
Hari ke tiga aku berada di sektor 7, malam ini banyak sekali makanan. Dari sayur-sayuran, daging hasil buruan dan makanan kotak khas Planet Capricorn. Menikmati hangatnya makan malam bersama mereka membuatku rindu dengan ibu, dia selalu memasakan makanan kesukaanku, dia selalu menghiburku ketika aku sedang sedih.
Ian mengatakan padaku, besok pagi kami akan pergi ke sektor 3 dan 5 untuk melatih kemampuan kami di sana. Jumlah anggota kami pun bertambah 1 yaitu Jian, dia akan ikut dengan kita. Aku berharap Jian yang akan menjadi pemimpin Planet Capricorn ini, dia anak yang baik, kuat dan tampan.
Makan malam ini mengingatkan aku pada bumi, aku lupa sudah meninggalkan bumi selama 10 hari, itu berarti aku tidak sekolah selama 10 hari pula. Namun Ian bilang padaku untuk tidak khawatir sebab perbedaan waktu antara bumi dengan di sini 1:10, satu hari di bumi sama dengan 10 hari di Planet ini. Entah berapa lama aku di sini, tapi aku tidak peduli. Mereka membutuhkanku dan aku ingin tahu seperti apa Planetku nanti.
“Coba ini.” Ian memberikanku makanan persegi berwarna hitam. Aku menatapnya dengan penuh tidak nafsu, itu terlihat tidak enak. Namun aku tidak enak menolaknya, terlebih lagi Ian yang memberikannya padaku.
__ADS_1
“Sangat tidak meyakinkan.” Aku memasukkan makanan persegi hitam itu ke dalam mulutku. Aku membulatkan mata lalu menyipit, bukan karena rasanya enak tapi karena rasanya terlalu asam. Sangat asam. Ian tertawa di sampingku, tidak menyangka Ian yang aku anggap pendiam ternyata jahil juga seperti Eri. Aku memukul bahu Ian dari samping “Kamu mengerjaiku!.”
Ian tertawa kecil, walau aku kesal setidaknya aku bisa melihatnya tertawa. Ini momen yang sangat langka. Jauh dari sini, aku melihat Eri dengan satu gadis di sana. Sesekali mereka tertawa dan tersenyum, seperti seorang kekasih saja. Dan di sisi lain aku melihat Jian, dia berbeda jauh dengan Eri. Jian tidak dekat dengan gadis mana pun, dia duduk bersama orang tua membahas sesuatu. Dia seperti pemimpin sejati.
“Ian?” Panggilku dan dia langsung menoleh. Sebenarnya ini perasaanku sejak lama yang mengganggu, tapi entah kenapa aku merasa kurang yakin. Aku memikirkan lagi apakah aku harus bilang ini atau tidak, namun waktu semakin sempit “Ian apakah aku bisa membantu kalian?. Maksudku, aku bahkan batu mengetahui jika aku berasal dari Planet lain. Kalian enak udah bisa mengendalikan kemampuan kalian, sedangkan aku, aku sendiri aja enggak tahu kekuatan aku apa. Aku butuh waktu untuk mempersiapkan diri dan kemampuanku. Apa iya, aku bisa membantu kalian, aku bahkan tidak sehebat kamu dan Eri.”
Aku menoleh ke arah Jian, dia terlihat serius berbicara pada orang tua di sana. “Jian juga memiliki kekuatan besar, dia butuh banyak berlatih untuk menyampai Si Kil itu, namun emang usianya masih terbilang muda, agak sulit melawan Kil yang sudah berpuluh-puluh tahun berlatih. Makanya dia membutuhkan sekutu untuk membantunya melawan Kil.”
__ADS_1
Aku mengangguk mengerti, namun masih ada sesuatu yang janggal “Kenapa hanya aku?, Maksudku, kan masih banyak pemimpin-pemimpin Planet lain.”
“Bukankah aku sudah menceritakannya waktu di rumahku.” Aku memikirkan 10 hari yang lalu, ketika Ian menjelaskan tentang Planet-planet dan aku mengaguk ingat. Ian mengaguk mengerti, dia mengambil makanan persegi berwarna putih “Coba ini.”
Aku menatapnya dengan penuh selidik, bisa-bisa dia mengerjaiku lagi. Namun wajah Ian tersenyum manis, mungkin kali ini makanannya enak, tidak seperti tadi. Aku mengambilnya dari tangannya “Awas jika kamu mengerjaiku lagi, akan aku patahkan kepala kau nanti.”
Ian mengaguk, dan aku memakannya. Pertama kali aku merasakannya, tidak ada rasa, namun lama kelamaan rasa pedas melanda lidahku. Mataku berair dan wajahku memerah, Ian mengerjaiku lagi “IANNNNNN, pedess.”
__ADS_1
Ian tertawa pelan lalu mengambil aku air minum, aku memukulnya lebih keras, tega sekali dia mengerjaiku. “Maaf, maaf” Tanpa rasa bersalah dia minta maaf, dia masih saja menertawaiku. Sepertinya musuhku bertambah 1, yaitu Ian dan Eri. Ian mengipas-kipasku dengan tangannya “Kamu mau aku ceritakan tentang Galaksi Zodiak?.”