GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
PUTRI LEO


__ADS_3


Aku menengok ke segala arah, di mana orang tuanya, aku tidak melihatnya dari aku sampai sini. Atau mungkin orang tuanya berada di sektor 1.


“Ketika aku berumur 3 tahun, pemerintah sektor 1 tahu bahwa anak memiliki kekuatan. Mereka menculik orang tuaku dan memaksaku untuk bergabung menjadi prajurit andalan mereka. Aku yang waktu itu tidak mengerti apa-apa hanya mengiyakan, takut untuk menolak sebab taruhan adalah kedua orang tuaku.” Ian menunduk ketika di ucapan terakhirnya. Pasti sangat sulit menjadi dirinya, di paksa dewasa oleh keadaan. “Aku ikuti pelatihan sampai aku besar sekarang. Mereka memaksaku untuk mengancam para penduduk dari sektor 2 sampai 9 yang tidak mematuhi perintahnya.”


“Lagi-lagi aku tidak bisa menolak karena nyawa orang tuaku menjadi taruhannya. Tapi setelah aku menguasai kekuatan memperlambat waktu dan teleportasi, aku mencari keberadaan orang tuaku namun nihil, tidak ada yang aku temukan. Aku marah, aku mulai menyusun siasat menghancurkan pemerintah yang semena-mena.” Aku merasakan kegeraman yang sama dengan Ian, jika aku ada di posisi itu aku akan melakukan hal yang sama dengannya.


“Bagaimana caranya?, Tidak mungkin kamu bisa melawan banyak orang yang memiliki kekuatan yang sama denganmu.” Aku tersenyum pada Eri, rasa penasarannya kin mengalahkan gengsian yang di pelihara sedari tadi.


“Memang benar, tapi ketika aku di berikan tugas membunuhmu, di sanalah ada sedikit harapan untuk melawan Kil, pemimpin pemerintahan Planet Capricorn.” Ian menatapku dengan penuh arti. Namun sayangnya pemikiran dia salah, aku tidaklah kuat seperti mereka.


“Apa yang kamu harapkan, dia tidak memiliki kekuatan apa pun dan kenapa kalian ingin membunuhnya?” Aku mengaguki perkataan Eri, dia benar sekali. Aku bahkan hanya merepotkan Eri jika terjadi masalah, Eri memang teman yang baik yang suka membuat onar.


“Leo adalah pemimpin alami, tanpa di suruh kami juga mengakuinya. Namun sayang, dulu pemerintah itu sangat baik, damai dan semua planet pun tenteram. Tapi entah dari mana penghianat itu terjadi di sana, keluarga kerajaan habis mati, kecuali kamu yang di pindah entah ke mana. Pemerintahan itu menjadi kacau, dan pemerintah setiap Planet pun menjadi berubah.” Ian tersenyum padaku, namun aku tidak bisa tersenyum padanya. “Banyak pemerintah planet yang berkhianat pada warganya, termasuk planet ini. Aku pernah dengar pada orang tua dulu kalau planet ini sangat damai dan tenteram, tapi sayangnya semua berubah dengan cepat.”

__ADS_1


Aku menunduk, apa yang mereka harapkan dari seorang anak perempuan lemah sepertiku. Aku saja selalu merepotkan Eri jika ada masalah, dan dialah yang menyelamatkanku.


“Dan semua pemerintahan yang jahat di setiap Planet mengejarmu untuk membunuhmu, mereka semua takut kamu akan mengacaukan pemerintahan mereka.” Suara Ian sedikit melemah, dia pasti mengerti perasaanku sekarang. “Ketiak keluarga kerajaan Planet Leo mati, semua harapan sirna. Sampai ada yang mengatakan bahwa anak perempuan kerajaan itu hilang, harapan itu muncul kembali.”


Ian yang duduk di seberang sana berlutut ke arahku “Kami berharap besar padamu, mengubah planet ini seperti dulu lagi. Kami percaya kamu mampu.”


Dua bulan besar ada di atas sana, di penuhi oleh bintang yang berkelap-kelip dan suasana damai. Malam yang sangat indah di Planet Capricorn, aku yakin para penduduk Planet ini tidak pernah bosan memandang langit yang penuh keindahan.


Aku mencerna kembali perkataan Ian siang tadi, aku adalah Putri dari Kerajaan Leo. Dan hanya aku yang bisa mengubah nasib di semua planet, aku yakin Ian hanya bercanda, tidak mungkin orang sepertiku bisa mengubah banyak Planet.


Tidak ada tempat bercerita, tidak ada tempat berkeluh kesah, tidak ada tempat untuk menangis, tidak ada tempat untuk berpeluk dan tidak ada tempat untuk bersandar. Aku sendirian, aku hanya bisa memeluk diriku sendiri dan menyemangatinya tentang semua ini. Bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di cemaskan.


Aku menunduk, lagi-lagi aku membohongi diriku sendiri untuk terlihat tidak apa-apa. Semua kehidupanku berubah 180 derajat, dan aku masih berusaha memahaminya dengan sekuat tenaga.


Aku mengacak-acak rambutku, sepertinya aku akan menjadi gila sendiri merasakan semuanya. Jika memang mereka berharap padaku, sepertinya mereka salah orang.

__ADS_1


“Jangan terlalu di pikirkan.” Aku terkejut setengah mati mendengar suara Eri yang berada di samping, entah sejak kapan dia berada di situ. Dia memberikanku makanan persegi berwarna ungu dan aku mengambil dan langsung memakannya. Setidaknya itu dapat membantu menahan beban pikiranku. “Jangan terlalu di pikiran kan ucapan si tiang itu, berjalanlah sesuai maumu.”


“Tapi bagaimana dengan mereka yang berharap padaku?” Tanyaku dengan kesal, enteng sekali dia mengatakan hal itu seperti tidak ada beban.


“Pikirkan dirimu sendiri dulu baru mereka.” Jawabannya pun membuat aku bertambah kesal. “Lakukanlah apa yang kamu mau Putri, dan aku akan senantiasa menjadi panglimamu.”


Aku memukul kesal Eri, bisa-bisanya dia bercanda di keadaan aku kesal. Aku menarik nafas dalam-dalam, meringankan pikiranku. Jika ini memang takdirku maka akan aku jalani, berdiri dengan tegap sebagai seorang Putri dan menatap tajam musuh-musuh di depan sana.


“Baiklah panglima, tolong ambilkan aku minum, aku sangat haus.” Bicaraku seolah-olah aku adalah Putri dan dia adalah pelayan.


“Aku bukan babumu.” Eri tampak tidak terima aku mengatakan hal tersebut. Kondisiku sudah lebih membaik, Eri mampu membuatku senang dengan mengerjainya.


“Tapi aku adalah seorang Putri, kamu tidak boleh membantahku. Paham!!” Aku bersedekap dada, dan menyuruh Eri masuk ke dalam rumah melalui isyarat tanganku.


Eri berlutut, aku senang sekali melihatnya seperti ini. Tapi itu sementara, Eri tetaplah anak yang menjengkelkan. “Baiklah Putri, aku akan mengambilkan mu racun.”

__ADS_1


__ADS_2