Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
SUDAH JODOHNYA


__ADS_3

Langsung aja yah gaes..


_________________________________


" Mama ... Ini dimana ma ? " Tiana bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik.


" Ini adalah tempat dimana orang yang sudah pergi dari dunia nak " Sambil memeluk dan mencium puncak kepala Tiana .


" Apa mama bahagia tinggal disini ? Tiana akan ikut mama .. Tiana kangen sama mama..hiks..hiks.." Sambil berbaring dipangkuan sang mommy.


" Tidak sayang.. Untuk saat ini kamu belum pantas berada disini.. Belum saatnya nak " Mama Lily pergi berjalan menjauh dari anaknya sambil tersenyum manis. Tiana terus berlari mengejar mommy.. Tapi tiba-tiba cahaya yang sangat menyilaukan mengenai mata penglihatan nya dan...


" Saya sudah mengeluarkan timah panas yang bersarang di bahu nona kalian. Dan sekarang kondisinya sudah stabil, tapi dia masih belum sadar. Karna saya masih ada pekerjaan lain saya permisi tuan tuan." Sambil mengemasi peralatan medis yang dia bawa, Al langsung pamit dan keluar untuk pulang ke posko.


" Terimakasih kasih dokter... Mari saya antar" Umar mengantar dokter ke pos . Sedangkan Azka berjaga di dekat ranjang Tiana .


" Ma .. Mama.. Mama.. Jangan pergi ma.." Tiana mengigau memanggil sang mama.


Azka yang khawatir dengan kondisi sang bos langsung memanggil Rendy yang setengah jam lalu sudah kembali dari tugasnya.


" Nona Ana.. " mendekat ke ranjang Tiana.


"Tuan Rendy nona Ana sudah siuman."


Rendy pun langsung mendekat membantu Tiana duduk di kepala ranjang.


" Bagaimana keadaan anda nona ? Apa yang anda rasakan ? Mana yang sakit nona ".. Rentetan pertanyaan dari Rendy bak seorang ayah yang mengkhawatirkan anaknya.


" Baik paman.. Tiana hanya merasa sudah bertemu dengan seseorang yang entah kenapa Ana memanggilnya mama, ditempat yang indah dan luas. Ia sangat cantik dan bahagia .. " Ujar Tiana sambil mengingat kejadian di alam mimpi nya.


" Syukur lah nona baik baik saja.. Kalau tidak bagaimana saya mempertanggung jawabkan kepada tuan Brian."


" He he he... Tiana baik paman jangan khawatir.. Kurasa peluru itu ada semacam obat sejenis obat bius, tapi tenang saja tidak akan membuat nyawa Tiana hilang" Sambil tersenyum manis.


" Haisss... Paman hampir saja dibuat maraton jantungnya baru sampai di lokasi sudah terjadi baku tembak. Bagaimana Paman tidak khawatir ?"


" Kalau begitu tunggu anda sembuh baru pulang ke kota, paman akan selidiki jenis obat apa yang mereka kembangkan, sementara waktu kita jangan ada yang membuka mulut tentang kejadian ini, saya tidak mau membuat tuan Brian cemas" Pamit Rendy undur diri keluar kamar.


" Azka urus semua nya dan kembalilah ke kota, ku serahkan markas padamu selama aku di sini dan bantu paman Rendy" Tiana masih terngiang akan bayangan sosok tadi..


Flashback on.


" Siapa dia ? Malaikat apa namanya.. Kenapa tampan sekali.. Hais sayang sekali aku tidak bisa melihatnya lebih lama lagi dan ..." Pandangan Tiana pun menjadi gelap. bahkan dia sudah berada di alam mimpi bertemu dengan mommy tercintanya.


Sebenarnya dokter Al pun sempat melirik gadis yang dia tangani itu.


" Masih muda dan ... cantik" tapi dia heran kenapa gadis muda seperti dia bisa terkena tembakan??kasian gumam Al.


Setelah Al melihat luka tembak Tiana ia bermaksud ingin memberi obat bius namun hal yang tak terduga adalah , pasien sudah pingsan duluan .


Tanpa ba bi bu dia langsung mengeluarkan timah panas yang bersarang di paha gadis itu.

__ADS_1


" Apa dia buronan polisi ?? Atau dia bagian dari kejahatan .. Atau mungkin dia korban baku tembak ??" entahlah Alend cuma bisa menebak saja. Karna Umar tidak menceritakan secara detail tentang kejadian yang menimpa gadis itu.


Setelah selesai dia membereskan peralatan medis nya dan pamit undur diri.


Flashback end.


_________________________________


5 hari kemudian.


"Besok adalah hari terakhir kita berkerja sebagai relawan. kita akan mengadakan makan malam bersama dengan para warga sekitar .. Mereka ingin mengucapkan terima kasih kepada kita semua. " Ucap dokter Al duduk sambil menyesap teh hangat.


Beberapa rekan mereka adalah kaum hawa, tidak mungkin salah satu dari mereka yang tidak menaruh hati kepada dokter tampan dan kaya raya itu. Seperti gadis yang sedang mencuri curi pandang dengan dokter Al. Dia sangat mengagumi segala nya yang ada pada diri pria idamannya itu.


Dia sudah bertekad akan mendapatkan perhatian dan cintanya entah itu dengan cara apapun. Secara selain tampan dan juga kaya bisa dibilang Alend adalah orang yang cerdas, jadi bisa saja nanti karirnya akan melejit. Itu sangat menguntungkan baginya di masa depan.


" Dokter Al .. Bagaimana kalau besok kita jalan jalan disekitar danau .. Aku dengar ada batu segitiga jodoh di Teluk Alas. " Sambil duduk dekat disebelah Al.


" Saya sibuk.. Besok akan menemui pasien di sekitar sini. " Lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi masuk kedalam tenda.


" Huhhh.... Dasar.. Sabar Moana kamu harus main cantik. pelan pelan dia akan luluh. Mana ada yang tidak tergoda dengan kemolekan tubuhku, aku cantik dan seksi" Dia pun berlalu.


Keesokan harinya di penginapan.


Sudah ada Rendy dan juga Umar di meja makan bersama dengan Tiana. Mereka menikmati makanan yang tersedia. Melahap habis tanpa ada kata obrolan yang berarti. Tiana sudah selesai dan dia beranjak dari tempat duduknya.


" Aku akan ke kamar menunggu dokter yang merawat ku tempo hari jika dia sudah sampai antarkan ke kamarku." ujar nya menaiki tangga menuju kamar penginapan.


*T*ok tok tok ...


Terdengar suara ketukan dari luar pintu.


" Masuk ..."


" Silahkan dokter nona saya menunggu di dalam saya akan menunggu diluar pintu." Menutup pintu dan berdiri di samping kamar nona nya berada.


" Selamat pagi nona.. mari kita langsung saja lihat perkembangan nya." Mengeluarkan peralatan medis nya.


" Kita akan melihat lukanya sudah mengering apa belum. " Dokter membuka sedikit kemeja atas Tiana setelah mendapat ijin tentunya. Lalu membuka perban dan memeriksa lukanya ..


Dan ternyata luka Tiana sudah mulai mengering.


" Baiklah nona.. Luka anda sudah membaik, Mungkin saya akan mengoles salep untuk menghilangkan bekasnya saja tapi masih perlu di perban. saya pikir 2 hari lagi sudah mengering sempurna. Anda bisa membuka perbannya"


Merapikan peralatan medis nya dan hendak keluar tiba tiba...


Tangan Tiana menahan lengan dokter Alend .


" Ada apa nona ?" Kening Alend mengerut.. Karna gadis itu tidak mengatakan apa-apa.


" Bisakah saya bertemu dengan dokter lagi ?"

__ADS_1


Entah apa yang ada didalam pikiran Tiana sekarang. Dia hanya tidak mau berpisah dari dokter penyelamat nya itu.


" Maaf nona lepaskan tangan saya"


Al tidak suka di pegang oleh orang asing atau lebih tepatnya wanita asing.


" Dokter tinggal dimana? siapa nama dokter" Tiana hendak bangun dari ranjang..


" Maaf nona.. Silahkan istirahat jangan lupa obatnya diminum. Saya permisi dulu, jika nona ingin memeriksakan luka nona silahkan datang ke rumah sakit kota" Jawab Alend buru buru keluar dari kamar pasiennya itu..


"*G**illa dasar gadis sinting*" Gumam Alend saat keluar dari penginapan itu..


Ia menuju posko dan siap-siap untuk membereskan pakaiannya. Dia akan pulang lebih dulu karna sudah merasa tidak nyaman.


_________________________________


Sambil tertawa Tiana terus mengelus luka yang berada di bahunya.


" Dia pikir bisa lolos dariku... Umar.." Teriakan nonanya langsung di sahut dengan jawaban Umar.


" Iya nona.. Ada yang bisa saya bantu ??" Umar sudah hafal tabiat majikannya itu. Jika senyum senyum sendiri tidak jelas.


" Cari semua informasi tentang dokter tadi nama.. tempat tinggal, tempat kerja, dan dari keluarga mana dia. Dan satu lagi apakah dia ada wanita disampingnya"


" Baik nona laksanakan.." Keluar dari kamar.


Skiip.


********


Umar masuk kedalam kamar dan menyerahkan amplop isi berwarna cokelat kepada Tiana.


" Semau nya lengkap nona " Umar berdiri di samping Tiana duduk di kursi santai


" Bagus ... Ambil bonusmu nanti malam." Seraya membuka amplop isi berwarna cokelat itu.


Dia sangat puas dengan hasilnya..


" Ohh ternyata jodoh tidak akan kemana."


_________________________________


Hai hai.. jangan lupa like nya ya gaes.. tinggalkan jejak kalian di komentar yaa 😁


maaf kalau masih banyak kata kata yang gak pas. mohon dukungannya biar author lebih semangat lagi nyari idenya 😁😁


saran kalian sangat membantu terimakasih..


love youu all...❤️❤️


Novel dalam tahap revisi

__ADS_1


__ADS_2