
“Kamu mau aku ceritakan tentang Galaksi Zodiak?.”
Aku tidak menjawab, aku marah padanya, tidak benar marah, hanya malas saja dengannya. Dia mengambil makan persegi berwarna biru dan memberikannya padaku. Aku tahu rasa makanan itu enak, tapi tetap saja, rasa pedas ya masih tertinggal di lidahku.
“Galaksi Zodiak itu terbagi menjadi 12 Planet, kamu pasti tahu semua nama Planet itu. 12 Planet memiliki kehidupan, kekuatan dan pemerintahan yang berbeda. Ciri khas setiap Planet pula berbeda, di Planet-Ku ciri khas adalah badan tinggi dan kulit putih serta kemampuan dalam teleportasi, ruang dan waktu. Planet Gemini setiap orang di sana memiliki kembaran, ikatan mereka sangat erat, jika yang satu terluka, maka kembarannya ikut terluka.” Cerita Ian membuat lupa kalau aku sedang marah padanya, bahkan di posisiku sekarang. Kedua tanganku memompa pipiku seraya menatap Ian dengan antusias.
Tak terasa mendengar Ian bercerita selama 1 jam, banyak sudah mengundurkan diri untuk tidur, sedangkan aku masih mendengar Ian bercerita. Untuk Eri dia sudah ada di samping sejak tadi, dia juga mendengarkan Ian bercerita tentang Galaksi Zodiak.
Ternyata ada Galaksi yang hidupnya nyaman dan bahagia, yaitu Planet Sagitarius, Planet Pisces dan Planet Virgo. Ketika 9 Planet memiliki masalah politik di sebabkan oleh para penghianat pemerintah, tapi 3 Planet itu tidak. Ian bilang, Planet Sagitarius adalah Planet yang menyukai kebebasan, memiliki selera humor yang tinggi dan idealis, sehingga mereka tidak mudah terhasut oleh orang-orang yang jahat. Sedangkan Planet Virgo, mereka setia, pekerjaan keras, suka khawatir dan paling berhati-hati. Mereka akan setia pada rakyat mereka dan juga mereka akan memikirkan semaksimal mungkin kerugian dan keuntungan dari pengkhianatan tersebut. Sama seperti Planet Pisces, mereka Planet paling berperikemanusiaan, membantu tanpa memikirkan diri sendiri, peduli dan memiliki emosional yang tinggi.
__ADS_1
Ian juga berkata, kalau setiap Planet memiliki kekuatan yang berbeda. Contoh seperti Planet Aries, Planet-Nya Eri, beberapa orang di sana memiliki kekuatan seperti Eri, telekinesis. Saat Eri mendengar itu dia langsung sok menjadi orang terkuat, aku menatap malas padanya. Lalu Planet-Nya Ian, Planet Capricorn memiliki kekuatan ruang dan waktu, dan untuk kekuatan teleportasi, siapa saja bisa mempelajarinya termasuk aku dan Eri.
Lalu Planet-Ku, Planet Leo, Ian tidak tahu mengetahui banyak Planet-ku, dia bilang, Planet-Ku adalah Planet yang paling sulit di masuki dan hanya orang-orang tertentu yang bisa ke sana. Bahkan buku-buku tentang Planet Leo tidak banyak, hanya memiliki 4 musim dengan sistem pemerintahan kerajaan. Aku cukup sedih karena tidak terlalu banyak tentang negeriku. Ada Planet Sagitarius, yang memiliki kekuatan tembus pandang. Mereka bisa menghilangkan lalu muncul, tapi itu hanya untuk beberapa orang saja. Ada penduduk yang tidak memiliki kekuatan dan ada sebagian kecil penduduk yang memiliki kekuatan tersebut. Dan masih banyak lagi Planet-planet lainnya.
Mendengar Ian bercerita, dia membuka pikiranku yang sempit ini. Ternyata banyak hal di luar sana yang tidak aku ketahui, dari kehidupan lain, dunia lain bahkan seseorang yang memiliki kekuatan di luar akal sehat manusia. Dia telah membuka pikiranku tentang kehidupan ini, aku juga tidak menyangka bahwa aku adalah seorang Putri, dan aku memiliki teman yang sangat hebat dan kuat.
“Ayo kita berpetualang.” Seru Eri di sampingku, suaranya sedikit keras hingga membuat risi.
“Hah!” Aku mengusap kantuk, ini sudah lebih dari tengah malam dan aku belum tertidur. Tidak biasa aku bergadang seperti Ian dan Eri, bahkan saat ini wajah mereka terlihat bugar dan mata terisi baterai penuh.
__ADS_1
“Ayo, aku lihat, kamu bisa mengendalikan ruang dan waktu di sini, mungkin saja kalau kamu ke Planet lain, kamu bisa mempelajari kekuatan lain walau hanya sedikit. Itu bisa berpengaruh besar untuk mengalahkan penghianat di negerimu.” Eri memandangku dengan penuh harap, tapi itu benar juga. Mungkin saja aku bisa belajar banyak kekuatan terlebih dahulu sebelum mengalahkan penghianat di negeriku, karena aku tahu penghianat negeriku pasti sanggatlah kuat, tidak mungkin dia bisa mengalahkan Ibuku Sang Ratu dan Ayahku Sang Raja.
Aku mengangguk pada Eri, tapi aku masih bingung dengannya “Apa kamu tidak mau tinggal di negerimu, Planet Aries.”
“Hmm sepertinya tidak, aku lebih suka menjahilimu.” Eri mengacak-acak rambutku dan aku mencubitnya.
Aku merapikan lagi rambutku seperti semula, Eri memang tidak memiliki pekerjaan selain menggangguku. Aku sampai lupa bahwa Ian ada di sampingku saat ini, dia terlihat seperti berpikir sesuatu “Bolehkah aku bergabung?.”
“Tentu saja, kamu kan panglimaku.”
__ADS_1