
HAI GAES HAPPY READING 🤗🤗
***
Diperjalanan Pulang.
Brian masih saja menerka-nerka apa yang dimaksud putri tunggalnya . Dia tak habis pikir kenapa masih saja ada musuh yang datang di saat keluarga Ankara diliputi kebahagiaan.
"Memang sudah waktunya membasmi para bedebah itu sampai ke akar-akarnya " Gumam Brian sambil melihat ke arah luar jendela.
" Kudapan sudah siap menuju markas utama " Ujar Brian kepada Rendy lewat panggilan video.
" Baik Tuan Besar saya mengerti " Jawab Rendy lalu mematikan panggilannya.
" Apa perlu saya ikut Tuan ?" Tanya Lion kepada sang majikan.
"Tidak perlu, Rendy saja sudah cukup biarkan dia membereskan tamu tak sampai kita kali ini " Jawab Brian serius.
Lion hanya manggut-manggut tanda setuju, kali ini mereka akan maju selangkah di depan musuh.
***
Apartemen.
"Apa yang akan kau lakukan jika Brian tidak mau menerimamu ?" Tanya Berta kepada sang suami.
" Sebelum aku berangkat kesini aku sudah memberi tahu Brian tentang kedatangan ku dan dia akan menyuruh sopir untuk menjemput kita" Ujar Elmo pada Berta.
" Baguslah, ku pikir dia akan marah jika kita ke sini tanpa memberitahu nya, kau tahu kita punya salah pada Brian " Sesal Berta pada sang suami.
" Aku lebih tidak enak padanya karena menyeretnya dalam urusan keluarga kita padahal kita telah banyak berhutang budi dengan keluarga Brian " Sesal Elmo .
" Kita harus bagaimana lagi sekarang keadaan kita sedang tidak menguntungkan sedangkan wanita iblis itu terus saja memantau kita dengan mengirim banyak pengawal " Frustasi Berta sudah memuncak pasalnya kedua anaknya di sandera oleh Anita dan sekarang mertuanya sakit-sakitan dan dalam keadaan koma membutuhkan banyak biaya, sedangkan perusahaan Elmo sudah gulung tikar sejak Anita masuk kedalam hidupnya.
"Sabarlah sayang... Semua akan baik-baik saja, percayalah padaku Brian akan membantu kita" Elmo menenangkan sang istri walau sebenarnya dia tahu apa yang akan terjadi nanti, dia sudah pasrah dan menitipkan kedua putrinya pada sang ponakan.
__ADS_1
Elmo tahu siapa Brian dan keluarga besarnya tidak mungkin baginya untuk sekedar bermain api dibelakangnya. Apalagi di balik Ankara masih ada Blue Sky yang siap membantu dengan segenap jiwa dan raga .
" Aku tidak yakin tentang itu" Balas Berta sendu. Kali ini memang ia harus siap dan pasrah tentang semua hal yang mungkin terjadi . Bagaimana juga kedua nyawa anaknya lebih penting saat ini.
***
Di Rumah Ankara.
Brian sudah sampai di rumah dan langsung menuju ruang kontrol. Dia sudah memberi perintah pada Rendy dan anak buahnya untuk membereskan kekacauan di luar mansion. Sedangkan untuk Anita yang segera datang ke kota ini, Brian sudah menyiapkan hadiah besar .
" Tuan semua sudah siap !" Beritahu Lion pada sang majikan.
" Bagus awasi jangan sampai ada yang terlewatkan !! Misi kita dimulai malam ini " Ujar Brian pada seluruh anak buahnya.
Walaupun Blue Sky sekarang dibawah kendali Tiana tapi Brian masih memegang peranan penting dalam markas.
***
"Kenapa kamu mengusir daddy sayang, bukannya menyuruhnya untuk tinggal disini ini sudah sangat larut ?" Tanya Al pada sang istri . Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar harusnya mereka istirahat lebih awal tapi karena adanya berita membahagiakan maka mereka tidur hampir lewat dini hari.
" Ah baiklah kau mengatakan seperti aku tidak menurut saja " Keluh Al sambil membaringkan kepalanya di pangkuan sang istri tercinta.
" Ya ya ya kau memang sangat penurut pengacau ( hahahaha)" Tertawa renyah.
" Tolong jangan meledekku sayang " Pinta Al malu-malu.
" Baiklah... Dengarkan baik-baik. Kamu bertanya kenapa aku menyuruh daddy untuk segera pulang, kamu tahu kan jika aku tahu apa yang akan terjadi pada seseorang dengan hanya melihat tatapan mata nya. Daddy akan menghadapi masalah besar dan dia akan sangat sibuk, makanya aku tidak mau membuatnya lelah dengan menahannya di sini. Besok siang kita akan ke markas besar, sudah tidak ada waktu lagi.. Bukannya aku tidak tahu tentang kehamilanku selama ini dan bukan pula aku ingin menutupinya darimu tapi kamu harus tahu saat ini orang yang menghancurkan keluargaku sedang menuju ke kota ini ke negara ini dia kembali ... Dan dia ingin menghabisi semua keluarga Ankara yang tersisa. Jika dia tahu aku sedang hamil , semua usahaku akan sia-sia sayang . Dia akan merenggut mu dan anak kita, aku tidak mau itu terjadi. Sebisa mungkin tentang kehamilanku jangan sampai banyak yang tahu kecuali keluarga besar kita , aku takut ada mata-mata disekitar mu yang akan melaporkanya kepada Anita. Percayalah padaku semua akan baik-baik saja jika kita saling menjaga." Jelas Tiana .
Alend yang mendengar itu hanya bisa diam tak bersuara sama sekali ia tahu persis apa yang dimiliki sang istri ini sangat istimewa namun juga pasti sangat sulit dihadapi sendirian. Sebisa mungkin Al memahami situasi yang sedang mereka hadapi saat ini. Luka yang membuat sang istri menjadi sosok kejam dan tak berperasaan pada siapapun yang menghalangi jalannya, kembali dan akan membuat onar, pastinya akan sangat merepotkan.
" Baiklah aku mengerti , sekarang tidurlah kamu sedang berbadan dua harus banyak istirahat, besok tentang kabar kehamilanmu akan kita bicarakan kepada keluargaku sebelum beritanya menyebar keluar rumah" Jelas Al pada Tiana lembut.
"Terimakasih telah mempercayai ku terimakasih karena telah mendukung semua yang ku lakukan " Balas Tiana.
" Jangan seperti itu, sudah seharusnya suami menjaga istrinya bukan ?" Balas Al sambil tersenyum .
__ADS_1
"Ya kamu benar " Mereka akhirnya membaringkan tubuh dan segera istirahat, karena besok akan ada hal yang lebih menguras tenaga menanti mereka .
Saat ini bukan waktunya untuk berleha-leha . Ada hal yang harus di selesaikan dan di perjelas.
***
Tok tok tok ( suara ketukan pintu)
Elmo segera mendekati pintu dan mengintip , setelah memastikan jika yang datang adalah orang suruhan Brian , Elmo langsung membukakan pintu .
" Tuan Brian sudah menunggu di tempat yang sudah di tentukan " Ujar Rendy pada Elmo.
" Ya tunggu sebentar aku akan memberitahu istriku dulu " Balas Elmo lalu mendatangi sang istri yang sudah terlelap .
" Sayang bangunlah .... Kita akan berangkat sekarang " Elmo membangunkan Berta.
Karena baru saja terlelap Berta masih mengumpulkan separuh nyawanya yang entah beterbangan kemana .
" Astaga sayang,,, kepalaku jadi pusing dan mataku sulit untuk terbuka" Ujar Berta terpaksa bangun dan mulai menstabilkan pikirannya.
" Tuan Rendy sudah berada di luar, jangan membuatnya menunggu terlalu lama tidak enak " Kata Elmo sambil siap-siap .
" Baiklah kita akan berangkat sekarang bukan , aku akan mencuci muka terlebih dahulu " Berta langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar kembali segar.
Setelah selesai bersiap-siap mereka keluar dari apartemen dan mengikuti Rendy pergi.
***
" Bos paket sudah berada di jalan sesuai rencana " Seseorang mengabarkan kepada Anita.
" Bagus , sebentar lagi aku akan bertemu dengan Brian dan kita akan saling bertukar kenangan (hahahaha) " Ujar Anita sambil tertawa ngeri.
" Tunggu saja kalian semua keluarga Ankara akan ku habisi sampai ke akar-akarnya, namun sebelum itu terjadi akan kuberi tahu dulu kabar yang sangat mengejutkan " Tatapan Anita yang penuh ambisi membuat semua orang akan merasa mati tanpa di bunuh.
***
__ADS_1