
Langsung aja yah gaes ...
-----------------------------
Kabar bahwa Alend menyetujui perjodohan nya dengan Tiana pun membawa kebahagiaan tersendiri bagi papa Erik dan mama Ratih..
Pasalnya tanpa harus dipaksa Alend malah dengan gamblangnya mengumumkan kesediaan nya menerima perjodohan ini.
Secepatnya kedua keluarga bertemu untuk membahas hari pernikahan Alend dan Tiana.
Di mansion Ankara.
Tampak ada beberapa pelayan yang sibuk memasak dan bersih-bersih. Karena malam nanti empunya rumah akan kedatangan keluarga dari Pradipta.
" Apakah sudah kau cek bahan makanan di dapur?" Tanya Lion pada kepala pelayan Denis.
" Sudah tuan.. Semua aman. Apa ada lagi menu makanan yang harus kami siapkan ?"
Denis adalah kepala pelayan yang sudah lumayan lama bekerja dengan keluarga Ankara. Kini usianya sudah kepala 5 namun belum juga berkeluarga. Alasannya karena ingin mengabdi sepenuhnya pada keluarga Ankara yang telah menyelamatkan nyawa nya dari perdagangan ilegal.
" Tidak .. Untuk saat ini cukup. Nanti jika kurang akan ada pemberitahuan dariku.." Berlalu ke ruang kerja daddy Brian.
" Baik tuan .." Membungkuk dan kembali berjalan ke dapur untuk mengontrol para koki .
Di kafe ROSE GOLD.
Tiana masih saja berkutat dengan berkas yang baginya hari ini tiada habisnya. Sudah pukul 15.20 WIB tapi pekerjaan nya seakan menumpuk dan bertambah.
Dia menghempas kan tubuh mungilnya ke sofa.
" Huffff ... Lelah sekali hari ini.. Apa setiap hari pekerjaan ku sebanyak ini ??" Gumam nya .
Tiana lalu mengambil ponselnya dan menghubungi no Azka.
Tut.. Tut.. Tut..
" Hallo bos .. " jawab suara diseberang
" Azka apa masalah balik nama saham perusahaan Anton sudah beres ?? kenapa aku belum mendapatkan kabar darinya ?" Sambil memainkan jari kuku lentiknya.
" Maaf bos.. Sedikit ada kendala.. Ternyata dalang dibalik akuisisi itu adalah kelompok mafia dari kota Bucheng. Dia yang mengendalikan perusahaan Oskar . Namanya Roni Oskar dia kepala kelompoknya." Jelas Azka.
" Apa dia sulit di tundukkan Azka ?"
Pertanyaan dari Tiana sama saja pukulan telak bagi Azka.
Mana ada kata sulit bagi BLUE SKY, apalagi ini Tiana loh.. Siapa yang tidak takut dengan bos besar . Selain jago seni bela diri, Tiana juga sangat cerdik dan licik. Dia tidak pernah memberi celah pada musuhnya kecuali itu menguntungkan dirinya.
" Bos tenang saja .. Serahkan padaku" jawab Azka.
Dia tidak mau kena cambuk atas kelalaiannya dalam bekerja. Tiana terkenal kejam walau dengan orang kepercayaan nya. Pernah dulu Azka salah mengingat nama kelompok musuh, dan itu sudah membuat Tiana murka dan memberikan hukuman cambuk 100 kali beserta di kurung dalam ruangan gelap yang berembun. Pernah juga si pak tua Rendy , orang kepercayaan Brian, lalai dalam mengecek senjata di markas. Alhasil beliau di hukum cambuk 50 kali dan tidak diizinkan makan selama 3 hari.
Walau terlihat seperti gadis kecil pada umumnya,, Namun Tiana sangat tegas, bahkan dia tidak segan-segan untuk menghukum atau melenyapkan nyawa seseorang.
" Aku tunggu kabar baikmu. Jika dalam waktu semalam kau tidak bisa membereskan semuanya.. Siap-siap menjadi teman tidur Geri." Tut...
Sambungan terputus.
more info* Geri adalah singa peliharaan Tiana yang umurnya sudah sangat tua.
------------------------------
Kini Alend sudah di mansion pribadinya. Setelah pulang dari rumah sakit Pradipta, dia langsung masuk ke kamar mandi. rasanya penat, lelah .
Alend menyalakan shower dan membasahi tubuhnya. 15 menit kemudian ia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah pinggang nya saja, lalu menuju lemari baju memilih kemeja dan jas setelah mematutkan diri di cermin , dia lalu memakai jel rambut dan sedikit parfum .
Karena hari ini acaranya makan malam sekaligus menentukan tanggal pernikahan. Dirinya tidak boleh membuat kesan sembrono pada keluarga mertua .. Pikir nya
( Babang Al udah ganteng belum gaes 😁😁)
Dokter Erik dan mama Ratih juga sudah bersiap-siap untuk pergi, dia akan berangkat setelah Al sampai, karena tidak baik jika berangkat sendiri . Nanti apa kata besan mereka.
Setalah menunggu beberapa menit, muncul mobil Porsche memasuki pekarangan rumah, dan keluarlah Al dari dalam mobil lalu memasuki rumah mewah itu.
" Sayang apa kamu berendam di gunung Fuji?? Kenapa lama sekali, kita janji pukul 6 sore. dan sekarang hampir pukul 7 " Keluh mama Ratih padahal acara pukul 8 malam.
__ADS_1
" Ma jarak antara rumah mama dengan rumah Om Brian hanya memakan waktu 40 menit masih banyak waktu,," Jawab Al santai.
Dia lalu menyalami dan mencium punggung tangan papa Erik dan berganti ke mama Ratih.
Lalu duduk di ruang tengah di mana orangtuanya sekarang yang lagi kesel sama kelakuan Al.
" Al kan kita itu mau membahas pernikahan, mau minta anak orang. Bagaimana keluarganya menerima kamu .. Kalau tau kamu aja gak bisa tepat waktu. Apa rela mereka melepaskan anak perempuan nya yang cuma semata wayang itu padamu..hah...?" Cecar mama Ratih
" Betul Al, apa kata calon ayah mertuamu nanti melihat calon suami anaknya tidak bisa on time" Imbuh papa Erik.
" Papa melebih-lebihkan .."
" Mana Lya ,Ma.. " Tanya Al kepada mamanya.
" Lya tidak bisa pulang Al, dia masih harus ujian .. Kamu kan tahu adikmu itu sudah semester akhir. Dia sibuk dengan ujian .
Al manggut-manggut, tanda dia mengerti.
" Ya sudah ayo kita berangkat, apa sudah bawa yang mama minta tadi Al."
Mama Ratih menyuruh Al membawakan beberapa hadiah untuk calon menantunya. Dan itu harus dibeli oleh Al sendiri.
" Sudah beres ma.." Berdiri dan melangkah keluar rumah menuju mobil.
Al berangkat menggunakan mobilnya sendiri dengan Diwan sebagai pengemudi. Sedangkan orang tuanya mengendarai mobil lain dengan pak Ujang selaku supir pribadi keluarga Pradipta.
Mobil mereka melaju memecah kemacetan jalan kota Yengchuan.
--------------------
Di rumah mewah Ankara.
Tiana sedang memilih gaun mana yang harus dia pakai. Tadi Tiana sempat merepotkan Umar dan Moli. Dia baru saja memborong seisi butik. Hanya karna bingung harus memakai warna apa.
" Ah.. Sudah jam 7 lebih rupanya.. Aku harus memastikan penampilanku tidak mengecewakan dokter Alend" Gumam Tiana.
Alhasil Tiana menjatuhkan pilihannya di gaun panjang berenda dan sedikit terbuka di bagian bahunya.. Memperlihatkan leher jenjangnya yang cantik. Rambut nya dibiarkan tergerai indah sedikit memoles lipstik dibibir seksinya. Dengan menggunakan riasan tipis tapi terlihat anggun dan cantik. " Sempurna " Gumam Tiana.
Tiana Rosa Ankara
Beberapa menit kemudian,Brian sudah duduk di ruang tamu menunggu kedatangan calon besan .
Selang beberapa menit kemudian, terdengar suara mobil memasuki pekarangan.
Papa, Mama dan Alend keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah yang dijaga sangat ketat oleh beberapa pengawal. Ada beberapa pelayan yang menyambut mereka di depan pintu.
" Silahkan masuk Tuan, Nyonya.. Tuan Muda." Sapa kepala pelayan dan beberapa pelayan lainnya..
Moli yang berdiri tidak jauh dari pintu pun membawa mereka masuk keruang tamu, dimana Brian sudah menunggu nya.
Kalau ada yang tanya siapa Moli,
Moli adalah orang kepercayaan Brian yang bertugas mengurus Tiana dari kecil. Seperti pengasuh, tapi masih muda ya .. seumuran mama Ratih.
" Apa kabar Brian..?" Sapa papa Erik sambil menjabat tangan dan memeluk Daddy Brian.
" Ha ha ha .. Baik Erik.. Kau sendiri apa kabar ? Apa masih kuat seperti dulu " Goda Brian pada sahabatnya itu.
Dan diiringi beberapa celetukan lain lagi..
" Silahkan .. Ayo mari duduk " Ajak Brian pada tamunya
Papa Erik duduk diikuti Mama Ratih dan juga Al.
Al melirik menelisik setiap sudut ruangan.. Dari dia masuk pintu gerbang sampai ke halaman rumah dan sekarang dia duduk di sini di ruangan ini semuanya terlihat luas dan megah. Bahkan mansion pribadinya saja kalah besar dibanding rumah sahabat papanya itu.
" Moli... Panggilkan Tiana , sudah waktunya makan malam.." Perintah daddy Brian pada pengasuh putrinya itu yang langsung di angguk i oleh sang punya nama.
" Mari kita ke ruang makan .. Sudah waktunya untuk mengisi perut " Ajak Brian pada calon besan dan menantu.
Apa menantu.. cie. cei... ( hehe .. )
Lalu keluarga Pradipta pun mengikuti langkah Brian menuju meja makan. Di sana sudah ada berbagai macam masakan dan juga pelayan yang berdiri di setiap sudut kursi.
" *W*ah banyak sekali makanan nya.. Dan juga.. Apa ini setiap kursi ada yang berdiri . Seperti nya ini adalah pelayan .. Untuk apa mereka ? " Batin Al heran karna baru kali ini dia melihat banyaknya pelayan pada saat makan. Padahal dia orang kaya juga tapi tidak seribet ini pikirnya.
*T*ok .. tok .. tok ..
__ADS_1
Moli mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anak asuhnya itu.
" Nona.. Sudah saatnya turun, tuan Brian sudah menunggu diruang makan, dan keluarga Pradipta sudah datang dari tadi." Ujar Moli pada Tiana
" Iya aku sudah tahu.." Keluar kamar dan turun melalui lift.
Di meja makan .
" Mana Tiana kok belum keluar mas, " Tanya mama Ratih pada Brian.
" Sabar Ma .. " Kini papa Erik yang menjawab.
Brian tersenyum .. Saat Brian akan menjawab , Tiana sudah keluar dari lift. Dia berjalan dengan sangat anggun. Pesona Tiana memang sudah tersebar ke seluruh negeri. Banyak yang mengidolakan bahkan mengatakan cinta, tapi Tiana dengan dingin menolak. Banyak pria yang kecewa akan penolakan Tiana .. Tapi mau bagaimana lagi , kalau sampai mereka bertindak.. Jangan salahkan Tiana jika nyawa mereka akan melayang.
" Itu dia Tiana " Tunjuk Brian pada Tiana yang berjalan menuju meja makan.
" Wah... Cantik sekali Pa .. Coba lihat calon menantu kita." Puji mama Ratih
" Ck... Menurutku biasa saja " Elak Alend saat mamanya memuji Tiana .
" Alend.. Jaga bicaramu nak " Kali ini papa Erik yang menyahut. Dia tidak mau anaknya ini bikin onar.
" Malam Pa.. Om , Tante.. " Sedikit membungkuk lalu berjalan ke papa Erik dan mama Ratih untuk cipika cipiki sedikit mengakrabkan pikir Tiana.
Dia bahkan berlalu tanpa menyapa dokter Alend sebagai calon suaminya.
Lalu duduk berhadapan dengan tempat duduknya.
*********
Setelah selesai makan malam, Brian membawa tamunya ke ruang utama. di sana juga sudah ada beberapa hidangan seperti kue dan cemilan lainnya. Tidak lupa beberapa buah-buahan, dan juga arak.
Alend menyerahkan beberapa hadiah yang dibawanya tadi kepada Tiana ,, Dia menyuruh Diwan untuk membawakan semua hadiahnya ke meja di sebelah Tiana duduk.
" Diwan bawa kemari hadiahnya .. Letakkan di meja samping nona Tiana "
" Baik tuan.." Lalu meletakkan barang-barang itu ke meja.
" Terima kasih dokter sudah repot membawa hadiah untukku " Ujar Tiana
" Tidak merepotkan sayang.." Sahut mama Ratih.
"*Ti*dak bagi mama.. Huh.." Batin Alend ..
" Bukan masalah besar.." Jawab Alend.
Tiana tersenyum, dia yakin bila hadiah itu bukan dari hati si dokter, tapi biarlah.. Lama-kelamaan dokter Alend pasti akan mencintai nya,, Pikir Tiana.
" Ehm.. Brian .. Kau sudah tau kan maksud kedatangan ku dan juga keluarga ?" Tanya dokter Erik.
" Tentu saja.. " Jawab Brian.
Dia sudah tau sedikit banyaknya tujuan keluarga Pradipta datang kemari. Apalagi kalau bukan untuk membicarakan tentang perjodohan.
" Ya ya.. Maka dari itu aku meminta persetujuan darimu untuk meminta Tiana putrimu menjadi istri dari anakku Alend .. "
" Aku tidak punya wewenang disini Rik, masalah itu kuserahkan pada Tiana .. Aku sudah tua, apapun yang membuat Tiana bahagia .. Aku akan mendukungnya. Seluruh perusahaan papa sekarang dikelola Tiana . Aku bahkan diam dirumah tanpa ikut campur .. Aku tidak akan pernah memaksa Tiana untuk menerima perjodohan itu.. Karna jujur saja aku tidak ingin dia tersakiti." Ujar Brian panjang lebar.
Mendengar itu Erik sedikit berpikir.. Dia jadi tidak enak .. Kalau sudah begini hanya Alend yang bisa meyakinkan rubah tua itu.
" Aku tau Bri dia putrimu satu-satunya.. Dia memiliki tanggungjawab yang berat dipundaknya..Tapi alangkah baiknya jika ada seseorang yang bisa membantu dan memberikan dukungan untuk nya ??"
" Ayolah Rik kau tahu.. Dia masih muda .. Aku bahkan belum puas menjaganya.. Kau ingin aku lepas tangan ? Membiarkan putri kesayanganku yang masih belia untuk dinikahkan ke anakmu yang sudah hampir kepala 3" Kini ucapan Brian sedikit menohok. Dia akan menguji calon menantunya itu.
" Daddy.. " Tiana tidak bermaksud untuk membela Alend .. Dia hanya memberi pelumas saja, agar lebih menantang hehehe..
" Ekhemm.. Om,, Umur saya memang tidak bisa diturunkan lagi,tapi dari segi penampilan ..Saya tidak kalah dengan daun muda, saya juga mapan dan bertanggung jawab, akan saya jaga Tiana seperti menjaga nyawa saya sendiri" Kini Alend yang buka suara..
Mama Ratih sangat puas dengan cara anaknya mempromosikan dirinya.
" Oh.. kalau begitu akan ku tagih janjimu itu nak " Sambil memperlihatkan senyuman iblisnya.
Kini mereka memandang ke arah Tiana sebagai permintaan jawabannya.
" Aku..."
********
hai gaes.. selamat membaca 🤗
__ADS_1
jangan lupa like vote dan juga tinggalkan jejak kalian di kolom komentar yaah..
love you all ....