
Hai gaes langsung aja ya happy reading 🤗🤗
***
Septika Mahendra (22 tahun) .
Satu-satunya teman perempuan semasa Tiana sekolah. Septi lebih tua 3 tahun dari Tiana karena mereka kenal saat sekolah mengadakan pertukaran pelajar. Septi terkenal dengan sebutan rubah licik, selain otaknya yang licik dia juga suka dengan tantangan. Makanya saat bertemu dengan Tiana dan dia tahu siapa Tiana sebenarnya. Septi mengajukan diri untuk menjadi bayangan Tiana yang tidak diketahui siapapun kecuali satu teman sekte tersembunyi.
Setelah bergabung dengan sekte tersembunyi Tiana menyuruh Septi untuk melatih ilmu Kanuragan. Jaga-jaga saja jika suatu saat Umar atau Azka tidak bisa diandalkan maka Tiana akan menempatkan Septi dalam bayangan seperti para pengawal yang selalu melindungi keluarga Ankara dalam bayangan. Selama beberapa tahun terakhir ini Septi sudah menguasai berbagai ilmu dan sekarang Tiana membutuhkan nya.
Semalam Tiana menghubungi nya agar ia muncul namun bukan sebagai bayangan melainkan tangan kirinya.
*Sungguh Umar dan Azka masih yang utama 😂.
***
Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Matahari yang enggan bersinar nampaknya seolah mendukung sepasang pasutri ini untuk tidak beranjak dari tidurnya.
Tiana menatap sang suami dengan lega, setelah semalam mereka melalui lautan kesedihan.
" Apa begitu tampannya aku sehingga kau menatapku tanpa berkedip " Al mengagetkan Tiana.
" Astaga ... "
" Hahaha "
Tiana malu karena dia menatap suaminya terlalu lama.
" Ehkmm bangunlah .. Kita sarapan sebelum pulang ke mansion " Titah Tiana .
" Emmm aku masih mengantuk. Semalam kau membuat tisu satu pack basah dan aku harus menenangkan tangismu " Ujar Al manja. Dia sambil merapatkan tubuhnya kepelukan sang istri.
" Maaf ... " Dari semalam kata maaf entah sudah berapa ratus kali terlontar dari mulut Tiana. Bahkan Al sampai lupa menghitung nya . Wkwkw
" Jangan selalu minta maaf untuk kesalahan yang tidak kau inginkan " Hibur Al sambil membelai rambut sang istri.
" Oke ... Hari baru dimulai !!"
" Kita buka lembaran baru , hari baru dan kehidupan baru " Serunya dalam hati.
***
Semua pelayan sibuk menyiapkan makan untuk sarapan . Moli sudah siap dengan blush lilac panjang . Mulai hari ini Moli pindah ke mansion Tiana dan Al yang baru. Tadi Tiana sudah mengumpulkan orang kepercayaan nya untuk ikut ke rumah baru dan bekerja disana.
Hari ini adalah hari dimana mereka memulai kehidupan yang baru. Al akan mengosongkan mansion yang sudah lama ia tempati. Karena walaupun besar tapi mansion Al tidak memiliki fasilitas yang lengkap seperti lift. Itulah alasan Tiana untuk pindah . Lagipula terlalu bahaya jika mereka menempati mansion di tengah kota.
" Nona sarapan nya sudah siap " Lapor seorang pelayan kepada Tiana
Sekarang Tiana sedang duduk di taman belakang bersama Moli . Mereka membicarakan tentang Brian.
" Apa menurutmu daddy akan baik-baik saja jika kita meninggalkan nya sendiri??" Tanya Tiana bimbang. Pasalnya rumah baru Tiana memang sangat jauh dari rumah sang ayah .
" Tidak apa di sini masih ada Lion, Rendi juga sering berkunjung kemari. Kamu jangan khawatir semua akan baik-baik saja "
" Aku bukan mengkhawatirkan kesehatan nya, tapi aku khawatir jika di saat dia sedih tidak ada yang menghibur nya. Beliau selalu duduk di sini sepanjang hari menatap bunga kesukaan Mommy"
" Sangat sulit bagi Tuan Brian... " Ujar Moli tidak melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
" Aku tahu "
***
Beberapa saat kemudian.
" Kita akan pindah kemana ?" Tanya Al penasaran.
" Tidak akan jauh dari tempat kerjamu dan tidak jauh dari kafe ROSE GOLD akan sangat memudahkan kita untuk ke tempat kerja " Jawab Tiana.
" Kita akan perbaiki sistem penataan pelayan dan penjaga di rumah baru nanti... Maaf membuatmu tidak nyaman, namun ini semua demi keamanan kita " Ujar Tiana merasa tidak enak.
" Aku tahu, kau juga sulit ... Kita hadapi ini sama-sama " Al menggenggam tangan Tiana dan mencium nya.
" Percayalah semua akan segera berakhir" Al menguatkan hati sang istri.
Mereka sampai di mansion . Rumah yang sangat besar dan juga luas. Berada dipinggiran kota, sepi namun asri. Dari sini terlihat gunung Sanbaek , sungguh hijau dan udaranya yang sangat sejuk membuat semua orang betah berada di sana.
" Ini rumah baru kita " Tiana keluar dari mobil dan sedikit bernafas lega.
Rumah yang sudah Tiana bangun selama 2 tahun lebih. Memang Tiana menyiapkan untuk markas kedua selain markas utama di tengah hutan . Rumah dengan gaya khas Asia.
Berlantai 2 dan memiliki menara setinggi 25 meter, terdapat jam besar berwarna emas yang terpajang di atas menara. Sangat besar dan terlihat serasi dengan cat tembok bertekstur batu bata merah.
***
" Kumpul di aula utama 10 menit lagi "
Itulah pesan yang tertulis dari Tiana kepada seluruh pelayan dan juga anak buahnya.
" Apa semuanya sudah disini ??" Tanya Tiana tegas.
" Ya Nona " Jawab mereka serentak.
" Ekheemmm ... Perhatikan baik-baik !! Aku hanya akan mengatakan nya sekali saja. Mulai hari ini kepala pelayan kalian adalah Moli. Bik Ijah tetap pelayan utama yang tugasnya hanya mengurus dapur dan makanan. Moli urus sisa pelayan wanita dan pria usahakan di tempat yang sesuai kemampuan mereka.
Diwan tugasmu di ruang kontrol, Azka akan menunjukkan nya. Pak Marko dan Pak Tatang silahkan ke pos satpam. Kalian para pengawal sudah melalui seleksi bukan ?? Jaga rumah ini jangan biarkan ada kekacauan. Kalau tidak ,ingat apa isi kontrak nya ??" Tanya Tiana penuh penekanan.
" Siap Nona, laksanakan" Jawab para pengawal serempak.
" Good luck !" Ujar Tiana seraya berjalan menuju sofa dan duduk di samping sang suami.
" Apa tugas saya Nona bos ??" Tanya Irsyad tidak sabar ingin segera menjalankan tugasnya.
" Tugasmu menjadi sopir merangkap asisten pribadi suamiku " Jawab Tiana mantap.
" Aaaa ??" Dia melongo tidak percaya, Dipikirnya dia akan menjadi pengawal sang Nona bos, karena Umar sedang cuti eh malah di suruh jadi sopir sekaligus asisten pribadi suaminya.
Apes bener nasib Irsyad. Wkwkwk
" Kenapa apa kau tidak puas ?" Kini giliran Azka yang buka suara.
" Ti-tidak... Eh iya maksud saya "
(Aduh jangan sampai salah ngomong bisa habis di bantai sama si mulut empedu ) Batin Irsyad dalam hati.
Lalu " Saya bersedia nona muda " Jawabnya gugup.
__ADS_1
" Jangan pernah mikir macam-macam tentang Nona Muda , mengerti !! " Ancam Azka kesal.
" Saya tidak berani Tuan " Jawab Irsyad nyiut nyalinya.
Tiana yang mengetahui isi hati Irsyad hanya tersenyum geli. Ternyata si mulut empedu memang sangat berbahaya Wkwkwk.
" Baguslah... Ingat jangan sampai membuat kesalahan seperti Umar , atau kau akan tahu akibatnya " Ujar Azka memperingatkan sang anak buah.
" Baik laksanakan , kalau begitu saya undur diri dulu " Pamit Irsyad, ia harus mengambil beberapa pakainnya yang tertinggal di markas.
Mulai hari ini ia akan tinggal bersama Nona dan Tuan Mudanya. Rasanya senang namun juga waspada, jangan sampai mengecewakan majikannya. Ia tidak mau air susu dibalas dengan air tuba.
Dulu keluarga Irsyad sudah sangat terbantu dengan adanya gadis kecil itu. Ia tidak pernah berpikir untuk mengkhianati sang majikan yang sudah banyak merubah hidup dan keuangan keluarganya.
Berkat Tiana keluarga Irsyad terbebas dari lilitan hutang, dan kedua orang tuanya bisa membuka usaha kecil-kecilan untuk menyambung hidup, bahkan adik dan kakak Irsyad juga bisa hidup enak berkat kebaikan hati Tiana.
Ia tidak bisa membalas jasa sang gadis namun ia akan mengabdikan dirinya dan hidupnya untuk keselamatan sang majikan.
***
" Sudah waktunya kau keluar dari kegelapan. "
Setelah membaca pesan dari Tiana, Septi mulai berkemas dan ia langsung cus ... Berangkat menuju kediaman Tiana yang baru.
" Akhirnya aku bisa keluar juga dari sangkar hahahaha " Gelak tawa Septi menggelar mengerikan bagi yang mendengarnya.
30 menit kemudian .
" Selamat pagi menjelang siang Nona Muda" Sapa Septi sopan kepada Tiana.
" Apa kau puas ??" Pertanyaan Tiana membuat semua mata tertuju kepada sosok wanita yang baru saja menyapa sang majikan.
" Yah lumayan. Setidaknya aku akan tampil di depan layar bukan sebagai cadangan hehehe " Jawab Septi senang.
" Serah kau saja yang penting aku hanya ingin mendengar kata sukses no gagal !" Tegas Tiana .
" Tenang saja , kau bisa percayakan semuanya padaku wanita kuat, bukan seperti laki-laki yang loyo dan teledor. " Sindir Septi kepada Azka .
Kalau saja ada Umar pasti dia sudah dibuat marah dengan kata-kata menohok dari Septi. Syukurlah Umar sedang cuti Wkwkwk.
" Aku pegang kata-kata mu. Ingat aku butuh bukti bukan janji apalagi omong kosong belaka !" Ujar Tiana tegas.
" Kau sungguh masih sama dengan gadis yang kukenal 5 tahun lalu " Ujar Septi .
" Maaf mengecewakan mu " 😅😅
" Dasar singa galak , kupikir kau tidak akan menikah, dengan sikap kejam mu itu kupikir tidak ada laki-laki yang mau hidup denganmu seatap hahaha " Tertawa mengingat sikap Tiana yang garang seperti singa mana ada pria yang mau menghabiskan sisa hidupnya dengan singa yang kejam.
" Cerewet... Terimakasih atas pujiannya " Jawab Tiana tersenyum.
" Ha-ha-ha " Septi tertawa renyah.
" Mari kita bahas rencana selanjutnya " Ujar Tiana serius.
***
Sajen sajen mana sajennya nih kembang 7 rupanya jangan lupa yah gaes 😂😂
__ADS_1