GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
JIAN


__ADS_3

Jian sedikit membungkuk hormat yang membuatku sedikit kikuk “Suatu kehormatan bisa bertarung denganmu.” Aku tersenyum cengengesan, senyum yang biasanya Eri gunakan. Jian mempersiapkan kuda-kudanya “Ayo Putri.”


Aku menoleh ke arah Eri dengan jengkel, dan dia menjulurkan lidahnya mengejekku. Aku tidak tahu harus melakukan apa, aku hanya berdiri tegap memandang Jian. Aku harus bisa seperti tidak sadarkan diri, aku tidak lemah, hanya saja aku tidak bisa melakukan bela diri dan aku baru mengetahui aku istimewa baru akhir-akhir ini. Sedangkan Eri dia sudah sejak kecil melatih kekuatannya.


Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas pelan-pelan, aku tidak merasakan apa-apa di dalam tubuhku. Apa aku harus tidak sadarkan diri dulu, baru kemampuanku keluar yang di kendalikan asap hitam itu. Aku tidak boleh melulu bergantung pada Eri dan Ian, aku seorang Putri, aku harus bisa melindungi rakyatku.


Di saat itu juga aku merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhku, aku merasakan hawa dingin menyelimuti kulitku tapi tidak membuatku kedinginan. Tanganku seperti ada semut-semut berjalan ke arah ujung jari, ada rasa hangat yang menjalar. Dan ada apa ini, kakiku seperti melayang, tidak tinggi tapi dapat membuatku kehilangan keseimbanganku. “AAAA.”


Buk

__ADS_1


Aku terjatuh ke tahan, belum aku melawan Jian tapi aku sudah terjatuh dengan sendirinya. Jian menghampiriku dan membantuku berdiri, aku terima uluran tangannya dengan cepat. Aku seperti seorang fans-fans ke idolanya, bahagia dan senang. Aku membersihkan pakaianku dari tanah “Terima kasih.”


“Masa blom bertarung sudah jatuh sendiri, hahaha.” Eri menghampiriku dengan Ian, aku menendang tulang kering Eri agar mulutnya diam. Aku menatap Jian sembari tersenyum dan Eri yang memandangku tak suka “Sok cantik banget, Jian geli tahu liat muka kamu.”


Aku menjambak rambutnya, Eri benar-benar tidak bisa melihatku senang. Dia selalu saja membuatku kesal, di mana pun dan kapan pun. Jian berdehem, yang membuatku berhenti memukul Eri “Tina memang cantik.”


“Mari kita lanjutkan, kalian bertiga menyerangku.” Ucap Jian dan memundurkan langkahnya. Ian dan Eri sudah siap dengan posisi mereka, begitu pula denganku. “Lampaui kemampuan kalian. Kekuatan kalian harus sering di latih agar berkembang, jika jarang atau bahkan tidak di lagi maka kemampuan itu akan rusak.”


“Baik!” Ucap bersama Eri dan Ian. Aku mengangguk mengerti, aku mempersiapkan kemampuan seperti tadi, sesuatu hangat menjalar ke jari-jariku.

__ADS_1


Eri mengangkat batang pohon cukup besar dan mengarahkannya pada Jian, Jian dengan lihainya bersalto dan melompat-lompat menghindari serangan dari Eri. Ian di dekatku tidak mau tinggal diam, dia memperlambat waktu. Eri yang sedang berlari seperti di slow motion, begitu pula dengan Jian, sedangkan aku berbeda. Aku seperti bisa bergerak bebas melihat apa yang di lakukan oleh Ian. Itu artian aku tidak masuk dalam ruang dan waktu yang dia buat.


Tepat Ian ingin menyerang Jian, Ian sudah berada di dekat Jian. Waktu kembali seperti semula, Jian yang melihat Ian langsung menendangnya hingga tersungkur. Aku mengerti sekarang, waktu yang Ian buat hanya selama 15 detik. Eri yang tidak mau membuang waktu, dia mengangkat batu berukuran sedang dan mengarahkannya pada Eri. Namun di saat itu juga waktu terhenti, semua berhenti bergerak, bukan di berlambat. Dan hanya aku dan Jian yang bis bergerak bebas.


Jian berlari ke arah Eri, dia siap memukul Eri dengan tangan terkepalnya. Kini aku tidak tinggal diam, aku berlari ke arah Eri, mendorongnya supaya tidak terkena pukulan Jian. Kami berdua jatuh di tanah, dan di saat itu juga waktu kembali berjalan. Jian melihatku dengan syok, sedangkan Eri marah-marah karena jatuh tertimpa olehku “Badanmu sangat berat, kenapa juga kami bisa-bisa langsung jatuh bersamaku.”


Jian bertepuk tangan “Wah hebat sekali Tina, kamu bisa masuk dalam ruang dan waktu yang aku buat.” Ian dan Eri memandangku tak percaya, dan aku tersenyum-senyum malu mendengar pujian dari Jian. “Jarang sekali ada orang yang bisa masuk dalam ruang dan waktu yang di buat seseorang, seperti Kil, pemimpin sektor 1. Aku yakin kamu bisa mengalahkannya, dan aku yakin kamu juga bisa membuat ruang dan waktumu sendiri.”


Aku melihat tanganku sendiri, apakah iya aku bisa hebat seperti mereka bertiga. Aku yakin aku bisa, hanya butuh waktu untuk berlatih menjadi hebat. Kan usaha tidak menghianati hasil. Aku mengangguk pada Jian “Bantu aku berlatih Jian.”

__ADS_1


__ADS_2