselnya ke saku jas dan dia mengambil sebuah pistol yang berada di balik jas nya. Kemudian berjalan tanpa beban ke arah sang majikan yang di sandera oleh si pasien. Lalu ia membidik tepat di kaki si pasien tanpa babibu .


Dooorrr .... (Suara tembakan).


Semua orang yang mendengar suara tembakan menjerit histeris. Mereka takut jika sang CEO dalam bahaya.


***


Tiana mondar-mandir entah sudah ke berapa kali ia mengumpat kesal. Setiap dia mengumpat semua pelayan dan pengawal hanya menghela nafas pelan. Mereka takut bahkan hanya untuk bernafas .


" Kenapa lama sekali , apa Umar tidak becus mengurus satu ekor kutu ??"


Tidak ada jawaban sama sekali. Mereka yang di sana bagai patung yang hanya di pajang.


" Kenapa ?? Apa kalian bisu !!" Bentak Tiana kesal.


" Maaf Nona mungkin Tuan Umar sedang di perjalanan " Salah satu pelayan yang menjawabnya dengan terbata-bata.


" Semua yang tidak menjawab pertanyaan ku tadi beri hukuman cambuk 50 kali " Kini Tiana sudah sangat naik pitam.


Awas saja jika terjadi sesuatu kepada suami juteknya.


Para pelayan dan pengawal hanya diam. Mereka pasrah jika harus mendapatkan hukuman dari sang singa betina. Itu sudah konsekuensi dalam melamar pekerjaan di rumah mewah ini.


Brian dan Moli hanya saling pandang, mau protes atau mengemukakan pendapatnya pun tak bisa. Siapa yang berani melawan sang singa betina di rumah Ankara.


" Em Nona Muda apa tidak sebaiknya kita tunggu sambil duduk saja, mungkin Tuan Umar sedang berada di jalan menuju kemari " Saran dari Moli pada sang anak asuh.


" Tante.. Rosa sedikit cemas karena keteledoran Umar bisa saja suamiku berada dalam bahaya " Nada bicara Tiana mulai rendah.


" Tante tau, tapi jika hatimu tenang maka semua prasangka akan pergi menjauh " Nasehat Moli pada sang anak asuh.


" Baiklah " Kini Tiana mengalah dengan Moli. Ia tidak mau membangkang pada seorang yang telah merawatnya dari kecil.


Tak lama terdengar suara mesin mobil . Tiana dan Moli langsung berdiri. Sedangkan Brian tetap berada di tempat duduknya tak bergeming sama sekali.


Tiana dan Moli saling tatap cemas. Terlihat Umar dan beberapa orang masuk, termasuk sang suami. Tiana bernafas lega karena suaminya baik-baik saja. Umar langsung berlutut memohon ampun pada sang majikan tanpa di suruh.


" Maaf atas keteledoran saya Nona Muda, saya akan menerima apapun hukumannya " Seru Umar kepada sang Nona Muda.


Azka yang dari tadi di telpon oleh sang bos besar langsung menuju TKP untuk mengamankan . Namun setelah sampai sana ternyata sang pelaku sudah di lumpuhkan oleh Umar dan tidak ada hal besar terjadi, semua dalam kendali .


" Sayaaang ... Apa kau baik-baik saja ?? Dimana ada yang terluka ada yang sakit " Tanya Tiana cemas.


" Aku baik-baik saja sayang " Jawab Al dengan suara serak. Antara syok dan juga terkejut bercampur menjadi satu.


" Syukurlah jika baik.. Apa kami mengejutkan mu ?" Tanya Tiana merasa menyesal dengan kejadian barusan.


Tiana mendapat kabar dari Juan bahwa ada seorang pengedar narkoba yang berusaha menyerang perusahaan miliknya yang berada di China. Kemungkinan besar ia sudah menyebar anak buahnya ke markas besar . Dan Juan meminta Tiana agar berhati-hati pada serangan yang tak terduga, karena mereka jaringan besar bisa jadi sudah tahu siapa Tiana dan juga kehidupan sehari-hari sang mafia. Makanya Tiana berjaga-jaga menyuruh Umar untuk mengikuti suami, biar tidak mencolok jika memakai pengawal bayangan.


Namun tetap saja suatu saat akan terbongkar juga. Mungkin kali ini bisa membuat alasan yang masuk akal namun tidak akan bertahan lama.


***


Jangan lupa sajen nya yah gaes 😂😂


Kopi2 Napa 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2