Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
RENCANA 2


__ADS_3

Happy reading gaes 🤗🥰.


***


Setelah selesai mengakusisi perusahaan utama di Wartanto Expedition , Rose Gold mulai menampakkan taringnya di dunia bisnis.


Beberapa kerjasama dan juga kontrak jangka panjang sudah dalam genggaman.


Nama Rose Gold sekarang mulai santer dibicarakan dari berbagai penjuru kota Yengchuan, bahkan sampai ke negeri tetangga.


Disebuah gedung tinggi , seseorang berdiri menghadap jendela kaca raksasa.


Dari sudut pandangnya sekarang, seluruh kota Yengchuan nampak terlihat kecil dan sunyi.


" Siapa sebenarnya orang yang sangat kuat selain Ankara Group di kota Yengchuan ini ?"


" Bos, Tuan Abdi Priyanto dari Abadi Group datang berkunjung!" Kata seorang lelaki tegap , sepertinya seorang pengawal.


" Kenapa dia bisa ada di sini?"


tanya Beni pada sang asisten.


" Ada yang ingin mereka diskusikan dengan anda tentang perusahaan asing Rose Gold yang telah mengakuisisi perusahaan Wartanto"


" Huh... Dulu mereka menolak semua jenis kerjasama dengan perusahaan Cipta Beni karya , sekarang mereka mau menjilat ludahnya sendiri ?? Sungguh tidak berpendirian !" keluh Beni.


***


Seorang pria berumur sekitar 35 tahun, gemuk dan perut buncit.


Sedang duduk dengan gelisah menunggu kabar.


Pintu terbuka dan seorang pria tinggi, tampan dengan dandanan sangat rapi keluar dan berkata " Tuan Abdi , maaf bos Beni sedang sibuk saat ini. Tidak bisa menemui tamu, silahkan besok anda kembali lagi !" sambil memberi hormat dan masuk kembali.


Pintu pun tertutup, sebelum Abdi merespon.


" Ah sial , dia sungguh keras kepala !" setelah mengatakan beberapa kata umpatan kekecewaan, Abdi langsung pergi meninggalkan tempat ini.


***


Malam yang sunyi. Bulan enggan keluar dari persembunyian nya. Angin malam terasa begitu menusuk dalam ke dalam tulang .


Nampak Tiana berjalan pelan menuruni tangga dan berjalan menuju pintu di bawah tangga.


Rumah megah yang Tiana bangun dengan sangat teliti ini di lengkapi dengan berbagai fasilitas mewah dan elit.


Dinding dibelakang tangga nampak biasa saja , namun siapa sangka jika ada vas bunga di dekat rak buku itu adalah salah satu tuas untuk menggeser tembok tebal . Dan terlihatlah sebuah pintu baja , dengan scan retina mata Tiana , pintu terbuka .


' Selamat datang kembali Rose , apakah harimu menyenangkan ?!' sapa sebuah suara robot wanita.

__ADS_1


" Aku baik , hari ini cukup menyenangkan, karena usia kandungan ku sudah bertambah. Namun perutku belum juga terlihat buncit " Keluh Tiana pada suara robot wanita itu.


Ternyata ini adalah laboratorium khusus yang Tiana bangun untuk para peneliti hebat dari berbagai negeri.


Saat ini Tiana memasuki lorong panjang dan berujung dengan pintu berwarna kuning seperti tembaga.


Dengan scan sidik jari, pintu tebal pun terbuka .


Terlihat banyak orang yang sedang berlalu lalang. Mereka semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Nampak banyak begitu tabung di dalam ruangan yang jelas sangat luas, namun begitu penuh dengan peralatan medis dan juga penelitian.


Seseorang wanita paruh baya menghampiri Tiana dengan baju APD lengkap.


" Ketua mari ikut denganku !"


Tiana mengikuti wanita itu dengan tetap diam tanpa ekspresi.


Disini tidak ada yang perduli dengan apa yang dilakukan orang lain. Namun mereka sangat peduli dengan eksperimen masing-masing.


Setelah Tiana masuk hanya beberapa orang yang menyapa, yang lainnya sangat sibuk sampai-sampai tidak sadar jika sang penguasa berada di tempat itu.


Setelah sampai di depan kaca besar yang transparan, wanita paruh baya tadi berhenti untuk memberi laporan pada Tiana yang otomatis juga terhenti langkahnya.


Ia memandang ke dalam ruangan yang tembus pandang itu.


Ada beberapa peneliti yang masih menggunakan APD lengkap, mereka memeriksa seorang pasien .


Kita tidak hanya menekan racun itu, kita juga dapat membuang sisa-sisa racun sehingga jika kita berusaha sedikit lagi bisa..."


Tanpa dilanjutkan kalimat nya, Tiana sudah bisa menebak kemana arah bicara wanita paruh baya ini .


" Maksudmu kita bisa menyembuhkan dan membuat penawarnya kan ?!" Tebak Tiana dengan mata berkaca-kaca.


" Iya ketua . Semua usaha kita akhirnya membuahkan hasil , sungguh pencapaian yang terbaik bagi kami"


" Karena itulah aku berusaha semampu nya ,untuk merekrut kalian para peneliti. Walau kalian ditelantarkan oleh negara kalian masing-masing, tapi disini kalian di hargai dan dapat berkembang. Masih bisa membantu orang tanpa kalian berada di depan layar. Harusnya kalian bersyukur." ujar Tiana meneteskan air mata.


Semua yang Tiana lakukan adalah untuk kemakmuran kota Yengchuan. Dan agar keluarga Ankara menjadi keluarga terbesar dan terkuat di seluruh Indonesia bahkan dunia.


***


Al yang terjaga dari tidurnya, perlahan bangkit lalu membuka matanya lebar-lebar. Disampingnya kosong tidak ada jejak sang istri .


" Kemana Tiana tengah malam begini ?" ujar Al sambil menuruni tempat tidur menuju kamar mandi.


' Mungkin dia ke kamar mandi '


Namun sunyi , dikamar mandi tidak ada pergerakan manusia sama sekali.

__ADS_1


" Hah... Kemana dia jam segini?" keluar dari kamar mandi dan menuju pintu kamarnya.


Setelah membuka handle pintu , tepat pada saat itu, Tiana telah berada di depan pintu yang berlawanan. Ia juga sedang memegang handle pintu. Namun kalah cepat dengan gerakan Alend.


" Oh... Kenapa kau bangun sayang ?" tanya Tiana kaget dengan sosok sang suami yang hampir saja keluar dari kamar mereka.


" Harusnya aku yang bertanya , kemana saja kamu sayang ? Tengah malam begini tidak tidur malah berada di luar " tanya Alend curiga.


" Tadi... Aku sedikit lapar sayang. Tapi ternyata di kulkas tidak ada makanan yang ku mau, jadi aku kembali " bohong Tiana pada sang suami.


" Ah kau ingin apa sayang ? Bilang saja padaku , apapun itu jika masih berada di bumi akan ku cari untukmu dan juga bayi kita !" ujar Alend antusias.


" Benarkah ?? Kau akan memberikan apapun yang ku minta ?? Semua tanpa terkecuali ?!" tanya Tiana senang.


" Ya... selagi aku mampu sayang " sambil menelan ludahnya susah.


' Apalagi kali ini yang ia mau ' Batin Alend bergidik ngeri.


' Kenapa seluruh bulu roma ku berdiri ya. Apa yang akan dilakukan Tiana sekarang ' batin Alend sedikit menyesal , karena telah berucap berlebihan.


' Kenapa mulutnya tidak punya filter sih?? Kan kalau gini siapa yang susah ? Siapa yang rugi ?!' tetap saja Alend , sang suami teladan.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Namun permintaan snag istri belum juga di dapat.


Alend sengaja mengerahkan semua orang mansion untuk ikut membantu nya .


Kali ini dia sangat menyesal.


' Kenapa susah sekali sih permintaan nya !?'


Alend sangat frustasi karena sudah lebih dari 3 jam ia dan para pekerja belum juga mendapat hal yang Tiana minta.


" Jangan kembali sebelum kau menemukannya ! " itulah yang Tiana katakan sebelum Alend dan juga orang mansion pergi keluar pagi ini.


Di mansion Tiana .


" Ayo... Cepat pindahkan semua bahannya, jangan sampai ada yang tertinggal . Keluarkan semua benda yang tidak lagi berguna di dalam . Cepat... !!" kata Tiana pada anak buahnya .


Suasana di mansion begitu sibuk.


Banyak hal yang baru dan terasa rahasia.


Tidak banyak orang yang tahu misi ini. Namun beberapa orang kepercayaan Tiana ,hadir dan membantu .


***


Yok.. yok komen. Silahkan klik favorit dan beri like dan juga Vote .

__ADS_1


' I Love You '


__ADS_2