
Langsung aja ya gaes.. happy reading 🤗
***
Tiana bangun lebih pagi, hari ini dia akan menghadiri rapat pemegang saham. pikirannya harus terpusat pada rapat tersebut. Namun bayang-bayang pesan dari wanita yang mengenal suaminya pun selalu berkelebat.
" Huf ... Aku harus fokus. Aku akan urus wanita dan dokter itu nanti setelah rapat selesai. Sekarang aku harus memusatkan pikiranku pada rencana berikutnya " Gumam Tiana lalu dia masuk kamar mandi.
Al juga bangun , dia seperti biasa bangun pagi karena sudah kebiasaan. Melihat tidak ada sang istri, tapi terdengar suara gemericik air. Ia yakin Tiana sedang mandi. Sambil menunggu ia menyiapkan baju dan juga berkas. Pagi ini dia akan ikut Tiana ke perusahaan karena ada rapat. Dia harus mendampingi sang istri untuk meyakinkan para dewan direksi agar menepati janji untuk mengakui Tiana sebagai satu-satunya kandidat yang cocok untuk mewarisi Ankara Group.
20 menit kemudian Tiana keluar dari kamar mandi. Dia tidak memerhatikan jika sang suami sudah bangun dan berada di sofa. Fokus Tiana masih terpaku pada siapa wanita yang menghubungi sang suami semalam.
Ia menuju lemari dan melepas handuk yang tadi melilit di tubuhnya. Lalu memakai CD dan juga Bra dengan warna senada, masih santai memilih gaun mana yang ingin dia kenakan.
Tiba-tiba .. " Greeeb " Tubuhnya di dekap dari belakang, betapa terkejutnya ia lalu reflek memiting tangan kekar itu ke belakang tubuhnya dan... " Aaaaakkk ... Sakit sakit sakit .. " Suara suaminya.
" Astaga apa yang kau lakukan ??" Tanya Tiana kaget dan juga sedikit menyesal.
" Seharusnya aku yang bertanya padamu... apa yang kau lakukan.. Kau berusaha menggodaku ??" Ujar Al dengan sedikit meringis karena pitingan dari sang istri..
"Kuat juga" pikirnya.
" Maaf dokter.. Aku kira siapa tadi saat aku masuk kamar mandi kau masih tertidur, aku tidak memerhatikan lagi setelah keluar dari kamar mandi dan tiba-tiba saja kau memeluk dari belakang " Jawab Tiana mencoba menjelaskan apa yang terjadi
" Astaga.. Tiana kau ini " Lalu menghampiri sang istri. Meraih tubuh seksi itu dan memeluknya.
Tiana yang di perlakukan sang suami dengan lembut mencoba menerima dan melupakan kegelisahan nya.
" Sudahlah.. Aku yang seharusnya minta maaf padamu karena mengejutkanmu.. Aku sudah bangun sedari kau mandi. Dan aku berniat menunggumu tapi kau malah keluar dari kamar mandi tanpa melihatku di sofa tiba-tiba melepas handukmu , ku pikir kau sengaja menggodaku dipagi hari " Jelas Al.
Detak jantungnya sudah maraton gaes. Nada suara nya juga sudah serak seperti menahan gejolak di tubuhnya.
" Aku tidak tahu kau sudah bangun.. Aku tidak bermaksud menggodamu,, " Ujar Tiana sambil mendengar detak jantung sang suami yang tak beraturan.
" Ekhemm... Tiana apa aku boleh em maksudku itu hm ..." Perkataan Al terbata-bata ntah mau ngomong apa gaes , 😂
" Apa ?? " Tiana tahu kalau sang suami sedang menahan has*at nya tapi dia sengaja menggoda nya, dengan tangan yang tidak berhenti mengukir sesuatu di dada bidang yang terbuka itu.
" Ekhemm.. Ayolah Tiana kau tahu kan.. Kau sengaja pura-pura tidak mengerti ?? " Ujar Al sudah tidak bisa menahan hasrat nya.
" Aku benar-benar tidak tahu dokter, lagi pula aku masih anak kecil itu yang sering kau katakan padaku " Beo Tiana.
Tanpa basa-basi Al membopong tubuh sang istri yang hanya mengenakan pakaian dalam ala bridal style ke ranjang. Lalu membaringkan perlahan . Mata Al sudah berkabut. Sesuatu di bawah sana sudah meronta-ronta keluar untuk di manjakan.
Dengan lembut Al membelai dan mencium sang istri. Tiana hanya diam menerima sentuhan demi sentuhan sambil menikmatinya.
Tiana menggigit bibir bawahnya. Jangan sampai ia mengeluarkan suara-suara laknat. he-he-he
Dirasa cukup untuk pemanasan nya Al lalu menatap sang istri seraya meminta persetujuan.
Tiana tidak menampik jika dia memang mencintai sang suami tapi apakah sang suami mencintai nya pikiran itu selalu terbesit .
Al yang seperti mengerti kekhawatiran sang istri lalu mencoba memberi pengertian.
__ADS_1
" Tiana jujur saja.. Entah dari kapan dan bagaimana aku tidak tahu yang jelas saat kau tidak ada di sisiku seperti pada saat kau diluar kota sampai seminggu itu, aku terasa sepi.. Hatiku kosong, dan sangat merindukanmu. Apalagi saat aku tahu kau keluar kota bersama dengan Umar saja.. Hatiku sakit, ak-aku aku cemburu melihat dia lebih dekat denganmu.. Dia tahu segalanya tentangmu. Aku merasa suami yang memang hanya sebatas kontrak saja. Tapi sekarang aku mau yang lebih Tiana.. Selayaknya suami istri.. Makan berdua bisa mengantar dan menjemput mu , bisa akhir pekan bersama, aku mau kita melakukan itu aku mau tahu segalanya tentangmu aku mau lebih mengenalmu .. Aku mau kau menganggap ku sebagai suami yang sebenarnya. Bisakah kita melakukan nya ??" Jelas Al tanpa ditutupi lagi. Semua isi hatinya dikelurkan begitu saja. Lalu dia duduk menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri.
" Dokter.. Bukankah kita memang suami istri yang sesungguhnya?? Kita tidur bersama di ranjang dan kamar yang sama kau sudah pernah melihat tubuh polos ku.. Ya walaupun aku belum. Hehe tapi kita sudah mendaftarkan pernikahan ke KUA. Kita juga sah Dimata hukum dan agama. Apalagi yang kau mau ??" Jawab Tiana polos.
" Aku tahu itu.. Tapi kita masih dengan perjanjian kontrak itu. " Jawab Al dengan sedih.
" Oh masalah itu .. " Tiana bangun dan berjalan menuju nakas. lalu ia mengambil map berisi kontrak mereka.
" Ini yang kau maksud ??" Duduk disamping Al lalu menyobek surat kontrak itu.
" Begini sudahkan..? " Tanya Tiana dengan tersenyum.
Al yang melihat surat kontrak nya sudah sobek menjadi berkeping-keping pun tersenyum puas. Dia lalu berjalan ke lemari dan mengambil surat kontrak dan melakukan hal yang sama. Sekarang impas, mereka sudah tidak terikat apapun selain pernikahan.
" Sekarang apa kau sudah puas dokter ?" Tanya Tiana sambil berbaring di ranjang.
" Belum .. Sampai kau menjadi milikku seutuhnya " Tersenyum menghampiri sang istri.
Dan apa yang terjadi ya kalian tahulah ya apa yang dilakukan suami istri jika berdua dikamar ðŸ¤.
Akhirnya buka segel juga yang umumnya dilalukan di malam hari, pasangan satu ini malah di pagi hari. Wkwkwk
***
Di Dalam Mobil .
Setelah terjadi pergulatan panas di pagi hari. Al dan Tiana semakin dekat, mereka selalu melontarkan kata pujian satu sama lain. Bahkan tak segan bermesraan di depan Umar.
Umar jelas tahu segalanya tentang kontrak konyol itu. Dia berharap dokter Alend bisa membuat Nona Mudanya bahagia selalu dan melindungi setiap waktu, karena musuh Nona Muda yang sebenarnya belum mau menampakkan diri. Masih suka petak umpet.
" Sayang apa yang harus ku lakukan nanti ketika bertemu dengan para dewan direksi " Tanya Al pada sang istri.
"Sayang ??"
" Ah mesranya " gumam Tiana.
" Kau tidak perlu melakukan apapun Dokter. Cukup berdiri dan bersandiwara dengan baik dan ikuti alurnya, jangan biarkan mereka memprovokasi yang lain untuk menarik sahamnya." Ujar Tiana sangat santai.
" Sayang.. Apa kau tidak bisa merubah panggilanmu itu.. Aku bukan Dokter mu" Pinta Al dengan cemberut. Dia kesal dengan panggilan Tiana .
" Hm dengan panggilan apa aku harus memanggil mu ?" Beo Tiana malu.
" Ya sayang , atau Suamiku seperti pertama kau menggodaku bisa juga Hubby , Cintaku atau apalah yang romantis " Ujar Al dengan semangat.
" Hm baiklah dok.. Eh sayang .. Suamiku sayang " Ucap Tiana dengan pipi yang sudah memerah seperti cabe rawit wkwkwk.
Menyeringai dan" CUP " Memberi kecupan di bibir sang istri.
" Itu baru benar. Lagian itu enak didengar " Ucap Al dengan memeluk tubuh sang istri.
Kini rasanya Al tidak mau berpisah sedetikpun dengan sang istri. Dia hanya ingin bermesraan berdua. Andai saja hari ini bukan rapat pemegang saham. Al sudah mengunci pintu dan mengerjai sang istri.
" Ekhemm Tuan Nyonya sudah sampai " Suara Umar membuyarkan lamunan Al.
__ADS_1
" Terimakasih Umar " Ucap Tiana. Seperti biasa Tiana selalu ramah dengan para bawahannya. Apalagi Umar sudah seperti kakak baginya.
Al cemberut akan protes kepada Tiana karena sudah memberikan senyuman indah kepada Umar. Tapi di potong lebih dulu dengan Tiana .
" Jangan cemburu.. Dia sudah ku anggap seperti kakakku sendiri. Dari kecil dia yang menjaga dan melindungi ku dia juga selalu membantu setiap aku terkena masalah " Ujar Tiana menjelaskan, tidak mau suaminya salah paham.
" Baiklah.. Tapi bisakah jangan senyum semanis tadi aku tidak rela " Ujar Al dengan wajah yang memelas.
Tiana hanya geleng-geleng kepala. Ya ampun inikah sisi jutek suaminya yang tidak dia ketahui?? Cemburuan, manja dan juga menggemaskan,Dimata Tiana tentunya.
Dengan langkah anggun dan elegan Tiana berjalan berdampingan dengan sang suami yang memiliki aura tegas dan berwibawa. Di ikuti Umar dari belakang membuat semua mata tertuju kearahnya.
Cantik dan tampan pasangan yang sempurna dan mereka sangat serasi. Puji orang-orang yang berada disana.
Tiana langsung menuju ruang rapat. Di sana sudah hadir semua dewan direksi dan juga kepala dari setiap divisi . Mereka dibuat jengkel karena menunggu kedatangan calon Presdir yang baru.
Tak tak tak ...
Deru langkah sepatu terdengar dan semua mata tertuju ke arah sumber suara. Pintu terbuka dan...
Umar membuka pintu semua yang melihat kecewa ah bukankah cucu dari kepala Presdir seorang wanita ?? Belum juga selesai mereka berkomentar , muncul wanita muda sangat cantik dan elegan. Mungkin usianya masih 20 an disampingnya berdiri seorang pria yang jauh lebih dewasa .
" Dia kah cucu Tuan Satria??" Banyak suara yang bertanya-tanya karena tidak semua dewan direksi tahu wajah Tiana. Mereka hanya tahu nama namun tidak paham dengan wajah nya.
" Silahkan Nona dan Tuan Muda " Umar mempersilahkan kedua majikannya untuk duduk. Namun hanya ada satu kursi tersedia di sana .
Tiana lalu menyuruh Al duduk dan dia ?? Otomatis dia duduk dipangkuan sang suami.
Para dewan direksi dibuat terperangah dengan tindakan Tiana. Mereka tidak menyangka akan melihat ke uwuan di ruang rapat.
" Ekhemm... Umar ..." Panggil Tiana.
Umar tahu apa yang harus dia lakukan. Lalu...
" Tolong diam sebentar tuan-tuan dan nona-nona ...
Sebagian dari kalian pasti sudah tahu siapa wanita muda ini, dan bagi yang belum tahu siapa dia...
Dia adalah Tiana Rosa Ankara. Putri semata wayang dari Tuan Brian Ankara dan juga cucu satu-satunya tuan besar Satria Ankara. Pewaris dan pemilik Ankara Group yang sah Dimata hukum.
Jika kalian merasa Nona Tiana tidak memenuhi syarat karena masih muda dan tidak ada yang membimbing nya.. Kalian salah besar. Perkenalkan pria di depan kalian ini adalah suami dari Nona Tiana, beliau adalah Putra kedua dari Tuan Erik Swan Pradipta. Sekaligus Dokter dan pemilik rumah sakit Pradipta ." Jelas Umar panjang lebar.
Beberapa orang disana hanya diam dan tidak bersuara. Mereka masih terkejut dengan informasi yang di dengarnya langsung dari orang kepercayaan Tuan Satria.
***
Segini dulu yah gaes.. karena kulihat kalian banyak yang baca tapi gak mau like apa komen. aku sedih jadinya.
Seperti biasa like dan votenya ya. tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
Penasaran dengan kelanjutan dari gadis mafia dan dokter jutek ??
klik favorit biar kalian gak ketinggalan up terbaru yah... terimakasih love you all 🥰.
__ADS_1