GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
BERLATIH DENGAN KEN


__ADS_3

Ken tertawa kala melihat bisa bergerak dalam ruang dan waktu yang dia buat, dia menepuk dahinya “Aku lupa kalau kamu bisa memasuki ruang dan waktu yang di buat seseorang, sama sepertiku.” Dia diam sejenak lalu berpikir sesuatu “Jadi kita tidak bisa menggunakan kekuatan mengendalikan waktu, kalau begitu tunjukanlah kekuatanmu yang lain dan aku akan tunjukan kekuatan yang lain pula.”


Aku mengangguk mengiyakan, kekuatanku yang lain adalah terbang dan mengendalikan udara. Saat ini aku sedang berlatih dengan Ken, sedangkan Eri dengan Jian. Jika Ken dengan Eri berlatih bersama, mereka tidak akan bisa fokus dan sama halnya dengan aku dan Jian.


Aku menyiapkan kuda-kuda, aku berfokus pada Ken yang sedang berdiri sembari memejamkan matanya. Aku tidak tahu kekuatan lain apa yang Ken punya, ini kali pertamanya kami berlatih. Melihatnya membuatku tidak fokus, pikiranku berkelana pada pertemuan pertama aku dan Ken. Sangat memalukan, rasanya aku ingin pergi jauh dari planet ini, tapi sekarang lihat, aku berlatih berdua dengannya. Sangat mengesalkan.


Rambutku berkibar saat aku mengaktifkan kekuatan udara, seketika udara di sekitarku mengelilingi tubuhku. Aku sudah sangat siap apa yang di lakukan oleh Ken, latihan ini sama saja dengan latihan untuk melawan penghianat di negeriku sendiri.


Cukup lama Ken berada di posisi seperti itu, aku tidak tahu di seluruh Planet ini memiliki kekuatan apa saja. Dan itulah yang aku khawatirkan, aku takut Ken memiliki kekuatan yang aneh atau kekuatan yang aku tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Sampai Ken membuka matanya, dia tersenyum.


Bodoh!, Kenapa aku tidak menyerangnya duluan, kenapa aku harus menunggu di serang dahulu. Sampai ada sesuatu benda tajam yang menancap di punggungku, awalnya memang sakit namun di detik-detik kemudian sakit itu hilang. Aku menoleh ke belakang namun tidak ada apa pun di sana, lalu aku menatap Ken. Sepertinya Ken juga memiliki kekuatan mengendalikan udara sepertiku. Rasanya baju dekat area punggung menjadi basah..


Aku ini aku bersiap kembali, memasang kuda-kuda dan langsung menyerangnya. Aku melancarkan seranganku, aku membuat beberapa pisau lewat udara dan mengarahkannya dengan cepat pada Ken.


Crash crash

__ADS_1


Mulutku terbuka lebar, seperti mataku. Udara yang berbentuk pisau yang mengarah pada Ken tertahan, dan itulah yang membuatku terkejut seperti sekarang ini. Pisau udara itu tertahan oleh Air, Air yang berbentuk dinding seperti tameng.


Tanpa perlu di jelaskan aku sudah tahu kekuatan tersembunyi Ken, yaitu pengendali Air. Berarti yang menusuk punggungku adalah Air dari Ken kendalikan. Ken tersenyum miring dengan satu alisnya terangkat. Sudah tampan, kuat, pintar dan hebat pula, benar-benar Pria idaman.


Dinding air itu kembali ke pantai. Belum siap dengan posisiku, Ken sudah melancarkan serangannya kembali. Kali ini aku sudah siap, walau pertahanan udara yang aku padatkan untuk menjadi tameng lemah, namun ini sudah cukup baik untuk menahan serangan dari Ken. Dia menyerangku dengan brutal, dari kanan, kiri, atas dan bawah.


Nafasku terengah-engah, serangannya terlalu cepat. Banyak air yang tajam mengenai kulitku, luka goresan-goresan itu membuat banyak darah yang keluar dari tubuhku. Aku lebih fokus lagi memperkuat tameng-tameng udara hingga aku lupa untuk menyerang balik Ken. Menurutku, saat ini sudah lebih baik aku bisa mempertahankan posisiku, sebab tidak ada kesempatan untuk menyerang baik Ken.


Dari tempatku aku bisa mendengar latihan Jian dan Eri. Di lihat dari kekuatan mereka, Eri akan kalah dengan Jian. Sebab, Jian memiliki kekuatan melambatkan waktu dan juga telekinesis, sedangkan Eri hanya bisa menggunakan telekinesis saja.


Tapi aku tidak bisa berpikir di kondisi seperti ini, aku bukan Ian yang bisa mengendalikan emosi, aku juga bukan Ian yang bisa membuat strategi hebat dan aku bukan Eri yang menyerang lawan tanpa berpikir. Itu dia!, Aku bisa menjadi Eri untuk sesaat. Aku mencari celah dari serangan Ken.


Aku menghembuskan nafas pelan, aku berfokus pada udara-udara di sekitarku. Aku merasakan tubuhku mengalirkan sesuatu yang kecil di setiap pembuluh darahku. Tubuhku terbang sejengkal, rambutku memutih walau hanya di ujung rambut dan ini waktunya pembalasan.


Udara semakin bersiur hebat, serangan Ken tidak bisa menembus udara-udara yang menjadi tamengku. Aku memfokuskan udara dalam bentuk tombak-tombak panjang, merasa sudah mantap dengan tombak yang aku buat, aku mengarahkannya dengan kencang.

__ADS_1


Crash Crash Crash


Argh!, Aku kesal. Tombak-tombakku tidak bisa menembus pertahanan Ken, Air-air yang dia kendalikan menjadi keras seperti batu. Aku sudah lelah, ini sudah hampir petang. Kami berhenti berlatih, Jian dan Eri tidak berada jauh dari tempatku.


“Baik sudah cukup” Ucap Ken seraya menghampiriku, dia menepuk-nepuk tubuhnya dari pasir. Dia mengulurkan tangannya “Kamu sangat hebat Tina, aku kagum padamu.”


Kagum padaku katanya, lihat sekarang, tubuhku basah karenanya. Walau goresan-goresan luka sudah tidak ada, tapi tetap saja tubuhku banyak darah. Tapi aku cukup senang, kesembuhan di tubuhku berangsur membaik dan cepat, kata paman Yian kala itu, aku bisa menyembuhkan diriku selama 1 detik jika kemampuan itu di asah. Jadi, sesering aku terluka, maka progres kesembuhanku juga meningkatkan. Mesti begitu, tetap saja aku harus sakit-sakit dulu untuk memprogres kemampuan kesembuhanku.


Aku menyambut tangannya “Terima kasih, aku tidak tahu kamu bisa mengendalikan Air, kamu sangat hebat.”


Ken tersenyum manis. Jian dan Eri pun menghampiri kami, di lihat dari Jian dan Eri. Eri-lah yang paling berantakan keadaannya, ada beberapa luka dan lebam di wajah dan tubuhnya. Pasti sangat berat berlawanan dengan pengendalian ruang dan waktu. Awalnya aku kasihan padanya, namun kelakuannya membuat aku kesal kembali.


“HAHAHA.” Tawanya dengan keras sembari menunjuk-nunjuk arahku. Aku menyipitkan mata tidak suka, tidakkah dia melihat dirinya yang kacau juga. Dia menghampiriku dan memainkan rambutku “Kamu abis berenang basah begini?, Hahaha, Ken saja bersih tidak tersentuh, kamu, Hahaha. Aww.”


Aku menjewer kupingnya, baru saja aku kesal dengan Ken sekarang dengan Eri “Diam kamu, liat tuh matamu biru. Masa jagoan sekolah babak belur.” Ken dan Jian hanya menggeleng-gelengkan melihat kami, dan Eri dia meringis minta ampun melepaskan kupingnya. Mana udara laut sangat kencang hingga membuatku kedinginan seperti ini, lain kali aku akan belajar kekuatan Api untuk membalas Ken.

__ADS_1


__ADS_2