
Hai gaes langsung aja ya happy reading 🤗😍
***
Kesal karena di ancam , Alika menelpon sang Tante . Dia berusaha menanyakan asal muasal masalah yang sekarang menyeret namanya.
" Hallo Tante ... Alika mau bicara bisa ?" Tanya Alika sedikit takut.
" Apa yang ingin kau tanyakan ?" Jawab Anita heran dengan nada bicara keponakan nya .
" Sebenarnya apa yang Tante lakukan di masa lalu kepada keluarga Ankara dan Baskara ?" Tanya Alika terbata bata.
" Kenapa kau menanyakan hal itu , apa kau mulai memberontak padaku ?" Pertanyaan Anita membuat Alika sedikit terkejut .
" Ti-tidak Tante .. Tapi akhir-akhir ini aku di terror oleh seseorang dari keluarga Ankara " Adu Alika kepada sang Tante.
" Oh ya ?? " Hanya itu tanggapan Anita pada sang ponakan . Ia tahu jika keluarga Ankara mampu melalukan apa saja terhadap musuh yang menghalangi jalannya . Apalagi Alika menjadi ulat busuk dalam hubungan anak dan menantu Brian .
Tentu saja karena Anita yang menempatkan semua situasi yang Brian dan keluarganya hadapi sekarang . Tapi Anita tidak tahu saja yang dia hadapi lebih akan menakutkan daripada bom waktu yang ia siapkan untuk keluarga Ankara.
***
Sudah pukul 9 lewat tapi Tiana juga belum keluar dari kamar mandi, sedangkan pintu kamar mandi terkunci dari dalam. Saking bingungnya Al sudah memberitahu Diwan dan Azka perihal kejadian ini.
" Apa yang sebetulnya terjadi ?" Kali ini Azka sudah sangat khawatir kepada sang Nona Bos Muda .
" Aku juga bingung ,, tadi kami berdebat tentang makan malam di dalam kamar, sesudahnya ia terlihat marah dan menangis masuk ke kamar mandi dan sampai sekarang ia belum juga keluar dari sana padahal sudah 1 jam lebih " jawab Al panik setengah hidup 😅.
" Apa ?? " Jawaban serentak dari Diwan dan Azka membuat Moli terkejut . Untung gak punya riwayat jantung wkwkwk.
" Kenapa ?" Pertanyaan Al membuat semua pelayan menutup mata kesal.
" Astaga apa yang Tuan katakan dengan (Kenapa) ??? Apa Tuan tahu Nona Muda sedang mode off ?? Ia suka marah-marah gak jelas ia juga suka makan makanan yang tidak sering kita jumpai di restoran bintang lima " Jelas Azka membuat Al plongah plongoh tidak tahu maksud nya apa yang Azka katakan.
" Ohh shitttt ... Kita dobrak saja pintu kamar mandi nya " Usul Moli sudah tidak sabar dengan para 3 pria tolol ini .
" Ah iya kau benar Moli " Balas Azka setuju. Sedangkan Al hanya diam tapi logat tubuhnya benar-benar sedang dalam kecemasan.
"Cepat kenapa diam saja ??" Sentak Moli kepada para pria idiot itu. Moli sangat panik karena Sekarang anak asuhnya tidak tahu bagaimana keadaannya didalam sana.
" Ayo cepat dobrak !" Perintah Azka kepada para bodyguard.
" 1 2 3 ... (Braaakk) " Gagal.
" Again !!!" Teriak Azka keras.
"1 2 3 ... (Braaakk) !" Akhirnya terbuka dan (...)
" Sayang !!!" Al nampak panik karena posisi Tiana terkulai di lantai.
" Minggir !! Cepat ambilkan handuk kering !" Perintah Al sambil membopong tubuh sang istri keluar kamar mandi dan membaringkannya di ranjang.
__ADS_1
Moli yang tanggap langsung menyuruh semua pelayan termasuk Diwan dan Azka keluar dari kamar sang majikan.
" Kalian keluar semua !! Kau juga " Sambil menunjuk Azka yang sangat panik melihat majikannya terkulai tak berdaya.
" Tapi bagaimana dengan Nona Muda ?" Tanya Azka bego.
" Bagaimana apanya ? Tuan Muda seorang dokter, dia tau apa yang harus dilakukan pada Nona kita ,, sekarang kita beri mereka waktu ayo keluar !" Ajak Moli sabar.
" Oh baiklah " Pasrah Azka dengan jawaban Moli . Ia tahu siapa Tuan Muda kenapa bisa lupa Wkwkwk.
***
Setelah mengganti pakaian sang istri Alend langsung menelepon rumah sakit untuk menyiapkan resep , dan memberitahu Azka untuk segera menebusnya.
" Azka cepat tebus resep ini kembali secepat mungkin dan ingat jangan sampai lupa beli beberapa buah ini " Sambil memberikan sebuah daftar yang berisi beberapa macam buah-buahan segar.
" Baik Tuan ! Saya permisi " Berbalik dan pergi meninggalkan kamar sang majikan.
Setelah sampai di luar semua mata tertuju pada Azka dan seolah menunggu jawaban .
" Apa ??" Tanya Azka sok tak tahu.
" Ah kok bisa apa sih ! Cepat kasih tahu kenapa kamu dipanggil ke kamar Nona Muda " Tanya Irsyad yang emang paling kepo diantara 3 pria itu.
" Hanya menebus obat " Jawaban Azka membuat para pendengar sangat kecewa.
" Ahh ... Ku kira ada berita apa !" Jawab Irsyad lesu.
" Lalu ?" Pertanyaan Diwan membuat Azka menjelaskan semua yang dikatakan oleh Tuan Muda termasuk membeli buah-buahan segar.
" Artinya Nona Muda benar-benar mengandung " Jawab Moli sambil manggut-manggut senang .
" Oh mengandung " Jawab Diwan dan Irsyad bersamaan.
" Tunggu .. Apaaa mengandung ???" Saking kerasnya sampai Alend keluar dari kamar dan ...
" Apa yang kalian lakukan di depan kamar saya ?"Membuat para penggosip kalang kabut kabur tak beraturan.
" Em maaf Tuan saya akan segera ke rumah sakit " Azka juga ikutan kabur.
" Dasar para asisten resek " Kesal Al .
***
Alend sangat senang dengan apa yang ia ketahui... Walau sebenarnya dia sendiri kurang yakin namun tanda-tanda vital mengatakan demikian.
Memang belum lama mereka menikah tapi ini berkah tersendiri bagi Alend karena baru setengah tahun lebih menikah tapi sudah mendapat kepercayaan dari sang maha kuasa untuk memiliki sang pewaris. Saking senangnya ia langsung memberi kabar kepada orang tua sekaligus sang mertua .
***
" Cepat kita akan kerumah Al dan Tiana " Kata Brian senang mendengar berita dari sang menantu bahwa ia akan menjadi seorang kakek.
__ADS_1
Dengan di temani Lion dan beberapa pengawal Brian menuju ke kediaman sang anak, tak lupa membawa banyak makanan kesukaan sang putri.
Dan tak luput para keluarga Pradipta yang mendengar bahwa sang menantu mengandung pewaris pertama, mereka sangat senang bukan main, bahkan kakak pertama Al juga di beri kabar bahagia ini.
***
Dirumah Al Dan Tiana.
" Selamat atas kehamilan pertama kamu sayang " Ucap sang mama mertua kepada Tiana.
" Terimakasih Mama"
" Sini anak daddy yang cantik sudah akan menjadi ibu " Ujar Brian sambil sedikit berlinang air mata.
" Daddy jangan nangis dong ... Masak udah mau jadi kakek masih cengeng aja " Goda Tiana sambil memeluk sang daddy.
" Oh ... Daddy tidak sadar jika air mata daddy sampai keluar " Ngeles sang daddy.
" Iya Bri harusnya kamu senang karena kita akan punya cucu pertama " Imbuh Papa Erik menggoda sang besan.
" Aku bahagia Rik, ini adalah air mata kebahagiaan benar begitu besan " Meminta bantuan dari Mama Ratih.
" Iya Mas ... Udah ah kenapa jadi ledek-ledekan gini kayak anak kecil " Ujar Mama Ratih mencoba mencairkan suasana.
" Oh ya sayang minum dulu vitamin nya udah waktunya tidur, tidak baik jika ibu hamil tidur larut malam " Ujar Al khawatir.
" Benar sayang... Maaf yah saking senangnya kita jadi kesini malam-malam begini " Jelas Mama Ratih tak enak pada sang menantu.
" Apa yang mama bicarakan , kita senang karena mama mengunjungi kami " Ujar Tiana tersenyum.
" Iya mama dan papa menginap saja disini , Tiana pasti senang karena ada mama di sampingnya saat sedang mengandung " Usul Al dan langsung di setujui oleh Tiana .
" Daddy pulang saja ... Kasian rumah mewah daddy tidak ada yang menempati " Kata Tiana langsung menggandeng sang mama mertua menuju kamar tamu.
" Astaga lihatlah anak nakal itu Erik ... Dia bahkan tidak basa-basi kepada daddy nya sendiri " Kata Brian tertawa.
" Kamu benar Bri... Sudahlah jangan kamu dengarkan kata anak itu, lebih baik bermalam disini karena hari sudah larut " Usul Erik kepada Brian .
" Tidak Erik , Tiana benar aku harus pulang karena ada banyak pekerjaan yang menanti di rumah " Jawab Brian , ia tahu apa kata dari Tiana bukanlah hal sepele,pasti Tiana memberitahu sesuatu lewat candaannya tadi.
" Ah apa pekerjaan lebih penting dari anak-anak" Kata Erik heran.
" Oh bukan seperti itu tapi aku benar-benar ada pekerjaan yang harus diselesaikan , ayo Lion kita pulang sekarang ! Maaf Erik aku minta bantuanmu untuk menjaga anak-anak" Ujar Brian sambil berpamitan kepada Erik dan Alend.
" Hati-hati di jalan daddy !" Pesan Al kepada sang mertua.
" Iya, tolong jaga putri daddy satu-satunya dia sangat nakal daddy harap kau bisa mengalah padanya " Pesan Brian sebelum masuk kedalam mobil.
" Iya daddy pasti akan ku jaga Tiana seperti aku menjaga diriku sendiri " Jawab Alend gentle .
Mobil pun melaju meninggalkan rumah besar nan mewah itu. Brian sebenarnya ingin menginap di rumah sang anak, tapi kata-kata Tiana membuatnya berpikir pasti ada sesuatu yang akan terjadi di rumah Brian.
__ADS_1
***
Nah mana nih sajennya , jangan lupa kembang 7 rupanya gaes 🤗🥰