Gadis Mafia Dan Dokter Jutek

Gadis Mafia Dan Dokter Jutek
BARANG ANTIK


__ADS_3

Langsung aja ya gaes happy reading 🤗🤗


***


Di rumah mewah milik Brian.


Tiana memakan habis semangkuk iga asam manis buatan Brian dan juga Al .


" Ah kenyang sekali ... Akhirnya bisa makan dengan puas " Ujar Tiana menyenderkan tubuhnya di sofa panjang ruang keluarga.


Brian dan Al hanya bisa saling tatap melihat tingkah Tiana yang sangat rakus menghabiskan semangkuk iga tanpa menawarkan kepada sang pembuat.


" Daddy rasa ada yang aneh dengan istrimu nak," Ujar Brian curiga.


" Maksud daddy apa Tiana busung lapar ?" Tanya Al tak mengerti maksud dari ayah mertua nya.


" Apa .. Maksudmu ?" Tanya Brian kaget dengan pernyataan nyeleneh sang mantu.


Belum di jawab kini giliran Tiana yang berseru " Siapa yang bilang aku busung lapar haaaaa ??"


Al yang merasa jadi pelaku hanya diam tak menyangka jika istri dan juga mertuanya bisa kaget mendengar penuturan darinya.


Brian langsung mundur alon-alon 🤭🤭 takut kena dampak getahnya. Ia menuju kamar tempatnya beristirahat.


Sedangkan Al bingung harus menjawab apa pada sang istri cantiknya yang akhir-akhir ini suka ngambek.


" Tadi aku mencium bau-bau pendusta disini ,,," Ujar Tiana pura-pura tidak tahu jika sang suami yang telah mengatainya busung lapar 😂.


" Em sayang .. Ini sudah sore ayo kita ke kamar untuk membersihkan diri " Ujar Al mengalihkan pembicaraan mereka.


" Oh iya ini sudah sore, waktunya mandi. Ayo sayang kita mandi dulu, nanti malam aku ingin makan sesuatu yang dibawa oleh Umar " Ekspresi Tiana sudah normal dan ia jelas pura-pura melupakan topik masalah ia dan sang suami.


Akhirnya Tiana dan Al menuju kamar mereka dan mulai membersihkan diri.


***


Umar dan Irsyad sampai di desa yang terdapat pohon mangga mudanya.


Heli milik BLUE SKY turun di Padang pasir sekitar kebun milik ayah Jono.


" Silahkan tuan Umar " Ujar Irsyad kepada Umar.


" Ayo cepat pimpin jalan.. Ini sudah hampir senja, dan nona ingin memakannya sebelum makan malam " Ucap Umar penuh tekanan.


"Astaga nona bos muda ada-ada saja masak malam-malam mau makan mangga muda kayak orang ngidam aja" Pikir Irsyad asal .


" Apa yang ku pikirkan ?? Aiigoo bisa gaswat kalau di dengar oleh macan galak itu " Gumam Irsyad sendirian.


" Ayo cepat apa yang kamu lamun kan ? Kita sudah tidak banyak waktu !" Ujar Umar mulai kesal dengan tingkah Irsyad yang melamun terus.


" Maaf tuan,,, Saya sudah menghubungi Jono dan dia bersedia memberikan mangga mudanya untuk tuan " Ujar Irsyad tersadar dari lamunannya.


" Cepatlah !!" Bentak Umar tidak sabar.


Lalu mereka langsung menuju kebun dimana Jono berada. 15 menit kemudian mereka sampai ke kebun milik ayah Jono .


" Yaaak Jono ...!!" Seru Irsyad keras, dan itu berhasil mengagetkan sang punya nama 😅.


" Astaghfirullah... Suara siapa itu tadi ? " Tanya Jono kesal.


" Apa kau lupa dengan suara orang kaya ??" Tanya Irsyad bercanda.

__ADS_1


" Ya kau rupanya ? Wah kau sudah banyak berubah sekarang Irsyad , apa kau melakukan perawatan laser di tempatmu kerja ? Kenapa bertambah kinclong kulit mu " Tanya Jono heran dengan kulit wajah Irsyad yang glowing 😂.


" Ah kau bisa saja !!" Jawab Irsyad besar kepala.


" Ekmm.. Bisa langsung saja tidak ?" Geram Umar menunggu keduanya yang sedang basa basi.


" Oh maaf, tuan silahkan lewat sini !" Umar dan Irsyad di ajak Jono untuk langsung menuju kebun belakang rumah yang buah mangga ya sudah berbuah rimbun.


Umar dan Irsyad mengekori Jono dengan tenang.


Terpampang pohon mangga di kebun yang luasnya lebih dari 100 Ha. Wah sungguh ayah Jono bisa kaya mendadak jika mangga mereka bisa terjual banyak.


" Apakah kami sudah boleh memetik buahnya ?" Tanya Umar canggung.


" Oh sudah silahkan tuan Umar !" Jawab Jono kikuk.


" Em hei kau tolong rekam saat aku sedang memetik buah mangga mengerti ?!" Perintah Umar kepada Irsyad.


" Sini ... apapun demi nona muda akan kulakukan " Tegas Irsyad senang. Ia menerima handphone Umar dan mulai merekamnya.


Setelah mereka dapat buah mangga muda , dan berpamitan dengan sang pemilik kebun, kini mereka kembali ke markas dengan tenang.


***


Al menggosok punggung sang istri. Tadi mereka berniat hanya mandi untuk membersihkan diri dari rasa penat. Namun hal tidak terduga terjadi, apalagi kalau bukan Al yang mulai nakal. Ia meminta jatah sebelum mandi alhasil sudah 2 jam mereka berada di kamar mandi . Tiana yang biasanya suka malu-malu sekarang ia sudah terbiasa dengan permintaan sang suami.


" Sayang aku sudah capek dan kepalaku pusing " Keluh Tiana sudah tidak sanggup lagi jika melayani sang suami yang seperti tidak lelah sama sekali.


" Sekali lagi aku janji " Ujar Al.


Dari tadi juga sekali lagi katanya, tapi setelah menggosok punggung tetap saja berujung di penyatuan . Sungguh hasrat pria satu ini tidak ada habisnya.


" Baiklah jika kau berbohong lagi akan ku hukum kau tidur dengan Umar di sofa !" Ancam Tiana kesal.


" Ssttttttt sayang .... Kamu dengar aku bilang apa ?" Tanya Tiana sambil menahan agar suaranya tidak lolos keluar.


" Emmm ... " Jawab Al singkat.


Akhirnya sekali lagi mereka melakukan penyatuan di dalam kamar mandi . Entah yang ke berapa kali tapi Al seperti tidak bosen . Dan malah ingin selalu minta lagi , lagi dan lagi.


***


Umar melajukan mobil nya dengan kencang ia tidak mau terlambat membawa pesanan sang majikan. Kalau tidak bisa melayang nyawanya di mulut sang predator.


30 menit kemudian Umar sampai di rumah mewah Brian.


" Ah akhirnya sampai juga , hari ini penuh dengan bom waktu " Ujar Umar lega karena misinya bisa teratasi dengan baik walau tidak mudah.


Ia lalu berjalan menuju ruang keluarga setelah memberitahu kepada pelayan rumah agar memanggil kan sang pemberi misi.


Tok tok tok ...


" Nona Muda !! Tuan Umar sudah tiba beliau menunggu di ruang keluarga " Pesan pelayan kepada Tiana .


" Ya aku tahu, biarkan dia menunggu " Balas Tiana menjawab dari balik kamar.


" Baik Nona " Jawab sang pelayan


" Ada apa sayang tanya Al kepada sang istri "


" Tidak ada " Jawab Tiana singkat .

__ADS_1


" Oh ya seperti nya aku tidak bisa ikut makan malam sayang, karena ada pasien mendadak yang memerlukan bantuan dariku " Ujar Al menyesal.


" Pergilah biar Umar yang mengantarmu, aku tidak mau ada penolakan !" Tegas Tiana.


" Apa kau mencoba memata-matai suamimu ?" Tanya Al ragu.


" Anggaplah seperti itu, sekarang di luar sana sudah tidak aman lagi bagi pria tampan seperti suamiku tercinta " Puji Tiana menggoda sang suami.


" Ah baiklah aku akan menuruti semua permintaan sang ratu " Jawab Al senang.


" Good job !"


Lalu mereka keluar dari kamar dengan saling bergandengan tangan mesra.


Umar langsung berdiri setelah melihat majikannya berjalan mendekat ke arahnya.


" Selamat malam Nona dan Tuan Muda " Sapa Umar sopan.


" Apa kau mendapatkan pesanan ku ?" Tanya Tiana antusias


" Iya Nona " Jawab Umar mantap.


" Tinggalkan itu dan antar suamiku ke rumah sakit tempatnya bekerja, jangan pernah jauh dari suamiku berdiri mengerti ! Jika ada apa-apa kau yang harus bertanggung jawab " Pesan Tiana pada sang asisten.


Ya Tuhan apa lagi kini ?? tadi mangga muda, sekarang suruh jaga suaminya kayak barang antik saja.. Gumam Umar dalam hati.


" Apa kau keberatan dengan permintaan ku Umar ?" Tanya Tiana mengintimidasi dengan tatapannya.


" Tidak nona " Jawab Umar lantang.


" Baiklah lakukan pekerjaan mu dengan benar maka bonus bulanan mu aku tambah 3x lipat " Langsung saja Umar sumringah mendengar bonusnya naik 3x lipat 😂😂.


" Siap laksanakan Nona , saya akan menjaga Tuan Muda dari semua lebah yang mendekat " Jawab Umar dengan sikap siap nya.


" Ah Umar kau memang yang terbaik " Puji Tiana memberikan 2 jempolnya. Tanda double siip wkwkwk.


Al hanya bisa menghela nafas ringan . Ia tidak pernah membayangkan punya asisten seperti Umar. Tidak ia akan membuat Umar gagal menerima bonus. Sekali-kali Umar harus dikerjain biar gak besar kepala lagi dia.


Pemikiran sang suami yang akan menjahili si asisten pun terdengar oleh telinga Tiana dengan sangat baik. Tapi biarkan saja ini bisa menjadi jembatan agar kedua pria dewasa ini bisa kompak kedepannya.


Siapa yang akan bertahan diantara suami dan juga asisten ?? Gumam Tiana dalam hati.


" Sayang aku berangkat dulu ya " Sambil memeluk erat sang istri.


" Iya sayang hati-hati di jalan dan hati-hati dengan Umar !" Bisik Tiana pelan di telinga sang suami. Wkwkwk Tiana hanya memberi tekanan ringan kepada sang suami.


" CUP " Al mencium bibir Tiana dan sedikit memberi ******* ringan.


Umar yang tahu situasi langsung menunduk pamit undur diri. Ia tidak mau menyaksikan keromantisan sang majikan yang tidak kenal tempat 😁.


" Sayang aku jalan dulu ya hati-hati di rumah jangan tidur malam-malam, aku akan pulang terlambat " Pesan Al setelah melepas ciumannya dan pamit pada Tiana .


" Iya bawel " Balas Tiana dengan wajah yang bersemu merah.


Al langsung melenggang pergi menuju mobil dimana Umar sebagai supirnya kali ini. ah mungkin sebagai pengawal ?? Entahlah yang pasti malam ini penuh dengan penampakan Umar si asisten resek .


***


Hai gaes jangan lupa like dan vote klik favorit biar kalian nggak ketinggalan update terbaru nya yah.


tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


Terimakasih love you all 🥰🥰.


__ADS_2