GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
PLANET CAPRICORN


__ADS_3


Bruk


Lantai yang aku injak bergoyang hingga membuatku jatuh. Bukan, bukan lantai, setelah aku lihat lagi itu sebuah besi bulat. Eri yang di sebelahku pun ikut terjatuh sebab aku menarik tangannya. Dan tak lama Ian keluar dari lubang hitam yang mengeluarkan asap putih itu, lalu hilang di telan udara.


Ian membantuku berdiri, dan Eri berdiri sendiri dengan kesal. Aku tersenyum senang melihatnya menceloteh tidak jelas, seperti anak kecil yang uring-uringan tidak di belikan es krim. Dari Eri, aku melihat tempat ini dengan saksama. Ini seperti rumah namun agak sedikit berbeda dari rumah-rumah yang biasanya aku lihat. Rumah ini sudah lama sekali tidak di tinggali, lantai dan seluruh isi rumah yang sangat berdebu.


“Tin, tin sini.” Eri memanggil. Aku berjalan mendekatinya yang sedang melihat ke arah luar jendela. “Ini benar-benar menakjubkan.”


Aku menganga tidak percaya ketika aku melihat keluar dari balik jendela. Sebuah pemandangan yang sangat indah sekaligus aneh, rumah ini seperti ada di daerah pegunungan sehingga aku bisa melihat banyak hal di bawah sana. Dan yang lebih mengejutkan sampai rasanya jantungku terasa berhenti dan membuat bulu kudukku berdiri “Kenapa mataharinya ada dua?.”


Di mana aku sekarang, ini bukan bumi lagi. Tidak mungkin bumi memiliki 2 matahari, apakah ini dunia yang sedang Eri dan aku cari. Aku bingung setengah mati ini di mana, sedangkan Ian hanya cengengesan senang. Aku tidak tahu apa yang di pikirannya, lalu aku menoleh ke arah iya yang sedang membersihkan debu-debu di lantai dan sofa. Ian harus menjelaskan sesuatu pada kami “Ian?.”


Ian menoleh, dia tampak tenang. Eri menyenggol lenganku dengan sikutnya “Benarkan yang aku bilang, dia pasti salah satu dari kita.”


Aku memutar bola mataku, tapi dia benar juga. Tidak buruk menjelajahi sekaligus mencari tahu aku siapa sebenarnya dan menemukan semua jawaban dari hal aneh yang terjadi. Walau semua ini terjadi di akal sehat manusia, tapi inilah yang terjadi. Mau tidak mau aku harus menjalaninya dan menerimanya.

__ADS_1


“Rumah ini sudah lama sekali tidak di tempati olehku, kalian duduklah aku akan mengambil makanan dan minuman.” Ucap Ian seraya keluar dari balik pintu sana.


Aku tidak mau membuang kesempatanku berada di sini. Aku melangkah keluar melalui pintu yang Ian lewati, Eri yang sepemikiran denganku ikut melangkah keluar dari rumah ini. “Wah, sepertinya benar rumah ini sudah lama tidak di tempati.” Aku melihat banyak tanaman liar dan tanaman rambat di sekitar rumah ini.


Aku berjalan sedikit jauh bersama Eri. Melihat pemandangan yang sangat indah, di bawah sana terdapat rumah-rumah penduduk yang cukup banyak. Namun aku melihatnya lebih teliti dia sana adalah desa yang kumuh, rumah-rumah kayu tua.


“Tin, sepertinya ini negeri Capricorn.” Aku mengaguk setuju, Eri yang selama ini aku anggap tidak waras sebab, dia mengatakan ada negeri zodiak atau bahkan ada Galaksi Zodiak. Itu benar-benar tidak masuk di akal sehatku, namun sekarang aku hal yang menyaksikan ke tidak kewarasanku.


“Lebih tepatnya adalah Planet Capricorn.” Aku dan Eri meloncat kaget mendengar suara Ian yang tiba-tiba datang di belakang kami. “Ayo masuk, aku bawakan kalian makanan dan minuman.”


Kami bertiga sudah duduk di sofa berbentuk L, kamu saling diam. Di depan kamu sudah ada makanan berbentuk persegi berbagai warna dan minuman air biasa. Aku melirik Eri yang menatap tajam Ian, tentu saja Eri sangat kesal dan marah pada Ian. Aku mengambil makanan persegi berwarna merah dan aku taruh langsung ke mulut Eri, setidaknya kita harus makan sebelum bertarung.


Eri yang melotot marah kepadaku berubah menjadi wajah yang senang “Kamu kalau mau makan ya makan saja, jangan jadikan aku kelinci percobaan.”


Aku tertawa kecil, aku hanya memastikan ini beracun atau tidak dan ternyata Eri menyadarinya “Bilang aja kamu juga mau kan, cuman malu aja. Apalagi kan kamu anaknya penasaran sama hal-hal baru.”


Aku mengambil satu makanan persegi berwarna putih lalu aku makan dengan satu lahapan saja. Mataku membulat sempurna, ini sangat enak. Aku tidak tahu rasanya seperti apa tapi ini sangat enak, ada rasa pedas, manis, asin dan gurih. Lalu aku mengambil makanan persegi berwarna kuning lalu aku makan. Yang ini juga sama enaknya tapi ini lebih ke makanan manis, enak sekali.

__ADS_1


“Dasar rakus.” Terdengar suara iri dari Eri, dia hanya menatapku.


“Bilang aja kalo kamu juga mau cuman gengsi aja sama Ian.” Ucapku dengan tertawa kecil seraya memasuki makanan ke mulutnya lagi. Dasar si Bangor yang gengsian.


“Aku mau minta maaf padamu Tina.” Akhirnya Ian berbicara lagi setelah diam sedari tadi. Aku melihatnya lalu mengangguk, aku tidak tahu apa yang melatarbelakangi itu semua, tapi aku yakin Ian adalah anak yang baik. Ian tersenyum tipis padaku “Ini adalah Planet Capricorn dari Galaksi Zodiak. Sama seperti Galaksi Bima Sakti yang memiliki beberapa planet, di Galaksi Zodiak juga memiliki 12 planet salah satunya Planet Capricorn.”


Aku memaksakan diri untuk mencerna semua yang di katakan oleh Ian, tapi rasanya sangat sulit. Sedangkan Eri dia mengangguk-angguk mengerti.


“Yang aku baca dari pusat perbukuan perpustakaan Capricorn, semua orang yang ada di planet Galaksi Zodiak sama seperti manusia, namun ada beberapa orang seperti kita yang memiliki kekuatan tertentu.” Lanjut Ian, dia berhenti sejenak untuk minum, aku yang terlalu fokus pun ikut minum. “Dan banyak sekali orang-orang menyukai orang-orang yang memiliki kekuatan, namun di sisi lain ada orang yang menyalahgunakan kekuatan mereka hingga di benci banyak orang.”


“Saat ini kita ada di sektor 9 Planet Capricorn. Sektor 2 sampai sektor 9 adalah tempat yang kumuh, kotor, kemiskinan merajalela dan sektor perbudakan. Sedangkan sektor 1 adalah tempat yang paling indah, baik, banyak air bersih, rumah-rumah indah, orang-orang kaya dan juga pemerintah yang baik. Bisa di bilang sektor 1 adalah ibu kota Planet Capricorn.” Ian bercerita sembari mengepalkan tangannya, dia terlihat kesal dan marah. “Mereka memperbudak sektor lain untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka tidak memedulikan kamu yang tidak ada makanan, kami sakit atau tidak.”


Aku mengangguk paham, pantas aku lihat permukiman di bawah sana seperti tidak terurus. Kasihan sekali mereka yang tinggal di sektor 2-9, hanya menjadi pelayan untuk orang-orang sektor 1. “Kenapa kalian tidak memberontak atau pindah saja ke sektor 1?.”


“Sangat tidak mungkin, orang-orang yang memiliki kekuatan waktu sepertiku mungkin bisa langsung masuk ke sektor 1, karena mereka butuh prajurit yang kuat. Tapi untuk penduduk biasa, mereka tidak bisa berkutik, di setiap tempat banyak sekali prajurit-prajurit sektor 1” Ian menghela nafas kasar, urat-urat menyembul keluar dari kepalanya. “Sebenarnya aku, ibu dan ayah adalah orang Asli sektor satu, tapi ketika ibu tahu aku memiliki kekuatan waktu dia langsung pergi dari sana agar aku tidak di ambil oleh orang-orang haus kekuasaan itu.”


Aku menengok ke segala arah, di mana orang tuanya, aku tidak melihatnya dari aku sampai sini. Atau mungkin orang tuanya berada di sektor 1.

__ADS_1


__ADS_2