Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
TENTANG ALIKA


__ADS_3

Happy reading all 🥰🤗.


...****************...


Tiana sedang membaca file yang dikirim oleh mata-mata gelapnya.


Dari yang Tiana tangkap hasil penelusurannya mencapai titik terang. " Inilah kenapa dia ngotot bukan keluarga Gunawan !" ucap Tiana menyunggingkan senyuman devil nya.


*Cerita sedikit tentang Alika biar kalian paham ya readers*


Keluarga Gunawan masih bisa dibilang keluarga terpandang . Memiliki perusahaan yang bekerja di bidang dekor, bernama Aji Art.


Aji art sangat besar dan juga berkembang, dengan Feri Aji Gunawan yang memimpin bahkan sudah melebarkan sayapnya di bidang fashion. Berbagai model baju musim dingin yang sangat laris dipasaran. Karena adanya perambahan bisnis, Aji Art mencoba mencari peruntungan dengan mengeluarkan baju musim semi. Dengan bekerja sama pada beberapa kolega nya di luar kota. Awalnya untuk beberapa musim berhasil mengeluarkan produk yang go internasional. Namun di tahun ke 3, pas musim semi akan tiba. Hal yang tak terduga terjadi, kain yang sudah dipesan oleh Aji Art tidak terkirim dan tertahan di pelabuhan karena adanya barang selundupan yang diketahui oleh polisi. Walau Feri sendiri tidak percaya dengan laporan tersebut, tetap saja Feri harus mengecek dan mengurusnya langsung agar tidak terjadi kesalahan dan mengakibatkan kerugian pada perusahaan nya.


Tadinya Feri akan berangkat sendiri namun sang istri yang waktu itu memiliki firasat buruk dalam hatinya mencoba berdebat agar sang suami membolehkan nya ikut serta. Tanpa curiga Feri dan istri pun berangkat ke pelabuhan.


Mengendarai mobil di musim dingin membuatnya harus perlahan karena salju yang menumpuk di sepanjang jalan.


" Hati-hati Pa, jalanan nya licin !" ucap Sonya pada suami.


" Iya Mama tenang saja kita juga harus cepat sampai sebelum polisi membawa semua barang kita!"


" Papa ! Mama gak percaya kalau menantu kita benar-benar melakukan hal gelap dibelakang kita !" cemas dan rasa kecewa menyatu di hati Sonya.


" Kamu tenang saja , kalaupun anak itu memang melakukannya aku tidak akan segan-segan untuk mengusirnya dari perusahaan yang telah aku besarkan dengan keringat kerja kerasku!!" kesal Feri dengan mengendarai mobil agak kencang.


" Pa pelan-pelan , sepertinya kita di ikuti !" ujar Sonya sambil melirik kaca spion .


" Siapa sih Ma, gak usah parno mungkin itu mobil lain yang juga buru-buru!" Jawab Feri masih fokus ke jalanan licin di depannya .


" Mungkin... " Belum juga selesai ucapannya. Mobil di belakang sudah menabrak bagian belakang mobil yang dikendarai oleh Feri dan Sonya .


" Aw.. Pa kamu gak apa-apa?" tanya Sonya panik.


" Awas pa di depan ada mobil melaju kencang ke arah kita !!" peringat Sonya panik melihat mobil truk besar melaju kencang ke arah mobil mereka walaupun mobil Feri sudah memberikan lampu sen tanda mobil menepi.


" Mama pegangan , Papa akan menghindari mobil di depan !"


" Aahhhh" belum sempat menghindar mobil dari belakang sepertinya mendesak mobil mereka ke arah mobil truk didepan. Sepertinya mobil dibelakang berniat membunuh mereka dengan cara bunuh diri.


'Brakkkk'


' Duarrrrr!!!'


Suara mobil tabrakan terdengar ngilu dan beberapa detik kemudian mobil meledak .


Ketiga mobil itupun terbakar . Ledakan besar yang terjadi di daerah tebing ini pun membuat suara gemuruh seperti tanah longsor.


Daerah yang jauh dari kota dan sepi dari penduduk membuat para korban tidak langsung di evakuasi tepat waktu.


" Sudah beres bos !" ucap seseorang di ujung jalan , melihat mobil yang terbakar tak tersisa dan bodi mobil pun tak beraturan.


" Kerja bagus , menjauh lah dari sana dan biarlah ini menjadi kecelakaan yang alami "


" Siap bos "


Pria itu langsung pergi dari tempat tersebut. Dalam kegelapan kobaran api terus melahap sampai habis dan tersisa asap hitam yang mengepul membumbung ke angkasa malam.


...****************...


Pagi harinya berita tentang kecelakaan beruntun yang merenggut semua orang yang berada di mobil pun tersebar.


Dalam suasana yang dingin ini ada beberapa pihak yang tertawa senang, ada juga yang sedih.


Zivanya yang mengetahui bahwa korban dalam kecelakaan itu terdapat ke dua orangtuanya pun menangis histeris. Bagaimana bisa ini semua terjadi !


Dengan raut yang muram zivanya melangkah keluar dari kamarnya . Ia menuju ruang kerja sang suami.


tok.. tok.. tok..


" Mas .." sambil membuka pintu .


" Ziva ! Kamu sudah dengar kabar ?" tanya Deka dengan perhatian.

__ADS_1


"Hm.." Ziva menganggukkan kepala sambil menghamburkan diri kepelukan suami. Menumpahkan segala kesedihan di hatinya.


" Bagaimana bisa ini terjadi ?" tanya Ziva menangis sesenggukan.


" Kamu yang sabar ya sayang, ini semua cobaan. Sebaiknya kita secepatnya mengurus pemakaman ghaib untuk Mama dan Papa. Biarkan mereka tenang di alam sana !"


" Tapi aku belum siap mas, ini terlalu cepat . Mama dan Papa bahkan belum tahu kalau aku hamil, kabar ini belum diketahui mereka. Kenapaereka begitu cepat pergi !!"


" Hu hu hu..." Suara Isak tangis Zivanya .


" Aku yakin mereka pasti bakal mendoakan yang terbaik untuk kita Ziva, untuk anak kita. Kamu yang sabar ya . Ini sudah takdir Tuhan!". Deka terus mengelus punggung istrinya penuh kasih sayang. Ia tahu betapa beratnya kehilangan orang tua, karena ia pernah mengalaminya.


" Sebaiknya kamu istirahat biar aku yang mengurus semua kekacauan di perusahaan. Setelah Papa pergi tidak ada yang mengurus , sedari tadi devisi keuangan menelepon untuk meminta konfirmasi pengeluaran dana . Bagaimana menurutmu?" tanya Deka pelan pada sang istri.


" Pergilah, urus semuanya aku tahu kamu bisa diandalkan. Aku akan meminta Anita pulang untuk mengurus pemakaman Papa dan Mama!"


Anita sudah tahu jika kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan semalam. Dengan raut wajah sedih Anita mengendarai mobilnya pulang ke rumah Utama.


......................


Pemakaman berakhir dengan lancar. Anita dan Zivanya juga saling mengisi dan menghibur. Anita tahu walau Zivanya kelihatan tegar sebagai kakak, namun Anita tahu kakaknya ini sangat terpukul. Apalagi dia sedang berbadan dua.


" Kakak yang sabar ya... Aku yakin Papa dan Mama pasti akan sedih kalau melihat kita terpuruk setelah kepergian mereka." Anita memang masih muda tapi ia bisa dibilang lebih dewasa sifatnya dari Zivanya.


Karena terbiasa hidup mandiri Anita tidak pernah menyusahkan orang tuanya. Bahkan Anita selalu membuat Ziva seperti adiknya bukan kakaknya.


" Hm.. Kakak pasti akan tegar buat anak dalam perut kakak. Kamu juga jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Masalah hak waris kemaren pengacara sudah menyerahkan semua data pada kakak . Dan kamu mendapat setengah dari warisan Mama dan Papa. Tapi untuk Aji Art paman Wilson tidak mengatakan siapa yang akan mengurus. Bagaimana kalau untuk sementara biara Kak Deka yang menangani perusahaan, dan hasilnya bisa kita bagi 2 !" Usul Zivanya karena warisan selain Aji Art sudah dibagi sesuai kebijakan Feri.


" Baiklah lagian juga aku masih harus kuliah , tidak bisa mengurus perusahaan yang bukan ahliku. Tapi tolong jaga perusahaan peninggalan Papa dengan baik . Mungkin aku akan kuliah di luar negeri untuk mendalami hobiku !" Anita hobi dengan tataboga.


Sudah lama ia ingin membuka restoran bintang 5 yang terbaik di kotanya. Tapi untuk memenuhi keinginan nya ia harus kuliah di luar negeri karena selain mewujud kan impian nya ia juga memiliki perasaan pada seorang teman dan dia akan kuliah di luar negeri.


" Kakak janji. Kamu harus jaga diri kamu !"


" Kakak tenang saja. Aku akan pulang dengan prestasi yang gemilang!" Anita percaya jika ia akan menjadi koki yang sukses dimasa depan. Apalagi dengan keberadaan pria yang ia cintai.


......................


Walau Deka terlahir dari keluarga yang miskin tapi tetap saja nama akhir anaknya harus di akhiri nama milik nya. Namun karena malas berdebat dengan istinya yang selalu bilang ingin memberikan penghormatan terakhir bagi kedua orangtuanya. Maka Deka hanya pasrah saja . Toh semua perusahaan dan aset penting lainnya bakal jatuh ke tangannya bukan ke orang lain.


Kebahagiaan Deka dan Zivanya tidak bertahan lama , mungkin karena Deka memimpin perusahaan dengan congkak dan juga gegabah. Makanya perusahaan makin lama makin merosot. Bahkan saham perusahaan jatuh di titik yang menyedihkan. Sudah sebulan lebih Deka berkutat dengan depkoleptor . Hutang dimana-mana. Pada akhirnya sedikit demi sedikit beberapa aset mulai terjual dan menyisakan aset milik Anita saja. Perusahaan juga sudah jatuh ke tangan orang lain . Deka menjualnya ke agen properti agar suatu hari bisa menembusnya jika ia memiliki uang. Namun sayang semua rencananya tidak ada yang sesuai dengan keinginan nya.


Agen properti melelang perusahaan Aji Art karena tidak ada yang mau rugi dengan membeli perusahaan yang sedang koleps.


...****************...


Dengan harta yang tersisa Zivanya berniat akan menjual rumah orangtuanya dan membeli rumah yang sederhana. Namun Deka tidak setuju ,ia berpendapat bahwa semua keterpurukan ini hanya sementara dengan iaenggunakan aset milik Anita adik iparnya ia akan kembali bangkit. Jelas saja Zinya tidak setuju karena dia telah berjanji untuk menyimpan aset milik Anita dan juga menjaga perusahaan peninggalan kedua orangtuanya dengan baik. Melindungi perusahaan orang tua gagal dan sekarang ia tidak boleh gagal melindungi aset sang adik.


" Jangan konyol kamu Ziva, ini semua demi anak kita Alika .. Apa kamu mau dia hidup susah dengan kita ?"


" Pikirkan baik-baik aku akan menyuruh bibi membawa Alika jalan-jalan !" Deka keluar dari kamar dan menggendong Alika menuju lantai dasar . Lalu menyerahkan Alika pada Bibi Riana .


Bibi Riana adalah adik kandung Sonya . Walau sudah menikah tapi Bibi Riana belum juga memiliki anak. Makanya setelah Zivanya melahirkan Bibi Riana lebih sering berkunjung ke rumah almarhumah kakaknya hanya sekedar untuk bermain dengan Alika kecil.


" Bibi bawa Alika jalan-jalan sebentar aku dan Ziva ada sesuatu yang harus kami bicarakan!" Deka sudah terbiasa dengan kehadiran sang Bibi yang sering main dengan Alika. Itu juga membantu Deka dan Ziva karena mereka sering sibuk dengan perusahaan baru-baru ini.


" Ya sudah Bibi ajak Alika ketaman dulu deh. Kamu bicarakan dengan Zivanya baik-baik!" Saran Bibi Riana pada sang menantu. Yah... Riana sudah menganggap Dekat sebagai menantunya sendiri . Apalagi setelah kakak nya meninggal. Riana lebih sering mengobrol dan memberi arahan pada anak kakaknya ini.


" Terimakasih Bi, anda sangat membantu !" Ujar Deka dengan sungkan.


Lalu Bibi Riana pergi dengan Alika kecil.


Setelah kepergian mereka , Deka kembali ke kamar dan mendapati istrinya sedang menutup telepon.


" Siapa ?" tanya Deka penasaran.


" Aku mencoba menghubungi Anita tapi tidak di jawab. Aku sudah memikirkan saran kami mas, dan aku mau minta pendapat Anita. Tapi mungkin anak itu sedang sibuk sehingga tidak menjawab panggilanku"


" Ya sudah nanti kita hubungi lagi. Aku memberikan Alika pada Bibi Riana untuk di ajak jalan-jalan. Kasian dia Masih kecil harus mendengar perdebatan kita berdua.


" Hm.. sudah mau sore, kemana mereka pergi ?"


" Bibi bilang mau ke taman di ujung komplek , kamu tenang saja disana banyak anak-anak balita yang sering main. Jadi Alika banyak teman dan Bibi juga tidak bosen!"

__ADS_1


" Iya mas ya sudah aku siapin makanan buat nanti malam , kamu bersih-bersih dulu !" lalu pergi kedapur setelah berkata demikian.


Deka yang disuruh bersih-bersih malah mendial no seseorang di handphone nya.


Tut..


Tut..


Sambungan terhubung.


" Bagaimana dengan penyelidikan kamu waktu itu ?" tanya Deka.


" Seperti dugaan kita bis semuanya ditutup rapat dan kita tidak perlu khawatir. Tapi bos bagaimana dengan perusahaan yang gulung tikar itu ?"


" Kamu tidak perlu khawatir kan itu. Saya bisa urus semuanya sendirian. Sekarang kamu harus hati-hati dengan mereka jangan sampai mereka membuat ulah dibelakang kita!"


" Bos bisa percayakan padaku !"


Lalu sambungan telepon terputus.


...****************...


Bibi Riana mendapat telepon dari rumahnya kalau ada sesuatu yang terjadi. Yang mengharuskan ia pulang. Namun bagaimana dengan Alika ?


Tut..


Tut..


Sambungan terhubung.


" Ada apa Bibi ?"


" Ziva maaf Bibi ada urusan dirumah mendadak. Tapi bibi mau pulang Alika biar sama Bibi nanti malam kamu dan Deka bisa menjemputnya "


" Oh Bibi.. Iya tidak masalah Alika tidak rewelkan . Nanti biar kami menjemputnya."


" Tadi Bibi mau antarkan kerumah tapi kalian pasti sedang sibuk "


" Iya Bibi bisa bawa Alika . Tenang saja nanti kalau kami sudah selesai kami jemput Alika "


Sambungan telepon pun terputus.


...****************...


Setelah makan malam Ziva berkemas akan ke rumah Bibi Riana.


" Sayang aku sudah siap!" Zivanya beranjak dari kamarnya menuju ruang kerja suami.


Tak jauh dari rumah mereka ada sekelompok orang terdiri dari 7 orang membawa beberapa dirigen bensin . Memakai baju serba hitam mereka menyebar ke area rumah berlantai 2 itu.


" Siap ?"


" Laksanakan!"


Dengan saling berbicara melalui kode mereka berpencar . Menyiramkan semua isi dirigen itu kerumah dan beberapa ada yang masuk kedalam rumah.


Karena sudah bangkrut, jadi rumah Zivanya yang dulunya ramai penjaga dan maid sekarang terlihat sepi hanya satu maid dan juga tukang kebun. Mereka hanya datang ketika diperlukan saja.


Api disulut dari dalam dapur , seolah itu menjadi kecelakaan alami.


DI RUANG KERJA.


Deka sedang mengurus beberapa surat lamaran kerja .


Pintu ruangan terbuka menampilkan sosok sang istri memasuki ruangan.


" Ayo aku sudah siap , kasian Alika belum minum ASI sedari sore !" Zivanya selalu rutin memeras ASI nya. Namun karena Alika sore ini tidak dirumah makanya Zivanya sudah tidak sabar ingin bertemu buah hatinya.


" Ya ayo !"


BERSAMBUNG...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2