Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
SENGAJA MENGANTAR NYAWA


__ADS_3

Langsung saja ya gaes happy reading 🤗🥰


***


Setelah selesai menyiapkan makanan yang di minta oleh sang putri, Brian langsung pergi ke ruang kontrol, sebab tadi pas lagi masak , Brian mendapat laporan bahwa ada orang yang sengaja mencari masalah dengan perusahaan nya.


Walau perusahaan sekarang secara sah di pimpin oleh Tiana tapi untuk sementara waktu di kendalikan oleh Kevin .


" Kenapa ?" tanya Brian serius.


" Mereka sengaja mencari kesalahan tuan muda ! " ujar Lion melapor pada sang majikan.


" Huh ... Mereka berani membuat ulah setelah tahu bukan Tiana yang memegang alih perusahaan, memangnya mereka tidak takut jika aku bisa turun tangan sendiri ? Siapa mereka ,, hanya sekumpulan sampah !!" Ucap Brian kesal.


" Lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya tuan ?" tanya Lion .


" Pergi laporkan pada Tiana , aku ingin lihat bagaimana reaksinya melihat saudara kembarnya di tindas sesama pebisnis " Brian harus memastikan jika pemikiran Tiana pasti akan sama dengan apa yang dia pikirkan saat ini.


" Baik " setelah memberi hormat Lion pamit untuk memberikan laporan pada sang tuan pemegang kendali penuh.


***


Tiana sedang menikmati sarapan bubur yang sesungguhnya .


Biasanya dia hanya sarapan diatas jam 10 pagi, sekarang hampir tiap pagi setelah hamil dia suka makan sarapan bubur dan juga beberapa tambahan lauk lainnya.


" Sayang ... Bukannya kamu makan malah lihat aku dari tadi, kenapa ? aneh ya ?makan ku banyak ? " tanya Tiana menelisik tatapan sang suami.


" Hm aku sudah kenyang duluan melihat istriku makan dengan lahap, jadi bisa tenang baby dalam perutmu pasti akan ternutrisi " ujar Al dengan tulus.


" Bukannya aku rakus ya,, tapi aku cuma pengen aja kalau tidak hamil juga makan ku tidak sebanyak ini kok, kamu tahu sendiri gimana aku kan ? " seolah tidak terima di bilang makan lahap.


" Bukan itu sayang, ... Sudahlah jika di lanjutkan pasti akan berujung dengan perdebatan tiada akhir , "


" Sayang tadi di rumah sakit mengabari jika aku tidak perlu berangkat hari ini, karena sudah ada ayah yang menghandle rapat sore nanti " tambahnya memberitahu sang istri jika hari ini dia tidak akan berangkat kerja.


" Baguslah, hari ini kita nonton yuk ! Aku pengen lihat film yang baru di rilis di bioskop " Pintanya dengan manja .


" Siap apapun yang istriku minta akan aku penuhi " jawab Al sambil membelai rambut sang istri.


Di saat itulah Lion turun dari lantai atas dan langsung menghampiri kedua majikannya tidak lupa memberi salam dan membungkuk hormat.

__ADS_1


" Nona muda .. Tuan muda " Sapa Lion pada kedua majikannya .


" Ayo paman Lion ikut sarapan dengan kami !" Ajak Tiana pada sang tangan kanan daddynya.


" Um tidak nona terimakasih, saya hanya ingin menyampaikan sebuah laporan pagi ini " Ujarnya santai.


" Katakan !" Tiana tahu jika Lion mencarinya pasti ada hal yang penting sehingga harus dilaporkan padanya.


Kalau masalah kecil dia pasti sudah membereskan nya dengan diam, mengingat sang daddy yang tidak bisa duduk anteng .


Lion melirik tuan mudanya sejenak lalu ia melihat lagi kearah nonanya dan Tiana hanya mengangguk pertanda untuk mulai bicara.


" Nona , ada seorang pengusaha muda yang baru-baru ini sedang naik daun karena hanya dengan waktu sebulan ia sudah menguasai pasar di kota ini " Jelas Lion pelan pada sang nona .


" Lalu ?? Apa ada masalah, bukannya bagus jika di kota ini muncul pengusaha yang berbakat lainnya selain aku ?" tanya Tiana santai masih dengan memakan sarapannya dengan tenang.


" Um ... Nona masalahnya ia sengaja mencari masalah dengan tuan muda Kevin dan selalu menggagalkan semua kerjasama yang akan di tandatangani tuan muda " kata Lion sedikit gugup.


Walau Tiana termasuk usia muda, tapi tatapan dan juga pembawaan nya sangat elegan dan juga menakutkan.


Lion cukup segan jika berhadapan dengan Tiana .


" Lalu kenapa malah bicara denganku bukannya itu masalah kecil, biar daddy saja yang mengurus " ujar Tiana cuek.


" Ini ... Ini bagaimana bisa nona , tuan besar sudah pensiun bukan ?" jawab Lion panik.


" Harusnya biarkan Kevin memegang kendali penuh perusahaan, pasti mereka akan segan dan tidak banyak ulah bukan !"


" Sekarang giliran yang susahnya di limpahkan ke aku,, huh daddy benar-benar pilih kasih pada gender " Kesal Tiana pada sang ayah.


" Ah maaf nona !" Ucap Lion menyesal mempercayai kata-kata sang majikan.


" Sudahlah,, kali ini biar aku yang urus, tapi lain kali aku tidak mau berurusan dengan kerikil-kerikil ini, menyita waktu berduaanku dengan suami, mengerti !!" kesal Tiana lalu dia minum dan menandaskan air dalam gelas sekali nafas.


" Baik, maaf nona mengganggu waktu berdua anda " Lion langsung pamit undur diri dan tidak lupa memberi hormat pada sang tuan.


" Hah ... Sudah saatnya kita kerja sayang " Sambil mengelus perutnya dia beranjak dari duduk dan berjalan menuju kamarnya.


" Sayang kamu mau ikut kami bersenang-senang ?" tanya Tiana pada sang suami sambil mengerlingkan sebelah matanya genit.


" Bolehkah ?" tanya balik Alend.

__ADS_1


" Tentu saja , kita bertiga berangkat senang-senang hari ini ! let's go"


' Permainan segera dimulai ' Batin Tiana menyunggingkan sudut bibirnya dengan senyuman devil, cirikhasnya.


***


Setelah mendapat semua informasi tentang siapa pengusaha itu, Tiana dan Alend ditemani Umar dan juga Irsyad mendatangi nya di perusahaan.


Sebenarnya Tiana bisa saja menyuruh Umar untuk menyelesaikan masalah kecil seperti ini, sangat mudah bagi Umar untuk mengerjakan misi level b ini.


Tapi Tiana kali ini ingin membasmi dan memperingatkan bagi siapa saja pendatang baru di dunia bisnis yang senagaj mencari masalah dengan Ankara Group akan di basmi dalam artian di tiadakan sepenuhnya dan selama lamanya.


Tiana dan Al turun dari mobil phantom nya .


Melihat sejenak pemandangan yang ia tangkap di dalam penglihatan nya.


" Yoo besar juga calon perusahaan kita !" ujar Tiana senang. Tangkapan kali ini lumayan membuat ia semangat.


" Tidak mengecewakan sama sekali !" Ucap Umar yang juga setuju dengan pendapat sang ketua.


" Kalian ngomong apa sih ?" tanya Al bingung sama yang di ucapkan istri dan kaki tangan somplaknya.


" Kita kesini buat negosiasi kan ?" tambah nya dengan ekspresi penuh kebingungan.


" Haiz sayang, buat apa negosiasi? Kalau sudah sengaja menyinggung Ankara Group tidak ada namanya aman !!" ujar Tiana serius.


Kali ini tatapannya sangat mengerikan , ia sangat kesal dengan trik yang di mainkan oleh lawan.


Kalau bukan karena hamil Tiana pasti akan bermain kasar.


Untuk saat ini tujuh bulan kedepan ia harus bermain cantik, agar tidak mempengaruhi kesehatan bayi dan juga dirinya.


' Rudi Wartanto !! Kau ... Sangat berani . Sengaja mengusik ku melalui Kevin. Jika di kehidupan yang lalu kau bisa menang, di kehidupan ini jangan harap kau selamat !! Akan kupastikan seluruh garis keturunan Wartanto akan mati di tanganku !'


***


Hai gaes jangan lupa komen dan juga like yaa, 🤗


Klik favorit ❤️ agar kalian tidak ketinggalan update terbaru nya 🥰


Love you all 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2