
HAPPY READING GAES
***
Dua Bulan Kemudian.
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, hari ini adalah hari dimana Tiana harus memeriksa kan kandungannya .
Ia bangun dari tidurnya , melihat ke samping , tidak ada sang suami membuat Tiana mengerutkan dahinya.
" Kemana dia ?" Gumam nya.
Tiana melangkah menuju kamar mandi, namun tak ada juga orangnya. Lalu Tiana beralih ke balkon kamarnya, ternyata sang suami sedang duduk dan menikmati indahnya mentari pagi.
" Sudah bangun sayang ?" Pertanyaan Alend saat melihat sang istri menghampiri nya.
" Hmm ... " Duduk di pangkuan sang suami.
" Tidak ke rumah sakit ?" Tanya Tiana .
" Hari ini aku ingin menemani istriku tercinta periksa kandungan " Jawab Al dengan mencium punggung tangan sang istri.
" Hm baiklah aku akan meminta Irsyad membantu di markas saja " Ujar Tiana sambil menghadap ke arah suami.
" Apa ada masalah ?"
" Tidak ada , hanya aku ingin Umar kembali" Jawab Tiana .
" Apa dia sudah sembuh ?"
" Sudah banyak dia beristirahat, sekarang sudah waktunya dia kerja, tidak boleh makan gaji buta bukan ??" Sambil mendekap sang suami manja.
" Apa dia suka makan gaji buta sayang ? " Tanya Al sok polos.
" Tidak juga terkadang dia suka banyak diam daripada kerjanya " Kata Tiana bangkit.
" Ayo , kita harus siap-siap sebelum kesiangan " Berjalan menuju kamar mandi.
" Siap paduka ratu " Lalu tanpa aba-aba Al menggendong sang istri ala bridal style menuju kamar mandi .
__ADS_1
" Aaak ... Sayang kamu mengagetkan ku " Protes Tiana.
" Aku akan melayani istriku mandi pagi ini " Jawab Al dengan senyum simpul diwajahnya.
" Jangan bilang kalau kita tidak hanya sekedar mandi " Kata Tiana melotot pada sang suami.
" Coba tebak ? " Setelah menggendong sang istri ia lalu masuk ke kamar mandi.
" Dasar pria tua mesum !!" Teriak Tiana .
Akhirnya mereka mandi lebih dari 1 jam lebih karena harus memenuhi permintaan sang suami yang sudah 2 bulan puasa .
***
Sebuah Perumahan Elit Kota Yengchuan.
" Sayang bukankah kamu dipindah tugaskan ke Rumah Sakit lain ? " Tanya seorang wanita paruh baya.
" Iya ma, besok Gara baru mulai bekerja , sekarang Gara baru mau cari apartemen yang dekat dengan tempat kerja biar gak telat ." Ujar pria berumur 27 tahun itu.
" Syukurlah kerja keras papamu tidak sia-sia, sekarang kamu sudah bisa kerja di Rumah Sakit yang besar "
" Semoga papamu bahagia di sisi yang maha kuasa " Ucap sang mama.
" Aamiin, Gara janji akan membahagiakan mama dan Ginara " Ucap lelaki tampan itu.
" Andaikan paman dan bibi mu masih hidup "
" Mama jangan sedih lagi , Gara yakin mereka sudah bahagia di sisi Tuhan"
" Sejak Kakek mu sakit karena kehilangan putri satu-satunya, pamanmu juga bagai hilang di telan bumi. Sudah di cari kemana-mana namun tidak ada kabar sama sekali, terakhir ada yang mendapat kabar setelah setahun kematian saudara kembarnya bahwa dia sudah meninggal dalam kecelakaan mobil. Mama sangat khawatir dengan kondisi Kakek yang semakin hari semakin buruk"
" Ya, Gara juga tahu keadaan Kakek sekarang karena dipicu kejadian 20 tahun silam, dan sampai sekarang keluarga besar itu tidak mau berhubungan dengan keluarga kita lagi." Ujar pria tampan itu.
" Mama ingat sekali, setelah bibi mu meninggal dia memutuskan hubungan dan juga kontak dengan keluarga kita , bahkan informasi ditutup sangat rapat. Ini memang salah keluarga kita sayang" Kata Sandra menerawang jauh kejadian puluhan tahun silam.
" Papa juga sangat syok sehingga sakit dan tidak tertolong , mereka punya ikatan saudara yang kuat " Kata Gara sedih.
***
__ADS_1
Mansion Brian.
" Tuan " Sapa Lion pada sang majikan.
" Ada beberapa tugas yang harus kamu sendiri selidiki " Sambil melemparkan amplop berwarna merah maroon kepada sang asisten.
Lion lalu membukanya dan dengan seksama memahami isi dari amplop itu.
" Tuan apa Nona Muda mengetahui kebenarannya ??" Tanya Lion sopan.
" Aku rasa dia tahu semuanya, namun tidak mau mengungkitnya . Kamu tahu kan dia seperti apa kalau sudah mencari informasi. " Ujar Brian tenang.
" Lalu anda ingin saya bagaimana Tuan ?" Tanya Lion bingung.
" Suruh orang untuk menyelidiki pak tua itu, dia beneran sakit apa hanya konspirasi semata " Titah Brian pada sang asisten.
" Baik Tuan, ada lagi yang anda perlukan ?" Tanya Lion sebelum pergi menjalankan tugasnya.
" Apa sudah menemukan Anita ?"
" Markas besar sudah melacak koordinat terakhir Nyonya Anita, namun pihak dari Nona Muda sepertinya ingin menutupi keberadaan Nyonya Anita Tuan" Jawab Lion .
" Kenapa dengan anak itu , akhir-akhir ini dia sangat memberontak !" Ujar Brian sedih.
" Mungkin Nona Muda hanya ingin memastikan sesuatu Tuan ?" Tanya Lion lagi.
" Huh... Aku tidak begitu memahami sifatnya yang dalam mode misterius itu, semenjak dia kembali dari guru spiritual nya itu, dia sangat tertutup kepadaku " Kata Brian mendesah kesal.
" Apa Tuan ingin saya bertanya kepada Tuan Muda Alend ?" Lion memberi saran.
" Tidak perlu, dia sangat sensitif akhir-akhir ini. Mungkin karena kehamilannya yang masih beberapa Minggu" Larang Brian.
***
Hai para READERS tercinta,, maaf banget karena lama gak update, dikarenakan banyak kesibukan di real life.
Semoga kalian tetap menyukai karya receh ku yang gak seberapa ini yaa 🤗.
Jangan lupa Like, komen dan juga vote, klik favorit ❤️ biar gak ketinggalan update terbaru nya 🥰🥰
__ADS_1
Love you all .