GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
BERLATIH


__ADS_3

“Hmm.” Jawaban yang sudah aku duga, Kakek mengambil kerang di tanganku. Lalu dia meneliti dengan saksama, wajahnya berubah-ubah melihat kerang itu. “Sana pergi!.”


Aku tersenyum manis dan melambai pada mereka lalu pergi. Aku sudah mulai terbiasa dengan sikap kakek, tidak membuatku terkejut jika dia mengusirku seperti itu. Berjalan menuju tiga orang di depan sana, satu hari tidak bertemu mereka membuatku sangat rindu.


“TINA.” Ken melambai padaku, Jian pun mengikuti, hanya Eri yang menatap malas diriku. Aku berlari kecil, walau badanku masih pegal-pegal, rasanya melihat mereka membuatku semangat lagi. “Kamu ke mana saja kemarin, kamu tidak tahu, Eri sangat mengkhawatirkan kamu.”


Aku melirik Eri, wajahnya mulai memerah. Eri melihatku lalu memalingkan wajahnya “Untuk apa aku khawatirkan padanya, lagi pula dia tidak pulang satu bulan pun aku tidak peduli.” Mendengar Eri berbicara seperti itu membuatku sedih, padahal aku pergi untuk mengganti Ikannya yang pernah aku lepas. “Ayo Jian, kita latihan di sana.”


Aku menatap kepergian Eri dan Jian, mereka berjalan ke sisi barat dan berlatih di sana. Agak kecewa aku rasakan, aku berusaha mendapatkan kalung itu susah payah hingga aku demam dan pegal-pegal. Tapi mungkin dia akan senang jika aku memberikan kalung ini, dia kan belum tahu aku ingin memberikannya kalung.


“Tina, ayo kita mulai.” Panggil Ken di belakangku, aku menoleh, dia terlihat sangat siap. Seperti kekuatannya bertambah saat tidak ada aku, aku tidak tahu siapa atau tidak, aku masih merasa letih. “Ayo Tina, kamu mulai dulu.”


Aku mengangguk, aku fokus pada lawanku. Dia bukanlah lawan yang bisa aku kalahkan, mungkin saja aku seperti semut di depannya. Aku terbang sejengkal dari pasir yang aku injak, angin kencang bersiur mengeliling tubuhku dan ujung rambutku memutih.


Wus wus wus


Belasan tombak udara aku arahkan pada Ken, ini bukan tombak biasanya. Aku menambah tekanan di dalamnya, aku juga mengarahkan tombak-tombak yang lain di berbagai arah untuk menyerang Ken. Di sana Ken sudah sangat siap dengan seranganku, dia mengambil banyak air dari pantai dan membuatnya menjadi tameng.

__ADS_1


Aku tidak berhenti sampai situ, aku terus mengirimkan belasan tombak padanya. Jika bisa aku mengirim ratusan atau ribuan tombak padanya, namun tenagaku masih belum cukup. Aku sangat fokus pada Ken sampai aku lupa kalau dia menyerangku dengan titik lemahku, karena aku mudah fokus hingga aku tidak memperhatikan yang lain. “AAAA.” Satu tusukan air yang keras menembus perutku, alhasil serangan aku pada Ken menjadi goyah.


Aku membuat tameng berputar dari udaraku, aku mundur menjauh dari pantai. Sebisa mungkin agar Ken tidak tidak bisa mengambil air lebih banyak dari pantai, tapi dugaanku salah. Aku melihat lagi, tsunami yang hanya untuk. Sungguh, tubuhku sudah terlalu lelah dan pegal, apakah aku juga harus mengalami keretakan dalam tulang-tulangku.


“Sial” Maksimal aku terbang adalah setinggi 1 meter, aku tidak bisa lebih tinggi dari tsunami Ken. Aku terus menghindar ke kanan dan ke kiri, tsunami itu juga mengikuti arah gerakku. Bagaimana cara mengatasi tsunami yang Ken buat, aku sungguh tidak mau merasakan tulang-tulangku patah. Ketika sedikit lagi, hampir sampai tsunami itu padaku. Aku membuat udara-udara di sekitarku berputar kencang, aku sudah siap datangnya bencana hanya untukku.


Jrusssss


Tsunami itu menghantamku dengan keras dan cepat, hingga pertahanan tamengku bocor dan sulit berputar. Jantungku berdebar kencang, tubuhku terjatuh ke pasir, nafasku tercekat dan aku masih berfokus pada air yang mengelilingi diriku ini. Air-air yang masuk dalam tamengku mulai membentuk sebuah jarum-jarum besar dan mulai menusuk tubuhku. Dan semakin banyak pula air yang berhasil masuk dalam tamengku.


Aku tahu tamengku tidak akan bertahan lama, dan aku tidak sanggup juga mempertahankan tameng ini. Dan tamengku runtuh, air menggulung tubuhku dengan arus dan tekanan yang sangat kuat. Aku memang bisa bernafas dalam air, tapi jika arus air terlalu kuat, aku juga sulit menghirupnya.


Tapi kesadaranku mulai menipis, aku tidak lagi bisa bernafas, tubuhku terasa lemas dan semakin lemas. Sampai aku benar-benar kehilangan kesadaran. “Ini.” Ucapku kala aku sadar kalau aku tidak lagi berada di arena pelatihan, ada seperti televisi besar yang memperlihatkan apa yang tubuhku ini lihat. Dan aku sadar kalau si rambut putih sudah mengambil ahli tubuhku.


Aku melihat Ken di bawah sana, itu berarti tubuh ini terbang tinggi. Ken tidak takut, dia tersenyum senang, dari wajahnya tidak memperhatikan ketakutan. Mungkin si rambut putih ini lawan yang setimpal dengan Ken, dulu saat aku kehilangan kesadaran saat di sektor 3 dan paman Yian bilang Ken lah yang membantu mereka.


“Kamu terlalu sombong.” Suara ini menggema di ruangan gelap yang aku tepati, mungkin ini suara si rambut putih pada Ken di bawah sana. Ken tampak membalasnya tapi aku tidak mendengar dia mengucapkan apa. Suara si rambut putih ini membuatku merinding, suara khas perempuan dingin, kuat dan tegas. “Kamu atau siapa pun itu, tidak akan bisa mengalahkan aku. Keturunan Asli Kerajaan Leo, memiliki darah tingkat tinggi, pengendalian Udara yang kuat dan banyak lagi. Kamu darah tingkat rendah tidak akan bisa mengalahkan aku.”

__ADS_1


Darah tingkat tinggi?, Darah tingkat rendah?. Apa itu, aku tidak pernah dengar itu, Ken dan Jian juga tidak pernah memberitahukan aku tentang itu. Akan aku tanyakan nanti, sekarang aku mau melihat sekuat apa Ken.


Dari gambar besar di depanku ini, aku melihat Ken terbang di bantu dengan airnya. Seperti air mancur, air itu membawa Ken terbang setinggi tubuhku terbang. Dia tersenyum remeh “Kamu terlalu sombong, tidak seperti Tina yang asli. Dan kamu memang benar, aku pemilik darah tingkat rendah, tapi jangan lupa, kamu berada di kawasanku.”


“AKU TIDAK PEDULI.” Teriakan ini menggema keras di ruang ini, tubuhku mengangkat satu tangan, dan seketika itu juga banyak udara membuat lingkaran dan terbentuk ****** beliung. Aku menatap tidak percaya, ternyata aku bisa membuat ****** beliung dengan satu tangan saja tanpa membutuhkan waktu yang lama. Tanpa waktu lama, ****** beliung ini mengarah pada Ken.


Zunnggggg


Ken sudah siap dengan airnya, dia membuat pertahanan yang kuat dari airnya. Namun sayangnya air itu tidak bisa mengalahkan ****** beliung ini. Tameng itu hancur dan menghantam Ken. Kepalaku menunduk, di bawah sana ada Jian dan Eri yang sedang memanggil nama kami berdua.


Dengan tangan kiriku, udara menghempaskan tubuh mereka dengan mudah. Mereka terpental jauh dari tempatnya, lalu berfokus kembali pada Ken yang sudah berhasil keluar dari ****** beliung. Dia membawa air laut yang banyak dan sangat tinggi di belakang tubuhnya, dia pasti akan membuat tsunami besar. Tapi bagaimana mana ini, aku baru ingat jika ini dekat kawasan penduduk, tidak ada yang boleh menjadi korban jiwa.


Ken mengarahkannya padaku, apa Ken tidak berpikir tentang keselamatan orang lain. Kenapa dia mengajak rambut putih ini bertengkar di sini, sudah tahu tempat ini sangat rawan. Aku berbicara pada diriku sendiri untuk tidak melewati batas dan tetap harus menjaga keselamatan orang banyak “Rambut putih, aku mohon agar tidak ada penduduk yang jadi korbannya.”


Entah si Rambut Putih ini dengar atau tidak, tapi aku percaya pada Ken. Dia pasti bisa menghentikan airnya agar tidak memasuki pemukiman, Ken adalah orang yang cerdas dan bijak, dia pasti mengerti, aku yakin itu.


Zunnggggg

__ADS_1


****** beliung melawan ombak yang tinggi, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Namun secara tiba-tiba kesadaranku hilang dan semuanya gelap.


__ADS_2